Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Suci
(Bab ini ada unsur 18+....... jika tidak berkenan membaca bisa diskip saja. Mohon maaf.)
Hari senin jam sepuluh rumah kediaman keluarga Allo kembali di sibukan. Hari ini anak perempuan satu - satunya pasangan suami istri ini, akan menikah. Karena acara pemberkatan akan dilangsungkan pukul satu siang. Maka pengantin sudah mulai disiapkan.
Saat berat bagi orangtua Belle melepaskan anak perempuan mereka. Terlebih papanya.
"Papa akan selalu ada buat anak papa. Jika Hugo sakiti kamu sayang, pulanglah papa akan menyambutmu."
"Terima kasih papa." Belle menangis dalam pelukan papanya. Ia teringat saat, dia harus memutuskan Hugo di mall saat tahu Hugo akan menikah dengan almarhumah Natalia. Saat terpuruk itu Belle menangis di atas motor sambil memeluk punggung papanya. Mereka tidak langsung pulang. Tetapi papanya membawa dia ke sebuah taman dekat kompleks asrama. Disana papanya menemani Belle, menghibur kesedihannya sambil menatap keindahan kota Jayapura di malam hari.
Sudah banyak yang hadir di gereja, mereka adalah teman - teman sekolah Belle, kerabat juga letting dan jemaat. Belle menggunakan baju pengantin berwarna putih, sederhana desainnya namun terlihat elegan. Baju itu adalah baju pengantin mamanya hadiah dari omanya Belle yang sengaja menjahit baju itu buat anak perempuannya. Oma menjahit baju itu, namun oma tidak bisa menghadiri pernikahan anaknya karena dua minggu sebelum menikah oma meninggal mengidap kanker rahim yang dia sembunyikan dari mama dan opa. Jadi baju ini sangat bersejarah, karena ada nilai historisnya.
"Kamu cantik seperti mamamu sayang."
"Terima kasih papa."
Letnan Kolonel Harrell Hugo Tandean berdiri gagah dengan jas berwarna putih dengan Vest berwarna hitam. Celana putih. Sangat gagah. Hugo sudah menanti Belle di depan meja altar dekat kursi pengantin yang akan mereka duduki menerima berkat awal atas pernikahan mereka. Musik pengantar pengantin wanita berbunyi, Belle digandeng papanya memasuki gedung gereja. Mereka berjalan semua mata memandang mereka. Papanya mengusap jari tangan anak perempuannya.
Kalimat papanya Belle ketika menyerahkan anaknya kepada Hugo membuat semua yang hadir menangis, terlebih Hugo dia meneteskan air matanya. Aku menyerahkan anak satu - satunya Belle Ursula Allo kepadamu nak, Hugo. Untuk kamu bimbing dan sayangi. Jika suatu saat kamu tidak mencintai dia lagi, jangan sakiti hatinya. Kembalikan dia baik - baik kepadaku, seperti saat ini aku menyerahkannya untuk kamu nikahi. Kalimat ini membuat Hugo sadar untuk menjaga perempuan yang dia cintai ini baik - baik.
Janji suci pun terucap dari mulut mereka untuk saling mencintai, menjaga dan melindungi baik dalam susah maupun senang. Setelah janji itu terucap, pendeta pun memberkati mereka. Dihadapan Tuhan dan Jemaat Harrell Hugo Tandean dan Belle Ursula Allo resmi menjadi pasangan suami dan istri. Ciuman kudus di kening diberikan Hugo kepada istrinya. Cincin pernikahan pun terpasang pada jari mereka berdua.
Acara dilanjutkan dengan nikah catatan sipil. Kegiatan di gereja berakhir pada pukul empat lewat tiga puluh menit. Dan pada hari yang sama, langsung diadakan resepsi pernikahan di aula gedung serba guna punya angkatan darat. Gedung ini biasa digunakan untuk tempat pernikahan. Dan sudah disulap dengan dekorasi sesuai keinginan pengantin. Di acara resepsi ini, Belle menggunakan baju kebaya moderen ada sentuhan nona kebaya ambon berwarna hijau seperti baju ibu persit. Baju ini di jahit khusus atas permintaan Belle. Sangat cantik. Sedangkan Hugo menggunakan Pakaian Dinas Upacara lengkap.
Hugo mengandeng istrinya melawati barisan pedang pora. Suatu tradisi di kalangan perwira angkatan darat, laut dan udara bahkan polisi yang melambangkan penghormatan dan solidaritas korpsnya serta restu bagi rekan mereka yang sudah melepaskan masa lajang mereka.
Karena acara pernikahan dan resepsi ini bertepatan dengan hari ulang tahun Letda dokter Belle Ursula Allo yang dua puluh lima tahun. Jadi kue pengantinya sangat simpel namun terkesan mewah. Cake keju dengan taburan strawbery kesukaan Belle. Ini request dari Hugo sendiri buat orang yang dicintai. Acara tiup lilin dari dua sisi berbeda pada kue yang panjang satu meter ini dan di akhiri dengan wedding kiss. Hugo menutup bibir mereka yang bertemu dengan tanganya. Semua bertepuk tangan, berteriak gemas melihat aksi ini.
Acara pernikahan ini diakhiri dengan kelelahan Belle. Sekarang mereka sudah berada di hotel yang sudah di pesan. Hugo dan Belle akan menghabisi malam pengantin mereka di hotel ini. Baju kebaya sudah dibuka. Belle sengaja menjahit baju ini, karena dia suka dengan konsep pernikahan papa dan mamanya. Mama juga di resepsi menggunakan kebaya ambon namun berwarna putih dan merah, seperti kebaya Ambon lainnya.
Rencananya lusa Belle akan di bawa ke Sulawesi Utara. Rencana ini sudah di ketahui oleh papa dan mama Belle. Malam ini mereka di hotel ini. Besok mereka akan bermalam di rumah Belle dan lusa sudah di Tondano kampungnya Hugo. Disana juga ada acara yang disiapkan oleh keluarga besarnya baik dari papa maupun mamanya yang bermarga Mantiri.
"Ade lelah.....kakak mau minta jatah." Belle tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Kak, jangan kasar ya."
"Maksud ade??"
"Ini pertama kali buat ade." Hugo menatap Belle. Dia tersenyum. "Ade tahu kalau pertama kali akan sakit ,selanjutnya akan enak." Hugo tertawa. Belle malu, mukanya memerah.
"Kita coba ya sayang. Kakak pengen, kan kita sudah sah."
Hugo pun mulai memberi stimulan agar istrinya tidak kesakitan menerima rudalnya. Setelah dia rasa cukup. Dia menatap Belle, memberi ciuman di bibirnya dan memaksakan rudal itu menembus pertahanan Belle. Terdengar rintihan kecil Belle. Dan dia merasakan ada sesuatu yang mengalir dan membasahi rudalnya. Hugo tahu bahwa selaput itu telah robek. Air mata keluar dari mata indah istrinya.
"Sakit sekali sayang?? Kakak cabut ya."
"Jangan kak, akan sangat sakit. Ade kuat kok."
Maka rudal itu pun menembus pertahanan Belle. Dan dia merasa semua rudal Hugo memenuhi organ paling intimnya. Belle sudah pasrah dibawa kungkungan suaminya. Pertempuran panas terjadi. Suara tubuh beradu terdengar merdu. Cinta mereka tertaut satu dengan yang lainnya. Seluruh bagian tubuh istrinya dikuasai oleh Hugo. Tidak tertinggal satu jengkal pun. Berbagai gaya Hugo praktek. Dari melihat di media sampai cerita letting - lettingnya, dia praktek. Sampai surga dunia pun dirasakan. Hugo dan Belle mencapai puncak kenikmatan secara bersama - sama. Setelah sebelumnya Belle di buat tak karuan oleh suaminya berkali - kali mengalami pelepasan.
Belle sudah berada disamping tubuh Hugo dengan kelelahannya. Hugo benar - benar kuat. Hugo tersenyum melihat istrinya yang seksi ini tanpa busana. Di pindahkan anak rambut yang menutup wajah yang penuh dengan peluh. Hugo memberi ciuman di bibir dan kening istrinya.
"Terima kasih sayang, terima kasih. I love you."
"I love you too."
"Kamu hanya milikku sayang." Belle pun tertidur dalam pelukan Hugo. Dia menarik selimut menutup tubuh mereka berdua. Dan Hugo pun tertidur.