*Sekuel dari cerita "Ada pelangi sehabis hujan"
Juna, seorang pria yang sangat menggilai pekerjaan, hari-harinya hanya dilalui dengan pekerjaan. Baginya pekerjaan adalah hal yang terpenting dalam hidupnya setelah keluarganya.
Orang tuanya berusaha mencarikan jodoh untuknya. Tapi, setiap wanita yang datang untuk dijodohkan padanya semuanya gagal. Menurut Juna wanita itu tidak ada yang menarik baginya. Padahal wanita yang dijodohkan padanya wanita yang cantik dan tampak seksi.
Wanita seperti apa yang dapat menaklukkan hati Juna? Seorang pria yang menggilai pekerjaan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke rumah Maya
Icha berhenti di pas di rumah Maya, dia melihat ada seorang satpam yang berjaga didepan rumah. Dia keluar dari mobilnya, ingin bertanya pada satpam itu, dia takut salah alamat.
"Maaf, pak apa ini rumah mbak Maya?" tanya Icha dengan sopan.
"Iya, neng! Sudah ada janji ya?" tanya satpam itu.
"Iya, pak!"
"Ya, sudah masuk saja, neng!" ucap satpam itu. Icha pun langsung masuk ke mobilnya, dia tidak lupa mengucapakan terima kasih pad satpam itu.
Icha memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Maya, Icha bisa melihat banyak mobil yang terparkir dihalaman rumah Maya.
Maya langsung mengketok pintu rumah Maya. Icha melihat seorang wanita tua yang membuka pintu untuknya. Icha langsung bisa menebak bahwa wanita itu adalah seorang pembantu.
"Permisi, bi! Saya mencari mbak Maya, saya sudah ada janji dengan beliau." ucap Icha dengan sopan.
"Owh, mbak Icha ya?" tanya pembantu itu lagi.
"Iya, Bi!" jawab Icha dengan bingung, karena pembantu itu tahu namanya.
"Silahkan masuk, non! Tadi nona Maya sudah kasih tahu, kalau ada tamu yang lain datang selain para sahabatnya. Jadi nona Maya kasih tahu nama nona!" ucap bibi itu, Icha pun mengangguk kepalanya, dia langsung mengerti kenapa pembantu itu bisa tahu namanya.
Icha pun mengikutinya dari belakang pembantu itu. Dia melihat, kalau dia dibawa ke taman belakang rumah Maya.
"Non, Maya! Ini nona Icha sudah datang!" ucap Pembantu itu.
Deg..deg..
Mendengar nama Icha, membuat seorang pria yang tadi duduknya ketawa mendengar ucapan para sahabatnya.
"Icha? Apa dia Icha yang sama?" gumam Juna dalam hati. Ternyata pria itu adalah Juna. Juna tidak berani melihat kebelakang, dia sangat gugup.
"Icha!" ucap para wanita yang sedang duduk dengan serentak. Mereka pun langsung bangkit dari kursinya untuk menghampiri Icha.
"Hai, kak!" ucap Icha pada Maya dan yang lainnya. Mereka pun saling berpelukan dan cipika-cipiki. Para pria hanya diam saja melihat tingkah para wanitanya. Icha memberi pada Maya bungkusan Kue yang di bawanya dari tokonya. Maya langsung memberikan pada pembantunya untuk dibuat kepiring dan dipotong.
Juna pelan-pelan melihat kearah sampingnya, karena Icha berdiri di samping nya. Dia sangat terkejut, ternyata memang benar, Icha yang dimaksud adiknya, adalah Icha yang dicarinya.
"Wah, akhirnya kamu datang! Yuk, kenalan dulu pada Pria-pria tampan yang disini!" Ucap Maya.
Maya mengucapkan semua nama pria yang ada di depan Icha. Icha mengulurkan tangannya untuk menyalami mereka satu persatu.
"Salam kenal untuk kakak-kakak. Saya, Marisa Santoso!" ucapnya dengan lembut. Mereka semua pun mengangguk kepalanya.
Karena mereka sebenarnya sudah tahu dari para istri mereka, kalau mereka membawa teman mereka yang baru, sat Juna belum datang kerumah Maya. Mereka juga memberi tahu tujuan mereka mengundang Icha, yaitu untuk mengenalkan pada Juna. Mereka pun setuju, mereka juga ingin melihat sahabat mereka yang satu itu mendapatkan pasangan dan segera menikah.
Mereka juga memberitahu, latar belakang Icha sebenarnya. Para suami mereka sangat terkejut, ternyata Icha yang mereka maksud adalah anak pak Santoso, seorang pengusaha. Apalagi Toni, dia tahu saat ini mertuanya ingin sekali bertemu Icha. Hanya Juna lah yang tidak tahu, kedatangan Icha ke acara mereka.
"Oh, Cha perkenalkan ini kakak ku yang paling ganteng. Kak Juna!" ucap Maya yang sudah berpindah tempat disamping Juna sambil merangkul tangan Juna.
"Hai, kak! Saya Marisa Santo, panggil saja Icha!" ucap Icha sambil mengulurkan tangannya. Juna pun langsung mengulurkan tangannya, sambil menatap Icha.
Semua yang ada melihat tatapan Juna yang sangat berbeda. Biasa Juna tidak mau membalas uluran tangan wanita yang lain dan tidak mau menatap wanita lebih dari satu menit. Juna tidak melepaskan tangganya dari tangan Icha, Icha jadi gugup karena Juna terus menatapnya.
"Tante!" panggil Sanjay sambil berlari kearah Icha. Mendengar suara keponakannya, membuat Juna sadar.
"Hai ganteng!" sapa Icha sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Sanjay. Mereka pun saling berpelukan.
"Hai, kak! Apa Icha sudah menaklukan hati mu yang dingin pada wanita?" bisik Maya pada Juna sambil ketawa.
Juna langsung menatap tajam Maya, Maya tidak takut dengan tatapan tajam kakaknya. Juna melihat kearah para sahabatnya, yang juga menggodanya sambil memainkan matanya melihat kearah Icha.
Juna jadi salah tingkah dan malu pada para sahabatnya. Dia menyesali perbuatannya, karena dia ketahuan telah tertarik pada Icha. Mereka membuat Icha duduk disamping Juna. Icha yang hanya biasa-biasa saja, sedangkan Juna sangat gugup. Para sahabatnya senyum-senyum melihat wajah Juna yang sangat gugup itu. Ini pertama kalinya mereka melihat Juna bisa gugup duduk dengan wanita.
Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol, Icha yang baru pertama kali berkumpul bersama mereka sangat senang, karena keramahan mereka. Sedangkan anak-anak mereka bermain dengan mainan yang mereka sudah sediakan.
Juna selalu melirik Icha di setiap Icha berbicara untuk menjawab pertanyaan dari para sahabatnya. Juna sangat menyukai saat Icha selalu tersenyum dan ketawa.
"Hei! Dari pada kamu memandangnya seperti itu terus, kenapa tidak ajak bicara saja!" ucap Gio berbisik padanya.
Juna yang ketahuan terus melihat Icha membuat dia jadi malu, pada sahabatnya itu.
"Aku tidak tahu mau ngobrol apa padanya!" ucap Juna. Gio jadi ketawa mendenangar ucapan Juna. Juna memang tidak pernah pengalaman untuk bicara pada seorang wanita. Gio pun langsung menepuk pundak Juna dengan pelan.
"Kamu sudah semester berapa, Cha?" tanya Maya.
"Semester terakhir, kak. Ini lagi sibuk nyusun skripsi sekarang. Makanya sekarang, tidak tiap hari lagi pergi ke kampus." jawabnya dengan lembut.
"Berarti sebentar lagi wisuda, dong!" ucap Maya lagi. Icha pun hanya menganggukkan kepalanya. Maya langsung mengedipkan matanya Juna, untuk memberi kode pada Juna. Juna hanya diam saja.
"Oh, ya Cha Sabtu depan, kita akan adakan liburan. Kamu gabung, ya!" ucap Dina.
"Ehm...Liburan dimana, kak?" tanya Icha dengan bingung.
"Di villa kami! Kamu ikut ya!" ucap Dina.
"Gimana, ya? Apa Icha boleh ajak teman Icha?" tanya Icha ragu. Karena dia dan 2 sahabatnya itu, sudah buat janji akan pergi liburan, untuk merilekskan pikiran mereka, yang sudah jenuh dengan skripsi mereka.
"Boleh!" jawab Dina.
"Oke, kak!" jawab Icha.
***
Raisa yang sejak ketemu kakaknya terus diam saja, meskipun para sahabatnya ketawa karena cerita lucu, dia tetap diam saja.
Pikirannya terus kepada kakaknya. Dia sangat bingung, kenapa kakaknya tidak mau pulang. Dan apalagi kakaknya mengunakan mobil, padahal selama ini kakaknya tidak pernah dibelikan mobil oleh kedua orang tua mereka. Icha hanya punya sepeda, itu pun sepeda yang dibeli dengan uang Icha sendiri. Sesampai dirumah pun dia hanya diam saja.
Dia ingin sekali memberitahu pada mamanya, kalau dia bertemua kakaknya, tapi diurungkannya. Dia akan memberitahu, ketika dia tahu kakaknya tinggal dimana.
***
jangan sampai dia berhasil dsn merusak semuanya....
pernikahan icha dan juna
icha untuk kali ini saja jangan protes ya...
walaupun kamu jago karate tapi kamu tetaplah seorang gadis...yg butuh perlindungan
ahhhh jangan sampai icha diculik ya....
khan mau married sama kak juna
jangan bilang kalau dia jahat
yg sangat berat dan taruhannya nyawa...