NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 HAL YANG JANGAL

   Di dalam ruangan Kantor

    Tampaknya Hendra ayahnya Sofia sekaligus ayah dari Vendra sedang duduk di depan meja kerja di atas meja sudah ada komputer yang lagi menyala. Ia melamun kan sesuatu tubuh punggung menempel di kursi yang ia duduk i sembari melamun. Hendra merasa kematian anak perempuan nya yaitu Sofia ada sesuatu yang jangal dan tidak masuk di akal, Ia teringat Dua tahun lalu saat itu. Hendra sedang berdiri depan pintu Ruang mayat bersama dengan seorang dokter dan Polisi.

" Hasil otopsi yang saya dapat kan ada peluruh di dadanya, hasil lep juga mengatakan tidak ada tindak kan kekerasan atau tanda hal lain di tubuh nya. hasil sementara ter mungkin nan mengakhiri hidup oleh benda pistol yang berada di sebuah hutan juga, itu yang kami dapat kan saat ini". ujar seorang dokter berbicara pada para polisi dan juga Hendra. Sebagai seorang ayah rasa tidak percaya yang di katakan Pak Dokter tidak mungkin Anak perempuan nya Mengakhiri hidup begitu saja, ia pun menggeleng kepala rasa tidak mungkin lalu berkata pada dokter itu____

"Tapi! ini tidak mungkin, anak saya bukan tipe orang yang mudah mengakhiri hidup tanpa ada alasan" Ucap Hendra pada dokter, sebagai seorang ayah tidak mudah untuk percaya begitu saja, ia merasa ada sesuatu yang mengajal dalam kasus Sofia.

"saya mengerti! tiada manusia yang sempurna pak. ada kalahnya anak-anak tidak bisa menceritakan masalah hidup nya, dengan alasan, takut kedua orang tuanya marah, takut kedua orang tuanya berbalik nasehat atau tidak ingin mendengarkan omongan, sering saya berjumpa anak-anak seperti itu, pada akhirnya mereka lebih memilih diam memendam masalah nya". Ujar dokter pada Hendra untuk menjelaskan mencoba meyakinkan kannya.

"saya tahu! tapi saya mengetahui anak saya! dari siapa pun! saya tahu dia seperti apa! kalau pun dokter dan polisi meyakinkan saya. percuma!! karena saya yakin ada campur tangan!! ". Ucap Hendra sentak dengan nada tegas pada mereka berdua di hadapan nya.

   dokter dan polisi saling menatap satu sama lain dengan bingung

   Tidak lama Rajab dan ibunya datang dengan bergesa-gesa melangkah menghampiri Hendra bersama dokter dan polisi di depan nya itu.

"Om! ". Pangil rajab gelisah dengan raut wajah panik.

" KAMU!!" Jawab Hendra dengan ekpresi kesel dan_____?

Plak

    Satu pukul an tempat di wajah rajab dengan keras hingga tercengang mundur Hendra sangat marah dan kesel terhadap Rajab, ia begitu emosi tidak bisa menahan an diri.

"RAJAB!! ". sontak Wilda tercengang kaget anaknya di pukul kasar begitu saja oleh Hendra. " apa kamu baik-baik saja!! ". Ucap nya khawatir sambil membantu berdiri tubuh anaknya

   Tangan kanan menyentuh wajah pipinya yang sakit setelah di pukul kasar oleh Hendra, Rajab berlahan berdiri di bantu oleh ibunya sendiri.

" SEHARUSNYA SAYA TIDAK MERESTUI HUBUNGAN KAMU SAMA ANAK SAYA!! KAMU LIHAT!! HAH!! ANAK SAYA SUDAH TIADA!! BISA KAU KEMBALI KAN!!?? HAH? ". Sentak Hendra kesel sambil tunjuk jari di depan Rajab

" maaf Pak Hendra!! kenapa mukuli wajah anak saya! anak saya salah apa? ". Tanya wilda merasa tidak Terima kalau anaknya dipukul tanpa ada alasan yang pasti. sebagai seorang ibu wajar saja merasa tidak Terima prilaku an terhadap anaknya yang tiba-tiba saja dipukul.

"ibu sudah!! ". Balas Rajab menenangkan Ibu nya yang lagi kesel terhadap Hendra. " om!! saya sendiri saja tidak mengetahui hal, terjadi seperti ini, saya memang salah om tapi saya juga sangat bertanggung jawab atas semua nya! ". Ujar Rajab berkaca-kaca dengan perasaan hati bersalah terhadap Hendra.

"IYA, MEMANG KAMU SEHARUSNYA, MERASA BERSALAH! TAPI.. ! KELUARGA MU SUDAH BIKIN ANAK SAYA TIDAK BERNYAWA!! APA KAMU LIHAT ITU? HAH? ". Sentak Hendra mengeluapkan emosi pada Rajab, hingga Hendra remas baju kemeja Rajab di bagian atas dada nya dan Hendra pun marah. " SEBAIKNYA KAMU TIDAK DI SINI! SANA PERGI!! ". Usir Hendra terus ancam Rajab dengan kasar.

" Pak tenang dulu, ini rumah sakit jangan pakai kekerasan! ". Ujar seorang pak polisi pada Hendra mencoba meredakan emosi.

" Tolong ini rumah sakit! ". Minta dokter pada mereka semua.

" Om!! tenang dulu, om!! ".minta Rajab dengan raut wajah sedih

" pak Hendra cukup! hentikan! pak Hendra!! ". Minta wilda pada Hendra agar melepaskan cek raman baju anaknya. wilda tidak ingin anaknya terluka atau di sakiti ia cemas dan takut prilaku Hendra semakin brutal.

" KAMU TIDAK USAH! DATANG KELUARGA SAYA! ". Hendra pun melepaskan remasan di baju Rajab dan sedikit mendorong tubuh Rajab. peringatan itu sebuah hati yang hancur untuk seorang ayah telah di tinggal kan pergi oleh anak perempuan nya untuk selamanya. Hendra memperingatkan pada Rajab agar dia tidak datang keluarga nya yang sudah menghancurkan hatinya.

   Hendra pun melangkah pergi melewati mereka berdua yang lagi bersedih merenung.

   Dari kisah dua tahun lalu itu Hendra pun menyadari bahwa Sofia tidak pernah melakukan sesuatu akan merugikan dirinya sendiri, ia mencurigai sesuatu yang tidak beres. Selama dua tahun ini dirinya mencoba untuk mencari bukti kematian anaknya sendiri.

*****

    Vendra sampai depan rumah nya, setelah pemakaman kakak nya bersama teman prianya yaitu Denis. Ia melangkah memasuki rumah, lalu tutup pintu rumah dengan pelan, setelah itu berbalik badan melangkah jalan.

"Vendra! ". Sahut Vena pada sang anak yang baru saja pulang.

   Vendra berhenti melangkah melihat sang ibu yang berdiri di lorong dapur itu.

" Iya! ". Jawabnya dengan ekpresi polos.

 Vena melangkah mendekat pada anak perempuan nya. " Kapan kamu akan kembali kuliah? ". Tanya nya berdiri di hadapan sang anak perempuan nya.

   Pada akhirnya akan menayangkan itu. Vendra tidak tahu harus jawab apa kalo tahu dirinya tidak pernah kuliah melainkan masuk sekolah Militer tapi sudah berhenti, Entah reaksi apa di wajah ibunya nanti, Ia kebingungan dari pertanyaan itu tidak tahu harus jawab apa.

"eehh!! besok aku akan kembali, besok pagi aku berangkat nya". Pada akhirnya Vendra terpaksa harus berbohong pada ibunya sendiri dengan senyuman berat di sertai rasa sesal dan merenung sedih terhadap ibunya sendiri.

" Ok! ibu dan ayah akan mengatar kan mu, ke setasiun kereta iya! ". Ujar Vena mengusap bahu legan anaknya dengan lembut sembari berbalik melangkah.

" I.. iya! ". Jawab Vendra gegep melihat ibu nya pergi. Melihat Di balik tubuh punggung sang ibu, membuat Vendra sedih. Melihat wajah sang ibu murung setelah di tinggal kak Sofia. Dirinya akan berteka akan mencari Orang yang telah kakaknya tiada dan meminta pertanggung jawaban.

   Di kamar tampaknya Vendra terus mondar-mandir sembari berfikir dengan gelisah. dirinya bingung harus bagaimana, ia tidak mungkin kembali ke kota itu. karena dirinya tidak kuliah lagi apa lagi kembali ke sekolah Militer pun sudah berhenti. Tapi tadi dirinya terpaksa harus berbohong kalau dirinya akan kembali besok pagi di tambah akan ikut mengantarkan ke stasiun. Sejenak berfikir lalu mengambil ponsel di atas ranjang kasur, dirinya akan menelepon Denis untuk meminta tolong pada dia. Vendra pun menghubungi Denis dan ______

"Hallo! kamu ada di mana?". Ucap nya di dalam telepon pada Denis.

" aku ada di Club (BR)". Jawab Denis di dalam telepon

"ok". Balas Vendra langsung tutup telpon nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!