NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Status: tamat
Genre:Action / Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Menceritakan seorang pemuda hebat yang hidup di Dunia Sihir. Tapi dia harus mati setelah dihianati oleh suatu kelompok yang telah ia bantu. Meskipun telah mati, rupanya ia bereinkarnasi ke Dimensi Lain setelah jiwanya dan pikirannya masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih remaja.

Ternyata, kehidupan di Dunia barunya, bukanlah Dunia Sihir, tepatnya Dunia yang biasa-biasa saja. Tapi ada 1 hal yang membuat dirinya istimewa, yaitu dia bisa menggunakan Sihir.

***

Note : Cerita ini berlatar Multiverse dan Sequel dari cerita 'OVERSOLDIER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

"Maaf aku tidak sengaja." ucap Peter setelah meraih lengan perempuan itu, agar tidak jatuh.

Peter benar-benar tidak sengaja. Ia segera melepas lengan perempuan itu. Perempuan itu sambil mengelus lengannya, lalu ia berbalik menatap Peter. Dia terbelalak melihat laki-laki itu.

"Kamu..?" kata perempuan itu.

Peter mengerut dahinya. "Siapa ya ? Apa kita kenal ?"

"Aku Lina, pacarnya adit." jawabnya.

Peter sedikit memiringkan kepalanya. "Aku gak tau kamu, dan juga gak gak pacarmu yang bernama Radit."

Lina menjawab. "Yang waktu itu loh, di caffe tempat kerja kamu. Radit supupunya Niko."

Dia adalah Carlina yang biasanya dipanggil Lina. Dia adalah pacar Radit. Dan Radit adalah sepupunya Niko. Mengingat itu, pandangan Peter berubah datar.

"Kalau begitu, permisi." kata Peter yang berjalan meninggalkan Lina di tempat begitu saja.

Lina memandang bingung ke arah adik kelasnya yang bernama Peter itu. Ia merasa perubahan ada lelaki itu setelah mendengar nama Niko. Dalam batinnya ia berkata. "Apa segitunya marah setelah mendengar nama Niko ?"

Segeralah menepis pikirannya, Lina pun melangkahkan kakinya pergi dari toilet. Namun bahunya terasa sakit. Padahal ia tak sengaja menyengolnya, tapi bahunya yang sakit.

Lina merasa bahunya menghantam sebuah besi. Dalam batinnya berkata. "Apa tubuhnya memang sekeras itu 'kah ?" ia menggeleng-gelengkan kepalanya, ia memilih menepis pikirannya.

.....

Beberapa Hari Kemudian.

Seperti biasa, setelah pulang sekolah, mereka berdua berangkat ke caffe untuk bekerja. Hari pun sudah malam, yang dimana Peter dan Kevin masih bekerja sebagai pelayan caffe. Kevin menawarkan dirinya untuk menerima tugas mengantar pesanan.

Karena tak punya kendaraan, ia menaiki taksi online. Sebenarnya ada beberapa karyawan menawarkan agar Kevin meminjamkan kendaraan, namun Kevin menolak, ia memilih mengantar pesanan menggunakan taksi online saja.

Tentu saja Kevin mendapat ongkos 2 kali dari atasannya, untuk bolak-balik. Bahkan uang kembaliannya untuknya, tak perlu di kembalikan. Hebatnya boleh langsung pulang tak perlu kembali lagi ke caffe.

Inilah yang Kevin suka. Jika mendapat pesanan, Kevin selalu mengajukan dirinya untuk mengantar pesanan tersebut. Sudah naik Taksi online, ada ACnya, sekalian jalan-jalan, sisa uang ongkos tak perlu di kembalikan, dan langsung pulang.

Sungguh enak sekali Si Kevin. Beruntung bisa bekerja di caffe yang pemiliknya tidak pelit, atau perhitungan.

.....

Waktu juga sudah menunjukan jam 9 malam, Caffe pun tutup, semua karyawan pulang ke tempat mereka masing-masing. Dan untuk Peter, ia kini berjalan pulang sendirian, meski mendapat tawaran diantar oleh senior kerjanya, ia menolak.

Sudah beberapa hari ini, hidup Peter tenang. Tak ada gangguan apapun. Kali ini jalanan sepi. Tiba-tiba indra pendengarannya yang tajam mendengar suara motor mendekat. Dengan cepat Peter berbalik.

Dan benar saja, ada sebuah motor ninja 4 tak mendekat yang jaraknya kurang lebih 5 meter lagi. Motor itu dinaiki oleh dua orang yang mengenakan sama-sama helm fullface. Orang yang duduk jok belakang memegang sebuah pemukul baseball, dan melayangkannya ke arahnya.

Dengan instingnya yang tajam, Peter tak menghindar, ia malah menangkap tangan orang yang memegang pemukul baseball, Peter langsung menariknya. Orang yang di tariknya jatuh ke aspal.

Sedangkan yang orang yang mengendari motornya terus berjalan pergi begitu saja meninggalkan temannya. Tapi Peter tak mau orang itu kabur, dengan ia langsung menggunakan Sihir Anginnya dan menghantam pengedara dan motornya.

Sesuai sasaran, pengendara beserta motor ninjanya mendapat hantaman angin dan membuatnya jatuh. Peter langsung meraih tangan orang tadi yang ia tangkap, dan langsung melemparnya ke arah langit.

Tentu saja orang yang ia lempar syok bukan main, yang pasti kena mental karena dilempar sangat tinggi ke langit. Peter berjalan menuju orang yang ia hantam tadi dengan Sihir Anginnya. Ia tak peduli dengan orang yang barusan ia lempar.

Bruukk...!!

Dan benar saja, orang yang tadi Peter lempar tinggi ke arah langit pun terjatuh. Yang pasti orang itu sudah tak bernyawa, tubuhnya terluka parahnya dan tulangnya pasti remuk.

Dan kini tinggal satu orang lagi. Orang itu tengah berusaha bangkit, namun karena motor besarnya menindih salah satu kakinya, ia kesulitan sekarang.

Ditambah sosok malaikat maut dipandangannya mendekatinya. Ya sosok malaikat maut itu yang tak lain adalah Peter. Parahnya ia juga melihat sendiri temannya dilempar tinggi ke arah langit, dan jatuh hingga mati. Kena mental sudah.

Kini Peter berdiri dihadapannya dengan tatapan dingin memandang rendah pada dirinya. Tangan kanan Peter meraih motor ninja dan langsung lempar sembarangan. Kedua mata pengendara ninja melotot.

Kini ia gemetaran ketakutan. Ia seharusnya tak berurusan dengan Peter. Kini pandangannya kepada Peter bukan hanya malaikat maut saja, tetapi juga moster.

Disisi Peter, ia melihat rendah terhadap salah satu orang yang sudah mengganggunya, padahal sudah dijelaskan baru beberapa hari saja sudah tenang, dan sekarang mendapat gangguan.

Tangan kanan Peter mencengkram jaket hitam yang dikenakan orang ini. Tangan kirinya membuka paksa helm fullface dan membuangnya sembarangan. Peter merasakan tak kenal setelah melihat wajah oranh yang sudah mengganggunya.

"Aku tak mengenalmu, tapi kamu mencari mati padaku ?" tanya Peter dingin.

Orang itu tak menjawab, ia gemetaran ketakutan yang tak biasa. Peter bersuara lagi. "Katakan padaku ! Apa tujuanmu menggangguku ? Apa kamu disuruh ? Apa atas keinginanmu sendiri ?"

"Jawab !!" kata Peter yang kesal karena orang ini enggan untuk menjawab.

Peter melepas cengkramannya, ia berdiri, lalu ia berjalan meninggalkan orang itu, ia sudah tidak tertarik dengan orang yang sudah mengganggunya. Bahkan orang itu menatap heran kepada Peter yang membiarkan dirinya begitu saja.

Orang itu perlahan berdiri sambil menahan rasa sakit pada kakinya. Namun niat akan berdiri, ia urungkan setelah melihat sebuah titik merah di jaket yang ia kenakan. Sementara, disisi Peter, yang sudah berjalan kurang lebih 10 meter, ia menjentik jarinya.

Tak.!

Dan bersamaan tanda merah di jaket yang dikenakan orang yang sudah mengganggunya menyala dan langsung membakarnya. Orang itu terbakar. Ia menjerit-jerit. Rasa sakit, perih, panas, dan ketakutan menjadi satu.

Peter yang mendengar jeritan orang itu, masa bodo saja, masul terlinga kiri, keluar telinga kanan. Peter segera terbang pergi meninggalkan 2 orang yang tewas akibat ulahnya.

.....

Peter yang kini tengah melayang di udara, mungkin 1 km jaraknya dari permukaan tanah. Ia sedang memikirkan sesuatu. Ia berfikir keras, kenapa selalu ada orang yang mencoba mencelakakan dirinya.

Setelah lama berfikir, ia merasa curiga 1 orang. Namun ia belum pasti, apakah oranh ini pelakunya ? Karena mengingat kejadian sebelumnya, mengakui kalau yang menyuruhnya adalah Niko.

"Kalau memang dia, sepertinya aku ikuti saja permainannya." batin Peter, lalu ia tersenyum sesuatu.

___________

Jangan Lupa Like.

1
KERUPUK GORENG
mantap
KERUPUK GORENG
dri bab 1- bab 24 itu berapa total halamannya ad berapa? soalnya mau buat tugas sekolah
Dimas Setiawan
mantap
Dimas Setiawan
wow
Dimas Setiawan
nice
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
bunuh
Dimas Setiawan
sikat
Muhammad Rizky
lawan manusia biasa aja pake sihir pdhl bisa Seni bela diri
Min sua
sedikit typo
M Black
.
hoomano1D
keknya pernah baca, tp lupa...
ternyata kalo tdk dijdkan favorit/masuk rak buku, malah like yg sebelumya hilang semua..
ARA
Oo.. Temannya Sean ternyata😊👍
Dwiwahyu Prihantini
kampung sihir🤔🤔🤔
Mukhlis B
Kalau pandangan 200 meter lah yg nampak kan titik saja kok peter enak saja melihatmu segitu hebatnya.peter
AngGa
Haaah,,Kalo gua jadi MC,senggol dah bacok
Rizky Maulana
bukannya itu gadis yg dimaksud anaknya si jonatahan si queen kan ?
Raptor
kevin janc*k. Ngakak 😂😂😂👍
Mat Grobak
kampung sihir
[ Azuya ]
penghianatan itu diperlukan untuk mengubah org yg naif menjadi tidak naif....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!