Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Begitu Tatiana keluar dari ruangan itu, langkahnya perlahan melambat. Dia melihat kembali kertas perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Brandon tanpa curiga itu.
Tatiana terkekeh pelan, sebenarnya lima tahun yang lalu, perusahaan ini benar-benar nyaris bangkrut.
Tatiana mendapatkan kabar dari salah satu teman kuliahnya, kalau akan ada investor dari negara lain yang akan datang ke negara N ini. Tatiana berusaha keras untuk membuat janji tamu dengan investor itu. Meyakinkan dengan segala kemampuannya, bahwa perusahaan Wirawan, pasti akan berkembang dengan pesat kalau mendapatkan pendanaan saat ini. Investor itu malas sudah kembali ke negaranya ketika Tatiana baru akan menyerahkan proposal yang sudah dibuat dengan tidak tidur selama 2 hari 2 malam.
Semua tim menyerah, bahkan Brandon juga. Pria itu bahkan berpikir untuk menjual perusahaan yang ayahnya bangun dengan susah payah dari nol itu, saat itu. Dia pikir, akan mulai semuanya lagi dari awal. Tapi, Tatiana berpikir, kalau memulai lagi dari awal maka semua perjuangan yang dilakukan oleh ayah mertuanya akan sia-sia. Tatiana bahkan memutuskan untuk pergi menyusul investor itu.
Dalam kondisi yang sebenarnya hampir tumbang. Dia sudah 2 hari 2 malam tidak tidur. Dan kalau makannya saat itu juga sangat tidak teratur. Dia bahkan menggunakan uang pribadinya, membeli tiket dengan kelas ekonomi. Sedangkan penerbang itu harus dia lakukan selama lebih dari 10 jam. Itu benar-benar bukan hal yang mudah.
Sampai di negara T, terus-menerus ditolak bertemu oleh investor itu. Hingga dia jatuh di depan perusahaan itu dan pingsan. Saat itu, dia dibawa ke rumah sakit oleh pihak perusahaan. Dan kabar itu sedikit mengguncang perusahaan investasi itu kala itu. Hingga direkturnya menjenguk Tatiana. Dan ternyata, Presiden direktur perusahaan investasi itu seperti familiar dengan Tatiana. Tes DNA dilakukan, bertanya tentang semua hal yang sudah pernah Tatiana alami selama ini.
Hingga akhirnya, pria itu mengatakan pada Tatiana, kalau dia adalah kakak kandung Tatiana. Sejak itu, perusahaan Wirawan benar-benar berjalan mulus saja mengalahkan semua pesaing-pesaingnya, karena di bantu dari belakang oleh dua perusahaan besar dari negara T. Semua itu karena Tatiana. Sekarang, Tatiana hanya punya waktu satu bulan lagi untuk pergi. Entah akan jadi apa perusahaan ini tanpanya.
"Nyonya..." Lulu terburu-buru berlari menghampiri Tatiana.
"Ada apa?"
"Nyonya, tadi aku baru saja ke gudang ingin memeriksa stock barang. Tapi, aku melihat semua barang-barang nyonya yang dulu ada di ruangan wakil direktur. Semuanya ada disana! di gudang, bahkan akan dibuang oleh petugas kebersihan. Katanya yang memberi perintah adalah wakil direktur!" ujar Lulu dengan tersengal-sengal. Sepertinya sekertaris Tatiana itu benar-benar berlari dari gudang ke tempat ini.
Tatiana masih membawa dokumen itu di tangannya.
"Aku akan lihat!"
"Aku temani nyonya!" Lulu segera mengikuti langkah Tatiana dari belakang.
Tatiana berjalan dengan cepat ke arah gudang. Dia mau tahu, apa saja yang diperintahkan oleh Siska untuk dibuang oleh petugas kebersihan perusahaan.
Dan sampai di tempat itu, di depan pintu gudang. Sebuah truk sampah sudah parkir tak jauh dari sana. Tepat disaat Tatiana sampai, foto pernikahannya dengan Brandon lah yang dipegang oleh petugas kebersihan perusahaan. Dan sedang di bawa dari dalam gudang ke arah mobil pengangkut sampah.
"Berhenti, itu barang-barang nyonya..." Lulu berusaha menghentikan petugas kebersihan perusahaan itu, saat akan melemparkan foto dengan ukuran besar itu ke arah mobil pengangkut sampah.
"Tapi ini perintah wakil direktur!" bantah petugas kebersihan perusahaan itu.
Dia juga serba salah, kalau dia tidak patuh pada perintah wakil direktur maka bisa saja wakil direktur yang katanya pemarah itu akan memecatnya. Wajahnya tampak khawatir.
"Apa mas Brandon tahu tentang hal ini?" tanya Tatiana.
"Siapa itu? apa dia lebih berkuasa daripada wakil direktur perusahaan ini?" tanya petugas kebersihan perusahaan.
Ternyata, petugas itu karena hanya tahu tentang jabatan di perusahaan ini. Tidak tahu, siapa direktur utama bahkan tidak tahu siapa Tatiana.
Tapi, dari pernyataan petugas kebersihan perusahaan itu. Tatiana sedikit tertawa perih di dalam hatinya. Rasanya dia kembali pada semua yang terjadi beberapa waktu ini. Pertanyaan dari petugas kebersihan perusahaan itu sangat mewakili sebenarnya. Apakah Brandon, saat ini adalah masih orang yang paling berkuasa di perusahaan ini? atau justru Siska?
Lulu menjadi kesal.
"Apa kalian tahu, kalian sedang berharap dengan siapa? sembarangan sekali bicaranya?" tanya Lulu geram.
"Nona, mana kami tahu. Kan nona tidak memperkenalkan diri dulu sebelum bicara dengan kami" balasnya.
"Ih..."
"Sudah!" kata Tatiana yang menyela Lulu yang hampir marah, "buang saja semuanya! kita kembali saja Lulu!" kata Tatiana yang mengajak sekretarisnya itu berjalan masuk kembali ke perusahaan.
Lulu masih tidak rela rasanya.
"Nyonya... lihat yang sudah wanita itu singkirkan dan buang. Bukan hanya foto pernikahan nyonya dan tuan. Tapi semua piala, semua serifikat penghargaan milik Nyonya. Semua foto tuan dan nyonya sejak pertama menikah..." Lulu sedih sekali, sampai tidak bisa melanjutkan lagi apa yang ingin dia katakan.
"Lulu, sudahlah. Selama satu bulan ini, kita harus menahan segala sesuatunya. Jangan buat keributan apapun. Oke!"
Lulu mengangguk, meski sebenarnya sangat enggan. Dia pikir dia juga tidak bisa membantah lagi.
Dan baru saja kembali ke ruangannya. Tatiana lagi-lagi harus dibuat menghela nafas panjang. Entah bagaimana bisa? tapi meja kerja Tatiana sungguh berantakan sekali. Semua berkas keluar dari map dokumen. Dan beberapa barang Tatiana jatuh dari meja kerja itu.
Tatiana menghela memegang erat perjanjian perceraiannya. Untung saja dia dia meletakkan dokumen yang lain di tempat yang aman. Tatiana memeriksa di laci paling bawah yang ada di dekat pot bunga. Dia bahkan mengunci laci itu. Dan ketika dia membuka nya, semuanya masih aman.
"Huhh, syukurlah!"
Tatiana meraih semua dokumen yang ada di bawah. Dia meletakkan semuanya di atas meja. Dan segera mengamankan dokumen perceraiannya. Dia memasukkan ke dalam amplop coklat besar dan segera meraih tasnya untuk segera memberikannya pada Yuli. Dia harus mengamankan dokumen ini dulu.
"Nyonya, aku buatkan kopi..."
"Aku harus pergi Lulu, untukmu saja!"
"Nyonya tidak akan kembali ke perusahaan lagi hari ini?" tanya Lulu lagi.
"Mungkin tidak, aku akan meninjau proyek. Sampai bertemu besok, Lulu!"
"Hati-hati ya nyonya!" dan Tatiana hanya menanggapinya dengan senyuman kecil sebelum dia masuk ke dalam lift.
Di dalam lift, Tatiana mengirim pesan pada Yuli. Kalau akan segera menemuinya di kantornya.
Sedangkan di ruangan lain, Siska tampak mondar-mandir di belakang pintu ruangan wakil direktur.
"Mana dia? aku sudah membuang semua barang-barangnya. Sudah mengacak-acak ruangannya, kenapa dia tidak datang dan marah-marah padaku. Bagaimana aku memprovokasii hubungannya dengan tuan Brandon kalau begini?" gumam Siska.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣