NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Pengkhianatan Masa Lalu

​Setir mobil itu terasa begitu dingin di bawah cengkeraman telapak tangan Aryo yang masih bergetar takut. Sementara hujan di luar masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, menghantam kaca depan dengan volume yang membuat pandangan malam Jakarta menjadi buram dan terdistorsi.

Di kursi sebelah, Danu duduk bersandar, memejamkan mata dengan tas kulit buaya yang dipangku di atas paha. Detektif itu tidak berbicara sepatah kata pun sejak mereka meninggalkan pelataran gedung menara di Sudirman yang kacanya baru saja hancur berantakan. Ia bahkan membiarkan pengusaha itu mengendarai mobil di tengah kondisinya yang kacau. Keheningan Danu tersebut justru terasa seperti dakwaan yang tak kasat mata bagi Aryo.

​Abu dari kain mori hitam yang dibakar di lantai 30 tadi seolah-olah masih tertinggal di ujung jemari Aryo, meninggalkan bau hangus yang anehnya tidak bisa hilang meski ia sudah menyalakan pendingin ruangan mobil ke tingkat maksimal.

​Jangkarnya sudah putus, kata Danu tadi. Namun, kenapa dada Aryo justru terasa semakin sesak? Kenapa rasa bersalah yang selama 13 tahun ini ia kubur di bawah tumpukan lembaran saham dan kemewahan kota mendadak membubung naik, menyumbat tenggorokannya hingga ia harus berulang kali menelan ludah dengan susah payah?

​Lampu merah di perempatan Kuningan memaksa Aryo menginjak pedal rem. Mobil berhenti. Di bawah pendar lampu jalan yang basah, Aryo menatap pantulan wajahnya sendiri di spion tengah.

Wajah seotang pengusaha sukses yang biasanya klimis dan angkuh kini tampak seperti jasad yang terlambat dikubur. Kantung matanya menghitam, kulit pipinya layu, dan di dahinya mengalir keringat dingin yang beradu dengan sisa air mata.

​Pikirannya mendadak terlempar jauh ke belakang, melintasi waktu 13 tahun yang lalu, ke sebuah malam yang jauh lebih senyap di pedalaman Desa Kemiren, Banyuwangi.

​Tiga belas tahun yang lalu. Aryo hanyalah seorang pemuda ambisius berkemeja lungsuran yang berulang kali diusir dari ruang tunggu kontraktor besar. Modalnya nol besar, namun isi kepalanya penuh dengan rancangan proyek yang ia tahu akan menghasilkan triliunan rupiah jika diberi kesempatan.

Di titik terendahnya, takdir membawanya ke Banyuwangi, mempertemukannya dengan Sekar—gadis desa Kemiren yang teduh, anak tunggal dari Ki Demang yang sangat disegani.

​Aryo masih ingat betul aroma kayu jati basah di rumah itu. Ia ingat bagaimana ia bersujud di kaki Ki Demang, berjanji dengan suara bergetar bahwa ia akan menjaga Sekar seumur hidupnya jika diberi restu setelah ia mengetahui anak gadis orang hebat itu menaruh hati padanya.

​"Kamu butuh fondasi untuk jembatanmu di kota, Le?" suara berat Ki Demang malam itu kembali bergema di kepala Aryo. "Ini bukan uang bank. Ini modal dari tanah leluhur. Pakai dengan bijak, tapi ingat, tanah yang menumbuhkan emas juga bisa menumbuhkan liang lahat jika kamu ingkar."

​Keesokan harinya, Ki Demang menyerahkan sebuah karung kecil berisi tanah merah makam keramat, bersama seonggok modal tunai yang luar biasa besar—hasil penjualan tanah pusaka dan simpanan keluarga besar Blambangan.

Tidak hanya itu, selembar kain mori hitam yang ditulis dengan darah ayam cemani diserahkan sebagai jimat keselamatan bisnis.

​Kembali ke Jakarta dengan modal raksasa dan restu gaib, bisnis Aryo melesat bagai meteor. Setiap bidang tanah yang ia sentuh menumbuhkan menara beton; setiap tender yang ia ikuti selalu lolos tanpa hambatan. Uang mengalir seperti air bah. Aryo menjadi konglomerat baru yang dipuja-puji di Sudirman.

​Namun, seiring meningginya menara-menara beton miliknya, ego Aryo ikut menjulang ke langit.

​Kesederhanaan Sekar yang mengikutinya ke Jakarta mendadak terasa seperti beban. Sekar yang lebih memilih memakai kain jarik di dalam rumah dinilai tidak pantas mendampinginya di karpet merah gala makan malam mewah. Saat itulah Maya datang—membawa binar modernitas, kelas sosialita, dan validasi ego yang dicari Aryo.

​Aryo melupakan karung tanah merah di proyek pertamanya. Ia melupakan sumpah setianya di bawah tiang rumah Kemiren. Dengan dingin, Aryo melayangkan surat cerai sepihak, mengusir Sekar kembali ke Banyuwangi hanya dengan membawa satu koper pakaian, sementara ia memboyong Maya masuk ke dalam istana marmer barunya.

​Saat itu, Aryo menganggap ucapan Ki Demang hanyalah gertakan semata hanya agar tidak mencanpakkan anak gadisnya.

Ia merasa uangnya sudah cukup kuat untuk membeli perlindungan hukum, jika Sekar mencoba macam-macam.

Kesombongan telah membutakan matanya dari kenyataan bahwa ada hukum-hukum alam kuno yang tidak bisa disuap dengan lembaran cek.

​"Pak Aryo, lampu sudah hijau. Jalan," suara datar Danu mendadak memotong aliran ingatan Aryo, mengejutkannya hingga mobil sempat tersentak maju karena ia melepas kopling terlalu cepat.

​Aryo menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai kembali kemudinya. "Mas Danu ... menurutmu, apakah Sekar sengaja membiarkan aku sukses dulu sebelum dia menghancurkanku seperti ini?"

​Danu tidak membuka matanya, namun sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman skeptis yang tipis.

"Hukum adat Pring Sedapur itu seperti menanam bambu, Pak. Di tahun-tahun pertama, akarnya menyebar di dalam tanah tanpa terlihat di permukaan. Anda dibiarkan merasa aman, dibiarkan tumbuh tinggi dan rimbun dengan harta. Tapi begitu anyaman akarnya sudah mengunci seluruh fondasi hidupmu ... barulah bambu itu akan menarikmu jatuh sekaligus. Sekar tidak menghancurkanmu. Anda sendiri yang menanam benih kehancuran itu sejak 13 tahun lalu."

​Kalimat Danu menembus ulu hati Aryo seperti pasak besi yang panas. Aryo merasakan penyesalan yang teramat sangat, namun ego di dalam dirinya menolak untuk menyerah.

Ia telah mengorbankan kesetiaan Sekar demi Maya dan anak yang ada di dalam kandungan wanita muda itu. Setidaknya ... ia tidak boleh kehilangan Maya.

​Mobil SUV itu akhirnya berbelok memasuki kawasan perumahan tua di Jakarta Timur. Begitu melewati gapura kompleks yang gelap, Aryo bisa merasakan getaran aneh yang menjalar dari bawah ban mobil.

Setir mobil terasa bergoyang halus, seolah-olah jalanan aspal yang mereka lalui di bawah guyuran hujan telah berubah menjadi hamparan akar tumbuhan yang bergerak-gerak.

​Bau wangi bunga kantil yang hangus kembali menyengat dari kisi-kisi AC mobil, jauh lebih pekat dan memuakkan daripada sebelumnya. Aryo menekan pedal gas lebih dalam, kepanikan mentalnya melompat ke titik tertinggi.

Ia tahu, mereka telah kembali ke medan pertempuran yang sesungguhnya. Dan di dalam rumah tua itu, Maya sedang bertaruh nyawa melawan sisa-sisa amukan kutukan yang jangkarnya baru saja mereka patahkan.

​Aryo menghentikan mobil dengan rem mendadak di depan pagar rumah tua yang berkarat. Tanpa menunggu Danu, ia langsung membuka pintu mobil, menerobos hujan lebat yang langsung membasahi pakaiannya, dan berlari kencang menuju pintu depan rumah yang tampak diselimuti oleh kabut hitam tipis yang ganjil.

Di dalam benaknya, hanya ada satu ketakutan terbesar: bahwa ia akan menemukan Maya telah berubah menjadi seonggok batang kayu mati sebelum ia sempat memohon ampun atas seluruh dosa pengkhianatannya di masa lalu.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Sebelum paham soal Pring sedapur ini sempat berpikir, kenapa Sekar tidak langsung membalas sakit hatinya ke Aryo?

Yaa.... karena Pring sedapur ini memang tujuannya menghabiskan keturunan Aryo.

Jadi .... ibaratnya Aryo adalah target pamungkas dari pembalasan sakit hati Sekar.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Danu menyuruh Sekar membalas Aryo secara langsung di tanah wetan. Apa Danu lupa kalau santett Pring Sedapur ini berlaku untuk seluruh keturunan Aryo? menghabisi keturunan Aryo sampai akar akarnya.
Jadi ... Maya tidak mungkin dilepaskan oleh Sekar kan?

Bahkan siapapun yang terlibat dalam penghianatan Aryo sudah menuai akibatnya.
Cha Libra
mampus kau Aryo ..jngan kira perempuan klo udh sakit hati bkal diem inget perempuan klo udh sakit hati bkal lbih mengerikan
kinoy
ngeri BNR..angel temen ni santet. Yo Aryo. .km sih ah biang kerok
Cha Libra
syukurin ..emang 3nak makanya jngan suka selingkuh d ksih Istri yg baik mlah nyeleweng nikmatin ja buah dri penghianatan mu yo yo
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Siapa sebenarnya yang di gunung salak ini?
Seseorang yang bisa memutus santett Pring sedapur Ki demangkah ??
shafira 🥰
bagus banged... ceritanya sungguh menarik.seruuuuu.. karna aq juga tinggal di banyuwangi....
Buna: woah, ada tetangganya Sekar. 😄
terima kasih penilainnya, yaaaa. ❤
total 1 replies
shafira 🥰
lanjuttttttt.... thorrrr
shafira 🥰
lanjutttttt thorrrrrr.... seruuuuuu.... l
Buna: siap, kak. hari ini sudah 3 bab. insyaallah besok lanjut lagi. terima kasih sudah mampir, ya. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Aryo terlalu egois !!
Dia tidak mau "menjatuhkan" dirinya di hadapan Sekar.
tapi ....
pada akhirnya azab yang akan memaksa dia untuk "jatuh" ..... sejatuh jatuhnya
Shusand MaiTtimu
habis kan saja Thor,, si Aryo nya juga
dasar laki laki tidak tau diri
kinoy
ttp y mnt tanggungjwb Aryo sbg pelaku utama y
kinoy
Bnr2 DAh..keren ni crt
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Emang kemana tujuanmu sekarang, Aryo??

Rumah Sekar? atau
alas Purwo?
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻: Ngadi Ngadi authornya 😄
total 2 replies
kinoy
egois si Aryo..BKN y sadar
Mifta Afandi
orang kayak Aryo ma Maya moga GK ada yq nolongin
kinoy
ngeri y..adakah yg BS nolongin Aryo..ato EMG kudu metong
Inna Mirna AR
suka sama karyamu thor, serasa lagi nonton film horror
Buna: terima kasih, kak. selamat membaca. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ibaratnya ....
Aryo yang berbuat
tapi Maya yang menanggung siksa jiwa dan raga atas ulah Aryo.

Aryo menderita dan hampir gila dengan menyaksikan semua penderitaan Maya yang terkena santett Pring Sedapurr
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Meski jangkar sudah diputus oleh Danu, tapi tetap saja tidak bisa menolong Maya .
Maya sudah hampir menjadi Pring/bambu yang kering dan mati .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!