NovelToon NovelToon
Tersadar Cinta

Tersadar Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:38.5k
Nilai: 5
Nama Author: mom mimu

Kisah seorang mahasiswi, berasal dari keluarga berada dan di jodohkan paksa dengan seorang pengusaha muda tampan dan berbakat. Namun sayangnya mereka tidak saling mencintai, hingga akhirnya beberapa peristiwa membuat hubungan keduanya berubah setelah kehadiran orang ketiga...

Akan kah keduanya saling mencintai, atau semakin membenci...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom mimu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.

Pagi harinya, Lulu mulai mengerjapkan mata di saat perutnya terasa ada yang menindih. Setelah melihat penyebabnya, Lulu sedikit terkejut.

"Astaga! kenapa pria mesum ini tidur di sini? bukannya semalam dia bilang akan tidur di sofa, ya?" Batin Lulu.

Sejurus kemudian, Devin menyusul menggeliat dan mulai terbangun. Lulu yang masih malu akhirnya berpura-pura memejamkan kembali kedua matanya.

"Selamat pagi gadis bar-bar ku, kamu harus tau! kalau kamu sudah dimiliki oleh ku, kamu tidak boleh dekat dengan pria mana pun lagi, ok!" Gumam Devin seraya mencubit hidung Lulu. Seketika Lulu pun mencoba menggeliat agar akting pura-pura tidurnya terlihat nyata.

Lulu pura-pura terganggu dengan perbuatan Devin yang mencubit hidungnya, namun hal yang tak Lulu duga terjadi begitu saja pagi itu.

Cup...

"Cepat bangun! kamu pikir aku tidak tau kalau kamu hanya pura-pura tidur?" Ucap Devin setelah mencium sekilas bibir Lulu dan beranjak dari tempat tidurnya.

"Ka...kamu, kenapa kamu malah mencium ku kalau tau aku pura-pura tidur? dasar pria mesum! jangan-jangan kamu juga sudah menjamah bagian-bagian yang lainnya, Ya Tuhan... dasar pria menyebalkan!" Rutuk Lulu seraya melempari Devin dengan bantal yang ada di sampingnya.

Seketika Devin menangkap bantal tersebut dan menghampiri Lulu kembali di atas tempat tidur. Tanpa Lulu duga, pria tampan itu malah membalasnya dengan memukulkan bantal ke samping lengannya. Alhasil, perang bantal pun terjadi. Keduanya seakan menikmati momen tersebut sebagai bentuk luapan emosi mereka sebelumnya.

"Sudah cukup! aku sudah tak punya tenaga lagi! astaga, kamu benar-benar pria kejam! bisa-bisanya kamu membalas ku seperti ini!" Ucap Lulu seraya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Devin yang tak kalah lelah pun akhirnya menyandarkan kepalanya di atas perut Lulu. Entah mengapa Lulu kali ini tak memberontak, mungkin tenaganya benar-benar telah habis untuk pertarungan bantal tadi.

"Ha... maaf." Ucap Devin tiba-tiba. Membuat Lulu mengerutkan keningnya dan penasaran.

"Maaf? untuk apa? oh... kamu baru sadar ya kalau kamu sudah menyiksaku, barusan?" Tutur Lulu yang membuat Devin langsung bangkit dari perutnya dan menatap wajahnya dengan begitu dekat.

Lulu terkesima, dirinya benar-benar tidak bisa berkutik saat itu. Hembusan nafas Devin yang menyapu kulit wajahnya terasa begitu hangat dan menghipnotis.

"Ka...kamu mau apa?" Tanya Lulu, gugup.

"Aku minta maaf karena sudah meninggalkan kamu, kemarin!" Ucap Devin seraya menjauhkan kembali wajahnya dari hadapan Lulu.

"Jadi kamu sengaja mening... emm!" Sahut Lulu tercekat karena bibirnya sudah di sambar oleh lum*tan bibir Devin.

"Sudahlah, hari ini aku ada meeting! sebaiknya kamu istirahat lagi saja! aku sudah menelepon yayasan untuk mengirimkan satu ART ke sini, biar kamu ada yang membantu mengurus apartemen ini!" Ucap Devin seraya melenggang ke kamar mandi.

"Ya Tuhan, kenapa detak jantungku? sepertinya aku harus mengeceknya ke Dokter!" Batin Lulu seraya menatap nanar kepergian Devin ke kamar mandi.

Jas dan pakaian lainnya sudah tersedia di atas tempat tidur. Devin sudah bisa menebak jika itu pasti Lulu yang mengerjakannya. Entah sejak kapan, senyum Devin selalu tersungging jika mengingat tingkah Lulu. Mungkin hatinya mulai sedikit menghangat untuk istri barunya itu.

"Kamu sedang apa?" Tanya Devin saat melihat Lulu menutup wajan sambil menjauh.

"Astaga, kamu mengejutkan ku, Dev!" Sahut Lulu seraya mengusap dadanya.

"Apa kamu sedang memasak?" Tanya Devin lagi seraya mematikan kompor karena sudah membuat wajan yang entah apa isinya mengeluarkan bau hangus.

"A...aku hanya ingin membuat telur ceplok untuk sarapan, tapi ternyata benar-benar sulit!" Ucap Lulu malu-malu.

"Astaga, kenapa kamu memaksakan diri! aku kan sudah bilang, kalau aku sudah memanggil seorang ART untuk membantumu, kenapa kamu masih keras kepala?" Sahut Devin seraya membuka tutup wajan yang semula Lulu lemparkan untuk menutupi minyak yang menyiprat dari penggorengan.

"Lihatlah, telur ini tidak layak di makan! kamu buang saja semua ini! aku sudah pesan sarapan untuk sekarang, sepertinya sebentar lagi kurirnya akan sampai!" Tutur Devin seraya mencuci tangannya.

"Ma...maaf! aku benar-benar bukan istri yang baik!" Lirih Lulu hampir tak terdengar.

"Hm... sudahlah, sebaiknya kamu buatkan aku teh hangat saja sekarang! aku terbiasa sarapan dengan secangkir teh hangat! kamu bisa, kan membuat teh hangat?" Ucap Devin seraya memastikan.

"Bi...bisa-bisa, kalau begitu aku akan buatkan sekarang!" Sahut Lulu bergegas menuju dapur untuk membuatkan Devin teh.

Tak berselang lama, bel apartemen terdengar berdering. Devin segera membukanya dan mendapati seorang kurir yang mengantarkan makanan yang di pesannya.

"Pesanan atas nama Tuan Devin," Ucap kurir memastikan.

"Iya, saya sendiri! ini untuk kamu, terimakasih!" Sahut Devin seraya memberikan selembar uang biru pada kurir makanan.

"Te...terimakasih Tuan, kalau begitu selamat menikmati makanannya!" Ucap kurir seraya membungkuk dan lekas pamit.

Bertepatan dengan Devin yang membawa masuk makanan pesanannya, Lulu juga tengah siap dengan secangkir teh yang baru saja dia buat. Keduanya terlihat rukun dan saling membantu menghidangkan makanan yang Devin pesan.

Kring....

"Ya, aku akan ke kantor sekarang juga!" Ucap Devin setelah mengangkat panggilan telepon pada ponselnya.

"Kamu mau kemana? apa tidak mau sarapan dulu, ya?" Tanya Lulu yang melihat Devin segera beranjak dan meraih tas kerjanya.

"Aku bisa sarapan di kantor! aku pergi dulu!" Ucap Devin melenggang ke arah pintu. Sebelum pria tampan itu membuka pintu, Devin membalikkan kembali tubuhnya ke arah Lulu.

"Kamu tidak perlu menungguku pulang, hari ini aku akan pulang sangat larut! sebaiknya kamu tidur duluan saja!" Tutur Devin kembali berbalik dan meneruskan langkahnya keluar apartemen.

"Siapa juga yang bakal tungguin dia pulang, GR! hm... makanan sebanyak ini siapa yang mau makan? em... aha! aku punya ide, aku kan kemarin sudah janji akan mengajak Luis makan siang, sebagai gantinya aku akan mengajaknya sarapan saja, deh! mana nomor ponselnya, ya?" Gumam Lulu seraya mencari kontak Luis di ponselnya.

Tut....tut...tut...

"Siapa sih yang telepon pagi-pagi!" Gerutu Luis seraya meraba sisi tempat tidurnya untuk mencari benda yang terus berdering.

📞 "Halo, Is! kamu udah bangun, kan?" Sapa Lulu di sebrang telepon.

Seketika pemuda yang tak kalah tampan dari Devin itu pun tersentak kaget dan merubah posisi tidurnya menjadi duduk.

📞 "Lu... kenapa kamu meneleponku sepagi ini? oh... aku tau, kamu pasti rindu padaku, ya?" Sahut Luis.

📞 "Haist! ini sudah hampir siang, Is! dasar kebo! cepat bangun, aku menunggumu untuk sarapan bersama sebagai pengganti makan siang janjiku kemarin!" Tutur Lulu.

📞 "Sa...sarapan? O...ok-ok, tapi sarapan dimana? kamu kirimkan alamat Restorannya, ya!" Sahut Luis bersemangat.

📞 "Tidak perlu share lokasi, Is! kita akan makan di apartemen Devin, ko! pokoknya kamu cepat datang kemari, ya! kalau tidak, makanannya akan aku habiskan semua!" Ucap Lulu seraya mengakhiri sambungan teleponnya secara sepihak.

"Haist! kenapa dia semakin terdengar menggemaskan?" Gumam Luis seraya bergegas ke kamar mandi.

Di apartemen Devin sendiri, Sebelum Lulu menelepon Luis. Lulu tengah kedatangan seorang ART berusia 49 Tahun, yang hampir seumuran dengan Mama nya. Sebelum Lulu bertanya padanya, ART tersebut sudah memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.

"Saya Asih, Non! sebenarnya saya adalah pengasuh Den Devin sejak dia berusia 8 Tahun. Tuang Satrio menyuruh saya untuk menggantikan ART yang sebelumnya Den Devin minta dari Yayasan." Tutur Bi Asih panjang lebar.

"Oh... begitu ya, Bi! aku Alula, Bi! Bibi bisa panggil aku Lulu seperti yang lainnya!" Sahut Lulu.

"Baiklah, kalau begitu Bibi simpan tas Bibi dulu ya Non! apa Non Lulu sudah sarapan, biar nanti Bibi buatkan setelah merapihkan pakaian, ya!" Ucap Bu Asih.

"Gak perlu, Bi! tadi Dev sudah memesan makanan, ko! Bibi istirahat dulu aja! atau kita makan sama-sama, ya! aku juga akan menelepon teman untuk menemani kita sarapan!" Seru Lulu.

"Ah... Bibi ikut, Non saja deh! kalau begitu Bibi siapkan piring dan alat makan lainnya, ya!" Ucap Bibi bergegas ke dapur.

Jarak apartemen Luis ke apartemen Devin terbilang cukup dekat. Sehingga, Luis bisa segera sampai dalam waktu yang singkat.

Ting... tong...

"Biar Bibi yang buka pintunya, Non!" Seru Bu Asih bergegas membukakan pintu.

"Makasih ya, Bi!" Sahut Lulu.

Luis bisa saja langsung masuk ke dalam apartemen Devin. Namun, dirinya tak mau di anggap tak sopan oleh Lulu.

Ceklek...

"Den, Luis! silahkan masuk, Den! tapi sepertinya Den Devin sudah berangkat ke kantor!" Tutur Bi Asih yang mengira kedatangan Luis untuk menemui Devin.

.

.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, rate, gift, dan votenya ya...

See you next bab 😘

1
Roro
bisa aja pak heru pakai pura pura sakit segala
Aprilia
Lumayan kan menghibur🤭
Aprilia
Panik dehhh panik🤣
Anita Jenius
Cicil baca sampai sini dulu ya .
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya.
Anita Jenius
Salam kenal kak..
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Jimmy psikopat, 5 🌹 untukmu Thor
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
gimana sih, seharusnya devin, knp jadi luis yg nolong... duh jadi bimbang antara luis atau devin yg pantas buat Lulu
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
ih, buang aja laki2 kayak jimmy lu, devin juga, kok makin pintar saja sih bohongnya
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Mereka tuh cocok markotop dah, couple
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
saya baca sm senyum2 sendiri thor, mereka itu cocok sekali jahilnya wkwkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Devin udah nggak sabar wkwkwk
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
bahas
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
syukurlah kebusukan jimmy ketahuan,
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
satu mawar untukmu kak
Shinta Ohi (ig: @shinta ohi)
Wah, enak sekali kalau jadi pemilik hotel ya, bisa ambil kunci kamar pengunjung wkwkwk
Neng Shy
lanjut Thor part 2
R.F
selamat tahun baru kak
Atha Diyuta
pak heru oh pak heru, jago bnget kya aktor sinetron
Atha Diyuta
aku mampir nih ka, salken y
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
likeeeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!