NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Menjalankan Misi

Mereka berjalan beriringan meninggalkan Menara Kultivasi, langkah kaki mereka terasa ringan namun penuh tekad.

“Senior Luo, aku berniat mendaftar misi untuk mendapatkan poin kontribusi,” ujar Riu Han memecah keheningan.

Luo Jin langsung mengangguk setuju. “Benar juga, aku pun sebenarnya berniat hal yang sama. Kita butuh poin untuk menyewa ruangan yang lebih baik, membeli kebutuhan latihan, atau menukar bahan-bahan tertentu.”

Tiba-tiba matanya berbinar seolah mendapat ide bagus. “Junior Riu, bagaimana kalau kita membentuk tim berdua saja? Menyelesaikan misi bersama pasti akan jauh lebih mudah dan aman.”

“Setuju,” jawab Riu Han mantap sejenak, lalu menambahkan pelan. “Tapi Senior, cukup kau dan aku saja ya? Tidak perlu mengajak orang lain lagi.”

Luo Jin terdiam sejenak berpikir, lalu ia mengerti maksud adiknya. Membawa terlalu banyak orang berarti harus berbagi hasil, dan dengan kemampuan mereka saat ini, berdua saja sudah cukup. Ia pun tersenyum dan mengangguk. “Baiklah, aku mengerti. Kita berdua saja.”

“Karena kita sudah berada di sini, sebaiknya langsung mendaftar sekarang saja agar tidak perlu bolak-balik,” saran Luo Jin lagi.

Mereka pun turun menuju lantai dasar menara, tempat di mana lantai itu ramai dengan aktivitas: ada yang menjual bahan obat, senjata sederhana, ada pula yang sedang menukar hasil buruan, dan di sudut paling ujung terdapat meja pendaftaran misi.

Luo Jin melangkah maju dan memberi hormat pada petugas yang bertugas. “Salam hormat, Senior.”

Petugas itu adalah seorang wanita berusia sekitar lima belas tahun dengan wajah tenang dan tatapan yang tajam. Ia mengangguk pelan sebagai balasan. “Kalian ingin mendaftar misi?”

“Benar, Senior,” jawab Luo Jin.

“Silakan pilih yang sesuai dengan kemampuan kalian,” ujarnya sambil menyodorkan gulungan kertas panjang berisi daftar tugas.

Di Sekte Pedang, misi terbagi menjadi dua sumber utama: ada yang dikeluarkan langsung oleh pengurus sekte demi kebutuhan internal, dan ada pula yang merupakan titipan dari Kerajaan, persekutuan pedagang, atau organisasi lain di seluruh negeri. Setiap misi yang diselesaikan akan memberikan poin kontribusi bagi murid, sementara sekte sendiri mendapatkan keuntungan berupa bahan atau imbalan dari pihak yang meminta. Inilah salah satu roda ekonomi yang menjaga kelangsungan hidup sekte agar tetap kuat dan mandiri.

Mereka berdua membaca satu per satu dengan saksama. Misi menjelajah gua berbahaya, mengantar barang ke kota jauh, hingga membasmi kawanan binatang roh yang mengganggu desa.

“Junior Riu, menurutku misi berburu binatang roh adalah yang paling masuk akal bagi kita saat ini,” saran Luo Jin. “Risikonya terkendali, dan kita bisa mendapatkan manfaat ganda: latihan sekaligus hasil buruan.”

Riu Han mengangguk setuju. Ia tahu betul, dengan tingkatan mereka sekarang, sekte tidak akan membiarkan murid baru mengambil tugas yang terlalu berat dan berbahaya.

Setelah memilih misi umum “Kumpulkan Mutiara Roh dari Binatang Roh Tingkat Berapapun”—di mana semakin tinggi tingkatannya, semakin besar poin yang didapat—mereka kembali ke meja petugas. Setelah proses pendaftaran selesai, mereka menerima dua keping token kayu bertanda lambang Sekte Pedang. Ini berfungsi sebagai izin resmi keluar-masuk wilayah sekte; tanpa token ini, murid dilarang meninggalkan Gunung Pedang dengan alasan apa pun.

Dari sana mereka langsung kembali ke Gunung Hu untuk menyiapkan bekal: air minum, roti kering, perban, dan pil penyembuh. Tanpa membuang waktu, mereka segera berangkat menuju gerbang utama sekte, melewati pemeriksaan ketat dari penjaga, dan melangkah keluar untuk pertama kalinya sebagai murid resmi yang menjalankan tugas.

Perjalanan menuju hutan di kaki Gunung Pedang berlangsung tenang.

“Senior Luo, terima kasih banyak sudah mau menemaniku menjalankan misi ini,” ujar Riu Han tulus. Ia sadar, dirinya baru saja mencapai tingkat tiga Prajurit—tingkat yang masih dianggap rendah. Jarang ada yang mau satu tim dengannya, dan Luo Jin melakukannya murni karena ingin menjaganya.

Luo Jin tersenyum ramah sambil menepuk bahu adiknya. “Jangan bicara begitu. Kita sesama murid Gunung Hu, sudah sepantasnya saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Kau tidak pernah menjadi beban bagiku.”

Riu Han tersenyum haru. Ia ingat, saat dulu ia menjadi yang paling kecil dan lemah di sini, semua kakak seperguruan bergantian menjaganya. Ikatan persaudaraan di tempat ini sungguh nyata dan hangat. Ia bersyukur tak terhingga pada takdir yang mempertemukannya dengan Jing Hu dan membawanya ke sini.

Tak lama kemudian, mereka tiba di tepi hutan yang menjadi sasaran misi. Mereka bersembunyi di balik dedaunan tebal di dahan pohon tinggi, mengintai kawanan di bawah sana.

“Lihat itu,” bisik Luo Jin. “Babi Berduri Roh, tingkat dua. Jumlahnya ada belasan ekor.”

Binatang itu bertubuh besar, kulitnya keras seperti batu, dan punggungnya dipenuhi duri tajam. Kekuatannya setara dengan kultivator tingkat satu atau dua Prajurit.

Mereka saling berpandangan, lalu mengangguk bersamaan. Tanpa aba-aba, keduanya melesat turun dari pohon dengan kecepatan penuh.

Brak! Buk! Bum!

Ngek! Hek!

Serangan itu datang begitu cepat dan tepat. Babi-babi roh itu bahkan belum sempat berteriak atau melawan, satu per satu sudah jatuh tersungkur tak bergerak.

Luo Jin tertegun sejenak memandang hasilnya. Ini pertama kalinya ia melihat Riu Han bertarung secara sungguhan. Meskipun tingkatan kultivasinya sama dengan binatang-binatang itu, kelincahan, kekuatan pukulan, dan teknik yang digunakan Riu Han jauh melampaui logika biasa. Ia tak hanya mengalahkan lawan, tapi melakukannya dengan sangat efisien dan taktis.

“Hebat sekali, Junior Riu,” puji Luo Jin sambil menggeleng kagum. “Ayo, kita segera kumpulkan mutiara rohnya.”

Mereka berdua segera bekerja. Dengan hati-hati mereka mengeluarkan mutiara roh dari kepala setiap bangkai, memisahkan bagian yang masih bisa dimanfaatkan seperti kulit keras, duri, dan daging, lalu menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan Luo Jin.

“Di Sekte Pedang, daging binatang roh pun bernilai tinggi,” jelas Luo Jin sambil bekerja. “Memasaknya bisa dijadikan makanan yang memperkuat tubuh, atau ditukar dengan poin kontribusi. Tidak ada yang boleh disia-siakan.”

Riu Han mengangguk pelan. Ia semakin mengerti: setiap butir tenaga dan setiap hasil usaha memiliki harganya sendiri. Untuk melangkah lebih jauh, ia harus cermat, rajin, dan pandai memanfaatkan segala hal yang ada di hadapannya.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!