NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir

Mengubah Takdir

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:129k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Akibat kecelakaan yang dialaminya, Ryan Jamaluddin justru kembali ke masa lalu, di mana waktu itu dia sedang di rawat di rumah sakit dengan kesulitan ayahnya untuk biaya pengobatannya.

Mampukah Ryan Jamaluddin untuk mengubah kehidupan keluarganya di masa lalu, agar ayahnya tidak menderita dan diremehkan orang lain, termasuk sang Paman?

Lalu misteri pembunuh ibu dan ayahnya di masa lalu juga harus dipecahkan. Apakah Ryan Jamaluddin mampu melakukan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Sang Direktur Utama

Ternyata usai makan siang bersama, hubungan mereka berdua, Ryan dengan Nona Elly, semakin dekat. Mereka tampak lebih akrab, sehingga bisa berbincang-bincang tentang apa saja, lebih leluasa, dibandingkan kemarin-kemarin.

Hal ini membuat perasaan keduanya juga semakin terasa berbeda. Ada rasa yang lain, sama seperti sebuah perasaan saling memiliki, meskipun tidak ada kata-kata yang menunjukkan adanya sebuah hubungan.

Tapi keduanya mengerti satu sama lain, secara dewasa. Ini bisa dilihat, di saat Ryan sedang berbicara dengan Ella.

Nona Elly akan merasa terganggu, secara pandangannya, pada saat melihat Ryan dan Ella berduaan. Meskipun sebenarnya mereka hanya membicarakan soal pekerjaan, terutama soal game, karena Ella memang masih memegang sebagai programmer game. Di bawah naungan dan arahan Ryan.

"Hhh... kenapa Aku merasa tidak nyaman dengan kebersamaan mereka berdua yang sering bersama-sama? padahal Aku sangat tahu, bagaimana hubungan mereka berdua, yang terjalin secara profesional."

Nona Elly menyadari ketidak beresan dari perasaannya sendiri, yang dia rasakan berbeda terhadap pria gila tersebut.

Tapi karena dia adalah seorang gadis yang berpendidikan tinggi dan mempunyai atittute yang baik, tentu saja dia bisa menyembunyikan semua perasaannya pada Ryan, sehingga tetap bisa bekerja sama dalam pekerjaan di kantor. Baik dengan Ryan maupun dengan Ella juga.

Nona Elly merasa Ryan melakukan semua pekerjaan secara profesional, jadi tidak menampakkan perasaannya jika berada di kantor.

Sebenarnya Ryan juga merasakan hal yang sama. Tapi dia hanya bisa melakukan apa-apa secara diam-diam, memperhatikan bagaimana dengan cara Nona Elly saat melihat, memperhatikan, dan berbicara dengannya. Juga dengan semua kebaikan yang diberikan oleh Nona Elly selama ini.

Sebagai seseorang laki-laki, yang juga sudah berpengalaman di kehidupan sebelumnya, tentu saja Ryan mampu mengendalikan segalanya dengan sangat baik.

Berbeda dengan Ella, yang diam-diam menaruh perasaan juga terhadap Ryan.

Meskipun sedari awal Ella sudah berusaha untuk menekan semua perasaannya, yang terpesona dengan sosok Ryan, kebiasaan bersamanya dengan Ryan membuat perasaannya itu semakin besar.

Tapi Ella juga menekan sebisa mungkin, supaya perasaannya itu tidak sampai terlihat orang lain saat berada di kantor.

"Pulang kerja biasanya yang kamu kerjakan apa El?" tanya Ryan, disaat mereka baru saja selesai membahas soal tingkatan game.

"Ya... istirahatlah Mas, emang mau ngapain?" tanya Ella balik, setelah memberikan jawaban.

"Hehehe... Aku pikir Kamu pergi kencan atau jalan gitu," jawab Ryan memancing Ella, supaya mau sedikit saja, membahas masalah yang lebih pribadi.

Selama ini Ella adalah pribadi yang cukup tertutup, sehingga Ryan tidak pernah mengetahui, bagaimana kehidupan Ella di luar kantor dan pekerjaannya sebagai programmer.

"Mana ada Ella kencan atau jalan-jalan? Gak ada yang ngajak dan yang diajak juga," terang Ella malu-malu.

"Emhhh... yakin?" tanya Ryan lagi, justru membuat hati Ella semakin menghangat.

"Mas Ryan gak sedang mewawancarai Aku sebelum menembak untuk dijadikan pacarnya kan?" Ella justru sudah GR, dengan tebakannya sendiri.

Dia berpikir bahwa, Ryan abang mengetik keterangan tentang kesendiriannya, karena menjadikan dia pacarnya.

Sayangnya hal yang diimpikan oleh Ella tidak menjadi kenyataan. Ryan justru pergi ke ruangan nona Elly, karena mendapat panggilan ke tempat bos-nya itu.

"Huhfff... Ella... sadar Ella! gak mungkin Mas Ryan itu tertarik denganmu!" Ella bergumam memperingatkan dirinya sendiri.

Meskipun dia merasa kecewa dengan sikap Ryan Jamaludin, yang seakan-akan memberinya harapan tapi kenyataannya tidak, Ella tetap baru saya untuk menyemangati dirinya sendiri. Dengan tetap bekerja sama seperti biasanya, karena kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan sebesar ST ini, bisa dibilang langka.

"Yang penting Aku tetap bekerja sama dengan Mas Ryan, sehingga tetap mendapatkan what a spirit, good mood, hingga Aku bisa melakukan tugas."

Begitulah kira-kira pemikiran Ella, yang hanya bisa menjadi pengagum rahasia untuk Ryan Jamaludin. Dia tidak mau merusak hubungan kerja mereka, hanya karena ingin menjadi kekasihnya Ryan.

*****

Di ruangan Nona Elly.

Tok tok tok!

"Masuk!"

Clek!

Ryan masuk ke dalam ruangan Nona Elly, setelah ketukan pintunya disahuti dari dalam, jika dia dipersilahkan untuk masuk.

"Selamat siang Nona Elly."

"Ya Siang. Silahkan duduk Mas Ryan!"

Ryan mengerutkan keningnya, mendengar jawaban yang diberikan oleh Nona Elly barusan. Bukan, bukan karena tawarannya pada Ryan yang tadi dipersilahkan duduk, tapi sebutan untuk "Mas" yang diucapkan oleh Nona Elly, baru saja didengar oleh Ryan kali ini. Dan itu juga di depan seorang wanita paruh baya, dengan penampilan yang sempurna untuk seumur wanita tersebut.

"Oh ya Mah, ini yang Elly ceritakan pada Mamah. Seorang pemuda yang have a lot of crazy ideas, but pretty fantastic!"

"Bagaimana menurut Mama?"

Nona Ella menyebut wanita tersebut dengan "Mama" yang artinya adalah, wanita yang duduk di sofa tersebut adalah Ammy Sudiarto. Direktur utama perusahaan ST.

"Selamat siang Nyonya Ammy," sapa Ryan dengan mengangguk sopan.

Meskipun Ryan belum pernah berkenalan secara langsung dengan sosok direktur utama perusahaan ini, setidaknya namanya tercantum dalam peraturan perusahaan, yang ditandatangani pada saat penandatanganan kontrak untuk karyawan baru.

Ammy Sudiarto menyambut luluran tangan Ryan, pada saat mereka berkenalan.

Tapi raut wajah direktur utama tersebut, menempatkan sebuah kecurigaan. Ini Ryan ketahui, karena raut wajahnya tidak terlihat ramah, meskipun tangannya tetap terulur.

"Emhhh... Mama gak bisa berlama-lama di sini. Mama ada janji metting dengan beberapa investor dari Jerman. Jadi, Mama pergi sekarang ya!"

Ternyata Ammy Sudiarto hanya bermaksud untuk melihat sosok Ryan Jamaludin, yang sering dibicarakan oleh putrinya yang keempat ini. Apalagi dari anak-anak yang lain, dia juga mendengar kesuksesan Ryan dalam mengembangkan game di divisi game yang dipegangnya, di bawah naungan Nona Elly.

"Tidak terlalu buruk juga, tapi tetap saja dia anak kampung!" batin Ammy Sudiarto, menilai sosok Ryan.

Dia mulai berpikir untuk menjauhkan anaknya, Nona Elly, supaya tidak dekat dekat dengan Ryan Jamaludin. Ammy Sudiarto tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh Elly, yaitu ingin mengangkat Ryan sebagai wakil utamanya. Atau bisa juga dikatakan jika Nona Elly ingin menaikkan jabatan Ryan.

Setelah kepergian mamanya, Nona Elly meminta maaf kepada Ryan. "Aku minta maaf ya Mas. Ehhh, gak apa-apa kan Aku panggil dengan sebutan Mas?"

Ryan hanya tersenyum tipis, dengan menganggukkan kepala. Dia tidak keberatan dengan sebutan tersebut, meskipun janggal untuk didengar orang lain, sebab dia hanyalah seorang pekerja nona Elly.

Tapi Ryan sadar, jika sisinya sekarang juga hampir sama dengan bos-nya itu, karena dia telah memenangkan pertaruhan kecil yang disepakati mereka berdua.

"Kalau begitu Saya kembali dulu Nona," pamit Ryan, bermaksud untuk kembali ke dalam ruangannya sendiri.

Setelah Ryan kembali ke dalam ruangannya sendiri, dia ingat dengan flashdisk yang sudah dia simpan. Sekarang Ryan kembali mencoba membuka flashdisk tersebut, melihat seandainya ada data-data yang belum sempat dia lihat.

1
Aerik_chan
Semangat kak
Aerik_chan
gak bahaya ta???

jangan lupa mampir ya kak. biar tambah semangat iklan sbg sponsor
Ayano
Selamat. Anda bisa merubah takdir anda
TK: ok, thanks Thor 👍
total 1 replies
Ayano
Boleh tf gak dikit buat wiskas
E tapi 2014 ada taruhan bola ya. Aku lupa loh
TK: ini tema kerangka dari Edi, ada di contoh penulisan mengubah Takdir 😂😂😂
total 1 replies
Ayano
Aku ingin dia menjadi sejarah
TK: memoryan
total 1 replies
Ayano
Sekarang Alex hanya tinggal sejarah 😏
TK: gak juga 🤣🤫🤫
total 1 replies
Ayano
Aku gak inget itu siapa yang menang pas pildun 😅
TK: akulah 😂😂😂
total 1 replies
lina
bujuk. bliin apaan itu
Ayano
Halo kak
Diriku tandain buat baca chapter pertama
TK: ok, thanks Thor 👍
total 1 replies
DewaSistem05
hahahaha
TK: wkwkwk 😂
apaan ya 🤔
total 1 replies
DewaSistem05
huk?
TK: ehh emhhh 🤔
total 1 replies
neng ade
ternyata Heri pmasih hidup .. Ryan bersama keluarga kecilnya akan terancam..
neng ade
Reina tak ada kejahatan yg sempurna .. cepat atau lambat kau pun akan terciduk ..
neng ade
bukan kamu Mira yg menyebabkan Elly meninggal tapi ulah Reina yg tak rela Ryan dimiliki oleh adik nya sendiri .. kasihan Elly km korban keserakahan kakak mu
neng ade
semakin rumit .. kejadian ini tak pernah di duga oleh Ryan dan tak ada kejadian ini di masa lalu nya.. siapa yg membuat Mira mabuk ?
penasaran !!
Ucy (ig. ucynovel)
hem, masih ada saja yg melihat bdsk daerah
ratna atiqah
H
TK: H.... arus
total 1 replies
Nuraishah❤💚
mulai terkuak...jeng jeng jeng
S R
Selamat berkarya..semoga sukses ya🤗
Be___Mei
akhirnya jodoh mu adalah mira 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!