NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Lebih baik pergi membawa luka

Lorong rumah sakit malam itu masih dipenuhi aroma antiseptik dan bisik-bisik kekhawatiran. Semua orang menunggu di depan ruang rawat Alena, Tuan Argantara, Maya, Oma Hartati, bahkan beberapa perawat berlalu lalang di depan mereka.

Begitu dokter keluar, suasana langsung hening.

“Pasien baik-baik saja,” ucap dokter singkat. “Hanya luka ringan di pelipis, tidak perlu dirawat inap.”

Suara lega langsung terdengar dari beberapa orang. Oma Hartati menepuk dada sambil mengucap syukur pelan. Tapi di sisi lain, Reghan hanya diam, berdiri tegak tanpa tongkat, matanya fokus pada pintu ruang rawat itu. Lalu, Elion muncul, wajahnya tampak ramah, tapi nada suaranya mengandung racun yang hanya Reghan yang bisa rasakan.

“Selamat, Kak Reghan,” katanya sambil menepuk bahu pria itu. “Akhirnya bisa berjalan lagi. Dan terima kasih juga karena sudah menyelamatkan istri saya … bahkan sampai lupa kalau kakak ipar juga ada di sana.”

Kata-kata itu menancap seperti paku. Reghan menatap Elion dalam diam, rahangnya menegang. Dia tak membalas, tapi dalam hati, ia sadar tentang Arum. Wanita itu juga ada di tempat kejadian, dia pasti melihat semuanya.

Oma Hartati menghampiri Reghan dengan mata berkaca-kaca. “Nak, kau sudah sembuh … Oma bahagia sekali, ini mujizat.”

Reghan hanya tersenyum tipis, membalas dengan kecupan singkat di tangan Oma.

“Iya, Oma.”

Namun pikirannya tak di sana. Setiap langkah menuju pintu keluar terasa berat.

Begitu sampai di rumah, suasananya gelap dan sunyi. Lampu utama dimatikan, hanya cahaya redup dari taman yang menembus lewat jendela. Reghan memanggil pelan,

“Arum?”

Tak ada jawaban, dia melangkah ke ruang tengah, melihat meja masih berantakan dengan sisa-sisa pesta sore tadi. Reghan menggenggam bunga yang kering yang dia temukan di lantai, menggenggamnya dengan sangat lama.

“Arum…” bisiknya pelan.

Hanya keheningan yang menjawab. Tak ada langkah kaki, tak ada suara napas lembut dari kamar sebelah. Hanya sunyi, yang tiba-tiba terasa jauh lebih menakutkan daripada sakit di kakinya dulu.

Reghan menatap ke arah kamar mereka yang pintunya sedikit terbuka. Dia berjalan perlahan ke sana, berharap melihat Arum duduk di depan cermin seperti biasa. Tapi yang ia temukan hanyalah ruang kosong, dengan sisa aroma lembut parfum yang masih menempel di udara.

Di meja rias, kalung pemberian Oma berkilau di bawah cahaya lampu kecil, Arum meninggalkannya. Reghan berdiri mematung di sana cukup lama.

Dunia di sekelilingnya terasa sunyi, begitu sunyi sampai ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri, bersama satu kenyataan yang mulai menghantam, Arum telah pergi dan meninggalkan kediaman Argantara. Reghan menunduk, menatap kalung itu, lalu berbisik dengan suara nyaris pecah,

“Untuk pertama kalinya … aku benar-benar kehilangan sesuatu yang berharga.”

Reghan berdiri di tengah kamar itu cukup lama, tak bergerak, tak bersuara. Hanya matanya yang menatap kosong pada kalung peninggalan ibunya yang kini tergeletak di meja rias. Permata di tengah kalung itu memantulkan bayangan samar wajahnya yang kusut dan letih.

Tangannya perlahan meraih kalung itu. Ujung jemarinya bergetar saat menyentuh logam dingin yang seolah menyimpan jejak Arum.

“Kenapa kau meninggalkan ini, Arum…” gumamnya lirih, nyaris tak terdengar.

Dia berbalik, menatap sekeliling kamar, selimut masih berantakan, jendela sedikit terbuka, dan aroma tubuh Arum masih samar tercium dari bantal. Semuanya terasa hidup, tapi kosong. Seolah wanita itu baru saja pergi beberapa menit lalu, meninggalkan jejak yang terlalu dalam untuk dihapus begitu saja.

Reghan menekan pelipisnya, napasnya berat.

Ia memanggil pelayan untuk memastikan sesuatu.

"Rania!"

"Iya, Tuan."

“Rania, apa kau lihat Nyonya Arum?”

Pelayan itu menunduk, suaranya ragu. “Tadi sore, sebelum Tuan pulang … Nyonya keluar membawa koper kecil. Tidak bilang apa-apa, hanya menitip pesan untuk tidak menunggu makan malam.”

Reghan terdiam, dadanya terasa sesak. Dia mencoba menahan diri agar tak kehilangan kendali di depan pelayan, tapi tangannya perlahan mengepal di sisi tubuhnya.

“Dia bilang … ke mana dia pergi?”

“Tidak, Tuan. Hanya itu saja yang Nyonya katakan.”

Pelayan itu mundur, meninggalkan Reghan yang kini duduk di tepi ranjang, menatap lantai kosong. Lama ia tak bergerak, hingga akhirnya, suara jam di dinding terdengar begitu nyaring di telinganya. Dentang itu seolah mengejeknya, karena untuk pertama kali dalam hidup, Reghan Argantara tidak tahu harus ke mana mencari seseorang yang berarti.

Dia kembali menatap kalung di tangannya sekali lagi, lalu menggenggamnya erat-erat.

“Aku tidak pernah berniat membuatmu pergi…” ucapnya pelan, suara bergetar.

“Kenapa kau tak menungguku menjelaskan semuanya, Arum?”

Sementara itu, jauh dari rumah megah keluarga Argantara, di sebuah rumah kecil di pinggiran kota, Arum duduk diam di tepi ranjang sederhana dengan koper terbuka di hadapannya. Tangannya memegang foto pernikahan mereka, yang kini sudah mulai berkerut di ujungnya. Air matanya jatuh diam-diam.

“Aku sudah menepati janjiku,” bisiknya lirih.

“Mungkin benar … aku takkan pernah bisa tinggal di dunia sepertimu, Tuan Reghan.”

1
ida wati
basi!!! 😏😏😏
ida wati
udah lebih dari 4th settingannya hujan melulu ya, mudah2an ga banjir ya thor 😄
ida wati
tau diri juga anda 😏
ida wati
PAKE NANYA 😏
ida wati
suami gak guna
ida wati
MASA IYA RUMAH HOLANG KAYAH GA ADA CECETEPE. 😄🤣
ida wati
kalo dibawa nanti dituduh maling dan cuma mau harta aja helehhhh holang kayah 😏
Yeti Hayati
Mdh2an aman
Yeti Hayati
Alhamdulillah
Yeti Hayati
Karena barga
Hoca Fahmi
masak hutang, kan anak sendiri
Retno Sari Nilam
lma2 aku benci dgn arum yang tellu ego cuma ingat atas luka dia ja. berfikirlah perasaan suami mu jgn nti menysl tak ada gunanya lgi
Hoca Fahmi
oonnnn
Yeti Hayati
mulai
Yeti Hayati
lanjut
Yeti Hayati
semangat
guest1053284539
bagus
guest1053284539
bagus,lanjut
guest1053284539
tabah Arum
Yeti Hayati
lanjit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!