NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO / Tamat
Popularitas:284.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayuza

Warning!! sebelum membaca usahakan untuk membaca terlebih dahulu "ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH"
supaya kalian tau alur ceritanya.
🌹🌹🌹🌹

Erlon yang mabuk berat membuat dirinya kehilangan kendali, sehingga tanpa sadar ia melakukan pelecehan terhadap Briana. Yang membuat Kenzo sang daddy harus rela melihatnya menikah dengan anak dari musuhnya, dari situlah kisah perjalanan cinta mereka akan dimulai.

Siapakah yang akan terlebih dahulu jauh cinta? Apakah Erlon atau Briana?
🍃🍃🍃🍃

Eeetsss!! disini juga bakal ada kisah cinta Erlan dan juga Aurora lho, penasaran seperti apa kisah mereka. Cus dibaca saja bestie. Tapi sebelum kalian baca usahakan berikan Ayuza yang mental patungan ini dukungan ya ... .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyamar Demi Membawa Ana Kabur

Ternyata dugaan Erlon salah di luar ruangan rawat inap Ana banyak penjaga. “Daddy memang luar biasa, tapi dia lupa siapa aku,” ucap Erlon yang kini masuk ke ruang ganti, ia ingin memakai baju dokter tapi yang ada di sana hanya pakaian petugas kebersihan terpaksa Erlon menggunakan itu saja. “Seorang CEO tampan, menyamar menjadi petugas kebersihan. Hanya demi menculik istri polosnya,” kata Erlon yang kini sedang merapikan pakaiannya, yang terlihat sangat pas di badannya. “Sepertinya mereka tidak akan mengenalku.” Erlon lalu keluar menuju para penjaga itu namun sebelum itu ia sempat membisikan sesuatu kepada petugas yang terlihat sedang membawa kopi untuk para penjaga itu. "Lakukan dengan baik." Ia lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Ana.

Semua penjaga menatap Erlon dari atas sampai bawah. “Maaf Anda tidak boleh masuk, sebelum kami memeriksa Anda,” ucap salah satu penjaga itu.

“Silahkan periksa saya, saya cuma petugas kebersihan,” jawab Erlon yang kini tampak biasa saja.

Semua penjaga itu mulai menggeledah Erlon tapi tidak satu pun yang biasa mengenal Erlon, mereka kemudian membiarkan Erlon masuk setelah merasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan. “Silahkan masuk kalau begitu, tapi jangan ganggu nyonya besar sedang tertidur.”

“Baik, saya mengerti.” Erlon masuk, ia biasa melihat Zizi sedang tertidur sangat pulas, dengan hati-hati ia mendekati bed Ana. “Bangun,” bisik Erlon dengan pelan supaya Zizi tidak mendengarnya.

Ana membuka mata, ia terkejut melihat Erlon yang sudah berada di dekatnya. "Tu–"

"Seett, jangan berisik mommy lagi tidur. Sekarang ikut aku." Erlon mencabut infus Ana dengan paksa. "Jangan coba-coba teriak, atau umurmu akan berakhir sekarang."

Ana mengangguk ia mengikuti apa kata Erlon. "Tapi tuan, saya belum pu–"

"Wah hebat, sekarang kau sudah tidak terbata-bata lagi. Bukankah, kau harus berterima kasih pada ku?"

"Terimakasih tuan," ucap Ana. Padahal saat ini ia ada di rumah sakit gara-gara Erlon. Tapi entah mengapa ia terus saja menuruti permintaan Erlon.

"Sekarang, kita keluar lewat jendela."

Ana malah memberi Erlon surat cerai yang Kenzo bawa tadi, ternyata Zizi sudah memberitahunya. "Ini tuan, kita harus bercerai," lirih Ana sambil menunduk.

Erlon mengambil surat itu, tanpa membacanya ia menyobeknya di depan Ana langsung. "Lahirkan anak untukku, jika kau ingin aku ceraikan."

"Kenapa di sobek? bukankah ini bagus supaya Anda bisa menikah dengan Nona Mila." Dada Ana saat ini merasa nyeri setelah mengatakan itu. "Dan aku tidak mau, melahirkan anak untuk Anda."

Erlon tidak percaya mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Ana. "Apa setelah kepala kau terbentur di lantai, kau menjadi pemberani sekarang. Kenapa malah menentangku?" bisik Erlon, sambil menggigit kecil telinga Ana. "Jangan membuat iblis di dalam jiwa ku, kembali keluar."

Tubuh Ana menegang saat Erlon menggigit telinganya, ia merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. "Hentikan tuan, kita lebih baik bercerai."

"Apa gara-gara ada yang sedang diam-diam mencintaimu? makanya kau ingin sekali aku ceraikan." Erlon sekarang malah meraba paha Ana. "Itu tidak akan pernah terjadi bodoh."

Ana menghempaskan tangan Erlon dengan kasar. "Singkirkan tangan Anda dari paha saya tuan, saya tidak mau disentuh oleh Anda."

Erlon merasa Ana sekarang berbeda, karena ia berani melawannya. "Kau jangan menolakku, jika tidak ingin melihat cafe kekasihmu hancur."

Ingatan Ana tertuju pada Bimo. "Tolong jangan bawa-bawa kak Bimo. Tuan, karena ini sama sekali tidak ada hubungannya dengannya."

"Maka dari itu, keluar lewat jendela sebelum aku berubah pikiran," kata Erlon yang kini sudah membuka jendela.

Ana turun dari bed, ia menuju jendela. Saat dirinya mengintip. Refles ia mundur beberapa langkah. "Ini lantai berapa tuan, jangan katakan Anda ingin membunuh saya dengan cara begini."

"Di bawah aku sudah menyiapkan matras, ini hanya lantai dua. Jangan berlebihan begitu," ucap Erlon berbohong.

"Saya tidak mau Tuan, saya takut ketinggian." Ana mundur tapi Erlon malah menarik tangannya. "Lepas tuan, saya benar-benar takut."

"Lewat pintu bodoh, para penjaga mungkin sudah tidur." Ternyata Erlon menyuruh petugas di rumah sakit itu untuk membuatkan kopi yang telah ia taburi obat tidur. Sebelum ia masuk tadi. "Ayo, dan ingat jangan berisik."

*

*

"Apa ini kamar Anda tuan?" tanya Ana yang kini mereka sudah ada di sebuah rumah yang terletak jauh dari pemukiman. "Bagaimana dengan kamar saya?" Ana terus saja bertanya.

"Hanya pelukan, sekarang aku mau istirahat, aku lelah bekerja sepanjang hari, aku juga lelah menggendong kau tadi," jawaban Erlon di luar dugaan Ana.

Ana berbalik ingin keluar dari kamar itu. "Kalau begitu, beristirahatlah, saya juga akan beristirahat di kamar yang lain," kata Ana.

"Ini juga kamar kau!" bentak Erlon.

"Saya tidak akan tinggal di ruangan Anda tuan! apa Anda gila? kita bahkan belum berpacaran." Ana benar-benar berani kepada Erlon. Entah dapat dari mana semua nyali yang kini ia miliki.

"Apa kau menginginkannya?" tanya Erlon. Yang merasa dirinya sedang di tantang oleh Ana.

"Menginginkan apa?" tanya Ana polos.

"Menjadi kekasihku, meski kita sudah menikah."

"Tetapi kita tidak saling mencintai, dan bukankah Anda sudah punya kekasih?"

"Kau tidak mencintaiku, bukan berarti aku tidak mencintaimu. Aku mengantuk sekarang, mari melanjutkan pembicaraannya besok saja," kata Erlon lembut.

Ana sampai heran, kenapa Erlon bisa bicara seperti itu. Bukankah selama ini tuan Erlon membenci ku, kenapa sekarang sifatnya berbanding terbalik? gumam Ana yang kini duduk di tepi ranjang sebelah Erlon. Karena ia merasa kepalanya berdenyut hebat. "Tuan kepala saya sangat sakit."

"Berbaringlah," pinta Erlon menepuk-nepuk bantal di sebelahnya. "Besok kita akan pergi ke bali."

*

*

Ana bangun karena ia mendengar suara orang bertengkar. "Bukankah itu suara kak Aurora?" Ana ingin turun dari ranjang tapi Erlon sudah membuka pintu kamar itu terlebih dahulu. "Tuan, ada apa?"

Aurora masuk mendorong Erlon. "Ana, apa yang terjadi, kenapa kepalamu terluka?" Aurora menghampiri Ana dan memeluknya. "Apa ini semua ulah Erlon? jawab Ana jangan diam saja."

"Bawa istri kakak pergi, ganggu saja masih pagi begini," ketus Erlon. "Ayo sayang, kita mandi bukankah hari ini kita akan pergi honeymoon ke bali."

Aurora menatap Ana yang kini menunduk. "Honeymoon?"

"Aurora sudah ku katakan, mereka berdua baik-baik saja tidak seperti yang kamu bayangkan," kata Erlan yang mendapat tatapan tajam dari Erlon.

"Diam kutu buku, aku ingin memastikan adikku tidak apa-apa."

"Aku tidak apa-apa kak, kakak gak usah khawatir." Ana tersenyum membalas pelukan Aurora. "Apa kakak mau ikut ke Ba–"

"Hanya kita berdua sayang, pesawat kita akan berangkat setengah jam lagi. Maka dari itu kamu lebih baik bersiap-siap dulu."

1
Sri Ayu
tisuku jadi habis gegara baca ini Thor😭
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Jalang,Kenapa gak dari saat Mila kepergok wik wik dengan Firman waktu itu aja Erlon bunuh.. Firman juga kenapa masih dibiarkan dia hidup lagi? harusnya saat langsung bunuh aja,Bukan hanya motong tangannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh ternyata udah MP aja nih..🤔🤔😄
Qaisaa Nazarudin
Yakin yg di kandung Mila anak mu,Orang tgah mabok mana bisa melakukan hal begituan,Bego .
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kamu aja yg vepat tergoda,wong Ana pake baju gitu karena mau tampil di cafe,itu juga karena dia kerja..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya Erlon ini maunya apa sih? plin plan banget,Dia bisa berbuat sesukanya,Tapi marah saat Ana melakukan sesuatu yg dia suka..Bilang aja kalo kamu udah ada rasa sama Ana,Gengsi aja di gedein..
Qaisaa Nazarudin
Cuman Drama jebakan..Erlon gak sampe ngelakuin semua itu,Ini cuman akal licik nih Jalang buat ngejebak Erlon..
Qaisaa Nazarudin
Ckk dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
FIRMAN..Nama tak seindah kelakuannya..sayang banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Waahh jahat Ternyata nih cewek..
Atma Inatun Nikhma
Lumayan
Erny
Kunjut dong thor mereka belum merasakan kebahagiaan hidup bersama
Erny
Benar - benar fantastis udah bikin tegang ternyata dapet kejutan yg luar biasa, lanjut thor
Erny
Lanjut thor jadi gak sabar pengen melihat pembalasan si Arlon
Erny
Sampai kapan thor kekejaman dlm cerita ini bikin jantung berdebar, begitu banyak orang yg akan menyakiti keluarga Tuan Hercules
Erny
Kalau bisa dua-duanya karena bikin penasaran thor, rupanya Erlan diam - diam mengikuti istri nya
Susi Susiyati
kok alra bngis bgt sifat sikp ya di bikin ngelawan ortunya perasaan dulu erlon g kasar2 amat sm kenzo zizi np jd Quin mafia.bar bar ngt.tp kelewat btas
Susi Susiyati
pisah kak.saat ini q masih nyesek sm kisah erlan.jd depresi bgtu😭😭😭😭
Susi Susiyati
nyesek bgt😢😢😢😭😭😭😭😭😭
Susi Susiyati
q g bisa berkata2 rasanya dunia runtuh,babang gntengku kehilangan ayang mbeb, takdir sang penulis bgtu kejam😢😢😭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!