Yuno hanyalah seorang murid di sekolah SMA 1 Sura yang sering telat masuk sekolah, tiba tiba di suatu malam yuno meminum sebuah minuman bermerek PHI, ternyata minuman itu bukanlah Minuman PHI melainkan sebuah Project dari laboratorium yang di curi.
Setelah meminum cairan project itu Yuno merasa panas, pusing dan mual dan jatuh ke lantai tapi saat hampir kehilangan kesadaran Yuno mendengar suara yang aneh berbunyi "project NOX telah di aktifkan", Setelah itu Yuno pun dapat mengendalikan tubuhnya seperti komputer.
Apa pun yang Yuno lihat seperti membaca buku atau melihat gerakan seseorang, Yuno bisa mengcopy paste semuanya dan menjadikannya sebagai keahliannya.
Tak lama setelah itu Yuno bertemu dengan seorang pemuda dari masa lalu yang tertidur selama ribuan tahun, pemuda itu bernama Salim.
Karena orang pada zaman dulu itu memiliki kesaktian, apakah kesaktian Salim bisa di gunakan di abad ke 21 ini? Kalau benar bisa bagaimana kombinasi antara Project NOX dengan kesaktian kuno?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Showam Arhama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 15. Interogasi
''I-itu putih.''
''Haa?'' Yuno bingung dengan apa yang di katakan Salim, putih? apa itu putih putih? pocong kah?. Ternyata Salim secara tidak sengaja melihat cd salah satu pengintai itu.
Ha ha ha anginnya nakal, mereka pun membuat rencana untuk melakukan apa kepada kedua pengintai tersebut. Setelah beberapa menit memikirkan rencana akhirnya mereka memutuskan untuk menginterogasi pengintai tersebut.
Mereka menunggu malam untuk memulai rencana karena pada saat itu hanya sedikit yang melihat.
''Jadi, sekarang kita harus apa?'' tanya Salim.
''Kita tidur saja, agar waktu itu kita tidak terlalu ngantuk.'' jawab Yuno.
22:36 WIB
''Baiklah, ayo kita mulai!''
Yuno dan Salim pun memulai rencana mereka, pertama mereka merubah tampilan wajah mereka seperti waktu itu. Lalu mereka pun berpencar agar membuat pengintai lengah.
''Mereka bergerak, berpencar!'' seru salah satu pengintai yang mengincar Yuno, dia langsung pergi mengejar Yuno, tapi entah apa yang terjadi saat sudah dekat dengan Yuno, orang yang di temui nya bukan lah Yuno melainkan seseorang yang tidak di kenal.
Pengintai yang mengejar Salim juga demikian, mereka berdua terkejut karena yang di temui mereka bukan lah Yuno dan Salim, melainkan orang asing.
''Siapa kau?'' tanya Shani, pengintai yang mengejar Yuno.
''Aku Hyun, Hyun Khun,'' jawab Yuno.
Shani baru teringat kalau pada saat Project EOS dan HOT sedang terdesak mereka di bantu oleh 2 orang misterius, mereka bernama Hyun dan Arham.
Shani pun langsung mengeluarkan Project Lotus Swordnya dan mengarahkan pedangnya ke Yuno. Project Lotus Sword adalah Project senjata yang dapat berkamuflase menjadi aksesoris yang berbentuk seperti jarum di negara Nihon.
Saat menjadi aksesoris Shani memakainya untuk menyusup kunciran rambutnya seperti orang-orang Nihon pada umumnya. Shani pun mencabut aksesoris Lotus nya dan mengubahnya menjadi pedang.
Yuno terkejut karena Shani memiliki Project yang seperti itu, Yuno kira Shani hanya menguasai ilmu beladiri tapi ternyata Shani memiliki Project senjata seperti itu.
''Kebetulan aku ingin bersenang-senang setelah lama bertugas,'' ujar Shani.
Yuno tidak membawa senjata apapun tapi Yuno sudah menyiapkan beberapa taktik untuk melawannya, yang pertama Yuno menghancurkan lampu jalanan sehingga membuat tempat itu gelap.
Yuno pun mengaktifkan sistem Night Vision lalu menyerang Shani dari berbagai arah. Shani tetap bertahan mesti tidak terlihat apapun, Shani memutuskan untuk lompat ke atas untuk mendapatkan cahaya dari bulan.
Yuno pun mengikutinya dan mereka bertarung di atap gedung. Untungnya Yuno menemukan sebuah tongkat besi yang cukup kuat, jadi pertarungan terasa lebih seimbang.
Shani pun langsung maju menyerang Yuno, lalu Nox mengaktifkan sistem Bot Simulator dan 3 gerakan sudah ditemukan, celah pun di terlihat di bagian kaki kiri kosong tidak ada tenaga.
''Hiyat!'' Yuno memukul tulang kering Shani menggunakan tongkat, lalu Shani kehilangan keseimbangan. Shani pun terjatuh lalu Yuno sedikit menjauh.
''Hei, kau tidak apa apa?''
Sakit, kepalanya kejedot dan berwarna merah, Shani pun marah dan menyerang Yuno secara asal-asalan. Karena hal itu, celah semakin banyak jadi Yuno memilih untuk membuat Shani pingsan.
Bruuk
Shani pun pingsan dengan sekali pukulan ke arah perut, lalu Salim tiba-tiba datang tanpa membawa apa apa.
''Hoi, Sa.. Arham dimana mangsa mu?''
''Ah itu, dia bilang begini tadi, ''maaf sepertinya salah orang'', lalu dia pergi,'' jawab Salim.
Ceroboh, ya pengintai yang satunya agak ceroboh, yang mengerjakan tugas matematika tadi siang juga pengintai yang itu. Setelah itu mereka membawa Shani ke sekolah untuk di interogasi.
...
22:56 SMA 1 Sura
''Dimana aku...? sesak... apa tangan ku di ikat?'' kata Shani yang sedang memulihkan kesadaran nya.
''Sudah bangun?'' tanaya Yuno.
Shani terkejut kalau dirinya di tahan oleh Yuno dan Salim. Shani di tahan di kelas IPA, karena hanya di sana yang jendelanya terbuka. Shani duduk di kursi dan tangannya di ikat di belakang.
Yuno pun memberikan beberapa pertanyaan kepada Shani. Tidak seperti yang di film-film, Yuno tidak memakai kekerasan melainkan menggunakan taktik menggoda.
''Siapa yang mengirim mu?'' tanya Yuno.
Shani tidak mau menjawabnya karena sebesar apapun Yuno melakukan kekerasan Shani tidak akan menjawabnya. Eits! jangan remehkan skill pasif Yuno ya, Yuno mengambil aksesoris Lotus Shani dan mengancamnya kalau Project ini akan di rusak.
''I-itu.. tolong jangan dirusak!, itu adalah pemberian terakhir dari Prof. Hatta!'' bentak Shani.
Langsung terlihat, kalau Shani berasal dari Lab NOX, karena Shani mengatakan kalau Project ini pemberian dari Prof. Hatta.
''Begitu ya, kau dari Lab NOX, jadi kenapa kau mengawasi Yuno dan Salim?''
''Maaf, aku tidak bisa memberitahu mu jadi lepaskan aku!!'' teriak Shani.
Yuno pun memberikan Project LS itu ke Salim dan membiarkan Salim memilih untuk berbuat apa pada Project itu. Salim pun menemukan sesuatu yang keren untuk Project ini, yaitu jual saja dengan harga 50.000.
Kau bercanda?, tidak-tidak, Salim pun menurunkan harganya menjadi 20.000. Shani pun terkejut, nafasnya tercekik, karena menjual barang berharga dengan harga semurah itu lebih memalukan dari pada di rusak.
''Baik-baik! aku akan menjawab semua pertanyaan kalian!''
Alasan kenapa Shani dan Devi mengawasi Yuno dan Salim adalah karena Project EOS tidak berfungsi kepada Yuno dan Salim. Pihak Lab pun curiga terhadap mereka jadi Shani dan Devi di tugaskan untuk mengawasi mereka.
''Begitu ya, baiklah pertanyaan terakhir, siapa pe.'' kata-kata Yuno terpotong karena ada seseorang yang membuka pintu kelas.
''Etto.... kalian siapa?'' ternyata dia adalah Leni.
Shani pun memanggil Leni karena sebenarnya mereka saling kenal. Leni pun terkejut melihat Shani yang terikat di kursi dan mengarahkan tongkat nya ke Yuno.
''Hey Leni tunggu dulu!''
''Aku tidak tau siapa kau mengetahui namaku dari mana, tapi'' kata Leni pun di potong oleh skill pasif Yuno.
Itu mudah, nama dan wajah Leni ada di buku absen kelas di meja guru, karena tadi Yuno dan Salim bosan mengunggu Shani bangun, mereka melihat isi absen setiap murid.
''Jadi kalian saling kenal ya,'' ujar Yuno.
''Ya benar, kami sudah saling kenal sejak kecil,'' jawab Shani.
Salim pun ingin bergabung dalam irama ini tapi sepertinya akan lebih seru kalau ada beberapa fakta yang terungkap, jadi sebenarnya Salim sudah mengetahui kalau Leni itu menyukai Yuno, lalu Shani mendapatkan tugas untuk mengawasi Yuno jadi mungkin ini akan menjadi konflik yang semakin panas.
''Woy Hyun, lepaskan saja dia!''
Lah kok dilepas? Yuno heran dengan Salim kenapa harus di lepas. Yuno pun melepaskan ikatan tangan Shani, tapi ini belum berakhir, Salim menggunakan taktik untuk membuat suasana semakin salah paham.
''Oh iya, kalau tidak salah seharian tadi, kau mengawasi Yuno kan, apa kau naksir padanya?'' ujar Salim.
Shani mematung karena dia tau kalau Leni menyukai Yuno, Leni pun menatap tajam bercahaya merah kepada Shani, dan membuat Shani merinding.
''T-tidaak kau salah paham! sebenarnya aku tidak mengawasi Yuno!''
Salim pun menanyakan pertanyaan yang sama lagi sambil memperlihatkan Project LS nya. ''Mampus aku,'' kata Shani di dalam hati.
''Sebenarnya a-aku... aku jatuh cinta di pandangan pertama kepada Salim!''
Lah kok malah gini?, niatnya membuat suasana eh malah di tembak secara tidak langsung. Salim pun tertawa dan langsung membuka jendela dan mengajak Yuno pergi. Mereka pun keluar lewat jendela dan kembali ke rumah. Shani pun langsung pergi ke arah jendela dan berteriak untuk mengembalikan projectnya.
''Sukurlah masih ada,'' ternyata Leni yang datang malam-malam ternyata hanya untuk mengambil buku novelnya yang tertinggal di sekolah.
''Oh iya Leni, apa kau gak aneh sama mereka?''
Sangat aneh, karena Leni merasa sudah kenal dengan mereka sejak lama, mereka pun keluar dari sekolah dan saat sampai di gerbang mereka bertemu dengan Devi yang mencari Shani kemana mana.
''Akhirnya ketemu juga,'' ujar Devi.
''Dari mana saja kau?'' tanya Shani.
Devi tadi pergi mencari Salim tapi malah ketemu orang lain, jadi Devi memutuskan untuk mencari ke tempat lain, tapi Shani tidak menjawab telfon dari Devi, jadi Devi mencari Shani keliling kota dan akhirnya bertemu di sekolah ini. Telfon?, oh ternyata smartphone nya Shani mati jadi tidak tau kalau ada panggilan.
''A-anu, aku mau pulang dulu ya sudah malam,'' ujar Leni.
''Aku akan mengantar mu,'' saut Shani.
''Terimakasih.''
Bersambung....
...I I I I I I I I I I I I I I I...
...< NOX Eps 15. Interogasi selesai >...
atau "berada di dalam kelas" ?
🔥🔥🔥