NovelToon NovelToon
Sejuta Cinta Dari Suami

Sejuta Cinta Dari Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Pernikahan adalah hal yang diinginkan banyak orang, sayangnya pernikahan Aina Putri Arman tak semulus seperti yang di harapkan sebelumnya.
Calon suaminya tidak datang dan akhirnya, Davian Kin Sanjaya menggantikan posisi calon suami Aina di pelaminan.

Adakah sesuatu yang membuat calon suami Aina tidak hadir dalam pernikahannya sendiri?

Lalu bagaimana kehidupan rumah tangan Davian dan Aina selanjutnya?

Sekuel dari Takdir Janda Muda.

Ini adalah cerita hiburan semata, semoga suka😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Menyesal

"Bisa aku bantu?!" seru Aina pada Bi Inah yang sedang sibuk menghadap kompor yang menyala.

"Boleh jika kau mau. Aku sedang menggoreng ikan, kau bisa membuat sambal atau memotong sayur di atas meja itu!"

"Tidak, aku memilih yang sudah kau kerjakan saja!" Aina terkekeh kemudian mengambil alih spatula dari tangan bi Inah.

Lantas bi Inah beralih pada meja dan memotong bayam serta menyisir jagung untuk ia buat sayuran yang lezat malam itu.

Obrolan kecil dengan sela-sela tawa mereka menjadi bumbu penyemangat bagi keduanya menyiapkan makan malam. Makan malam yang dari dalam hati Aina ia peruntukkan bagi Davian.

Entah pria itu nanti telat atau tidak, yang jelas tugasnya menyiapkan makan malam sudah ia kerjakan, harapannya ia bisa duduk berhadapan dengan Dav dan makan bersama. Jangan sampai ada obrolan, karena semua pasti akan berakhir menjadi kekacauan.

Satu jam, cukup bagi Aina dan bi Inah menyelesaikan menu dinner serta menata meja sedemikian rupa sehingga mata takjub untuk memandangnya.

"Semua sudah selesai, aku akan pulang jika kau sudah tidak memerlukan sesuatu dariku lagi!" kata bi Inah sembari melepas celemek hijau yang menempel pada tubuhnya.

"Bibi tidak makan dulu? Ayo, panggil Paman Karman kemari, ajak beliau makan malam!"

"Tidak perlu, aku tadi sudah masak juga di rumah. Baiklah, aku pulang dulu Aina, sampai jumpa besok!" peluk dan cium di berikan Aina pada bi Inah sebagai tanpa melepas kepergian pengurus rumah serta sahabatnya itu.

Kini ia harus merapikan dirinya yang berbau dapur. Sepertinya mandi lagi akan ia pilih untuk kenyamanan dirinya sendiri.

**

Dav berdiri dan merapikan pakaian nya yang terlihat kusut.

"Agil, persiapkan acara untuk besok lusa di panti asuhan. Aku juga akan membawa Aina ke sana, jadi persiapkan semaksimal mungkin!"

"Iya bos, apa kau akan pulang sendiri?" tanya Agil.

"Iya, aku akan pulang sendiri. Kau bisa kembali ke apartemen mu!"

Dengan membawa tas kerja di tangannya, Dav melangkah keluar kantor menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya.

Malam yang sangat melelahkan. Dav memijat tengkuknya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.

Sesampai di rumah, ia langsung membuka pintu dan menuju ke kamar. Sejenak ia melirik kamar Aina yang sedikit terbuka.

"Apa yang dia lakukan saat di rumah sendiri?" pertanyaan itu menggelitik dirinya untuk masuk ke dalam kamar Aina.

Kosong. Kemana perginya?

Mata Dav tertuju pada kamar mandi, tapi pintunya terbuka.

Rasa penasaran mulai membawa Dav untuk mencari keberadaan Aina di dapur ataupun di belakang rumah.

Benar saja, ia mendapati Aina yang tertelungkup tidur dengan kepala di atas lipatan tangannya di meja.

Senyum Dav mengambang.

"Makanan belum tersentuh, dan tumben sekali ia tidur di sini? Apa dia menungguku?"

Perlahan tangannya menarik kursi dan mendaratkan tubuhnya di sana. Matanya menatap wajah cantik Aina yang sedikit tertutup rambut.

Dengan sangat hati-hati ia merangkum rambut panjang Aina ke belakang, membuat wajah cantik itu terekspos sempurna.

"Bekas air mata? Kenapa lagi dia menangis?" ucap Dav lirih saat dirinya melihat bekas aliran air mata di bawah mata Aina.

Lama sekali Dav memandangnya hingga Aina bergerak dan membuka matanya pelan.

"Vi, apa yang kau lakukan?" sentak Aina karena terkejut.

"Aku berniat membangunkan dirimu, aku baru saja datang, maafkan aku!" ucapnya berbohong.

Segera Aina mengalihkan pandangannya pada makanan yang terhidang di atas meja.

"Sudah dingin, a-aku akan memanaskan nya lagi!"

Dav menghentikan tangan Aina dan mengatakan tidak perlu. Karena sudah lapar dan Dav juga tahu Aina belum makan malam, ia pun tak membuang waktu mengajak istrinya untuk makan malam.

Terlihat sekali ada rasa canggung pada wajah Aina, tangannya sedikit bergetar menghilangkan rasa itu dan terus menjaga sikap dinginnya yang untuk hari ini ia buat-buat. Dav tersenyum transparan sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya.

"Aku ingin kopi, aku akan buat dulu!" Dav hendak berdiri namun Aina menghentikannya.

"Sedikit gula atau tanpa gula sama sekali?" tanyanya kemudian.

"Sedikit gula."

Aina berdiri dan mengambil panci untuk memanasi air.

"Aku akan membantumu!" Dav menarik cangkir kosong beserta sendoknya sekalian.

"Akan lebih nyaman dan cepat jika kau duduk di sana dan membiarkanku melakukan pekerjaanku sendiri! Can you do it?"

"No, I can't do. Aku harus memastikan jika kau tidak menaruh racun dalam kopiku!"

Mata Aina intens menatap Dav sekarang. Bahkan mengandung rasa kesal yang bisa melemparkan spatula di sebelahnya pada tubuh Dav.

"Stop staring like that, kita bisa bekerja sama untuk melakukan semua ini kan?" Dav tertawa kecil kemudian meraih gula dan memasukkan nya di dalam cangkir yang sudah ia siapkan tadi.

"Na, apa kau tidak ingin menemui papamu?" pertanyaan Dav berhasil membuat napas Aina tercekat di tenggorokan. Itulah yang selama ini ia inginkan.

Matanya kini bersinar binar di bawah bias lampu kristal di atasnya.

"Ma-maksudmu?"

"Aku akan membawamu ke sana jika kau menginginkannya!"

Untuk pertama kalinya Aina ingin menangis di hadapan pria ini untuk melampiaskan kebahagiaannya.

Dan benar saja, air matanya mulai berjatuhan di pipi seiring tawa yang tertahan di bibirnya.

"What do you feel? Hei, kau malah menangis?" tanpa izin Dav merengkuh tubuh istrinya dan menenggelamkan kepala Aina di dada bidangnya.

"Hentikan tangismu!" Dav memeluk erat tubuh itu dan memberi kenyamanan di sana.

'Inikah yang kau inginkan selama ini? Kenapa kau tidak bilang, Na?' pria itu menyesali dirinya yang tak mengerti maksud kediaman yang selama ini dilakukan Aina.

Seharusnya dia tahu, wanita ini tidak mudah mengatakan apa yang dia inginkan, sudah hampir lima bulan tapi dia belum bisa mengartikan sikap istrinya ini.

Aina tersedu-sedu di sana, hingga membasahi sebagian kemeja biru milik suaminya. Tangannya yang tadi kaku kini ia gunakan untuk membalas pelukan suaminya itu dengan erat.

"Terima kasih, Vi!" ucapnya begitu lirih, namun Dav bisa mendengarnya.

Pelukan erat itu berlangsung lama dan mereka bisa merasakan kenyamanan masing-masing yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya.

'Seperti inikah pelukan suami istri? Selama lima bulan aku tidak pernah merasakannya!'

Dengan perasaan yang begitu dalam, Dav merasakan pelukan dari istrinya dan tangannya mengelus punggung Aina agar wanita itu bisa lebih tenang.

"Jika kau menginginkan sesuatu, katakan saja! Kenapa kau menahannya begitu lama!" protes Dav pada Aina.

Aina melonggarkan pelukannya kemudian mendongak menatap Dav yang ada di atasnya.

"Jika aku mengatakan apa kau akan mengabulkannya?"

"Tentu saja jika aku bisa. Kenapa, kau tidak percaya?" jempol Dav mengusap air mata yang berada di bawah mata Aina.

"Apa kau punya rencana di balik kebaikanmu!"

Kembali pikiran buruk Aina pada Dav keluar, membuat mereka melepas pelukan dan menjauh satu sama lain.

1
Indrayani setiadi
tokoh utama wanita Aina menyebalkan dan keras kepala
untuk penjahatnya tidak di hukum
jd kurang gereget dan kurang puas endingnya..
Nurmiati Aruan
lama-lama nyebelin si Aina ini
Jade Meamoure
author berhasil membuat tokoh wanita yg paling menyebalkan 🤣🤣🤣 kalo d dunia nyata dah d mutilasi ini 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
bodoh eh
ega cempluk
Aina ni ngeyel di bilangin
Devi Ratna Sari
penasaran
Devi Ratna Sari
suka😍😍😍😍
🔵🌼⃝⭕Tunik
kereeeeeeen
fiona azzahra
mampir.....
Rozh
💓
Onih Sumarni
mau dong punya suami kya davian
Onih Sumarni
jangan jangan nanti alle jatuh cinta sama aluna
Onih Sumarni
davian sabar banget
Bly_mput
FIKS HARUS SEASON 2 AKU GAK NGEH AGAK KURANG PAHAM
budiarti halim
ko ceritanya mikin jengkel
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
semangat mom cz 😍😍
Darah Biru (Bangsawan)
mantap kak ❤️ semongko~
Cahyaning Wulan
serius tamatnya begini doank ???
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: serius kak, kalo kepanjangan jadi ruwet nanti🤭🙏 makasih sudah setia baca Aina Davian 😊
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
TAMAT KAHHH
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: iya nut
total 1 replies
Onih Sumarni
aku mampir thor
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: makasih kak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!