NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban Cerdas Erica

Makan malam berlanjut dalam atmosfer yang kaku.

Di atas meja jati yang tertutup taplak renda putih, tersaji sup buntut hangat, ayam goreng mentega, dan bistik sapi ala kolonial yang dimasak oleh koki pribadi keluarga Megantara.

Tapi bagi Daniel, semua hidangan mewah malam itu terasa hambar bagai mengunyah pasir.

Mata Daniel terus-menerus mengawasi interaksi antara paman bungsunya dan Erica.

Setiap kali Eshar perhatian dengan gerakan kaku menggeser mangkuk sup ke dekat Erica, atau ketika Erica tersenyum manis menanggapi ucapan singkat Eshar, dada Daniel bergemuruh karena sakit hati.

Kenapa bisa wanita yang minggu lalu masih dikejarnya, kini duduk di sana sebagai calon istri orang paling berkuasa di keluarga ini? pikir Daniel dengan gigi bergemeretak.

Benny Megantara berdeham pelan, memecah kesunyian setelah melihat wajah putranya. Dia kemudian menyeka sudut bibirnya dengan serbet kain sebelum menatap Erica.

"Nona Erica," panggil Benny, suaranya terdengar ramah.

"Eshar ini adalah adik bungsu saya yang paling mandiri, tapi juga paling keras kepala. Sejak remaja dia sudah terbiasa di barak militer. Kehidupan di perbatasan utara sangat berbeda dengan gemerlapnya Jakarta. Di sana udara sangat dingin, listrik sering padam jika ada badai, dan jarak ke kota terdekat bisa memakan waktu berjam-jam melewati hutan. Apakah Nona Erica benar-benar siap menjadi pendampingnya?"

Mendengar pertanyaan itu, Erica pun meletakkan sendoknya dengan gerakan yang anggun dan teratur.

"Saya mengerti kekhawatiran Anda, Mas Benny," jawab Erica, menatap wajah calon kakak iparnya.

"Bagi saya, pernikahan bukan sekadar mencari tempat tinggal yang nyaman, melainkan membangun masa depan bersama. Jangan khawatir, saya terbiasa menghadapi situasi darurat dan medan bisnis yang keras. Mengelola rumah tangga di perbatasan justru akan menjadi tantangan baru yang menarik bagi saya. Lagipula, di mana pun Eshar berada, di situlah saya akan mengemban tugas saya sebagai istri."

Eshar yang sedang memegang gelas air putih sempat melirik Erica. Sudut matanya menangkap binar keyakinan di wajah wanita itu. Akting Erica benar-benar tanpa cela, atau mungkin, ada sebagian dari ucapan itu yang memang jujur dari hati.

"Jawaban yang sangat dewasa," puji Benny sambil mengangguk-angguk, dia tampak terkesan.

Bianca tidak mau tinggal diam. Dia mendengus pelan, memutar-mutar gelang giok di pergelangan tangannya.

"Bicara memang mudah, Nona Erica. Kita lihat saja berapa lama kulit mulus Anda bisa bertahan di barak yang penuh debu dan nyamuk itu. Jangan sampai baru sebulan di sana, Anda sudah menangis minta pulang ke Jakarta dan merepotkan Eshar dan pasukannya."

"Kak Bianca," potong Eshar, suaranya berat dan seketika menjatuhkan suhu di ruangan itu.

"Erica adalah pilihan saya. Di perbatasan, dia adalah tanggung jawab saya sepenuhnya. Tidak ada satu pun pasukan saya yang akan direpotkan, karena saya sendiri yang akan memastikan kenyamanannya."

Bianca tersedak kata-katanya sendiri. Dia pun melirik suaminya, Benny, meminta pembelaan, tapi Benny hanya memberikan kode mata agar Bianca diam dan menahan diri.

Daniel yang sejak tadi menahan diri akhirnya tidak bisa lagi membendung keinginannya untuk berbicara. Dia mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap Erica dengan kilat mata yang tajam.

"Erica... maksudku, Nona Erica," ujar Daniel dengan nada ketus, tapi di paksakan agar terdengar sopan.

"Lalu bagaimana dengan Fiorenza Fashion? Di Perusahaan itu, kamu baru saja menjabat sebagai direktur utama. Meninggalkan perusahaan yang sedang berkembang demi pergi ke tempat yang tidak layak, bukankah tindakan yang agak ceroboh untuk seorang wanita karier sepertimu?"

Erica menatap Daniel, tepat di manik matanya. Di kehidupan lalu, pertanyaan seperti inilah yang membuat Erica merasa bersalah dan akhirnya menyerahkan seluruh kendali sahamnya pada Daniel agar pria itu yang mengelolanya. Sebuah kesalahan fatal yang membawanya pada kematian.

"Tempat yang tidak layak?" tanya Erica sambil tertawa pelan.

"Pertama, terima kasih atas perhatian Anda yang luar biasa terhadap perusahaan saya, Tuan Daniel," jawab Erica, senyumnya melebar, menampilkan deretan giginya sambil menyiratkan tantangan.

"Justru karena saya orang yang disiplin, saya sudah menyiapkan segalanya. Sistem operasional di Fiorenza Fashion sudah saya rapikan. Kedua, ayah saya masih sangat bugar untuk memantau produksi di Jakarta, dan saya bisa mengendalikan urusan manajemen serta laporan keuangan dari mana saja, bahkan dari perbatasan sekalipun menggunakan layanan telegraf dan surat kilat khusus."

Erica menjeda kalimatnya, lalu menambahkan dengan nada yang sengaja dibuat santai tapi mematikan.

"Lagipula, Jenderal Eshar telah berjanji untuk membantu saya membuka jalur distribusi baru di wilayah utara melalui jaringan Megantara Corp. Jadi, pernikahan ini justru akan membuat Fiorenza Fashion berkembang dua kali lipat lebih cepat. Bukan begitu, Eshar?"

Erica menoleh pada pria di sampingnya sambil menampilkam tatapan penuh cinta.

Eshar yang menangkap umpan tersebut langsung mengulurkan tangannya di atas meja, menggenggam jemari Erica dengan erat.

Sentuhan tangan Eshar yang besar, hangat, dan terdapat kapalan khas tangan seorang prajurit membuat jantung Erica berdesir aneh selama beberapa detik.

"Benar," sahut Eshar pendek, matanya menatap Daniel dengan tatapan mengintimidasi.

"Axelo sudah mengurus dokumen kerja samanya hari ini. Segala kebutuhan untuk pengembangan bisnis Erica akan didukung penuh oleh Megantara Corp pusat."

Daniel mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. Siasatnya untuk memanfaatkan Fiorenza Fashion runtuh total bahkan sebelum dia sempat memulainya.

Sekarang, jangankan mendapatkan perusahaan itu, dia bahkan harus melihat jalur bisnisnya dikendalikan oleh pamannya demi wanita yang dibencinya.

Benny Megantara tersenyum tipis,

"Kalau begitu, semuanya sudah jelas. Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua hati, tapi juga dua kekuatan bisnis. Eshar, Aku restui keputusanmu. Segera urus administrasinya di markas besar dan catatan sipil."

Makan malam pun berakhir dengan kemenangan berada di tangan Erica dan Eshar.

Saat mereka bersiap untuk pulang, Daniel sengaja menunggu di sudut beranda yang temaram, tepat ketika Eshar sedang pergi ke kamar kecil dan Erica berjalan sendirian menuju mobil dinas Eshar yang disiapkan oleh Axelo.

Daniel melangkah cepat menghampiri Erica, wajahnya memerah dengan api amarah yang meledak-ledak.

"Erica! Apa-apaan kamu ini?!" desis Daniel setengah berbisik, mencengkeram pembatas kayu tangga di dekat Erica.

"Kamu sengaja melakukan ini, kan? Kamu tahu aku menyukaimu, kamu tahu aku mencarimu, dan kamu sengaja mendekati Paman Eshar hanya untuk membalas dendam karena aku tidak mengonfirmasi statusku sejak awal? Kamu wanita licik!"

Erica membalikkan tubuhnya perlahan. Di sudut beranda yang sepi itu, wajah ramahnya menguap, ekspresi sedingin es yang belum pernah Daniel lihat sebelumnya pun Erica tampakkan.

Tatapan mata Erica terlihat sangat menusuk, hingga membuat Daniel tanpa sadar mundur satu langkah.

"Licik, Daniel?" Erica berbisik, suaranya begitu rendah dan terdengar ada ancaman di telinga Daniel.

"Jangan pernah mengira topeng manismu bisa membodohiku. Mulai malam ini, ingatlah posisimu baik-baik. Ketika kamu melihatku lagi nanti, kamu harus menundukkan kepalamu dan memanggilku Bibi Muda."

Sebelum Daniel sempat membalas, langkah kaki tegap Eshar terdengar mendekat dari ujung lorong.

Erica pun langsung mengubah ekspresi wajahnya kembali menjadi ramah dan segera menyambut calon suaminya yang baru datang.

Daniel hanya bisa berdiri mematung dengan napas memburu, menatap punggung Erica yang melangkah pergi meninggalkan kediaman Megantara dalam balutan kemenangan.

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!