Sinopsis:
Liu Bai berusaha sekuat tenaga untuk mencapai puncak bela diri. Dalam menghadapi kesulitan, Liu Bai harus bertahan dan pantang menyerah. Hanya dengan begitu Liu Bai dapat menerobos dan melanjutkan perjalanan untuk menjadi yang terkuat. Suatu hari murid rendahan Liu Bai menemukan bela diri terkuat yang tidak pernah di sangkanya dan menempatkan dirinya di jalan menuju puncak dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAN JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 14 - Teknik Bela Diri Terkuat IV
Ular Raksasa menatap tajam Liu Bai dengan lidahnya yang menjulur keluar setiap saat.
Tshaaah-!
Ular Raksasa mendesis dengan keras, membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan cairan ke arah Liu Bai.
"...!" Liu Bai tersentak saat menyadarinya dan dengan cepat menghindari cairan yang datang kepadanya.
"Itu tadi hampir saja." ujar Liu Bai sambil menghela nafasnya.
"...!" Liu Bai di kejutkan dengan cairan yang mengenai permukaan tanah.
Tanah yang terkena cairan itu berasap dan meleleh dengan cepat.
"Jadi cairan itu beracun. Kandungan racunnya pasti sangat tinggi sehingga dapat melelehkan apapun yang mengenainya. Binatang Buas tingkat ke-4 memang mengerikan." gumam Liu Bai saat menyadari efek yang di timbulkan dari cairan yang di keluarkan oleh Ular Raksasa itu.
Tshaaah-!
Ular Raksasa kembali mendesis dengan keras, membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan cairan beracun itu ke arah Liu Bai. Namun, dengan cepat Liu Bai dapat menghindari semburan cairan beracun itu yang datang kepadanya.
Ular Raksasa itu terus menyemburkan cairan beracunnya ke arah Liu Bai.
'Ini gawat. Permukaan tanahnya mulai di penuhi dengan cairan beracun itu. Jika terus seperti ini, aku tak akan memiliki tempat untuk menghindar.' gumam Liu Bai di dalam hatinya saat melihat cairan beracun itu mulai menutupi hampir seluruh bagian permukaan tanah tempat di mana Liu Bai akan berpijak.
'Dan lagi, aku menggunakan Bentuk Pertama untuk yang kedua kalinya. Tubuhku tidak bisa mempertahankan Bentuk Pertama sama seperti sebelumnya. Durasi waktu untuk mempertahankannya menjadi lebih singkat. Aku harus bergegas mengalahkan Ular Raksasa itu.' gumam Liu Bai di dalam hatinya sambil menghindari semburan cairan beracun itu.
Tshah-! Tshah-! Tshah-!
Ular Raksasa mulai menyemburkan 3 kali cairan beracun secara berurutan.
"...!" Liu Bai yang menyadarinya pun melompat ke udara.
Kemudian dengan cepat ujung ekor Ular Raksasa tiba-tiba datang ke arah Liu Bai.
"Gawat! Aku tidak bisa menghindarinya." ujar Liu Bai sambil menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan yang datang kepadanya.
Bam-!
Ujung ekor Ular Raksasa itu menghantam Liu Bai dengan sangat keras.
"Kuh...!" Liu Bai merintih saat menahan serangan keras itu dan terpental.
Brak-!
Tubuh Liu Bai yang terpental menghantam dinding di dalam Gua tersebut hingga hancur. Puing-puing tanah dari dinding yang hancur itu menimpa tubuh Liu Bai.
Tshsssh-!
Ular Raksasa itu pun mendesis dan mulai mendekati Liu Bai sesaat setelah melihat mangsanya itu tak bergerak sedikit pun.
Lalu sebuah puing kecil menggelinding dari kumpulan puing-puing besar itu.
Sruk-!
Tangan kanan Liu Bai muncul menembus kumpulan puing-puing tanah itu.
"...!" Ular Raksasa sontak terkejut saat melihat mangsanya itu masih bergerak.
"Kau benar-benar sangat kuat. Tapi maaf saja, sekarang adalah giliranku untuk menyerang." ujar Liu Bai kepada Ular Raksasa sambil keluar dari balik puing-puing tanah yang menimpanya.
Setelah keluar dari kumpulan puing-puing tanah itu, Liu Bai menatap dingin Ular Raksasa.
Tshaaah-!
Ular Raksasa mendesis dengan keras dan membuka mulutnya lebar-lebar bersiap untuk menyemburkan cairan beracunnya kepada Liu Bai.
"...!" Liu Bai pun sontak menyadarinya.
"Kau sudah terlambat. Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Ketujuh!" seru Liu Bai saat menggunakan Teknik 7 Perubahan Bentuk miliknya.
Lalu seketika tubuh Liu Bai di penuhi dengan sejumlah Qi yang sangat besar sedang membungkus seluruh tubuhnya. Qi berwarna emas tersebut bersinar dengan sangat terang.
Sret-! Sret-! Sret-! Sret-! Sret-!
Beberapa bagian pada tubuh Liu Bai mulai terkoyak.
"...!" Liu Bai tersentak saat merasakan sakit yang luar biasa.
"Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi." ujar Liu Bai.
Whoosh-!
Liu Bai menghilang dari tempatnya berdiri.
Brak-!
Tanah yang di gunakan Liu Bai sebagai pijakan untuk kakinya pun retak dan hancur sesaat setelah Liu Bai menghilang dari tempatnya berdiri.
"...?!" Ular Raksasa sontak terkejut dan kebingungan saat tiba-tiba Liu Bai menghilang.
"Aku ada di sini, bodoh." ujar Liu Bai kepada Ular Raksasa itu.
"...!" Ular Raksasa tiba-tiba di kejutkan dengan keberadaan Liu Bai yang berada di sisi kanan kepalanya dan dengan cepat Ular Raksasa berusaha untuk menyerang Liu Bai.
"Ini sudah berakhir." ungkap Liu Bai sambil mengepalkan telapak tangannya.
Bam-!
Liu Bai mengayunkan sebuah pukulan dengan sangat kuat secara vertikal dan mengenai kepala Ular Raksasa itu.
Seketika kepala Ular Raksasa itu pun terputus dari tubuhnya dan melayang menghantam bagian atas dinding Gua.
Creak-! Creak-! Creak-!
Saat bagian kepala Ular Raksasa yang terputus itu mengenai bagian dinding atas Gua tersebut, terjadi retakan-retakan besar pada bagian atas dinding Gua itu.
Kemudian terjadi tekanan yang begitu kuat pada jalur pukulan Liu Bai.
Boom-!
Jalur tekanan yang begitu kuat dari pukulan Liu Bai itu membuat bagian atas dinding Gua tersebut tertembus hingga keluar dan membuat puing-puingnya terbang jauh.
"..." Liu Bai hanya terdiam bersamaan dengan menghilangnya perubahan yang terjadi pada tubuhnya saat menggunakan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Ketujuhnya.
Liu Bai yang berada di udara pun mulai terjatuh dan cahaya dari sinar matahari mulai menerangi Gua tersebut dari lubang yang di buat dari jalur pukulan Liu Bai.
Bruk-!
Tubuh Liu Bai menghantam permukaan tanah bersamaan dengan tubuh Ular Raksasa yang telah kehilangan kepalanya.
"Entah kenapa rasanya tadi itu sangat menyenangkan." ungkap Liu Bai sambil tersenyum kecil.
'Kekeke...' Sun Wukong menanggapi perkataan Liu Bai dengan tawa.
"Berhentilah menertawakanku. Kau bisa lihat sendiri apa yang terjadi pada tubuhku ini. Ah, menyakitkan sekali. Aku hanya mampu mempertahankan Bentuk Ketujuh selama beberapa detik saja. Dan lagi, itu bukanlah bentuk sempurnanya." ujar Liu Bai sambil menghela nafasnya.
'Kekeke... Aku memujimu karena mampu mempertahankan Bentuk Ketujuh selama beberapa detik tanpa menghancurkan seluruh tubuhmu. Bentuk Ketujuh adalah Teknik 7 Perubahan Bentuk terkuat. Walaupun kau belum berada pada tahap sempurnanya, namun itu adalah pencapaian terbaik saat kau pertama kali menggunakannya.' ujar Sun Wukong menanggapi perkataan Liu Bai.
"Baiklah. Aku terima dengan senang hati pujianmu itu. Sekarang aku akan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuhku. Mungkin akan memakan waktu selama beberapa hari." ujar Liu Bai membalas perkataan Sun Wukong.
'Kau tak perlu menunggu selama itu.' ujar Sun Wukong menanggapi perkataan Liu Bai.
"Apa maksudmu?" Liu Bai bertanya kepada Sun Wukong.
'Kau hanya perlu mengonsumsi seluruh tubuh Binatang Buas yang telah kau kalahkan itu.' Sun Wukong menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Liu Bai.
"Kau ingin aku memakannya mentah-mentah? Harusnya kau sadar aku tidak dapat keluar dari Gua ini begitu saja untuk mencari kayu bakar dengan kondisi tubuhku yang sekarang. Kau tidak sedang bercanda denganku, bukan?" ujarLiu Bai menanggapi perkataan Sun Wukong.
'Kekeke... Tentu saja aku berkata seperti itu bukan tanpa alasan. Kau dapat mengubah tubuh mereka menjadi Pil.' ujar Sun Wukong membalas perkataan Liu Bai.
"...!" Liu Bai sontak terkejut saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Sun Wukong.