Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayu Talak Sintia
" Kenapa mas? Kaget? Bukannya tadi pagi aku sudah bilang jika aku ini sudah tahu perselingkuhan kalian? Dan ini buktinya?."Seru Hana sambil bersedekap tangan.
Dengan buru‑buru Dimas turun dari atas tubuh Sintia. Dimas dan Sintia berusaha memakai bajunya, ternyata mereka masih punya malu juga. Terlebih milik Dimas masih kokoh berdiri sempurna, Hana tersenyum sinis melihat Dimas dan Sintia kelimpungan memungut baju‑bajunya yang berserakan di lantai.
" Hana, ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa menjelaskannya, Han."Ucap Dimas sembari memakai segitiganya.
Beberapa warga pun mulai mendekat dan hendak menarik dan menghakimi Sintia dan Dimas. Mereka berencana mengarak mereka keliling perumahan agar mereka malu, dan itu semua sebagai tanggung jawab mereka atas perbuatannya sendiri.
" Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi mas, aku sudah tahu semuanya. Biarkan mereka pakai baju dulu, pak. Aku sebagai wanita malu melihat tubuh sesama wanita dipertontonkan seperti itu."Ucap Hana lagi.
" Keterlaluan kamu, Hana !! Kalau kamu memang sudah tahu hubunganku dengan Dimas seharusnya kamu tegur baik‑baik, tidak perlu membawa warga seperti ini."Ucap Sintia membentak Hana.
Pllaakk
Pllaakk
Dua tamparan keras Hana hadiahkan di pipi Sintia. Itu semua sebagai bentuk rasa kesal Hana karena mereka sudah berzina di rumahnya.
" J@lang sialan !! Kamu memarahi ku? Apa kamu malu dengan ini semua? Masih punya malu juga kamu? Sadar diri dong, kalian di rumah ini hanya numpang dan selama 3 tahun ini aku yang sudah menafkahi kalian dan bahkan aku jadi pembantu di rumahku sendiri. Ini balasan kalian ? Dan kamu Dimas, setelah ini angkat kaki dari rumah ku. Bawa ibu dan adikmu serta wanita murahan ini."Seru Hana sudah dikuasai amarah yang memuncak.
Sintia memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Hana. Dia berharap Dimas mendekat dan memeluknya, namun dia salah. Dimas justru mendekati Hana dan bersimpuh meminta maaf kepada Hana.
" Hana, tolong maafkan aku. Aku khilaf Hana, Sintia lah yang sudah menggodaku. Ini semua masih bisa di perbaiki, Hana."Ucap Dimas dengan mudahnya dia meminta maaf seolah tanpa rasa bersalah sedikitpun.
" Apa? Khilaf ? Khilaf kok keterusan, kamu kira aku tidak tahu jika kalian itu sudah 3 bulan ini berselingkuh. Dan anak yang ada dalam kandungan mbak Sintia itu juga anakmu. Itu yang namanya, khilaf?."Tanya Hana penuh amarah.
" Kamu, kamu tahu ?."Seru Dimas tergagap.
Bbuugghh
Hana menendang aset Dimas yang masih mengeras, meskipun sudah tertutup kolor masih nampak jelas jika benda tumpul itu masih menegang.
" Aooww.. Aduhh, Hana ini sakit sekali."Seru Dimas dengan menutup benda tumpul itu dengan kedua tangannya.
" Rasakan, nikmati sakit mu sendiri Dimas."Seru Hana dengan kesal.
" Sudah Han, biarkan pak Rt dan warga yang memberikan hukuman mereka. Kamu tidak perlu menghajar mereka."Ucap Vera sambil mengusap punggung Hana lembut.
Vera tahu saat ini pastinya hati Hana hancur, rasa sedihnya tidak bisa digambarkan lagi.
Hana hanya berusaha untuk kuat, agar dirinya tidak di tertawakan oleh Sintia dan Dimas.
" Aduh Sayang, bagaimana ini? Apa sakit?."Tanya Sintia menanyakan keadaan benda tumpul Dimas.
" Diam kamu, Sintia. Ini semua gara‑gara kamu!."Seru Dimas menyalahkan Sintia.
" Loh kita sama‑sama mau loh, kok bilang salah ku. Berani berbuat harus berani juga dong tanggung jawab, Mas."Seru Sintia tidak terima Dimas menyalahkannya.
Para warga semakin ramai, bahkan di luar rumah juga sudah ramai. Pak Rt meminta warga untuk tidak berlaku anarkis dan main hakim sendiri, semua masalah pasti ada jalan keluarnya.
" Kita arak mereka keliling komplek, pak Rt." Ucap ibu‑ibu yang paling membenci yang namanya pelakor.
" Iya pak Rt."
" Seret dia keluar rumah."
Suara riuh warga sudah tidak bisa dibendung lagi. Mau tidak mau Dimas dan Sintia di bawa keluar rumah dan akan di arak keliling komplek agar mereka jera.
Bahkan ibu Sundari sendiri tidak juga bangun dari tidurnya. Benar yang dikatakan Sintia, ibu Sundari jika sudah tidur akan susah bangun.
Dimas dan Sintia sudah di tarik keluar rumah. Di luar banyak para ibu‑ibu yang mencaci perbuatan Dimas dan Sintia. Ternyata saat penggerebekan tadi ada salah satu warga yang mengirim video Dimas dan Sintia lagi main, di group WA penghuni komplek. Sehingga para ibu‑ibu pun mulai berdatangan untuk menyaksikan langsung.
" Tolong jangan arak kami pak, saya sedang hamil pak Rt."Ucap Sintia memohon agar tidak di arak.
" Ada apa ini?."Tiba‑tiba Bayu datang dengan menerobos kerumunan warga.
Sore tadi Bayu memutuskan untuk pulang, dia ingin segera menyelesaikan urusannya. Kasihan Hana jika harus terlalu lama menunggu nya untuk menyelesaikan masalah. Namun saat baru sampai depan rumah, banyak warga berkerumun di depan rumah.
" Mas Bayu. Mas, akhirnya kamu pulang juga mas. Mas, Hana jahat mas !! Dia sudah memfitnahku berselingkuh dan berz!na dengan Dimas, ini tidak benar mas. Ini jebakan Hana mas, dia iri karena aku hamil mas. Iya mas aku hamil, kita akan segera punya anak mas."Ucap Sintia dengan memeluk Bayu erat.
" Mas Bayu, adik anda dan istri anda kami grebek karena mereka ketahuan berz!na di dalam rumah, bahkan saat kami masuk mereka masih melakukannya dengan Dimas masih di atas tubuh istri anda."Ucap pak Rt menjelaskan.
Kedua tangan Bayu terkepal sempurna, dia melepaskan pelukan Sintia dengan kasar. Langkah kaki tegapnya menuju ke arah Dimas yang diam sambil menundukkan kepalanya.
Bbugghhh
Bbugghhh
Bbugghhh
Pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan perut Dimas. Bayu menghajar Dimas membabi buta. Seakan tidak ada kata ampun untuk Dimas, dia adik kandungnya tega berbuat seperti ini.
" Mas Bayu sudah. Nanti dia bisa mati, dan mas akan masuk penjara."Ucap Hana menghentikan Bayu.
" Bangsat !! Bajingan kamu, Dimas. Dia itu istriku, apa tidak ada wanita lain yang bisa kamu tiduri. Lihatlah Hana, dia istrimu dia wanita yang sempurna. Kurang apa dia Dimas, selama ini Hana sudah menafkahi kalian tapi ini balasan kalian!!."Teriak Bayu dengan lantang.
" Maaf mas."Ucap Dimas sambil menahan rasa sakit di wajahnya.
" Mas, jangan menyalahkan Dimas. Semua ini karena Hana, dia yang sudah menjebak kami mas."Seru Sintia masih tetap membela diri.
" Diam kamu Sintia !! Aku sudah tahu betapa busuk dan murahannya kamu. Sintia Anggraini malam ini aku talak kamu !!."Seru Bayu dengan tegas dan serius.
Mas...
Hana menutup mulut dengan tangan kanannya, tidak pernah menyangka jika Bayu akan secepat itu menceraikan Sintia. Apa lagi Sintia dalam keadaan hamil, meskipun itu bukan anaknya.
" Kamu tidak bisa menyerahkanku mas. Karena aku sedang hamil anak kamu mas."Ucap Sintia tidak terima dia diceraikan begitu saja.
" Kamu memang sedang hamil, tapi itu bukan anakku !! Itu anak Dimas, kamu kira aku tidak tahu jika kamu sedang hamil 3 minggu. Bodoh kamu Sintia, kamu menjadikan status hasil USG kandunganmu dengan begitu ketahuan betapa bodohnya kamu. Aku sudah 9 minggu lebih tidak pulang, dan kamu baru hamil 3 minggu?" Ucap Bayu emosi.
Hhhuuuuuuuu
" Dasar perempuan gatal."
" Suami adik sendiri di embat juga "
" Laki‑ laki dan perempuan sama saja. Sama‑sama menggatal."
" Ayo arak..."
Warga sudah semakin emosi, Bayu dan Hana sudah tidak perduli lagi. Dimas dan Sintia harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka berdua.
Di tempat lain, di malam yang sama. Lastri dan pacarnya bermalam di kostan pacarnya. Lastri beralasan, jika dia ada tugas kuliah dan menginap di rumah temannya.
Namun nyatanya, Lastri sedang pacaran dan sampai menginap di kostan sang pacar. Bahkan mereka juga sudah berbuat diluar batas.