NovelToon NovelToon
SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

SARUNG TANGAN PENGHANCUR GUNUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Bagi Zei, dunia hanyalah hamparan lumpur sawah Desa Danau Keruh dan beratnya cangkul di pundak. Namun, segalanya runtuh dan lahir kembali ketika ia menyaksikan Turnamen Musim Semi. Di atas panggung kuarsa, ia melihat Qian Yue’er—sang "Permata" dari Sekte Cendrawasih—bertarung dengan keanggunan yang menyerupai tarian burung surga.

​Terpikat oleh keindahan yang mustahil itu, Zei menolak takdirnya sebagai petani. Menggunakan Qi elemen tanah yang kasar dan memodifikasi alat tani menjadi senjata, ia nekat merangkak naik dari turnamen ke turnamen. Di tengah cemoohan kaum bangsawan yang menganggapnya "pungguk merindukan bulan", Zei harus bertarung melawan rasa mindernya sendiri.

​Ini bukan tentang menjadi yang terkuat di kolong langit, ini tentang sebuah janji naif seorang anak desa: agar bisa berdiri di panggung yang sama dan melihat sang bulan menari sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GENGGAMAN TANGAN SAHABAT

​Matahari baru saja mengintip dari balik perbukitan Desa Danau Keruh, memancarkan semburat jingga di atas permukaan sawah yang berkabut. Di teras rumahnya, Zei duduk di atas bangku kayu sambil menatap tumpukan koin tembaga di dalam mangkuk tanah liat. Setelah dihitung berulang kali oleh ibunya, jumlahnya tetap sama: tidak cukup.

​Kota kecamatan bukan hanya jauh, tetapi birokrasi di sana terkenal kejam. Biaya pendaftaran Turnamen Seleksi Bakat Daun Hijau setara dengan hasil menjual tiga karung padi kualitas terbaik—sesuatu yang tidak mungkin dikorbankan keluarganya menjelang musim paceklik.

​"Sudah kuduga, isi kepalamu itu memang cuma ada lumpur dan mimpi, Zei!"

​Sebuah suara cempreng yang sangat akrab memecah keheningan. Dari balik pagar bambu, muncul seorang pemuda bertubuh kurus dengan jubah rami yang sengaja diikat agak tinggi agar tidak menyapu tanah. Di bahunya, ia memikul sebuah tas kain besar yang tampak penuh. Itu A-Lang, sahabat Zei sejak mereka masih gembala kerbau.

​A-Lang melangkah masuk tanpa permisi, langsung duduk di sebelah Zei dan melirik mangkuk berisi koin tembaga tersebut. Ia berdecak pelan. "Hanya segini? Jangankan membayar biaya pendaftaran, untuk menyuap penjaga gerbang kota agar tidak mengusirmu karena bau kotoran kerbau saja ini tidak akan cukup."

​Zei menghela napas, bahunya merosot. "Aku tahu, A-Lang. Tapi aku sudah berjanji pada Ayah. Aku harus pergi."

​"Dan karena itulah aku di sini, Kawan," A-Lang menyeringai lebar, menepuk dada kurusnya dengan bangga. "Kau pikir untuk apa aku sering ikut paman pengepul sayur ke kota? Aku tahu seluk-beluk tempat itu. Kau mungkin punya otot sekeras batu gunung setelah latihan gila itu, tapi kau butuh otakku untuk menembus birokrasi kota. Aku resmi menjadi manajermu sekarang!"

​"Tapi, A-Lang, dari mana kita dapat uangnya?" tanya Zei bingung.

​A-Lang tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mencengkeram lengan Zei dan menariknya paksa keluar dari halaman rumah. "Ikut aku ke lumbung padi desa. Ada yang menunggumu."

​Ketika Zei melangkah masuk ke dalam lumbung padi yang biasanya sepi di pagi hari, matanya seketika melebar. Di dalam ruangan luas yang beraroma jerami kering itu, hampir seluruh pemuda sebaya dari Desa Danau Keruh telah berkumpul. Di barisan depan, Mei—adik perempuan Zei—berdiri sambil memegang selembar kain yang dilipat rapi.

​"Zei!" Bimo, salah satu pemuda berbadan tegap yang sering bertaruh balap kerbau dengan Zei, maju ke depan. Ia meletakkan sebuah kantong kain yang bergemerincing berat ke atas meja kayu. "Ini dari kami semua. Anak-anak muda Desa Danau Keruh."

​Zei terpaku. "Kalian... apa ini?"

​"Kami mendengar dari ibumu kalau kau berhasil membuat Paman Yan mundur tiga langkah dalam duel," A-Lang menjelaskan, kini suaranya terdengar lebih serius. "Anak-anak kota selalu menganggap kita, orang desa, hanya bisa mengendus pantat sapi. Mereka mengira kita tidak punya bakat untuk menyentuh langit kultivasi. Hari ini, kau membawa harapan kami semua, Zei."

​Bimo menepuk pundak Zei dengan keras. "Kami patungan. Ada yang memberikan koin tabungannya, ada yang merelakan uang jajan pasarnya. Jumlahnya pas untuk biaya pendaftaran dan uang makan kalian selama satu bulan di kota. Kau harus menang, Zei! Jangan biarkan orang-orang kota itu menertawakan jubah ramimu!"

​Mei kemudian melangkah maju, menyerahkan lipatan kain di tangannya kepada Zei. Saat dibuka, itu adalah sebuah jubah rami baru berwarna cokelat gelap yang bersih, dijahit dengan rapi tanpa ada satu pun tambalan kasar. "Ini dijahit oleh gadis-gadis desa, Kak. Agar Kakak terlihat gagah di atas panggung nanti," ucap Mei dengan mata berkaca-kaca namun penuh senyum.

​Tenggorokan Zei mendadak terasa tersumbat. Rasa hangat yang begitu masif menjalar dari dadanya, merembet hingga ke ujung-ujung jarinya. Motivasi awalnya yang murni karena ingin mengejar keindahan Qian Yue'er kini mendadak berlapis. Di pundaknya, kini ada harapan, keringat, dan harga diri dari seluruh orang yang menyayanginya di desa ini.

​"Terima kasih... aku tidak akan mengecewakan kalian," ujar Zei, suaranya serak menahan haru. Ia mencengkeram kantong koin itu erat-erat.

​"Eits, jangan senang dulu!" A-Lang memotong suasana haru itu sambil membawa sekeranjang besar batu-batu sungai dan beberapa buah tomat yang sudah terlalu matang. "Sebelum berangkat, kita punya waktu beberapa jam. Orang kota menyerang dengan pedang dan sihir yang cepat, tidak lambat seperti cangkulmu. Kita perlu melatih refleksmu!"

​A-Lang langsung membagi pemuda desa menjadi beberapa kelompok yang mengepung Zei dari segala arah. "Peraturannya mudah, Zei. Kau berdiri di tengah, tutup matamu, dan gunakan Qi tanahmu untuk merasakan pergerakan udara. Jika kau terkena lemparan tomat busuk ini, kau harus mencuci kereta kuda paman penganter sayur yang akan kita pinjam!"

​"Mulai!" teriak A-Lang.

​Whusss! Whusss!

​Batu-batu kecil dan buah tomat mulai beterbangan dari berbagai sudut yang tak terduga. Pada beberapa lemparan awal, Zei kewalahan. Wajah dan jubah lamanya terkena hantaman tomat hingga memercikkan warna merah, memicu gelak tawa riuh dari teman-temannya.

​Namun, Zei segera menenangkan batinnya. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan kakinya merasakan getaran lantai lumbung. Ia memanggil Qi tanahnya, merentangkannya tipis-tipis ke udara di sekitarnya seperti jaring laba-laba yang tak kasat mata. Begitu ada benda yang membelah jaring energi tersebut, Zei bisa merasakannya.

​Plak! Plak!

​Gerakan Zei perlahan berubah. Tanpa membuka mata, tubuhnya bergeser setengah langkah ke kiri, membiarkan sebuah batu lewat hanya seujung rambut dari telinganya. Saat tiga buah tomat datang bersamaan, ia tidak menghindar, melainkan memusatkan energi ke lengan badannya—pola Sisik Naga samar berkelebat di bawah kulitnya—dan membuat buah-buah itu hancur berantakan saat membentur tubuhnya yang mendadak sekeras dinding benteng.

​Semua pemuda desa melongo takjub. Lemparan mereka perlahan berhenti.

​"Luar biasa..." gumam A-Lang, menjatuhkan sisa batu di tangannya. "Kau benar-benar sudah siap."

​Siang harinya, di bawah tatapan bangga Yan yang berdiri di ambang pintu, serta lambaian tangan meriah dari seluruh warga desa, sebuah kereta kuda tua yang dikemudikan oleh A-Lang perlahan bergerak meninggalkan gerbang Desa Danau Keruh. Zei duduk di bagian belakang, mengenakan jubah rami cokelat barunya yang bersih, menatap desanya yang kian mengecil di kejauhan.

​Langkah pertama di atas tanah telah diambil. Kini, jalan berlumpur itu mulai menanjak menuju kota, tempat di mana langit yang sesungguhnya menunggu untuk ditantang.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏿🌟💥
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
💥👍🏿👍🏻👍🏿💥
y@y@
🌟👍🏾👍🏼👍🏾🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
🌟👍🏿👍🏻👍🏿🌟
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
💥🌟👍🏻🌟💥
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
y@y@
👍🏿👍🏻🌟👍🏻👍🏿
y@y@
💥👍🏾👍🏼👍🏾💥
y@y@
⭐👍🏿👍🏻👍🏿⭐
y@y@
🌟👍🏼👍🏻👍🏼🌟
y@y@
⭐👍🏿👍🏾👍🏿⭐
y@y@
👍🏻⭐👍🏿⭐👍🏻
y@y@
👍🏾🌟👍🏼🌟👍🏾
y@y@
💥🌟👍🏼🌟💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!