Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Lucia
Lucia, Abraham, dan Johan kembali kerumahnya setelah mengantar Kiara ke sekolahnya... Mereka harus membicarakan tentang pelaku yang membuat Kiara dan Lucas mengalami kecelakaan.
Mereka melangkah memasuki rumah di sana sudah ada David, Diana, sisca, dan beberapa keluarga lainnya..
"Papa.. " lucia berlari memeluk David untuk menyalurkan kesedihannya.
"Abraham.. Johan duduklah dulu ada hal yang sangat penting yang harus kalian dengarkan mengenai pelaku yang membuat Kiara dan Lucas celaka" ujar David dan duduk bersama dengan putrinya.
Abraham menyengirkan keningnya begitupun johan yang merasa heran.
"Katakan lah.. David kami akn mendengarkan semuanya " kata Johan.
"Sebelum itu aku ingin membatalkan pertunangan Lucia dan Abraham"
ucap David membuat semua orang kaget kecuali Lucia yang sudah mengetahui hal ini sebelumnya.
"Apa maksudmu David.. Kenapa kau memutuskan hal seperti ini secara sepihak bukannya Lucia sendiri yang ingin bersama dengan Abraham"
ucap Diana kaget mendengar penuturan dari David.
"Ini demi keselamatan untuk kalian.. Aku sudah membicarakan hal ini dengan Lucia sebelumnya meski terasa sangat menyakitkankan Aku tatap akan membatalkan pertunangan ini"
lanjut David sesekali melirik Abraham.
Abraham memejamkan matanya tidak percaya bukannya Lucia sangat mencintainya dan apa sekarang Lucia sendiri yang memutuskan pertunangan mereka.
"Paman Katakan apa yang sebenarnya terjadi..?" tanya Abraham menahan kemarahan .
"Kak Aku minta maaf.. Ini bukan salah dari papaku tapi ini sepenuhnya salahku karena dari awal kau tidak menyukaiku tapi malah memaksamu untuk bertunagan" lirih Lucia menghapus air matanya.
" Dan Kak aku sudah tau kau mencintai Sullia selama ini" lanjut Lucia walau nafasnya sesak.
"Katakan yang sebenarnya Luc.. " Bentak Abraham marah.
"Abraham kau dengarkan ini baik-baik... Sebenarnya yang membuat Kiara celaka adalah orang tua dari Sullia kau pasti bingungkan.. Awalnya kami juga bingung dengan kebenaran ini namun ada hal yang ganjal dengan kejadian waktu itu"
"Lucia sudah mendapatkan pesan dari mereka hampir setiap hari dan mengatakan agar pertunangan kalian di batalkan.. Hingga mereka mengirim sebuah rekaman kau mengatakan perasaanmu kepada Sullia di Rumah sakit"
Ucap David sukses membuat Diana dan Johan tidak percaya dengan Putranya.
"Dan satu lagi kau juga mengetahui bahwa Sullia selama ini hanya berpura-pura depresi agar kalian tetap bisa berhubungan tanpa sepengetahuan dari kami" Lanjut David dengan raut wajah kecewa.
Abraham tidak menyangka bahwa kebohongannya akan terbongkar di hadapan seluruh keluarganya.. Lucas menatap kakaknya dengan tatapan kebencian pantas saja dulu ketika Sullia datang ke rumahnya Abraham selalu berada dirumah sepanjang hari.
"Berengsek kau kakak aku tidak menyangka kau akan mengkhianati Luc yang sangat tulus mencintamu"
kesal Lucas berlalu meninggalkan mereka semua.
"Johan. Diana kami pamit dulu aku bahkan sudah tidak bisa membiarkan Anakku bersama dengan Abraham yang penuh tipu muslihat"
pamit David kepada kedua sahabatnya dan melirik Abraham dengan sinis.
Setelah pergi Akhirnya tangisan dari lucia semakin keras hati David terasa sangat perih melihat putrinya bernasib sama dengannya. Tapi David beruntung memiliki Sisca di sisinya dan mendukungnya dari belakang.
"Papa Hiks.. Hiks.. Hiks... " lirih Lucia berurai airmata.
"lepasaka semuanya sayang.. Papa dan mama selalu ada untukmu menangislah" memeluk Putrinya dan menepuk punggungnya agar Lucia merasa sedikit legah..
Lucia menangis sejadi-jadinya ia sangat bodoh mencintai orang yang tidak pernah menginginkannya.
.
.
.
.
.
Tbc....???