Novel ini bercerita tentang seorang gadis yatim piatu, yang selama ini tinggal dipanti asuhan, lalu jatuh cinta dengan seorang pemuda kaya, dan rencananya mereka akan segera menikah, namun karna ia bukan dari kalangan orang berada,membuat kedua orangtua suaminya tak merestui pernikahan mereka, akan kah mereka bisa hidup bahagia meski tanpa restu orang tua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Saat ini Jimi sedang dalam perjalanan menuju kediaman Aisyah, sebelumnya ia sudah mengatakan pada keluarganya jika malam ini ia akan memperkenalkan kekasihnya pada mereka, dan tentu saja kedua orangtuanya terkejut, termasuk Jaka. Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit, akhirnya ia sampai didepan tempat tinggal Aisyah
Tok-tok-tok
'' Assalamu'alaikum...'' Jimi mengetuk pintu ambil mengucapkan salam
Tak lama terdengar suara jawaban dari dalam rumah
'' Wa'alaikum salam..'' jawab seseorang namun dengan suara nyaring, yang ternyata itu adalah suara Lala
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka, bersamaan itu terlihat seorang gadis kecil berambut hitam panjang, yang sangat cantik dimata Jimi.
'' Om siapa?'' tanya Lala dengan suara khas anak kecil
'' Om temannya Aisyah, dia ada gk dirumah?'' tanya Jimi, sebenarnya ia bertanya-tanya dalam hati, tentang siapa anak kecil yang berada dihadapannya saat ini.
'' Om temannya bunda?'' tanya Lala
'' Hah? bunda? beo Jimi
'' Iya, tadi katanya om cari yang nama nya Aisyah kan??'' tanya ulang Lala, dan Jimi langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban
'' Yaudah, Aisyah itu adalah bunda nya Lala.'' ucapnya, membuat Jimi langsung terkejut
'' APA? kamu putrinya Aisyah? bagi mana mungkin?'' ucapnya pelan diakhir kalimat
'' Siapa yang datang sayang?'' tanya seorang wanita cantik, yang tak lain adalah Aisyah, malam ini wanita tersebut sangat cantik, dengan balutan gamis modern kekinian, membuat Jimi tak berkedip melihatnya
'' om jangan tatap bunda Lala seperti itu, coba lihat air liur om hampir menetes seperti itu.'' ucapnya, mendengar perkataan Lala replek Jimi langsung mengusap mulutnya, membuat dua wanita cantik berbeda usia itu tertawa melihatnya.
'' Kenapa kalian berdua tertawa?
'' Itu karna om kena,, Lala kerjain.'' ucapnya yang kembali tertawa, membuat Jimi langsung tersenyum mendengarnya
'' Waah, bunda cantik banget bun? kok Lala baru lihat baju yang bunda pakai ini bun'' tanya Lala polos
'' I-ini pemberian paman ini.'' jawab Aisyah
'' Benarkah? sebenarnya om ini siapanya bunda? apa dia calon ayah nya Lala?'' tanya Lala yang membuat Jimi hampir saja tersedak ludahnya sendiri
'' Bukan sayang, dia bukan calon ayahnya Lala.'' ucap Aisyah tak enak hati
'' Tidak masalah kalau Lala mau anggap saja paman sebagai ayah Aisyah.'' ucap Jimi.
'' Benarkah paman? waah, akhirnya Lala punya ayah juga, asiikk, jadi nanti Lala gk bakalan diejek lagi sama teman-teman Lala ucapnya senang
***
Saat ini Aisyah dan Jimi sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Mahendra, yaitu rumah kedua orangtua Jaka dan Jimi, pria itu sudah tau kalau Lala adalah anak Jaka adik nya,, Aisyah sudah menceritakan semuanya.'' Bang Jimi tidak perlu mengatakan itu pada Lala, saya tidak ingin dia terlalu berharap.'' ucap Aisyah
'' Kenapa tidak? saya adalah pamannya, dan Al adalah ayahnya, lagi pula tidak ada salahnya membuatnya senang.'' ucapnya lagi
Saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman kediaman keluarga Mahendra, terlihat tamu sudah berdatangan, namun masih belum terlalu banyak, terbukti dari beberapa mobil yang terparkir dihalaman rumahnya
'' Ayo turun,'' ajak Jimi. sambil membuka pintu mobil disebelahnya, Aisyah hanya mengangguk lalu membuka pintu mobil disebelahnya
'' Bang saya takut.'' ucap nya, entah kenapa tiba-tiba saja Aisyah merasa berdebar, bukan karena Jimi, namun karna sebentar lagi ia akan kembali bertemu dengan Lidya, ibu mertuanya, kali ini ia akan kembali diperkenalkan sebagai calon menantu untuk yang kedua kalinya, namun dari lelaki yang berbeda, meskipun hanya pura-pura, namun tetap saja, ini pertemuan yang nyata.
'' Sudah tidak apa-apa, sebelum kita ketemu sama mama, kita akan jumpai papa terlebih dahulu.'' jelasnya, sebelumnya Jimi memang sudah menceritakan semuanya pada Kevin papanya, hanya saja Jimi belum bilang jika Jaka sudah memiliki putri dari Aisyah, karna ia juga baru mengetahui nya tadi
Keduanya melangkah masuk kedalam rumah tersebut, terlihat didalam sana beberapa tamu undangan sedang menikmati makanan, bahkan mereka melihat Bu Lidya yang terlihat asik mengobrol dengan beberapa tamu, untung ia belum menyadari kedatangan mereka, hingga Jimi bisa langsung menemui Kevin terlebih dahulu. Sedangkan dilantai atas, terlihat pak Kevin sedang duduk disamping jendela, lelaki yang setiap harinya duduk dikursi roda, sedang menikmati pemandangan di halaman rumahnya, dan ia bisa melihat siapa-siapa saja yang datang dari jendela itu, bahkan kedatangan Jimi dan Aisyah dia juga sempat melihatnya.
'' Pah.'' panggil Jimi, membuat pak Kevin langsung memutar kursi rodanya, pria paruh baya tersebut langsung tersenyum, kala melihat kehadiran keduanya, ini adalah kali pertama Aisyah bertemu dengan ayah mertuanya, ia tidak menyangka jika ayah mertuanya tersebut ternyata sedang sakit.
'' Pah, ini Aisyah, Aisyah itu adalah papa, ayah mertua kamu.'' ucap Jimi
Tanpa diminta Aisyah pun langsung melangkah mendekati Kevin, dan berjongkok didepan sang ayah mertua, lalu meraih tangan pria paruh baya tersebut dan menciumnya
Kevin tersenyum, sambil mengusap sayang kepala menantunya tersebut.''' Maafkan papa nak, karna papa tidak bisa berbuat apapun saat itu.'' sesalnya, Aisyah yang mendengarkan ucapan ayah mertuanya langsung mengangkat wajah, memberi jarak agar ia bisa menatap wajah pria paruh baya, yang sudah terlihat kerutan diwajahnya
' Iya, mmmm,,,'' Aisyah mengantung ucapannya, merasa bingung harus memanggil dengan sebutan apa, karna ia masih merasa canggung
'' Panggil ayah saja jika kamu merasa tidak nyaman dengan sebutan papa!'' sambung Kevin yang mengerti kebingungan menantu nya tersebut.
'' A-ayah,'' ucapnya, ada rasa hangat didalam hatinya, saat memanggil ayah pada orangtua dari suaminya itu, karna sejak kecil Aisyah yang memang hidup dipanti asuhan
sama sekali tak pernah memanggil kata ayah pada seseorang.
'' Ayah tidak perlu merasa bersalah, mungkin ini sudah jalan takdirku.'' ucapnya sambil mencoba tegar
'' Kamu wanita yang baik, Jaka sangat beruntung memiliki istri seperti kamu.'' ucapnya
'' Terimakasih ayah, aku juga merasa beruntung memiliki ayah mertua yang baik seperti ayah.''
'' Jangan memujiku seperti itu nak, ayah bukan ayah mertua yang baik, ayah tidak bisa membuat Jaka kembali dan mengingatmu, maafkan ayah.'' ucapnya sendu
'' Ayah jangan bicara seperti itu, ini sudah jalan takdirku ayah, jadi ayah jangan merasa bersalah.'' ucap Aisyah
Prok-prok-prok
'' Wah-wah-wah,, cukup mengharukan drama ini.'' ucap Bu Lidya yang tiba-tiba datang, membuat semua orang langsung menoleh keasal sumber suara, Aisyah pun langsung bangkit dan sedikit menjaga jarak dari sang ayah mertua.
'' Mama, kenapa mama bisa ada disini?'' ucap Jimi kaget, ini sungguh diluar dugaannya, kalau sudah begini, hancurlah sudah rencananya untuk membuat Aisyah masuk kerumah ini, pikirnya
'' Kau benar-benar membuat mama kecewa Jimi.' ucapnya marah
'' Mah aku bisa jelasin mah, ak---,'' ucapan Jimi langsung terputus kala sang mama meletakan tangan, dengan kelima jarinya didepan wajah Jimi, agar pria itu menghentikan ucapannya.
Next
kesel liatnya
gak bisa comen di setiap bab nya...
jaka bisa kecelakaan itu krn menyelamatkan ibunya yang tak tau diri itu🤧😢😢😢....