Arumi Bakhtiar tak kuasa menahan isak tangisnya kala mendapati perselingkuhan suaminya di hari pertama pernikahannya .Wanita itu merasa terkhianati karena kelakuan Raihan. Saat menjadi janda , ia sering menerima bulian dari teman sekantornya. Hingga ia bertemu dengan seorang loper koran yang akan membuat cintanya kembali menyala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wahyuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Ampun deh ... Siapa yang menyuruhmu bercanda di hadapanku ?", gertak Arumi dengan nada tegas dihadapan Reza .
Wanita itu tampak geleng - geleng kepala saat mendengar gurauan dari Reza. Wajahnya berkerut seraya memandang tajam wajah Reza yang ada dihadapannya.
"Maaf Bu ! Sebenarnya saya hanya melihat ibu tersenyum sekali saja dihadapan saya ",jawab Reza dengan tulus.
Suara yang rendah tapi terdengar tulus .
Reza membalas tatapan Arumi yang sangat tajam padanya tanpa menunduk sama sekali. Laki - laki itu mengabaikan rasa kesal yang dilayangkan Arumi padanya melalui sorot matanya.
Arumi memang mudah marah akhir - akhir ini. Bukan tanpa alasan , wanita itu masih memikirkan kelanjutan sidang kasus perceraiannya yang tidak lama lagi akan segera berlangsung di pengadilan agama setempat. Kekecewaannya pada Raihan masih menjadi trauma yang sangat mendalam untuknya. Arumi masih illfeel pada orang yang menyakiti hatinya tersebut .
Sosok Arumi berubah drastis dari yang sebelumnya ramah kini menjadi mudah marah dan hanya memasang wajah tegang dihadapan para karyawannya semenjak cuti dari pernikahannya.
" Jangan kurang ajar kamu ya ! Saya tidak suka ada karyawan yang bercanda sama saya ! Dan satu lagi ,saya tidak suka teh yang kamu buat . Rasanya hambar dan tidak sesuai dengan selera saya. Sebaiknya kamu bekerja yang bener dan belajar lagi sama Nindi. Bawa teh ini keluar dari ruangan saya dan buatkan saya teh yang baru ",titah sang Direktur pada Reza .
"Baik Bu !",jawab Reza yang diabaikan oleh Arumi.Laki - laki itu segera mengambil nampan yang berisi teh hijau tadi dan membawanya kembali ke ruangan kitchen office.
'Sabar Reza. Bos itu maunya emang banyak ....sabar ...sabar ...dan sabar ya...Demi kuliahmu dan juga adikmu kamu harus sabar menghadapi bosmu yang jutek dan banyak maunya itu '
Reza berupaya menguatkan hatinya . Sudah beberapa kali ia bekerja , belum ada bos yang sebegitu bencinya terhadap dirinya seperti bosnya sekarang.
Sesampainya di kitchen office,Reza membuang teh hijau itu ditempat sampah yang tersedia. Namun sebelum dibuang , laki - laki itu sempat mencicipi rasa teh hijau yang dibilang hambar oleh nona besarnya tersebut.
' Rasanya enak dan takarannya sudah sesuai dengan yang diajarkan oleh Bu Nindi tadi ' , Reza nampak berpikir keras .
Saat Reza berperang dengan pikirannya sendiri , tiba - tiba Nindi sudah berdiri dan memperhatikannya dari tadi. Wanita yang ditunjuk sebagai koordinator OB itu merasa ada yang tidak beres dengan karyawan barunya tersebut.
"Ada apa Reza ? Apa ada masalah dengan teh yang kamu buat tadi ? Apa Bu Arumi marah - marah sama kamu ?",tanya wanita yang bertubuh agak gembur itu pada Reza .
"Kata Bu Bos rasa tehnya tidak enak padahal saya sudah membuat teh hijaunya sesuai dengan takaran yang Mbak Nindi ajarkan pada saya ",jawab Reza dengan lesu. Sebenarnya Reza menghapus rasa suudzon yang dimilikinya pada bos besarnya itu yang mungkin sengaja mencari - cari kesalahannya karena mungkin tidak menyukai dirinya.
Reza pun menceritakan segalanya pada Nindi.Semuanya tidak ada yang terlewatkan bahkan sejak pertemuan pertama dengan Arumi. Reza berharap Nindi bisa membantunya karena Nindi jauh lebih tahu bagaimana cara melayani Arumi daripada dirinya.
Bukannya mengomeli , Nindi malah cekikikan begitu mendengar cerita Reza yang sering mendapat omelan dari bos besarnya tersebut.
"Ha ...ha ... ha ....Reza ...Reza ...Pantas saja Bu Arumi marah - marah padamu . Kamu sendiri sih yang salah ",tawa Nindi terdengar renyah diruangan itu. Sementara Reza tidak tahu hal apa gerangan yang membuat Nindi terbahak - bahak seperti itu .
"Emangnya salah aku apa sih Mbak ? Nggak paham aku ",ucap Reza seraya menggaruk - garuk rambutnya yang tidak gatal .
"Kamu sih sok tahu ! Dengar ya Reza,foto laki - laki yang bersama Bu Arumi itu namanya Mas Raihan , suaminya Bu Arumi , namun sayangnya mereka berdua sedang menjalani proses perceraian ....",Nindi menjelaskan dengan suara tertahan . Wanita itu mengambil napas dalam - dalam dan melanjutkan ceritanya kembali kisah buruk yang dialami oleh bosnya tersebut pada Reza melalui kabar yang ia dengar.
Hal yang dialami bosnya tersebut sedang menjadi topik pembicaraan utama dikalangan para karyawan . Tentunya mereka membicarakan aib bosnya tersebut saat diluar kantor.
Entah darimana mereka bisa tahu , sumbernya dari siapa yang pasti masih belum jelas.
Nb : Mohon maaf ya hari ini saya up 1 Chapter .... Dukung terus karya saya dengan dukungan kalian ya...
Terima kacih....
Tia ternganga.
Tak percaya dengan ancaman yang baru dilontarkan Michael padanya.
Jadi..Tia ikut atau menolak ?
Baca novelnya "MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS"
Klik aja akun ini..
Selamat membaca 😘
bagus
semangat