NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Jebakan di Jalan Setapak

Wang Hao bangkit dari kursinya. Ia memandang halaman kecil itu untuk terakhir kalinya, tempat yang telah menjadi saksi bisu dari perubahan pertamanya di dunia ini.

Setelah menyimpan kursi rotannya ke dalam cincin ruang... dia berbalik dan melangkah meninggalkan halaman. Langkahnya tenang, tidak tergesa-gesa, kedua tangannya di belakang tubuh seperti biasa.

Ia berjalan melewati lorong-lorong batu yang sudah sangat dikenalnya, melewati taman dalam yang kolam ikannya memantulkan sinar matahari pagi, melewati paviliun kecil tempat ia sesekali minum arak bersama Patriark Sheng. Setiap sudut menyimpan kenangan kecil yang tidak akan ia lupakan.

Bukan karena sentimental, melainkan karena setiap kenangan adalah bagian dari Dao yang ia tenun dalam kehidupan keduanya ini.

Ketika tiba di depan pintu aula utama, Wang Hao berhenti sejenak. Ia bisa mendengar suara napas yang tertahan dari dalam, langkah-langkah kaki yang gelisah, dan bisikan-bisikan pelan yang mencoba menyembunyikan kesedihan.

Ia mendorong pintu dan melangkah masuk.

Aula utama sudah dipenuhi oleh orang-orang yang telah menjadi bagian dari kehidupannya selama setahun terakhir.

Patriark Sheng berdiri di tengah dengan kedua tetua di sampingnya. Para anggota inti klan berjajar di sepanjang dinding. Bahkan para pelayan yang biasanya sibuk dengan tugas masing-masing kini berdiri diam di sudut-sudut ruangan, menundukkan kepala dengan hormat.

Dan di depan, berdiri dua orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersamanya selain Patriark Sheng.

Lao Fan, alkemis tua yang kini wajahnya lebih segar dan posturnya lebih tegap berkat metode kultivasi yang Wang Hao berikan.

Gu Yan, pemilik toko ramuan yang kini tidak lagi cemas dan gelisah seperti dulu. Keduanya menatap Wang Hao dengan mata berkaca-kaca, menahan air mata yang sudah hampir tumpah.

"Apa saya masih memiliki hutang?"

Pertanyaan itu keluar dari mulut Wang Hao dengan nada datar, tetapi semua orang di ruangan itu tahu bahwa itu bukan pertanyaan sungguhan. Itu adalah caranya untuk memecahkan keheningan yang terlalu berat.

Patriark Sheng menggeleng pelan, lalu menangkupkan kedua tangannya.

"Tidak ada hutang, Chen Nan. Yang ada hanyalah budi yang tidak akan pernah bisa kami balas." Suaranya bergetar di akhir kalimat. "Kau tidak hanya menyelamatkan klanku, kau juga memberi kami harapan. Generasi penerus, dan masa depan cerah."

"Kalau begitu, sudah waktunya saya pergi."

Lao Fan melangkah maju, air matanya akhirnya jatuh. "Tuan Muda... terimalah hormat terakhir dariku."

Ia menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk dalam-dalam, begitu rendah hingga punggungnya hampir sejajar dengan lantai.

"Kau telah mengubah hidupku. Sebelum bertemu denganmu, aku hanyalah alkemis tua yang terlupakan. Sekarang... sekarang aku bisa membuat pil yang bahkan tidak bisa dibuat oleh alkemis sekte besar. Semua itu berkatmu."

Gu Yan mengikutinya, membungkuk sama dalam. "Aku juga, Tuan Muda. Tokoku hampir bangkrut sebelum kau datang. Sekarang... sekarang Balai Ramuan Giok Hijau dikenal sampai ke kota-kota tetangga. Terima kasih."

Wang Hao memandang datar kedua orang tua yang membungkuk di hadapannya. Di dalam hatinya, ia merasa sedikit tidak nyaman dengan semua emosi ini. Selama puluhan ribu tahun hidup sebagai Wang Hao, ia terbiasa dengan penghormatan dan penyembahan, tetapi tidak pernah terbiasa dengan kehangatan yang tulus.

Namun ia sadar, ia bukan lagi Wang Hao di dunia ini. Setidaknya tidak di permukaan. Ia adalah Chen Nan, seorang pemuda berusia dua puluh satu tahun yang telah menerima kebaikan timbal-balik dari orang-orang ini. Untuk itu, mereka pantas untuk mendapatkan kata-kata yang lebih manusiawi.

"Berdirilah," katanya, suaranya sedikit lebih lembut dari biasanya. "Saya hanya melakukan apa yang saya ingin, dan memberikan apa yang kalian butuhkan. Selebihnya adalah hasil kerja keras kalian sendiri."

Mereka tidak bergerak, tetap membungkuk.

"Saya katakan, berdirilah."

Perlahan, Lao Fan dan Gu Yan menegakkan tubuh mereka. Air mata masih mengalir di pipi mereka, tetapi mereka tersenyum.

Wang Hao mengedarkan pandangannya ke seluruh aula, lalu menangkupkan kedua tangannya ke arah Patriark Sheng. Itu adalah isyarat penghormatan yang sederhana, tetapi cukup untuk membuat semua orang di ruangan itu menahan napas. Chen Nan, yang biasanya dingin dan jarang menunjukkan emosi, sekarang memberi hormat kepada mereka. Itu adalah pemandangan yang tidak akan pernah mereka lupakan.

"Jaga anak-anak itu dengan baik," kata Wang Hao. "Mereka adalah masa depan klan ini."

Patriark Sheng mengangguk dengan mata yang juga mulai berkaca-kaca.

"Akan kulakukan. Aku bersumpah."

Wang Hao berbalik dan melangkah keluar dari aula. Gu Yan dan Lao Fan mengikutinya dari belakang.

Mereka bertiga berjalan melewati jalanan Kota Lanyu yang mulai ramai oleh aktivitas pagi. Para pedagang membuka kios mereka, para kultivator berjalan menuju pasar, dan anak-anak berlarian di sepanjang jalan batu.

Ketika mereka tiba di gerbang utara, Wang Hao melihat gerobak yang tidak asing.

Tie Zhu, si penempah dari toko senjata sepi, duduk di kursi kusir bersama Nenek Cai, wanita tua pemilik Toko Harta Spiritual Seribu Bayu yang telah menjual benang naga dan rotan spiritual padanya. Gerobak mereka sudah penuh dengan peralatan dan perbekalan, siap untuk perjalanan jauh.

Mereka berdua melompat turun ketika melihat Wang Hao mendekat.

"Kami sudah menunggumu untuk pamitan," kata Nenek Cai dengan suara seraknya. "Aku dengar kau akan pergi juga hari ini. Kebetulan sekali. Kami juga akan meninggalkan kota ini."

Tie Zhu melanjutkan. "Ayo ikut bersama kami. Ini bisa menghemat waktumu."

Wang Hao menggelengkan kepalanya.

Kedua orang itu tampak kecewa melihat reaksi Wang Hao. Namun mereka sebenarnya sudah tau, pemuda ini ingin melakukan perjalanan sendiri tanpa terganggu.

"Mau ke mana?" tanya Wang Hao memecahkan keheningan.

"Entah," jawab Tie Zhu sambil mengangkat bahu. "Ke mana pun angin membawa kami. Setahun terakhir ini... berkat saran-saranmu, kultivasiku meningkat pesat. Tapi aku merasa mentok lagi. Mungkin dengan bepergian, aku bisa menemukan pencerahan baru."

Nenek Cai terkekeh. "Aku juga. Metode yang kau berikan membuatku menembus ke tahap menengah Pendirian Fondasi setelah dua puluh tujuh tahun terhenti. Sekarang aku ingin melihat dunia. Siapa tahu ada petualangan baru di luar sana."

Wang Hao tersenyum tipis. Selama setahun terakhir, Tie Zhu dan Nenek Cai sesekali berkunjung ke Klan Sheng untuk meminta saran kultivasi. Awalnya Wang Hao malas meladeni mereka, tetapi karena keduanya banyak memberikan informasi berharga tentang dunia luar, ia pun terpaksa membalas dengan memberikan petunjuk-petunjuk kecil. Tanpa disadari, jalinan aneh telah terbentuk di antara mereka.

"Semoga perjalanan kalian lancar," kata Wang Hao.

Nenek Cai mengangguk, lalu naik kembali ke gerobak. Tie Zhu mengikutinya, memegang tali kekang kuda roh. "Sampai jumpa, Chen Nan. Siapa tahu kita bertemu lagi di jalan."

Wang Hao memberikan anggukan singkat.

Kemudian gerobak itu mulai bergerak, meninggalkan gerbang utara, dan perlahan-lahan menghilang di balik gundukan tanah di kejauhan.

Gu Yan melangkah maju, berdiri di samping Wang Hao. "Tuan Muda Chen Nan, semoga perjalananmu berjalan lancar."

Lao Fan mengangguk di sisi yang lain. "Aku juga berharap demikian. Dan terima kasih atas bimbingan juga ilmu yang Tuan Muda berikan selama ini."

Wang Hao menatap mereka berdua, lalu tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

"Baiklah. Kita akan berpisah di sini."

Ia melangkah maju, meninggalkan gerbang kota, meninggalkan Gu Yan dan Lao Fan yang masih berdiri memandangi punggungnya.

Tangannya terangkat, melambai pelan ke arah belakang tanpa menoleh.

"Hiduplah dengan bahagia," katanya, suaranya terdengar jelas meskipun jarak sudah mulai menjauh. "Jangan terlalu mengejar harta, hingga lupa membagi waktu untuk keluarga."

Deg!

Kata-kata itu menghantam Gu Yan dan Lao Fan seperti tamparan keras.

Selama ini, mereka begitu sibuk mengembangkan bisnis pil hingga sering melupakan keluarga mereka sendiri. Gu Yan jarang pulang ke rumah istrinya. Lao Fan bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia makan malam bersama putrinya.

Mereka berdua menunduk dalam-dalam, air mata kembali mengalir.

"Terima kasih banyak... Guru!"

Wang Hao terus berjalan, tidak menoleh lagi.

*****

Dua jam kemudian...

Jalanan kota telah lama menghilang di belakangnya.

Wang Hao kini berjalan sendirian di jalan setapak yang dikelilingi oleh hutan lebat. Pohon-pohon tinggi menjulang di kedua sisi, dedaunannya menciptakan bayangan yang diterpa angin.

Langit di atasnya masih cerah, tetapi di dalam hutan udaranya terasa lebih dingin dan lebih lembab. Aroma tanah basah dan kayu lapuk memenuhi indranya.

Tiba-tiba, dari sisi kanan jalan setapak, sebuah serangan cepat melesat mengarah ke kepalanya. Serangan itu adalah tombak perak yang terbuat dari energi spiritual murni, ujungnya berputar membentuk pusaran kecil yang bisa menembus batu.

Wang Hao tidak menghentikan langkahnya.

Wush!

Tombak perak itu melesat di belakang kepalanya, melewati rambutnya dengan jarak satu jari, lalu menghantam tanah lima meter di samping kiri jalan setapak.

Duar!

Ledakan keras mengguncang tanah. Debu dan serpihan batu beterbangan, meninggalkan lubang selebar satu meter di tempat tombak itu mendarat.

Wang Hao menghentikan langkahnya.

Kedua tangannya masih di belakang punggung. Ekspresinya tetap tenang, seolah-olah serangan yang baru saja nyaris mengenai kepalanya hanyalah gangguan kecil yang tidak layak untuk ditanggapi dengan serius.

Ia mendesah pelan, lalu berbicara dengan suara datar yang terdengar jelas di tengah keheningan hutan.

"Sekte Awan Ungu, Klan Gao, dan juga Klan Wei. Kalian berpikir bisa melakukan apa pun karena saya sendiri." Ia menggelengkan kepalanya sedikit. "Itu terlalu naif."

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, bayangan-bayangan mulai bermunculan dari balik pepohonan.

Wush! Wush! Wush!

Satu per satu, dua puluh kultivator Pendirian Fondasi muncul dari kegelapan hutan.

Sepuluh orang mengenakan jubah ungu dengan emblem awan di dada mereka, termasuk Tetua Huan Yue yang berdiri di barisan depan dengan ekspresi dingin dan penuh kemenangan.

Lima orang lainnya mengenakan jubah hitam dengan emblem pedang bersilang, dipimpin oleh Patriark Gao yang tersenyum tipis dengan tangan terlipat di dada.

Lima orang terakhir mengenakan jubah biru tua dengan lambang harimau perak, dipimpin oleh Patriark Wei yang menatap Wang Hao dengan sorot penuh kebencian.

Dua puluh kultivator Pendirian Fondasi. Dengan skala kekuatan yang bahkan bisa menghancurkan seluruh kota kecil dalam semalam. Kini mereka semua berkumpul hanya untuk satu orang.

Huan Yue melangkah maju, suaranya dingin seperti angin musim dingin.

"Chen Nan... kami telah menunggu hari ini." Ia berhenti sekitar sepuluh meter di depan Wang Hao, kedua tangannya disilangkan di depan dada. "Sekarang kau bisa pilih. Menyerahkan beberapa resep pil terbaik yang kau miliki..."

Patriark Gao menyelesaikan kalimatnya dengan nada yang lebih kasar.

"...atau menolak, tapi mati."

Wang Hao menatap mereka satu per satu. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun.

"Saya tidak akan memberikan apapun pada kalian."

1
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
up
Jojo Shua
🙏
Jojo Shua
44
Jojo Shua
4
Agus Rose
Cerita yang cukup baik tapi update nya yg kurang.
Zerro One: Terimakasih penilaian nya.

saya ragu karena novel ini slow plotnya.
total 3 replies
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!