NovelToon NovelToon
Left After 7 Days Of Marriage

Left After 7 Days Of Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Anita Rachman

Giwang gadis desa yang menikah dengan pujaan hatinya, tapi dia di tinggalkan suaminya setelah tujuh hari menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Rachman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Paijo menghubungi istrinya.

"Ya Mas, ada kabar tentang Giwang?" tanya Siti dari ujung ponselnya.

"Ada," sahut suaminya pelan.

"Oh syukurlah, sekarang dia di mana?" tanya Siti lagi.

Paijo menceritakan kejadian yang dia dengar dari resepsionis dan kepala sekuriti. Hal itu membuat Siti geram dan marah dengan sikap Agung.

"Kurang ajar, dasar pria enggak tau di untung!" Siti mencaci maki Agung yang mana sosoknya tidak ada di depannya.

"Lalu sekarang Giwang di mana?" tanya Siti khawatir.

"Itu yang Mas enggak tau, mau cari ke mana," sahut suaminya bingung.

"Mas, aku takut kalau Giwang bunuh diri," Siti membayangkan rasa sakit hati yang di rasakan temannya dan berakhir dengan bunuh diri.

"Jangan ngomong seperti itu, besok Mas ke kantor Polisi menanyakan tentang Giwang tapi kamu kirim foto Giwang yang terbaru," ujar suaminya.

"Iya Mas."

Panggilan terputus. Siti merasa sedih dengan nasib Giwang yang tidak pernah merasakan kebahagian dari tinggal dengan Pakde dan Budenya, dia tidak bahagia. Dan ketika menikah Siti berpikir temannya akan merasakan kebahagian nyatanya tidak sama sekali.

"Semoga kamu selalu dalam keadaan sehat," gumam Siti berdoa.

***

Agung pergi ke kantor pengacara. Dia ingin menemui Ibu Rose, yaitu wanita yang menangani kasus perceraiannya.

Agung menunggu di ruang tunggu tidak berapa lama wanita paruh baya yang bernama Rose datang menghampirinya.

"Iya Pak," ujar wanita paruh baya itu sembari duduk berhadapan dengan kliennya.

"Bagaimana kasus perceraian saya?" tanyanya.

"Kami sudah mengirimkan surat ke alamat yang Bapak kasih tapi sampai sekarang tidak ada jawaban," sahut wanita itu.

"Memangnya surat itu isinya apa?" tanya Agung penasaran.

"Surat itu berisi pernyataan cerai yang Bapak ajukan, dan di sana istri Bapak harus menandatangani surat itu," jelasnya.

"Kalau surat itu tidak ada tanda tangannya bagaimana?" tanya Agung lagi.

"Kasus Bapak tidak akan masuk ke persidangan," jelas Rose lagi.

Agung diam, dia bingung menjadi orang kaya tinggal di depan mata tapi ada hambatan berupa istrinya.

"Berapa kali Ibu mengirim surat ke sana?" tanya Agung lagi.

Wanita itu melihat buku yang di bawanya. "Ada tiga kali dan satupun tidak ada jawaban," sahutnya.

"Bisa berikan saya surat lagi," ujar Agung.

Rose menatap Agung sembari mengerutkan dahinya.

"Tenang surat itu akan saya antar kan sendiri ke istri saya," jelasnya.

Wanita paruh baya itu keluar dari ruang tunggu menuju meja resepsionis dan menghubungi anggotanya dengan menggunakan telepon resepsionis untuk membuat surat baru.

Tidak berapa lama datang seorang pria masih muda membawa sebuah kertas dan menunjukkan ke Rose. Wanita paruh baya itu melihat dan mengecek isi surat. Setelah isinya sesuai Rose membawa surat itu ke Agung.

"Ini suratnya," ujar Rose. "Minta istri Bapak untuk menandatangani di sini," ujarnya lagi sembari menunjuk letak tanda tangan yang harus di bubuhkan Giwang.

Rose beranjak dari ruangan itu dan berbalik lagi. "Oh satu lagi, jangan karena Bapak menemui jalan buntu untuk merayu istri Bapak terus menandatangani itu," ujar Rose.

Busyet dia tau kalau aku berniat menandatangani surat ini.

"Oh tidak Bu, saya tidak akan melakukan itu," sahutnya gugup.

"Bagus kalau Bapak tau, karena jika Bapak melakukan kecurangan bukan perceraian yang Bapak dapatkan melainkan jeruji besi," ujar Rose tegas. "Permisi," wanita paruh baya itu meninggalkan Agung yang masih melongo dengan kata-katanya.

"Apa semua pengacara berbicara tegas seperti itu," gumamnya sembari keluar dari ruang tunggu menuju tempat parkir.

Di dalam mobil Agung melihat kembali surat itu. "Apa yang harus aku lakukan," gerutunya bingung. "Tidak mungkin aku ke kampung itu lagi," gumamnya dan memukul setir berulang kali.

***

Adlan duduk di kursi kebesarannya. Rose menyampaikan kasus Agung yang sampai sekarang belum ada kejelasan.

"Bagaimana ini Pak?" tanyanya.

"Kita tunggu kabar dari dia," sahut Adlan. Pintu ruangannya di ketuk. Masuk seorang pria gemulai ke dalam ruangan itu.

"Pak, Ibu Ana menghubungi anda," ujar Jeje yang merupakan sekretaris Adlan.

Adlan menghela nafasnya secara kasar. "Ada apa Pak?" tanya Rose yang memperhatikan sikap bosnya agak berat ketika mendengar orang tuanya menghubunginya.

"Tinggalkan saya," ujarnya dan mengangkat panggilan dari Ibu kandungnya.

"Ya Mami," sahutnya.

"Mami sampai menghubungi nomor perusahaan untuk menghubungi kamu," gerutu Maminya. "Mami sengaja menghubungi nomor perusahaan agar kamu tidak menolak panggilan Mami," gerutu Maminya.

"Maaf Mi, aku sibuk," sahut Adlan.

"Setidaknya luangkan waktu untuk Mami walaupun hanya sejam," ujar Maminya.

"Iya Mami sayang," sahut Adlan.

"Mami tunggu nanti malam di rumah, kita makan malam bersama," ujar Maminya.

"Tapi Mi."

"Tidak ada kata tapi, hanya kamu anak Mami yang terlalu sibuk sampai melupakan kalau Ibu kandungnya masih hidup," ujar Ibu Ana tegas dan segera menutup panggilan itu secara sepihak.

Adlan menghela nafasnya dan pintu ruangannya di ketuk, masuk teman akrabnya yang juga merupakan asistennya Adlan kedua setelah Ibu Rose.

"Kenapa?" tanya Bobi sembari duduk di kursi yang ada di hadapan temannya.

"Mami," sahutnya malas.

"Pasti kamu ingin menghindari pertanyaan dari Tante Ana, Adlan kapan kamu menikah, usia kamu sudah tiga puluh satu tahun," Bobi mempraktekkan cara bicara Ibunya Adlan.

"Sok tau," Adlan melempar penanya ke hadapan Bobi.

"Benar kan?" tanya Bobi lagi.

Adlan hanya menjawab dengan helaan nafasnya. "Ayolah, sampai kapan kamu sendiri, lupakan almarhumah tunangan kamu," ujar temannya.

Adlan hanya mendengarkan sembari memandang langit-langit ruangannya.

"Apa kamu belum bisa melupakan almarhumah Veronica?" tanya Bobi.

"Tidak segampang itu melupakan semuanya," ujar Adlan.

"Iya memang benar, tapi seharusnya kamu mencoba untuk bangkit," ujar temannya.

Veronica atau lebih tepatnya almarhumah Veronica, merupakan tunangan Adlan, dan meninggal karena kecelakaan mobil.

"Iya aku tau," sahut Adlan.

"Jika aku tidak bertengkar dengannya dan melarangnya untuk pergi mungkin dia masih ada di dekatku," ujar Adlan merasa sangat bersalah atas kecelakaan yang di alami Veronica.

"Itu bukan salahmu, semua sudah di atur Sang Kuasa," Bobi mendekati meja kerja temannya. "Lupakan sosok Veronica," ujar Bobi sembari menepuk bahu temannya. Bobi menggerakkan kepalanya memberi isyarat ke temannya tiba waktunya mereka meeting dengan klien baru.

***

Malam harinya...

Giwang telah membuat bahan kue untuk di jualnya besok pagi. Setelah itu dia duduk di sebelah Ibu Ima yang sedang asyik menonton televisi.

Giwang melihat ada ponsel di atas meja. Dia teringat tentang sahabatnya di kampung.

"Bu," ujar Giwang pelan.

"Iya nak," sahut Ibu Ima.

"Boleh aku pinjam ponsel Ibu?" tanyanya.

"Kamu mau menghubungi siapa?" tanya Ibu Ima sembari menatap gadis yang masih belia itu.

"Aku ingin menghubungi temanku di kampung," sahutnya. "Dia banyak membantuku ketika aku di sana dan aku ingin mengabari keadaanku," ujarnya.

"Pakailah," Ibu Ima menyerahkan ponselnya ke Giwang dan tentu saja dia harus belajar ketika menggunakan ponsel itu. Karena ini pertama kalinya dia menggunakan ponsel.

Setelah paham Giwang membawa ponsel itu ke kamarnya. Dia menghubungi temannya.

"Ya halo," sahut Siti.

"Siti ini aku Giwang," ujar Giwang.

"Giwang....!" teriak Siti menangis terharu karena dia sangat merindukan sosok sahabatnya.

"Kamu di mana?" tanya Siti.

"Aku ada di kota," sahut Giwang.

"Tapi kata Mas Paijo, kalau kamu tidak bersama Agung," ujar temannya bingung.

"Aku memang tidak tinggal dengannya aku bersama Ibu Ima, Ibu Ima yang menolongku ketika aku terpuruk dan bingung," ujarnya dan menceritakan kejadian yang di alaminya dan perlakuan Agung kepadanya.

"Dasar Agung sialan!" seru Siti marah.

"Kapan kamu pulang ke kampung?" tanya Siti.

"Sepertinya aku tidak akan balik ke kampung, kamu tau sendiri hinaan yang di berikan orang kampung kepadaku," ujar Giwang sedih.

"Iya aku tau, tapi kamu hamil dan siapa yang akan mengurus kamu di sana?" tanya temannya khawatir.

"Di saat aku kesusahan Allah mengirimkan seorang malaikat yaitu Ibu Ima, orang lain tapi seperti keluarga," ujarnya.

Siti lega mendengar penuturan temannya.

"Maaf aku belum bisa mengembalikan uang kamu," ujar Giwang lagi.

"Aku tidak minta uangku balik yang aku pikirkan dari mana biaya melahirkan kamu?" tanya Siti.

"Alhamdulillah aku di beri kemudahan, aku jualan sarapan di depan rumah, uang dari situ untuk biaya melahirkan," jelasnya.

Siti kagum dengan temannya, selalu tegar dalam cobaan yang menimpanya. Cobaan yang datang kepadanya membuat Giwang menjadi sosok yang mandiri dan kuat. Tidak ada air mata kesedihan yang akan keluar dari bola matanya yang ada air mata kebahagian dan dia yakin akan tiba waktunya kebahagian itu datang menghampirinya.

Bersambung...

Bantu vote ya.

Follow Instagram : anita_rachman83

seputar novel hanya di info di instagram.

🌷🌷

Plagiarisme melanggar Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014!

1
Naimatul Jannati
aku baca ulang ttep z😂😂😂😭😂😂bacanya,.bngek bnget siti😂😂😂
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga menjadi putri dan cucu yg dholihah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga gana sukses membuat ibu Ana terpedona
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Komplotan kompor dateng
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Coba tanya aja ka Anisa mm mau jujur gak
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Roni spt ya udh punya nomer yayuk
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Luluhkan singa betina didalam😂🫢🫢
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Siapa tahu Dodit bisa berubah dengan adany musibah ini
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Nyesel kan Budhe kalo udh kayak gini, makane jangan terlalu masuk dengan harta
☠⏤͟͟͞R🍎aTin W🦋𝐙⃝🦜🪀
Bener kekurangan gak hrs mencuri
☠⏤͟͟͞R🍎aTin W🦋𝐙⃝🦜🪀
Astaghfi
☠ᵏᵉ⏤͟͟͞Rᵃᵏ_🆂🆄🅻🆃🅸🅽🍒Atin𝐙⃝🦜
Astaghfirullah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Semoga Yayuk gak. Kabur kaburan
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Tapi kenapa mesti harus bu die seh Pakdhe bundir kan dosa, iya kita tau Pakdhe malu ke adlan dan gigi tapi gak mesti harus bundir
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Reuni para wanita yg suka membukingigi
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Tapi Budhe emang nyinyir dan harus dapet pelajaran
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Yah emang sih mereka tetep sodara
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Astaghfirullah apa gak malu kalo kaya gitu, mana Dodit lariii ketahuan abnget dia kan penakut gak bertanggung jawab
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Nah loh adlan bakalan marah, masukin ke penjara pasti pencuriii
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎n Wᵍᵇ𝐙⃝🦜
Astaghfirullah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!