"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup baru
Langkah baru membawaku untuk mulai merancang hidup baru, pekerjaan baru dan juga kehidupan baru. Mulai menjadi ADRIELLA baru, semua akses yang dapat mereka orang toksik di dalam hidup sudah ku batasi.
"Mulai Minggu depan kamu sudah bisa kerja di perusahaan kami." Walaupun aku yakin aku akan berusaha berdamai dengan kehidupan baru ku, maafkan aku Dean semoga kesalahan ku cukup menjadi karma ku.
Hari itu aku ingin rasanya mengadu ke seseorang yang bisa di ajak teman, tapi tidak ada yang dapat dijadikan teman dalam hidup ini.
Lewat pick -up dan orang terpercaya aku meninggalkan apartemen dengan baik, tiada hal yang ku tinggal untuk Dean bisa mencari ku.Untungnya aku tidak cerita soal kampus ku kepada dia, Lewat perumahan rencana akan ku cicil satu persatu barang di pindahkan. Kenapa ambil perumahan ini? Karena aku rasa dengan rumah ini aku menemukan alasan untuk tetap hidup.
Diantara 2 kamar satu kamar sudah penuh dengan barang-barang mewah milikku, apa aku jualin aja ya. Lumayan untuk melunasi nya, ya tapi tidak menggunakan alamat pribadi pengiriman nya.
Rencana ku berhasil, lewat akun real dan beberapa relasi aku sudah mampu membuang setengah barang ini menjadi sejumlah uang, begitu juga dengan akun second dan akun khusus jualan.
Tanpa terasa hidup ini harus bergelut begini, aku datang hari ini memberikan surat pengunduran diri ku. Ya banyak tak menyangka aku akan mundur setelah karir yang ku kembang kan namun aku yakin dan peduli dimana sikap dan sifat ku berkembang seperti ini aku akan tetap bisa mencapai jabatan tertinggi.
"Saya harap ini keputusan terbaik kamu." tentu ini keputusan terberat dari atasan ku, secara dia tau aku lah kehidupan nya. "Saya ingin istirahat sejenak pak." Senyuman menarik alis yakin bahwa ini hanya alasan palsu dari ku.
Sejumlah uang diberikan kepada ku,entah itu berbentuk pribadi atau dari perusahaan sendiri aku tidak memperdulikan nya. Semua hal telah ku kontrol dengan baik, ingin rasanya menyerah tapi aku belum mewujudkan mimpi untuk menjadi seorang ibu yang baik sulit rasanya untuk pergi dari dunia ini.
Ah mikir-mikir soal rumah seperti nya tadi ada taman dekat sini, ambil waktu buat olahraga seperti nya enak bangett ya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
6 Bulan lamanya aku hidup dengan perdamaian sampa satu saudara ibu ku terkena sakit jantung dan butuh pengobatan luar biasa, aku datang dengan rasa memanfaatkan paling tulus untuk keluarga ku, aku tau lewat postingan nya kalau dia membutuhkan rumah untuk sekedar singgah,untuk hal itu aku tetap membuka akses buat dia datang ke rumah, rumah juga enggak terlalu jauh dari rumah sakit tertuju, ya aku enggak munafik masih menyimpan dendam tentang mereka cuman sampai kapan.
Aku memberikan pesan,dia lanjut menelepon ku setelah pesan perkenalan seperti ini :
'Tante masih ingat aku? Aku Sofi (nama kecil ku dulu) sekarang aku sudah di Jakarta Tan.Maaf selama ini aku pantau Tante dari media sosial, kalau Tante nanti ke Jakarta datang aja ya Tan ke rumah.' memberikan alamat lewat G-maps.
"Treeett" Nada dering awal mula kehidupan lama mulai menemukan titik damai nya. "Halo Sofi, sudah besar kau Nang." Kata Nang mengingatkan aku bahwa aku selama ini memiliki keturunan Batak, aku diam berusaha menerima ini sebagai perdamaian diri. "Iya Tante, kapan emang nya Tante mau berobat?"
"Rencananya lusa udah berangkat Nang, sama kakak mu." Waduh ada benarnya juga kata pepatah kalau kita dapat menilai seseorang dari kata pepatah "Lihat lah cara orang memperlakukan mu ketika kamu tidak memberikan keuntungan bagi mereka, itulah nilai pribadi mereka." Jujur aku juga akan mendapatkan keuntungan dari moment ini.
"Datang aja ya Tan, dekat nya rumah kita ke RS tujuan Tante. Kalau misalnya nanti nginap di sini pun enggak apa-apa."
"Makasih ya Nang."
"Iya Tan,mau mandi dulu aku ya Tan."
Rasanya tangan ku gemetar hebat untuk berinteraksi lagi dengan kehidupan lama, akhirnya akses itu ku izinkan untuk dibuka lagi. Namun setelah ini aku berharap tidak akan mendapat kalimat pemanfaatan atau pinjaman dana dari pihak mana pun.
Panggilan telepon untuk Tante kesayangan ku, dia rumah tempat aku mengadu sekarang walaupun aku tau dia pasti marah tentang ini.
"Tan, sibuk?" Tante sepertinya baru pulang terdengar dari mesin mobil baru dimatikan. "Lumayan tadinya,kenapa?" Diam ku sejenak memberikan hati untuk bersiap apa pun tanggapan dari Tante nantinya.
"Tan, lusa kemungkinan Tante adik nya mama datang gimana menurut Tante."
"Temui lah kalau dirimu siap, enggak apa-apa itu."
"Nginap di rumah Tan,aku sudah pindah ke perumahan *** dekat dengan kantor ***. Sekarang aku sudah enggak di Bank lagi."
Seperti nya Tante benar-benar sibuk banget sampai barang-barang terjatuh dari tangan nya,"about you mental?"
"I okay Tan, but Tante tau sangat berat untuk berdamai dengan keadaan sampai aku ikuti terapis *** , worth it lah Tan. Jadi punya kekuatan untuk hidup baru." Tarikan nafas berat, ikut sama-sama lepas.
"Kalau untuk masalah keluarga mu mau datang lagi, aku enggak bisa komentar ya Dri. Intinya kek kata-kata Tante lah kau bisa memaafkan tapi jangan terlalu dalam ikut campur urusan mu, kalau enggak sia-sia lah Tante urus kamu sejauh ini."
"Iya Tan, makasih ya Tan."
"Berharap yang baik selalu untuk mu DRI,gimana pun kau pernah Tante rawat tentunya Tante anggap kau sama kayak Rika, Ara... Sudah dulu ya, ada teman Tante datang."
"Okay Tan."
Obrolan terputus begitu saja, ya ampun gimana nihh kehidupan. Yuk DRI mulai berdamai dan kuat untuk harapan mu segera terjadi.Aku bahagia jika suatu saat bisa tumbuh dengan iman dengan baik.
Lagi-lagi sunyi dan sepi, rasanya ingin menambah orang di rumah ini. Apa? Kalian terpikir aku akan menemukan pengganti Dean secepat itu dan menikah ohhh tidakk saya lebih baik pikir gimana mengelola akun penjualan saya untuk bisa menghasilkan uang sebanyak mungkin.
Enggak tau hari dan waktu kalau sudah nganggur begini, panggilan kerja kurang lebih seminggu lagi gimana nih. Aku sudah bilang kalau bukan tipikal wanita yang suka berlama-lama istirahat seperti ini, sangat amat membosankan.
Ah lagi-lagi istirahat,besok dunia kampus baru di mulai.mulai ada aktivitas zoom sih pastinya mata pelajaran kesukaan ku ke wirausahaan sudah semester berapa saya?? Ya semester lima, butuh satu Tahun setengah untuk lulus tepat waktu.
Cari kesibukan apa ya, ah susun ulang barang seperti nya enak. Supaya kedua orang itu dapat tidur di kamar sebelah nanti nya.
Satu kotak besar berisi tas branded kesukaan ku, ini hasil pencarian ku selama berkarir dan itu sepatu dan ketika satu kota kecil jatuh mengeluarkan isinya. Ya itu semua kenangan ku dengan Dean, gelang pita dan lain-lainnya pemberian Dean kalau enggak rusak enggak bakal disimpan disana, foto-foto kami.
Apa baiknya ku bakar? Cuman aku belum bisa melepaskan Dean. Aku masih ingin Dean ada di hidup ku cuman seperti nya itu amat berat sekali. Ku harap ada pengganti Dean cuman kalau pun ada itu hanya Maxim dan Maxim kan sudah punya Luna Maya wkwkwk