NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 2)

Leon mengikuti Garrick menuju bangunan terbesar di Desa Aster.

Balai desa itu dibangun dari kayu ek berwarna cokelat tua dengan pondasi batu yang kokoh. Berbeda dengan rumah-rumah lain, di atas pintunya tergantung sebuah lambang berbentuk pohon raksasa yang akarnya melingkari sebuah pedang.

Begitu pintu dibuka, aroma kayu dan teh hangat langsung menyambut mereka.

Ruangan di dalamnya sederhana, tetapi tertata rapi. Sebuah perapian menyala di sudut ruangan, mengusir hawa dingin yang mulai turun menjelang senja. Beberapa rak dipenuhi gulungan peta, buku-buku tua, dan berbagai benda yang belum pernah dilihat Leon sebelumnya.

"Silakan duduk."

Garrick menuangkan teh hangat ke dalam dua cangkir tanah liat.

Leon menerimanya dengan sopan.

"Terima kasih."

Ia menyeruput sedikit. Rasanya agak pahit, tetapi meninggalkan sensasi hangat yang menyebar ke seluruh tubuh.

Garrick memperhatikan wajah Leon sambil tersenyum.

"Jangan tegang."

"Hampir semua pendatang baru menunjukkan ekspresi yang sama saat pertama kali tiba di sini."

Leon meletakkan cangkirnya.

"Aku hanya... masih sulit memahami semua yang terjadi."

"Kurasa itu wajar."

Garrick mengangguk pelan.

"Kau pasti memiliki banyak pertanyaan."

Leon tidak menampiknya.

"Apa Desa Aster benar-benar bagian dari dunia simulasi?"

"Ya."

"Apakah semua orang di sini manusia?"

"Tidak."

Leon mengangkat alis.

Garrick menunjuk ke arah jendela.

"Lihat ke luar."

Leon berdiri dan melihat ke jalan desa.

Seorang pria bertubuh pendek dengan janggut lebat sedang memanggul palu yang hampir sebesar tubuhnya.

Tak jauh darinya, seorang wanita berambut hijau dengan telinga panjang sedang menyiram bunga di depan rumah.

Sementara di atas atap sebuah penginapan, seekor makhluk kecil bersayap mengepakkan sayapnya sambil membawa sekeranjang buah.

"Itu..."

"Dwarf, elf, dan peri kecil."

Garrick tersenyum melihat reaksi Leon.

"Di dunia ini, manusia bukan satu-satunya ras."

Leon kembali duduk.

Setiap menit yang berlalu, pandangannya terhadap dunia simulasi semakin berubah.

Awalnya ia mengira tempat ini hanyalah arena latihan.

Namun kini...

Ia merasa seperti memasuki dunia yang benar-benar hidup.

Setelah beberapa saat, Garrick mengambil sebuah gulungan peta dari rak.

Ia membentangkannya di atas meja.

Peta itu menggambarkan wilayah yang sangat luas.

Pegunungan, hutan, sungai, gurun, bahkan lautan yang membentang hingga ke tepian kertas.

Di salah satu sudut terdapat titik kecil bertuliskan Desa Aster.

Leon menatapnya cukup lama.

"Desa ini kecil sekali..."

"Karena memang kecil."

Garrick tertawa pelan.

"Dunia ini jauh lebih luas daripada yang kau bayangkan."

Ia kemudian menunjuk ke arah hutan yang berada di sebelah utara desa.

"Itulah Hutan Greenwood."

"Tempat para pendatang baru berlatih."

"Lalu daerah yang ini?"

Leon menunjuk pegunungan di sisi timur.

Wajah Garrick berubah serius.

"Itu Pegunungan Blackfang."

"Jangan pernah mendekatinya."

"Bahkan pemburu berpengalaman pun sering kehilangan nyawa di sana."

Leon mengangguk dalam hati.

Ia belum cukup bodoh untuk mencari kematian.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.

"Masuk."

Seorang pemuda bertubuh tinggi masuk sambil membawa pedang kayu di bahunya.

Usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan Leon.

Rambut cokelatnya dipotong pendek, sementara wajahnya dipenuhi bekas luka kecil.

"Garrick, kau mencariku?"

"Benar."

Pria tua itu berdiri.

"Perkenalkan."

"Ini Leon."

"Mulai besok, kau yang akan mengajarinya dasar-dasar bertarung."

Pemuda itu menatap Leon beberapa detik.

Kemudian mengulurkan tangan.

"Namaku Rowan."

"Aku instruktur tempur Desa Aster."

Leon menyambut uluran tangannya.

"Senang bertemu denganmu."

Saat kedua tangan mereka bersentuhan, Rowan sedikit mengernyit.

"Genggamanmu masih lemah."

"Tapi..."

"...ada bekas kapalan baru di telapak tanganmu."

"Kau baru saja bertarung?"

Leon mengangguk.

"Melawan Wolf Ape."

Rowan tampak terkejut.

"Lalu kau selamat?"

"Ya."

Rowan tertawa pelan.

"Bagus."

"Setidaknya kau tidak akan pingsan saat latihan besok."

Leon tersenyum tipis.

Namun senyum itu tidak bertahan lama.

Karena suara mekanis sistem kembali terdengar.

Ding!

【Quest Baru】

Nama Quest: Langkah Pertama Seorang Petarung

Deskripsi: Berlatih bersama Rowan selama tujuh hari dan kuasai teknik dasar pedang.

Hadiah: Teknik Pedang Dasar, EXP, serta membuka fitur Profisiensi Senjata.

Hukuman jika gagal: Tidak ada.

Layar itu menghilang beberapa detik kemudian.

Leon menarik napas panjang.

Ini adalah quest pertamanya.

Bukan membunuh monster.

Bukan mencari harta.

Melainkan belajar.

Garrick tersenyum puas melihat perubahan ekspresi Leon.

"Dunia ini tidak hanya menghargai mereka yang kuat."

"Tetapi juga mereka yang mau terus belajar."

Leon mengangguk pelan.

Ia sadar, pertarungan melawan Wolf Ape dimenangkan lebih karena keberuntungan dan akal daripada kemampuan.

Jika monster berikutnya lebih kuat...

Keberuntungan saja tidak akan cukup.

Saat matahari tenggelam di balik pegunungan, lonceng desa mulai berbunyi.

Penduduk menutup kios mereka satu per satu.

Anak-anak berlarian pulang.

Suasana desa yang semula ramai perlahan berubah tenang.

Rowan menepuk bahu Leon.

"Istirahatlah malam ini."

"Besok sebelum matahari terbit, latihan dimulai."

Leon mengangguk.

Namun saat ia menoleh ke arah gerbang desa, ia melihat sesuatu yang membuat langkahnya terhenti.

Di atas bukit, jauh di luar pagar kayu Desa Aster...

Sesosok makhluk berjubah hitam berdiri memandang ke arah desa.

Wajahnya tertutup topeng putih tanpa ekspresi.

Hanya sepasang mata emasnya yang bersinar di tengah kegelapan.

Sosok itu tidak bergerak.

Tidak menyerang.

Hanya... mengamati.

Beberapa detik kemudian, tubuhnya berubah menjadi kabut hitam dan menghilang begitu saja.

Leon mengerutkan kening.

"Apa itu hanya ilusiku..."

Tanpa ia sadari, dari balik bayangan pepohonan, sepasang mata yang sama masih memperhatikannya.

Dan untuk pertama kalinya sejak Leon tiba di dunia simulasi...

Ia menjadi target seseorang yang tidak seharusnya mengetahui keberadaannya.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!