NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

‎Begitu mendengar mobil Nyonya Melani berhenti di halaman depan, Bu Laras yang sedang membersihkan ruang tengah langsung berlari kecil dengan langkah tergesa menuju pintu utama, hatinya berdesir cemas namun tak sanggup lagi menahan rasa khawatir yang terus meluap sejak di bawa perginya Kania dua minggu yang lalu.

‎‎Nyonya Melani melangkah turun dan hendak masuk ke dalam rumah, namun Bu Laras langsung menghadangnya dengan napas memburu.

‎‎"Nyonya! Tolong... tolong beri tahu saya!" suaranya bergetar, matanya memohon penuh harap. "Ke mana Nona Kania di bawa? Tolong beritahu saya, Nyonya... saya ingin pergi untuk melihatnya!"

‎‎Wajah Nyonya Melani seketika berubah dingin. Ia menghentikan langkah, menatap Bu Laras dengan tatapan tajam yang seolah ingin membakarnya hidup-hidup.

‎‎"Berani-beraninya kamu bertanya soal anak itu!" bentaknya keras, suaranya bergema di ruangan depan. "Apakah peringatanku sebelumnya belum cukup masuk ke telingamu? Kau benar-benar tak tahu diri, Laras!"

‎‎Ia melangkah maju selangkah, menunjuk wajah Bu Laras dengan jari telunjuknya yang terangkat tinggi.

‎‎"Jika bukan karena suamiku yang terus memintaku bersabar, sudah lama sekali aku ingin memecatmu!"

‎‎Nyonya Melani mendengus kasar, menepis tangan Bu Laras yang terulur pelan seolah ingin memohon lagi.

‎‎"Dia sudah pergi, dia sudah bukan siapa-siapa lagi di rumah ini! Jangan pernah kamu sebut namanya lagi di hadapanku atau kamu cari tahu urusannya lagi! Jika kamu masih ingin makan di sini, tutup mulutmu rapat-rapat dan kerjakan tugasmu tanpa banyak bertanya!"

‎‎Bu Laras tertegun diam, air mata tumpah membasahi pipi, namun ia tak sanggup lagi mengucapkan sepatah kata pun. Ia tahu, ancaman itu bukan sekedar gertakan semata.

‎‎Nyonya Melani membuang muka dengan jijik, lalu melangkah lewat begitu saja melewati Bu Laras yang berdiri kaku. Ia pergi ke kamarnya dan membanting pintu kamar dengan keras begitu masuk, menutup rapat suara dunia luar yang semakin membuatnya muak. Ia mencengkeram gagang tas erat-erat, lalu melemparkannya ke sofa empuk di sudut ruangan. Tas kulit mahal itu memantul sedikit sebelum akhirnya diam, namun amarah di dadanya tak kunjung mereda.

‎‎Ia berjalan mondar-mandir dengan langkah cepat, jari-jarinya mengetuk-ngetuk pinggang dengan gelisah. Wajahnya yang biasanya selalu terlihat tenang dan tersenyum manis kini berkerut penuh kekesalan, matanya menatap tajam ke arah jendela yang tertutup tirai tebal.

‎‎"Sudah dua minggu!" gerutunya keras, suaranya meledak menumpahkan segala kekesalan yang ditahan. "Dua minggu anak itu hilang, tapi mereka masih saja belum bisa menemukan jejaknya! Berapa lama lagi aku harus menunggu? Sampai Kania datang sendiri dan merusak semua yang sudah kusiapkan dengan susah payah?"

‎‎Ia berhenti melangkah, mengepalkan tangan begitu kuat. "Orang-orang yang kubayar mahal itu ternyata hanya sekumpulan orang tak berguna! Dua orang pengawal tak mampu menjaga satu gadis yang sudah lemas ketakutan, tim pencari yang dikirim juga tak kunjung menemukan jejaknya. Ke mana dia bisa pergi? Apakah dia menghilang ditelan bumi? Atau jangan-jangan dia sudah mati di makan binatang buas?"

‎‎Bayangan wajah Kania, bayangan rasa curiga Bu Laras, serta kecemasan akan rencananya yang bisa hancur kapan saja berputar kacau di kepalanya. Ia mendengus kasar, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil meremas pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri.

‎‎"Jangan... jangan..." gumamnya pelan, "Jangan sampai anak itu ditemukan orang yang salah. Semoga saja dia tidak akan pernah kembali untuk selamanya, atau aku akan menghancurkan hidupnya lagi."

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Paman Remon mengetuk pintu kamar Kania pelan, lalu masuk membawa nampan makan untuk sarapan. Ia meletakkannya perlahan di meja samping tempat tidur, lalu berdiri dengan sopan di sisi meja.

‎‎"Nona, ini makan sarapannya," ucapnya lembut, lalu menambahkan pesan yang tak sempat ia sampaikan. "Tuan Victor sepertinya akan kembali dalam waktu yang cukup lama. Beliau menelpon dua hari lalu dan berpesan khusus, meminta Nona tetap menjaga pola makan dan istirahat dengan baik. Beliau ingin, saat beliau pulang nanti, Nona sudah sepenuhnya pulih dan siap untuk menghadap beliau."

‎‎Kania mengangguk pelan, lalu duduk di tepi tempat tidur. "Terima kasih, Paman Remon. Aku akan berusaha memenuhinya."

‎‎Ia meraih gelas susu hangat yang tersedia di nampan, mengangkatnya perlahan mendekat ke bibirnya. Namun begitu aroma susu itu tercium dan ia hendak meneguknya, tiba-tiba perutnya bergejolak hebat. Wajahnya seketika memucat, ia menahan napas dan buru-buru menurunkan gelas itu kembali ke meja dengan tangan yang sedikit gemetar. Rasa mual yang menyengat seketika menyerang, membuatnya menutup mulut sebentar sambil memejamkan mata kuat-kuat.

‎‎Paman Remon segera menyadari perubahan itu, wajahnya tampak khawatir. "Nona? Apakah Nona tidak apa-apa? Wajah Nona terlihat sangat pucat. Sebaiknya saya panggilkan dokter sekarang juga untuk memeriksakan Nona."

‎‎Kania menggeleng cepat, meski napasnya masih terasa berat mengatur rasa mual itu. Ia membuka matanya kembali, berusaha tersenyum tipis meyakinkan. "Tidak usah, Paman. Aku baik-baik saja... mungkin hanya sedikit lelah atau aroma makanannya yang terlalu menyengat tadi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

‎‎Ia mengusap dadanya pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Tidak perlu khawatir. Aku hanya butuh istirahat sebentar. Silakan Paman lanjutkan pekerjaan Paman, aku bisa mengurus sisanya sendiri."

‎‎Melihat ketegasan yang dibalut kelembutan dalam permintaan wanita itu, Paman Remon akhirnya menahan diri untuk tidak bersikeras lebih jauh. Ia membungkuk hormat. "Baiklah, Nona. Jika nanti Nona merasa tidak enak badan atau butuh sesuatu, jangan ragu memanggil kami kapan saja. Saya pamit dulu."

‎‎Setelah pintu tertutup pelan, Kania kembali menunduk, menatap kedua tangannya yang saling meremas di atas pangkuan. Rasa mual itu perlahan mereda, namun ada perasaan cemas yang asing mulai menyelinap di hatinya, sesuatu yang belum berani ia akui atau pikirkan lebih jauh.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!