NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia dinodai dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

‎Begitu mendengar mobil Nyonya Melani berhenti di halaman depan, Bu Laras yang sedang membersihkan ruang tengah langsung berlari kecil dengan langkah tergesa menuju pintu utama, hatinya berdesir cemas namun tak sanggup lagi menahan rasa khawatir yang terus meluap sejak di bawa perginya Kania dua minggu yang lalu.

‎‎Nyonya Melani melangkah turun dan hendak masuk ke dalam rumah, namun Bu Laras langsung menghadangnya dengan napas memburu.

‎‎"Nyonya! Tolong... tolong beri tahu saya!" suaranya bergetar, matanya memohon penuh harap. "Ke mana Nona Kania di bawa? Tolong beritahu saya, Nyonya... saya ingin pergi untuk melihatnya!"

‎‎Wajah Nyonya Melani seketika berubah dingin. Ia menghentikan langkah, menatap Bu Laras dengan tatapan tajam yang seolah ingin membakarnya hidup-hidup.

‎‎"Berani-beraninya kamu bertanya soal anak itu!" bentaknya keras, suaranya bergema di ruangan depan. "Apakah peringatanku sebelumnya belum cukup masuk ke telingamu? Kau benar-benar tak tahu diri, Laras!"

‎‎Ia melangkah maju selangkah, menunjuk wajah Bu Laras dengan jari telunjuknya yang terangkat tinggi.

‎‎"Jika bukan karena suamiku yang terus memintaku bersabar, sudah lama sekali aku ingin memecatmu!"

‎‎Nyonya Melani mendengus kasar, menepis tangan Bu Laras yang terulur pelan seolah ingin memohon lagi.

‎‎"Dia sudah pergi, dia sudah bukan siapa-siapa lagi di rumah ini! Jangan pernah kamu sebut namanya lagi di hadapanku atau kamu cari tahu urusannya lagi! Jika kamu masih ingin makan di sini, tutup mulutmu rapat-rapat dan kerjakan tugasmu tanpa banyak bertanya!"

‎‎Bu Laras tertegun diam, air mata tumpah membasahi pipi, namun ia tak sanggup lagi mengucapkan sepatah kata pun. Ia tahu, ancaman itu bukan sekedar gertakan semata.

‎‎Nyonya Melani membuang muka dengan jijik, lalu melangkah lewat begitu saja melewati Bu Laras yang berdiri kaku. Ia pergi ke kamarnya dan membanting pintu kamar dengan keras begitu masuk, menutup rapat suara dunia luar yang semakin membuatnya muak. Ia mencengkeram gagang tas erat-erat, lalu melemparkannya ke sofa empuk di sudut ruangan. Tas kulit mahal itu memantul sedikit sebelum akhirnya diam, namun amarah di dadanya tak kunjung mereda.

‎‎Ia berjalan mondar-mandir dengan langkah cepat, jari-jarinya mengetuk-ngetuk pinggang dengan gelisah. Wajahnya yang biasanya selalu terlihat tenang dan tersenyum manis kini berkerut penuh kekesalan, matanya menatap tajam ke arah jendela yang tertutup tirai tebal.

‎‎"Sudah dua minggu!" gerutunya keras, suaranya meledak menumpahkan segala kekesalan yang ditahan. "Dua minggu anak itu hilang, tapi mereka masih saja belum bisa menemukan jejaknya! Berapa lama lagi aku harus menunggu? Sampai Kania datang sendiri dan merusak semua yang sudah kusiapkan dengan susah payah?"

‎‎Ia berhenti melangkah, mengepalkan tangan begitu kuat. "Orang-orang yang kubayar mahal itu ternyata hanya sekumpulan orang tak berguna! Dua orang pengawal tak mampu menjaga satu gadis yang sudah lemas ketakutan, tim pencari yang dikirim juga tak kunjung menemukan jejaknya. Ke mana dia bisa pergi? Apakah dia menghilang ditelan bumi? Atau jangan-jangan dia sudah mati di makan binatang buas?"

‎‎Bayangan wajah Kania, bayangan rasa curiga Bu Laras, serta kecemasan akan rencananya yang bisa hancur kapan saja berputar kacau di kepalanya. Ia mendengus kasar, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil meremas pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri.

‎‎"Jangan... jangan..." gumamnya pelan, "Jangan sampai anak itu ditemukan orang yang salah. Semoga saja dia tidak akan pernah kembali untuk selamanya, atau aku akan menghancurkan hidupnya lagi."

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎‎Paman Remon mengetuk pintu kamar Kania pelan, lalu masuk membawa nampan makan untuk sarapan. Ia meletakkannya perlahan di meja samping tempat tidur, lalu berdiri dengan sopan di sisi meja.

‎‎"Nona, ini makan sarapannya," ucapnya lembut, lalu menambahkan pesan yang tak sempat ia sampaikan. "Tuan Victor sepertinya akan kembali dalam waktu yang cukup lama. Beliau menelpon dua hari lalu dan berpesan khusus, meminta Nona tetap menjaga pola makan dan istirahat dengan baik. Beliau ingin, saat beliau pulang nanti, Nona sudah sepenuhnya pulih dan siap untuk menghadap beliau."

‎‎Kania mengangguk pelan, lalu duduk di tepi tempat tidur. "Terima kasih, Paman Remon. Aku akan berusaha memenuhinya."

‎‎Ia meraih gelas susu hangat yang tersedia di nampan, mengangkatnya perlahan mendekat ke bibirnya. Namun begitu aroma susu itu tercium dan ia hendak meneguknya, tiba-tiba perutnya bergejolak hebat. Wajahnya seketika memucat, ia menahan napas dan buru-buru menurunkan gelas itu kembali ke meja dengan tangan yang sedikit gemetar. Rasa mual yang menyengat seketika menyerang, membuatnya menutup mulut sebentar sambil memejamkan mata kuat-kuat.

‎‎Paman Remon segera menyadari perubahan itu, wajahnya tampak khawatir. "Nona? Apakah Nona tidak apa-apa? Wajah Nona terlihat sangat pucat. Sebaiknya saya panggilkan dokter sekarang juga untuk memeriksakan Nona."

‎‎Kania menggeleng cepat, meski napasnya masih terasa berat mengatur rasa mual itu. Ia membuka matanya kembali, berusaha tersenyum tipis meyakinkan. "Tidak usah, Paman. Aku baik-baik saja... mungkin hanya sedikit lelah atau aroma makanannya yang terlalu menyengat tadi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

‎‎Ia mengusap dadanya pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Tidak perlu khawatir. Aku hanya butuh istirahat sebentar. Silakan Paman lanjutkan pekerjaan Paman, aku bisa mengurus sisanya sendiri."

‎‎Melihat ketegasan yang dibalut kelembutan dalam permintaan wanita itu, Paman Remon akhirnya menahan diri untuk tidak bersikeras lebih jauh. Ia membungkuk hormat. "Baiklah, Nona. Jika nanti Nona merasa tidak enak badan atau butuh sesuatu, jangan ragu memanggil kami kapan saja. Saya pamit dulu."

‎‎Setelah pintu tertutup pelan, Kania kembali menunduk, menatap kedua tangannya yang saling meremas di atas pangkuan. Rasa mual itu perlahan mereda, namun ada perasaan cemas yang asing mulai menyelinap di hatinya, sesuatu yang belum berani ia akui atau pikirkan lebih jauh.

-

-

-

Bersambung...

1
MamDeyh
Dihh Hariss... Lakik pengecut.. 😒
Rizky Manik
ternyata mama Haris juga kek Dajjal ya🤣
mungkin sakit hati karna bapak Haris masih cinta sama mama Kania yg kandung😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
Rizky Manik
bukan Kania memang lun tapi kanaya😏
〈⎳ FT. Zira
kamu nanyaaa/Speechless/
〈⎳ FT. Zira
bukan hanya mirip, ya emang Kania🤧
〈⎳ FT. Zira
bentar lagi juga kamu bakal liat, siapin jantung aja
〈⎳ FT. Zira
mana mau Vic deketin kalo hatinya dah tertanam buat wanita lain.
〈⎳ FT. Zira
melihat, tapi gak dianggap ada🤣
partini
akhir nya bertemu
Agunk Setyawan
kelamaan x mau bongkar aja nunggu ber bab" /Pooh-pooh/ thor
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
apa ini emang rencana ibu tirinya buat nyingkirin kania 😠
Rizky Manik
lanjut thor🤭
Rizky Manik
tik tak tik tok
sabar ya pemirsa, bentar lagi malam pesta dimulai😁
〈⎳ FT. Zira
panggungmu belum tersedia ternyata bapak🤣
〈⎳ FT. Zira
bisa pakai banget, buktinya kamu sampe gelisah kan.😏
W I 2 K
bisa dipercepat g sih pestanya...., dlm hitungan 1,2..3 gtu mulai.... 🤣🤣💃💃💃
Rizky Manik
aduh thor GK sabar ni malam dipesta
lanjut dong thor🤭🤭
🔥Violetta🔥: Bentar lagi kak pestanya 😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau nguji buat dijadikan istri sah🤭
〈⎳ FT. Zira
dah telat... hari saat Haris diam saar insiden menimpa Kania, semua dah berakhir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!