NovelToon NovelToon
Kampung Pesugihan

Kampung Pesugihan

Status: tamat
Genre:Horor / Mata Batin / Kumpulan Cerita Horror / Suami Tak Berguna / Matabatin / Tumbal / Tamat
Popularitas:846.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: mermaidku

Sumin terpaksa menikah dengan setyo akibat hamil duluan, hal itu mengakibatkan sumin mau tidak mau harus berpindah ke desa suaminya karena orang tuanya tidak mau menanggung malu atas perbuatan putrinya.

"Gak gak! Jangan tinggal di sini, kena sial aku punya anak kayak kamu. Bisa bisanya malah meteng disek, kalau prianya sugeh gak papa. La ini? Udahlah min minggaten ae seko kene, setres aku punya anak kayak kamu!" Maki mak jum sambil berkacak pinggang.

*****

"Silahkan dipilih! Mau pesugihan yang bagaimana? Menyusui tuyul? Babi ngepet? Kawin sama buaya? Uang balen? Kandang bubrah Atau pesugihan ikan bandeng dengan cara mengorbankan anak kesayanganmu? Dijamin! Kamu akan kaya mendadak dalam hitungan hari!"

selengkapnya>>>>>

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mermaidku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 13 teror pocong

Satu minggu berlalu, kini aris pulang dengan keadaan yang sehat dan berani. Sebenarnya ia malas pulang ke rumah Santi, tapi kata bapaknya lebih baik pulang daripada mereka curiga.

"Assalamualaikum...."

Tak ada sautan dari siapapun, rumah terbuka namun sepi, "apa di gudang ya? Sore sore mau magrib gini tapi.... alah sudahlah bukan urusanku juga,"

"Loh mas,"

"Min, mas baru saja pulang. Alhamdulillah lancar,"

"Alhamdulillah, sudah tidak ketakutan lagi?"

"Enggak," aris mengernyit saat mendapati luka lebam di pelipis dan tulang pipi sumin, "kenapa ini? Kamu di pukuli waktu aku gak ada?"

Sumin langsung meletakkan telunjuknya di bibirnya sendiri, "stttt besok aja aku cerita, sudah sana. Emak sama mbak lagi di gudang, mas setyo lagi di samping ngasih makan kambing,"

Aris rasanya tak bisa meninggalkan sumin, namun jika tidak lekas pergi, pasti santi dan mak Yem akan menuduh yang tidak tidak pada mereka berdua.

......................

Paginya sumin keluar kamar dengan wajah murung, sudah seminggu lebih pula ia mendiamkan suaminya. setyo juga nampak cuek dan tidak peduli padanya, bahkan minta maaf pun tidak.

Mas apa kamu ini udah gak cinta sama aku? Atau jangan jangan kamu sudah ada yang lain? Disini kan pada cantik cantik walaupun sesat seperti mbak santi. 

"Min," panggil santi.

"Ya mbak?"

"Gak usah masak, aku dah beli nih catering,"

"Tumben mbak?" Tanya sumin penasaran, karena baru pertama kali ini santi memesan catering di waktu sarapan. Biasanya di malam atau siang hari.

"Soalnya ini kan waktunya bikin selametan kamu 3 bulan hamil. Nanti kamu ke warung saja sama mas aris, biar aku yang nyiapin. Soalnya warung gak bisa tutup lagi" jelas Santi.

"Mbak saja yang ke warung, aku takut di sangka yang enggak enggak kalau sama mas aris terus mbak. Gak enak juga sama mas setyo dan mbak santi," tolak sumin.

"Halah aku tu mengijinkan, terus si setyo ya biar lah mau gimana. Toh kamu sudah di pukuli dan lagi.... dia gak peduli padamu kan?"

"Dipukuli?" Tanya aris yang baru saja datang.

"Iya, waktu kamu pergi, si sumin di pukuli sama setyo. Masih berantem deh sampai sekarang," jelas santi semangat.

"Mana setyo? Masih di kamarnya?" Tanya aris dengan emosi yang membara.

"Sudah mas jangan, aku gak papa kok,"

"Halah, sudah!" Aris bergegas ke kamar depan, kamarnya setyo dan sumin. Dengan berani ia langsung menendang pintu kamar dengan keras.

"OPO! YANG SOPAN!" teriak setyo yang terkejut dari tidurnya.

"Kon seng ra sopan!" Tanpa menunggu lama lama aris langsung menghajar setyo seperti orang kesetanan. Bahkan mak yem dan santi tak berani melerai karena melihat aris yang seperti bukan aris.

"Mas aris sudah mas," sumin lekas menarik lengan aris dengan seluruh tenaga yang ia punya. Anehnya aris langsung melunak dan menurut untuk menyudahi amukannya.

"Ini mbak mas aris," ucap sumin sambil mendorong iparnya itu keluar dari kamar.

"ARIS JANCOK! PICEK TA LA?!" maki setyo sambil memegang wajahnya yang babak belur.

"Sekali lagi kamu pukuli wanita, kubunuh kamu!" Peringat aris dengan emosi yang masih menguasai dirinya. Dadanya naik turun memendam amarah yang amat luar biasa, melihat sumin seperti itu ia rasanya terluka dan benar benar marah.

Mungkin karena ia tak pernah kasar pada perempuan, pada santi yang jelas bersalah dan sesat saja ia tak pernah mau berbuat kasar. Melihat sumin yang Sholehah dan tidak neko-neko tapi di pukuli habis habisan membuatnya tak terima.

"Sudah mas," sumin keluar kamar lebih dulu, meninggalkan aris, santi dan mak yem yang masih berdiri di depan kamarnya.

"Mas sudah ayo ke kamar dulu kita, kamu tenangkan pikiran dulu," ajak santi.

"Kamu gimana sih san, sumin itu datang jauh kesini meninggalkan keluarganya untuk mengabdi pada keluarga ini. Kok bisa malah di pukuli sama adikmu,"

"Aku sudah bilang mas untuk minta maaf, tapi setyo kolot banget malah biarin istrinya kesakitan,"

Setelah makan bersama, kecuali setyo, sumin dan aris lekas berangkat ke warung. Sumin tidak masuk kamar lagi untuk mengecek keadaan suaminya. Entah kenapa hatinya malah bersorak gembira mendapati suaminya di hajar habis habisan oleh aris. Bahkan ia beberapa kali bersyukur karena setyo sudah dapat balasan yang setimpal dari perbuatannya.

Aris dan sumin membawa motor masing masing karena mobil aris mau di bawa santi untuk berbelanja kebutuhan di kota bersama mak yem.

"Mas terimakasih ya," ucap sumin yang baru saja memarkirkan motornya.

"Harusnya kamu marah padaku karena sudah menganiaya suamimu,"

"Harusnya, tapi aku malah rasanya seneng. Gak tau kenapa mas,"

......................

Siti berhenti di depan warung bu eko, di sana ada mak yem juga bu halimah, "jamu buk?"

"Eh aku mau dong macan kerah biar aku cantik," pinta bu halimah sambil mesam mesem memegang pipinya sendiri.

"Halah sudah emak emak juga, janda pula," ejek bu eko.

"Ehhhhh itu sebabnya aku minum, biar pada naksir sama aku,"

"Bu ibu sudah dengar berita tadi malam?" Tanya siti.

"Berita apa?" Tanya bu eko penasaran.

"Teror pocong, sudah meraja lela di kampung sebelah dan tadi malam para pria yang sedang beronda di datangi," jelas siti.

"Waduh bahaya banget ini,"

"Iya ihhh mana aku penakut," keluh bu halimah.

"Katanya itu peliharaan orang sih, tadi malam sudah di kejar sama tukang ronda dan hansip tapi pocong itu langsung kabur dan menghilang,"

"Mak yem, tolong lah gimana, mak yem kan pemberani dan gak takut sama begituan," pinta bu halimah memelas.

"Kan dia tidak mendatangiku,"

"Satu aja kan itunya?" Tanya mak yem.

"Iya mak, satu tapi bikin geger dua kampung," jelas siti, "nih buk jamunya,"

"Harus ada yang bisa melepas tali pocong itu, dan membakarnya. Nanti jika sudah pasti rumah sang majikan akan terbakar dan hangus semua tanpa tersisa dan tidak bisa di padamkan," jelas mak Yem.

"Ihh tapi siapa yang bisa? Di kejar hilang, kalau bertatapan muka kan sudah pasti mati kutu karena takut,"

"Lagian orang orang tu ngapain pelihara sosok menakutkan seperti itu sih? Ada anjing dan lainnya kok malah pakai yang busuk dan menakutkan seperti itu," cerca bu eko.

Mereka semua takut, apalagi jika di datangi nanti malam, "eh tapi bisa menembus tembok?"

"Tidak akan, karena mereka tidak mau ambil resiko jika terbakar oleh Alquran, palingan juga ganggu di luar rumah dan ketok ketok pintu," jelas mak yem.

"Mak! Ayo berangkat," teriak santi.

"Ya ya,"

"Mau kemana mak?" Tanya bu halimah.

"Mau ke kota, nemenin santi beli stok warung dan berbelanja,"

"Ohhh,"

Ketiganya kembali membicarakan teror tersebut, Sampai datanglah jeng arni kesana, "bu eko beli mie nya dua bungkus sama telurnya satu kilo,"

"Jeng arni, emasnya nambah banyak banget,"

"Haha.... Bu eko bisa saja, ini masih sama seperti dulu, tidak bertambah satupun,"

"Ihh tapi kayak ada yang beda gitu loh,"

Jeng arni mendekati sepeda siti sambil melihat beberapa botol berisi jamu, "pesenanku sudah di antara?"

"Sudah jeng tapi belum di bayar,"

"Ohh, berapa?"

"Tiga puluh ribu saja jeng, dua botol besar,"

"Nih kembaliannya buat kamu, terimakasih yaa,"

siti masih terpaku pada dua lembar uang berwarna merah yang di berikan jeng arni, apa ini uang tutup mulut?

1
echa purin
👍🏻
Sri rahayu
terang aja mekmewnya udah dower ,kan pelit Wowo gede dan panjang .kalah dah orang Afrika 🤣🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
ga kebayang itu mekmew sesakit apa ?
Mimik Pribadi
Sumin tidak tau saja y klo ternyata ibunya punya ilmu jga lho,pdhl dia gak berani plng kan awale karna takut bpk ibunya disantet,tpi skrng ada alasan tmbhn dia kpikiran Aris,,,,
Mimik Pribadi
Yng punya tuyul dpt 100jta Sitiii,,,
lah kamu hanya dpt 5jta,mana skt dan bengkak pula gandulmu
estycatwoman
Amaxing 👏💯👍
estycatwoman
Iya gpp klo aq maklum yg pnting real kan dapur hrs ngepul 😊

Kek aq loh tiap hari konsen krja jaga toko gtu alhamdulillah ada yg diandelin tiap buln.
Tpi aq jga pny hobi nyanyi jadi mayan lah ada tmbhan dri mgamen diapps sebelah bwt jajan skincare 🤭🤣🤣

Gak ngoyo woles aja klo gk mood ato gk enk badn ya rehat .

Semngt , jaga keshatan & enjoy ur life 🥰
E
Endingnya kurang memuaskan 😭😭😭🙏
Ucii Ramadhani
kampret Siti sat set aja🤣
Ucii Ramadhani
Mas Aris aaaaaaaaaa 😭☺️
Ucii Ramadhani
sukaa bgtt sama cerita dgn latar pedesaan trs org Jawa lgi,, walaupun aku bukan orng Jawa hhe ❤️
Ucii Ramadhani
huhh enak bgttt y mas aris
Ucii Ramadhani
eh kekasih hati nya?? udh pcrn nih🤣
Ucii Ramadhani
busett semudah itu selingkuh 🤣
Ucii Ramadhani
"Dek" aaaaaaa mas Ariskuu😭😍
Ucii Ramadhani
aww mas ariss😭
Ucii Ramadhani
Ngakak bgtt pas bagian ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ucii Ramadhani
Waduh tiba tiba amat sih mas ariss😂
Rehaan Aamir
Astagaaaa Thooorrr Knp Ending Nya Cmn Ky Giniiiii.....Berharaapp Msh Ada 5 Chapter Lagi Padahal😞😞😞😞😞😞🤦😫😫
Rehaan Aamir
Emang Orang Tua Toloooolll Si Widi Nhe...Udah Tau Gelagat Perubahan Anaknya Makin Menjadi Jadi Bukan Nya D Bawa K Orang Pintar Koq Malah Dieeemm Aja....Bapak Assuuuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!