Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 - Kepuncak
Keesokan hari nya semua pun bersiap untuk berangkat ke puncak.
Mereka mengunakan 3 Mobil, karena Ayah dan Ibu Gisel juga ikut serta untuk berlibur ke puncak.
Thalia dan Gisel duduk di di tengah, sementara Brams menyetir mobil dan pengasuh thalia duduk paling belakang,Tidak ada obrolan berarti antara Gisel dan Brams, sementara Thalia tertidur lelap karena jauh nya perjalanan ke puncak.
Gisel mengelus kepala Thalia memandang nya dengan pandangan seorang ibu yang melihat anak nya tertidur dan akhir nya ikut terlelap.
Sesekali Brams melirik ke kaca Spion dan Brams pun bisa melihat ketulusan Gisel pada putri nya.
Beberapa jam perjalanan, akhir nya sampai lah di puncak, Mereka pun masuk ke sebuah Villa besar yang tampak sangat sepi.
Semua pun turun dari mobil, sementara Gisel tertidur sambil memangku Thalia.
Brams pun memanggil Gisel untuk bangun tapi tidak bangun juga,Brams pun menyentuh tubuh Gisel untuk mengoyang kan tubuh nya, agar gisel terbangun.
"Gisel, ayo turun, sudah sampai" kata Brams saat melihat Gisel mulai sadar.
"Oh sudah sampai ya,maaf ya mas aku tertidur" Kata Gisel mengucek mata nya.
"Tidak apa - apa ayo turun" ajak Brams dan mengendong Thalia yang masih tertidur untuk masuk ke dalam.
"Gisel,sini" Panggil ibu mertua Gisel
"Iya ma"jawab Gisel dan mendekati ibu mertua nya.
"Ini adalah Villa milik Brams, jadi kalau kapan aja kamu mau berlibur ke sini dengan brams atau teman - teman kamu, sampai nya ke sini aja"Jelas Ibu mertua Gisel
"Oh, besar ya ma Villa nya" Balas Gisel
"Iya besar, ayo masuk dulu kita istirahat" Ajak Ibu mertua Gisel
Saat masuk ke dalam, sudah tercium aroma makanan yang di siap kan pembantu yang menjaga dan mengurus Villa ini.
Mereka semua pun duduk bersama untuk makan.
Kedua orang tua Gisel mau pun Brams bercanda ria di meja makan, sementara Gisel hanya tersenyum saja mendengar pembincangan kedua orang tua dan kedua mertua nya.
Berbeda dengan Brams hanya menikmati makanan tanpa Ekspresi dan kata - kata membuat Gisel merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini.
"Gisel,Brams nanti jangan lupa istirahat dulu, nanti malam kita bikin acara bakar - bakar" Kata Mira mengingat kan
"Iya Ma" Balas Gisel
Setelah selesai makan, Gisel dan Brams pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sebelum menjelang malam,karena akan ikut acara bakar - bakar jagung dan lain nya.
Suasana hening menyelimuti kamar yang di tiduri 2 orang.
"Mas Brams! "Panggil Gisel memecah Ke heningan
"Hem"Balas Brams yang berbaring miring kearah tepi tempat tidur.
"Kenapa mas brams begitu dingin sama aku, apa mas Brams tidak senang dengan pernikahan ini? " tanya Gisel yang sudah tidak tahan berdiam diri.
"Tidak, aku hanya belum siap memperlakukan wanita lain, selain istri ku,jadi aku harap kamu bisa mengerti" Balas brams datar
Seketika Air mata Gisel pun jatuh dan tak mau berkata apa pun lagi.
"Percuma saja menikah kalau akhir nya tidak mampu menerima, ahh sudah lah, lebih baik diam saja kalau sudah tahu,paling tidak masih ada thalia yang menyayangi ku dnan menerima ku" batin Lisa
Brams tahu kalau gisel sedang menangis, tapi Brams tidak peduli dan melanjutkan tidur nya.
Bersambung