NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kode dalam kepala

‎Udara dingin menghantam wajah Rian dengan keras saat tubuhnya melayang jatuh. Dalam hitungan detik, punggungnya menghantam atap gerbong kereta mag-lev kargo yang melaju kencang di jalur bawah tanah. Benturan itu begitu keras hingga memutus napasnya seketika, mengirimkan rasa sakit menyengat ke seluruh persendian.

‎Di sampingnya, Maya berguling lihai, menahan gesekan angin kencang yang menderu. Kereta tanpa awak itu melesat cepat menembus terowongan beton, meninggalkan jembatan Distrik Bawah dan para Penjaga Kategori jauh di belakang.

‎Rian terbatuk-batuk, berusaha mengatur napasnya yang memburu. Malam yang dingin ini terus memaksanya melompati batas kemampuan fisiknya. Saat ia meraba saku dadanya, rasa lega menjalar—silinder merah itu masih utuh.

‎"Kau bertahan hidup, Dr. Vance," gumam Maya seraya merambat mendekati Rian di atas atap gerbong yang bergetar hebat. "Gerakan meluncur di bawah pipa tadi... itu teknik evakuasi Divisi Keamanan Sektor Nol. Ingatan ototmu mulai bangkit, Rian. Tubuhmu mengingat apa yang pikiranmu lupakan."

‎Rian menatap kedua tangannya yang penuh noda oli dan debu industri. "Tapi itu tidak cukup, Maya. Aku bertindak refleks tanpa tahu mengapa aku melakukannya. Rasanya seperti mendiami tubuh milik orang asing."

‎"Itu sebabnya kita butuh membuka segel silinder ini secara penuh," kata Maya. Ia mengelus permukaan tabung kaca merah yang kini memancarkan pendar redup tidak stabil. "Silinder ini bukan cuma menyimpan potongan ingatan laboratoriummu. Di dalamnya ada Inti Kode—algoritma pembalik yang bisa menonaktifkan jaringan pemancar Proyek Oblivion."

‎Kereta kargo melambat saat memasuki terowongan pemeliharaan mati yang terlindung dari pemindaian satelit kota. Maya memberi isyarat, dan mereka melompat turun ke sebuah selasar beton yang lembap dan dipenuhi lumut sintetis.

‎Di ujung selasar terdapat sebuah ruangan perlindungan lama bekas perang antar-sektor—sebuah safehouse darurat yang dilengkapi konsol sistem komputer tua tanpa jaringan antarmuka luar.

‎Maya menyalakan generator cadangan. Lampu neon pijar di atas meja kerja berkedip serak, memancarkan cahaya kekuningan. Ia lalu menghubungkan silinder merah ke sebuah alat dekoder frekuensi tinggi kuno yang memiliki kabel-kabel syaraf langsung.

‎"Pemindai sederhana di Archivia hanya memperlihatkan visualnya saja," jelas Maya seraya menyiapkan dua buah keping elektroda syaraf. "Untuk mengakses Inti Kode dan membongkar ingatanmu yang terkunci rapat, kita harus menyambungkan sinyal silinder ini langsung ke jaringan sinapsis otakmu."

‎Rian menatap dua elektroda berujung jarum tipis itu dengan ragu. "Apa risikonya?"

‎"Jika struktur memorimu yang ditanam delapan tahun lalu menolak ingatan aslimu, kau bisa mengalami pendarahan otak... atau ingatan buatanmu terhapus permanen tanpa mengembalikan ingatan lamamu. Kau bisa menjadi cangkang kosong," jawab Maya jujur, matanya menatap Rian penuh penyesalan. "Aku tidak akan memaksamu. Keputusan ada di tanganmu."

‎Rian terdiam. Ia mengingat kehidupannya yang tenang sebagai Archivist—sebuah kehidupan yang ternyata hanyalah ilusi nyaman yang dibangun di atas kebohongan. Namun, ia juga mengingat raungan sirine, wajah dingin dirinya sendiri dalam memori laboratorium, dan jutaan warga Neo-Veridia yang berada di ambang kehilangan kesadaran massal.

‎"Aku tidak ingin terus melarikan diri dari bayangan orang asing," kata Rian tegas. Ia mengambil tempat duduk di kursi besi dan menyandarkan kepalanya. "Lakukan."

‎Maya mengangguk pelan. Dengan jemari yang bergetar, ia menempelkan keping elektroda ke pelipis kanan dan kiri Rian, lalu menekan tombol eksekusi pada konsol.

‎BZZZZT!

‎Seketika, gelombang rasa sakit yang luar biasa membakar bagian dalam tengkorak Rian. Pandangannya berubah menjadi putih menyilaukan. Ribuan baris kode rumit, cetak biru struktur syaraf, dan potongan-potongan peristiwa melintasi kesadarannya dengan kecepatan menakutkan.

‎Di balik rasa sakit yang meledak-ledak itu, sebuah suara bergema di dalam kepalanya—suara dirinya sendiri dari masa lalu:

‎"Ingat kodenya, Rian... Kunci dari Oblivion bukan berada di dalam silinder ini, melainkan di dalam struktur genetik syarafmu sendiri!"

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!