NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 12_DOMINASI SANG SERIGALA BETINA

Keheningan di koridor lantai teratas itu mendadak terasa begitu pekat hingga suara tarikan napas Cinta terdengar jelas. Cinta tetap mempertahankan senyum menantangnya, menatap lurus ke dalam manik mata hitam Maxim sembari jemarinya perlahan menyelesaikan simpul dasi sang bos. Dia merasa telah memenangkan permainan psikologis ini. Dia yakin Maxim sedang terjerat dalam pesonanya.

Namun, kedekatan fisik itu justru menjadi bumerang. Maxim tidak membiarkan sekretarisnya memegang kendali terlalu lama.

Sebelum Cinta sempat menarik kembali tangannya, sebuah pergerakan secepat kilat terjadi. Tangan kanan Maxim yang besar dan kokoh mendadak bergerak maju, mencengkeram erat tengkuk Cinta dari belakang. Cengkeraman itu begitu tegas, dominan, dan tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi Cinta untuk menghindar.

Seketika itu juga, Maxim menyentak tubuh Cinta maju, merapatkan pinggul wanita itu tanpa jarak pada tubuh tegapnya. Stiletto Christian Louboutin yang Cinta kenakan bahkan sempat terangkat dari lantai karpet karena kuatnya rengkuhan Maxim.

Brak!

Tubuh Cinta terdorong mundur hingga punggungnya menghantam dinding koridor dengan keras. Map agenda yang tadi tergeletak di tepi meja kerja jatuh mengenaskan ke lantai, namun tidak ada satu pun dari mereka yang peduli. Kedua tangan Maxim kini mengurung tubuh ramping Cinta, menumpu kuat pada dinding beton di sisi kanan dan kiri kepala sekretarisnya.

Cinta terengah, jantungnya bertalu gila-gilaan di dalam dada. Rasa jemawa yang tadinya membubung tinggi seketika runtuh, digantikan oleh kepanikan nyata yang membuat seluruh tubuhnya gemetar. Tatapan mata Maxim dari jarak sedekat ini begitu gelap, pekat, dan memancarkan kilat obsesi yang mengerikan.

"Kamu sangat berani, Nona Cinta," suara bariton Maxim keluar dalam bisikan yang sangat rendah, serak, dan berbahaya tepat di depan bibir Cinta. Napas hangatnya yang beraroma mint membakar permukaan kulit wajah Cinta yang kini memucat. "Kamu pikir kamu bisa memancingku sesukamu, lalu pergi seolah tidak terjadi apa-apa?"

Cinta mencoba menelan ludah dengan susah payah. Aura dominan Maxim saat ini benar-benar mencekik kewarasannya.

"T-Tuan Maxim... ini di kantor," ucap Cinta terbata-bata, mencoba menggunakan alasan profesionalisme sebagai perisai terakhirnya.

"Aku tidak peduli," potong Maxim kejam.

Pria itu mencondongkan wajahnya lebih dekat, membiarkan bibir tipisnya bergesekan samar dengan bibir merah menyala milik Cinta tanpa benar-benar menciumnya. Siksaan jarak satu milimeter itu mengirimkan desiran panas yang luar biasa hebat ke seluruh saraf tubuh Cinta. Jantungnya berdebar begitu kencang hingga dia takut Maxim bisa mendengarnya.

Tangan kiri Maxim perlahan turun dari dinding, bergerak menuju leher jenjang Cinta. Jemari lurusnya yang dingin mengusap kasar kerah kemeja sutra putih gading wanita itu, sengaja membukanya sedikit lebih lebar untuk menatap area tulang selangka yang kini tertutup riasan kosmetik tebal. Maxim tahu di balik bedak mahal itu, bekas tanda miliknya sebagai Ethan masih bersembunyi di sana.

"Dengarkan aku baik-baik," bisik Maxim, suaranya terdengar amat posesif dan mengikat, membuat bulu kuduk Cinta meremang hebat. "Jangan pernah lagi tersenyum seperti itu pada pria lain di depanku. Jangan pernah biarkan tangan kotor siapapun menyentuh apa yang ada di mejamu. Jika aku melihatmu menebar pesona lagi pada bajingan seperti Rudi..."

Maxim menjeda kalimatnya, mencengkeram dagu Cinta dengan tekanan yang tegas agar wanita itu tidak bisa mengalihkan pandangan.

"...aku tidak akan segan-segan mengurungmu di dalam ruanganku, dan membuatmu melupakan cara berjalan dengan stiletto sialanmu ini. Mengerti, Nona Cinta?"

Ancaman terselubung yang sarat akan gairah gelap dan kegilaan kendali itu menghantam pertahanan mental Cinta. Namun, alih-alih mundur ketakutan atau menciut pasrah setelah dikurung di dinding, isi kepala Cinta mendadak berputar ke jalur taktiknya yang licik. Rasa ngeri itu dengan cepat dia sulap menjadi gairah kemenangan.

Maxim cemburu? batin Cinta bersorak girang di balik kepanikan fisiknya. Itu bagus! Itu luar biasa bagus! Berarti seluruh pancinganku berhasil telak. Dinding esnya bukan cuma retak, tapi sudah hancur lebur demi aku.

Cinta menolak untuk membuang kesempatan emas ini. Dia tidak ingin membiarkan misinya menggoda suami Nyonya Valen tertunda lebih lama lagi hanya karena sebuah gertakan. Sebelum Maxim sempat menarik kembali tangannya, Cinta mengambil tindakan nekat. Kedua tangan lentiknya bergerak secepat kilat meraih kerah kemeja hitam Maxim, menarik dasi pria itu dengan paksa agar wajah mereka tidak menyisakan jarak sama sekali, lalu Cinta langsung menempelkan bibirnya dan mencium Maxim dengan agresif.

Ciuman itu mendadak, menuntut, dan penuh dengan bumbu provokasi. Cinta ingin mengunci kepemilikannya atas gairah pria berkuasa ini di koridor kantor yang sepi.

Maxim tersentak hebat. Dia benar-benar terkejut dengan serangan balasan yang sama sekali di luar prediksinya. Selama sedetik, tubuh tegap sang CEO menegang kencang. Namun, ego besar dan sisa amarah Maxim yang belum padam sejak subuh tadi—karena merasa dipermainkan dan dicampakkan oleh wanita yang sama di hotel—membuatnya menolak untuk takluk begitu saja pada permainan Cinta di kantor ini. Dia tidak mau menjadi boneka yang bisa digerakkan sesuka hati oleh wanita manipulatif ini.

Dengan satu sentakan kuat, Maxim memegang kedua bahu Cinta lalu mendorong tubuh wanita itu menjauh hingga tautan bibir mereka terputus kasar.

Napas Maxim memburu, sepasang mata hitamnya menatap Cinta dengan tatapan yang sangat tajam, dingin, dan dipenuhi oleh kilat kemarahan yang tertahan. Dia merapikan kembali kerah kemeja dan dasinya yang sempat berantakan karena ulah nekat sekretarisnya.

"Jaga batasanmu, Nona Cinta," ucap Maxim dengan suara bariton yang terdengar amat rendah, datar, dan sedingin es, kembali mengenakan topeng bos besarnya yang tak tersentuh. "Ini perusahaan formal, bukan tempat bagi Anda untuk bertingkah murahan. Selesaikan dokumen auditmu, atau kamu keluar dari gedung ini sekarang juga."

Tanpa menunggu jawaban, Maxim berbalik dan melangkah lebar masuk kembali ke dalam ruangannya, menutup pintu kayu mahoni itu dengan dentuman keras.

Cinta terengah-engah di tempatnya berdiri, bersandar pada dinding beton koridor dengan bibir yang masih terasa panas. Sentuhan fisik tadi meninggalkan desiran aneh yang hebat di dadanya. Dia menatap pintu ruangan Maxim yang tertutup rapat dengan senyuman miring yang perlahan terukir di wajah cantiknya, mengabaikan fakta bahwa dia baru saja didorong menjauh.

Dorongan itu cuma bentuk pertahanan egomu yang terluka, Tuan Maxim, batin Cinta penuh percaya diri, menyeka bibirnya dengan ujung jari. Kita lihat saja, seberapa lama kamu bisa terus jual mahal setelah ciuman tadi.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!