NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri yang membanggakan

Prameswari tersenyum puas melihat hasil liputan para pencari berita hari ini. Putrinya sukses menggiring opini publik yang positif di tengah acara yang diselenggarakan sekolahnya.

Ananta sudah sangat bekerja keras hingga kesan dia memanfaatkan momen untuk menaikkan popularitas papanya sebagai anggota dewan bisa dimaafkan para pencari berita. Rekan rekan sesama pengajarnya di kindergarten juga tidak segan segan memujinya sebagai guru yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap murid muridnya. Mereka mendukung Ananta. Terlihat tulus di kamera para pewarta itu.

"Bu Ananta tidak pernah meminta diperlakukan secara istimewa," puji salah satu rekannya.

"Bu Ananta sangat memahami keinginan siswa didiknya. Dia melakukannya dengan sungguh sungguh dari hati. Bukan karena panjat sosial demi karir papanya," puji pendidik yang lain, membela Ananta.

"Bu Ananta sangat ramah dan tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari kami."

Bahkan siswa siswi didiknya juga ikut menyatakan kalo Bu Ananta guru yang baik dan sabar.

"Bu Ananta pintar menggambar."

"Bu Ananta tidak pernah marah.".

"Bu Ananta pintar bercerita."

Pujian anak didik tersebut pasti sangat dipercaya oleh para pewarta. Karena mereka belum bisa dimanipulasi, belum punya kepentingan. Anak anak usia pra sekolah itu berbicara tentang kenyaaman mereka bersama Ananta sebagai guru mereka.

Prameswari dapat melihat banyaknya pujian positif yang di dapatkan putrinya dari berbagai media sosial. Anggota dewan Gala Aghia memiliki putri tunggal yang pintar, sopan dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan untuk anak anak di usia pra sekolah.

Para pencari berita itu bahkan membandingkannya dengan putri anggota dewan yang lainnya, bahkan anak anak menteri yang lebih suka terjun ke dunia pemerintahan tanpa memiliki kompetensi di bidangnya. Hanya memanfaatkan jabatan dan koneksi kekuasaan orang tuanya hingga mendapatkan jabatan tinggi dengan mudah.

Beda dengan Ananta yang memiliki pendidikan master tapi lebih suka menekuni bidang pendidikan dan sekarang bisa dilihat dengan kesuksesan karya karya dan bakat siswa siswa didiknya yang sedang dipamerkan di sekolahnya.

Acara pameran yang biasanya hanya berlangsung sehari kini ditambah satu hari lagi karena antusiasme para pengunjung yang sangat tinggi.

Berita berita positif tentang kehadiran Ananta sebagai salah satu pendidik yang merupakan anak anggota dewan di sana, membuat banyak orang berbondong bondong ingin membuktikan kapasitasnya.

Tapi Prameswari belum merasa puas karena keberhasilan Ananta belum sempurna. Seandainya saja dia yang dipinang oleh keluarga Latif Jaffar, kebahagiaan ini akan menjadi kesuksesan sempurna buat putrinya. Terlebih buat keluarganya.

Dia meraih ponselnya.

"Selamat, sayang," pujinya langsung ketika mendengar suara putrinya.

"Makasih, mah."

Prameswari bisa mendengar suara ramai di sambungan telpon putrinya.

"Mama mau kasih tau papa, kalo acara kamu sangat sukses."

"Ya, mah."

"Seandainya Arsen bisa melihatnya dengan lebih objektif, dia pasti akan menemukan perbedaan jelas antara kamu dengan kandidat gadis yang akan dipilihnya," sesalnya yang tetap saja tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya

"Maaf, mah."

"Seandainya kamu lebih bisa merayu Arsen."

Hening. Ananta tidak memberikan jawaban.

"Ya, sudahlah. Mama mau telpon papa. Seenggaknya posisi papa sudah bisa diamankan."

"Ya, mah."

Prameswari memutuskan komunikasi via telponnya. Dia bermaksud menekan kontak suaminya, tapi ternyata suaminya lebih dulu sudah menghubunginya.

"Sayang, aku sudah ngga sabar mau mengabarkan berita yang paling membahagiakan buat kamu." Suara Gala Aghia terdengar menggebu gebu.

"Aku tau. Tentang acara Ananta yang sukses, kan?" tebaknya cepat. Baru saja dia akan memberitau suaminya.

"Oooh .... acara Ananta di sekolahannya sukses, ya? Syukurlah kalo begitu." Gala menyahut kaget dan antusias.

Tapi respon suaminya terdengar aneh bagi Prameswari. Gala sepertinya belum melihat berita Ananta yang baru saja berseliweran di berbagai platform media online.

"Bukan itu, ya, yang ingin kamu bicarakan?" tanya Prameswari memutuskan jeda percakapan mereka.

"Sebenarnya bukan itu. Tapi aku bahagia mendengarnya. Hari ini kebahagiaan itu malah berlipat lipat jadinya."

"Oh ya?"

Jantung Prameswari berdebar cepat. Dia merasa akan ada berita mengejutkan yang ingin disampaikan suaminya. Dia menunggu dengan tidak sabar.

"Tadi Latif datang. Putri kita sayang, dia dipilih Arsen." Gala Aghia tidak bisa menyembunyikan nada suara bahagianya.

Sedetik.

Tiga detik

Prameswari butuh waktu berdetik detik untuk menyerukan kebahagiaannya.

"Syukurlah. Jantungku mau copot rasanya, Gala."

Terdengar tawa berderai Gala Aghia.

"Katakan berita ini pada putri kita. Malam ini kita diundang makan malam di rumah Latif Jaffar."

"Ya, ya, tentu Gala. Aku akan menelponnya lagi. Padahal baru saja aku menelponnya untuk mengucapkan selamat atas kesuksesannya di acara sekolahnya tadi. Sekarang aku akan menelponnya lagi untuk mengabarkan kesuksesannya jadi menantu Latif Jaffar." Tawanya berderai.

Prameswari tidak bisa membendung kebahagiaannya. Kabar baik yang sejak seminggu ini dia tunggu dan membuatnya selalu uring uringan dan sakit kepala. Hampir setiap pagi dia selalu mengomeli suami dan putrinya semata wayangnya.

Akhirnya putrinya yang jadi pemenangnya. Keberuntungan besar ada di pihak keluarganya. Malah secara beruntun dia dan suaminya mendapatkan kebahagiaan ini.

Ananta, kamu memang top, pujinya bangga dalam hati. Putrinya itu walaupun terlihat ngga berniat menuruti permintaannya dan suaminya, tapi ternyata melakukannya dengan sungguh sungguh. Dia sudah berusaha sangat keras.

Terselip sedikit penyesalan karena tadi sudah menyalahkannya.

Prameswari merasakan keharuan memenuhi rongga dadanya. Matanya sampai berkaca kaca saking banyaknya kebahagiaan yang dia dapat pada hari ini.

Tanpa membuang waktu lagi Prameswari segera menelpon putrinya dengan diliputi perasaan bangga.

Nada suaranya sangat riang membalas sapaan putrinya yang merasa heran karena mamanya belum lama memutuskan komunikasi dengannya tadi.

"Ada apa, mah?"

"Sayang, kamu memang putri terbaik mama. Putri mama yang paling cantik, paling pintar dan paling penurut. Kamu sangat membanggakan mama dan papa," pujinya bertubi tubi.

Hening, tidak ada jawaban dari Ananta. Prameswari tidak mempedulikan yang dipikirkan oleh putrinya saat ini. Hatinya sudah sangat mengembang memikirkan hidup keluarganya yang akan semakin mewah dengan pernikahan putrinya nanti. Keluarganya memang sudah kaya raya, tapi kekayaan keluarga Arsen lebih jauh di atas keluarganya.

Awalnya Prameswari juga merasa heran kenapa Latif memilih putrinya sebagai kandidat.

Hanya karena saham enam persen itu kah?

Saham itu diperoleh suaminya dari orang tuanya yang merupakan teman lama orang tua Latif.

Tapi apa pun itu, keberuntungan ini sangat pantas mereka banggakan.

"Arsen memilihmu, sayang," serunya tanpa bisa membendung kebahagiaannya. Dia hampir berteriak. Ngga masalah buatnya, karena ruang kerjanya kedap suara.

Terdengar suara nafas putrinya yang tercekat. Prameswari tau, saat ini di hati putrinya belum tumbuh perasaan cinta untuk Arsen. Tapi dia yakin, lama lama putrinya akan mengerti kalo cinta akan bisa tumbuh karena dipupuk oleh kemewahan. Bukan kemelaratan.

Dan Arsen, ngga mungkin kalo dia ngga tertarik dengan kecantikan putrinya. Nanti akan dia ajarkan seni membuat laki laki jatuh cinta hingga dengan murah hati mengucurkan seluruh harta bendanya.

"Malam nanti keluarganya mengundang kita makan malam di rumahnya, sayang. Kapan kamu bisa pulang? Kamu harus berendam dulu dan melakukan perawatan cepat. Mama akan mencari gaun yang mahal dan indah untukmu," ucap Prameswari tanpa jeda. Kebahagiaan ini dia tumpahkan sekaligus pada putrinya kebanggannya.

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!