NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 14 — Hukum Rimba

Keheningan yang mencekam turun menyelimuti area hutan yang berantakan itu. Angin berhenti berembus, seolah alam pun menahan napas melihat konfrontasi tersebut.

Senyum arogan di wajah Zhao Feng membeku seketika. Urat di pelipisnya berkedut keras. Selama bertahun-tahun menjadi Murid Dalam Sekte Pedang Tiran, tidak pernah ada seorang pun dari sekte luar atau pelayan rendahan yang berani menatap matanya dengan cara seperti itu, apalagi menantangnya secara terang-terangan.

"Mencari mati!" desis Zhao Feng, matanya memancarkan niat membunuh yang tak lagi ditutupi. "Sepertinya kau tidak tahu seberapa tinggi langit dan seberapa tebal bumi, Bocah!"

Zhao Feng melambaikan tangannya dengan raut wajah jijik, seolah sedang menyuruh mengusir lalat. "Kalian berdua. Patahkan kedua kaki dan tangannya. Aku ingin melihat apakah mulutnya masih bisa bersikap sombong saat dia merangkak memohon ampun."

"Dengan senang hati, Saudara Senior Zhao!"

Kedua pengikut itu menyeringai sadis. Mereka mencabut pedang mereka serempak. Bilah pedang mereka memancarkan pendar biru terang, tanda bahwa mereka mengalirkan energi spiritual murni setingkat Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah.

"Bocah, salahmu sendiri tidak menyerahkan barang itu dengan patuh!" teriak salah satu dari mereka sambil melesat maju, mengayunkan pedangnya dalam tebasan diagonal yang mengincar bahu kanan Huo Li.

Sementara pengikut yang satu lagi bergerak menyamping, memotong jalur mundur Huo Li dan menusukkan pedangnya lurus ke arah paha kiri. Serangan jepit yang sempurna dan terlatih.

Namun, di mata Huo Li, gerakan mereka penuh dengan celah.

'Energi mereka tersebar, pijakan kaki mereka terlalu ringan,' batin Huo Li dingin. Mengingat cadangan Energi Surgawinya tinggal separuh akibat pertarungan dengan Raja Babi, Huo Li tidak berniat membuang-buang tenaga untuk serangan skala besar. Ia akan menggunakan efisiensi mutlak.

"Langkah Pemutus Nadi!"

Di sepersekian detik sebelum kedua mata pedang itu menyentuh kulitnya, tubuh Huo Li merendah dengan sudut yang tidak wajar. Ia meluncur ke depan, bukan ke belakang, membelah tepat di tengah-tengah jarak antara kedua penyerangnya.

WUSH!

"Hah?!" Penyerang pertama terbelalak saat tebasannya hanya mengenai udara kosong.

Sebelum ia bisa menarik pedangnya, Huo Li telah berada di titik butanya. Tangan kiri Huo Li yang sedingin es melesat bagai ular berbisa, mencengkeram pergelangan tangan penyerang itu dengan kekuatan fisik murni yang telah ditempa oleh Lempengan Dewa Surgawi.

KRAK!

"AAARGH!" Penyerang itu menjerit histeris saat tulang pergelangannya remuk seketika. Pedangnya terlepas.

Dengan sigap, tangan kanan Huo Li menangkap gagang pedang yang jatuh di udara tersebut. Tanpa jeda satu napas pun, ia memutar tubuhnya, memanfaatkan momentum, dan mengayunkan pedang rampasan itu dalam satu garis horizontal yang mematikan.

SRET!

Kepala penyerang pertama itu terlepas dari lehernya. Darah menyembur tinggi ke udara bagai air mancur merah.

"K-Kau...!" Penyerang kedua, yang baru saja berbalik, mematung kengerian melihat rekannya tewas dalam satu tarikan napas. Rasa sombongnya menguap seketika, digantikan oleh teror murni. Ia mencoba mundur.

Tapi Huo Li tidak memberinya kesempatan.

"Tebasan Bayangan Berat!"

Huo Li tidak mengalirkan Energi Surgawi, melainkan murni mengandalkan ketangguhan otot dan kecepatan meridian utamanya. Ia menebas vertikal dari atas ke bawah.

TRANG!

Penyerang kedua mencoba menangkis dengan menyilangkan pedangnya, namun beban tebasan Huo Li terasa seperti dijatuhi sebongkah batu raksasa. Pertahanannya hancur, lengannya patah, dan mata pedang Huo Li terus meluncur ke bawah, membelah dada penyerang itu dari tulang selangka hingga ke perut.

BRUK.

Dua mayat kultivator Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah jatuh berdebum ke atas genangan darah mereka sendiri.

Pertarungan itu terjadi begitu cepat, bahkan daun kering yang tadi terhempas oleh angin tebasan mereka belum sepenuhnya menyentuh tanah.

"..."

Mata Zhao Feng melebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya. Rahangnya jatuh. Gemetar halus mulai merayapi lututnya.

"B-Bagaimana mungkin... Kau... kau menyembunyikan ranah kultivasimu?! Kau pasti berada di Tahap Akhir sepertiku!" teriak Zhao Feng, suaranya pecah antara amarah dan kepanikan.

Huo Li berdiri dengan tenang di tengah genangan darah, pedang di tangannya meneteskan cairan merah kental. Wajahnya tetap datar, tak ada riak emosi dari pembunuhan ganda yang baru saja ia lakukan. Di Sekte Pedang Mendalam, ia dipukuli karena lemah. Di sini, ia membunuh karena mereka mencoba mengambil hak hidupnya. Itulah hukum dunia ini.

"Sekarang tinggal kita berdua, Zhao Feng," ucap Huo Li santai. Ia melangkah maju perlahan, pedang terseret di tanah, menciptakan suara decitan yang mengiris mental.

Zhao Feng menggertakkan giginya hingga berdarah. "Jangan sombong, Gembel! Kau pikir membunuh dua pelayanku membuktikan kau bisa mengalahkanku?! Aku adalah jenius dari Keluarga Zhao!"

Sring!

Zhao Feng mencabut pedangnya. Berbeda dengan pedang biasa milik pengikutnya, pedang Zhao Feng memancarkan cahaya hijau terang yang beriak seperti riak air. Itu adalah Senjata Spiritual Tingkat 2!

"Mati kau! Seni Pedang Tiran: Angin Puting Beliung Pembelah Tulang!"

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!