Seorang gadis berusia 23 tahun bernama Aleta Quenby Elvina yang biasa dipanggil Vina ini memiliki jiwa kepemimpinan dan suka menolong dalam bidang kesehatan. ia seorang dokter muda yang memiliki talenta dalam ilmu kedokteran hingga ia bertemu dengan dengan orang yang sangat menyebalkan itu. mau tau selengkapnya mari simak bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon carlin_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
🌼 HAPPY READING 🌼
Vina jalan mendekati pasien itu memeriksa ternyata pasien ini mengalami pendarahan di bagian kewanitaan, Vina menyuruh suster untuk mendorong pasien ke ruang operasi.
Operasi pertama Vina di rumah sakit cabang berjalan dengan baik pendarahan telah diatasi dengan cepat sebelum pasien kehilangan banyak darah. Pasien bernama Nisa itu sudah berada di ruang rawat inap.
" Satu atau dua jam lagi sadar, pasien masih dibawa obat bius " ucap Vina kepada pria yang membawa Nisa kesini.
" Makasih dok "
" Sama sama, saya permisi dulu " pamit Vina
Sebuah taman terdapat pohon besar Vina melangkah ke arah bangku dibawah pohon besar. Udaranya sangat sejuk membuat Vina merasa rileks, tidak lama ada sebuah suara yang sangat menggangu suasana.
[ Halo kak, ada apa? ] Tanya Vina langsung pada intinya
[ Tumben sekali telpon Kaka diangkat ] ucap Brian
[ Hufff, ada apa kak? ] tanya Vina
[ Kaka dengar dari mama kamu pindah, apa itu benar? ] tanya Brian
[ Iya kak Vina pindah ] jawab Vina
[ Kamu kenapa pindah sih? Dikit lagi Kaka nikah masa kamu tidak ikut dek ] ucap Brian
[ Vina pasti datang kak, jangan khawatir emangnya aku berapa lama disini, pasti Vina sempat untuk datang ] ucap Vina
[ Janji ya.. ]
[ Iya kak ] ucap Vina
[ Kak ] panggil Vina
[ Kaka sudah makan? ] Tanya
[ Sudah, kamu juga sudah makan atau belum ] tanya balik Brian
[ Iya Kaka, Kaka jaga kesehatan ya jangan sampai sakit, sudah dulu ya kak Ade harus kembali kerja ]
[ Iya dek ]
Huff. Hembusan nafas panjang untuk mengurangi rasa gelisah Vina, sejak ungkapan hati Haikal membuat otaknya terus berpikir dan meras bersalah.
Masih ditempat yang sama Vina duduk sambil mengucapkan syukur kepada Tuhan. ' terima kasih Tuhan atas apa yang kau berikan kepadaku ' batin Vina tidak pernah lupa berdoa dan mengucapkan syukur telah memberi umur panjang.
Waktu jam makan siang pun usai, Vina kembali memeriksa Nisa. Vina melihat posisi pria itu masih sama.
" Permisi pak saya mau memeriksa pasien " ucap Vina
" apa istri bapak? " tanya Vina
" bukan " jawab
" kalo bukan suami terus kenapa dia? " tanya Vina
" Nisa teman SMA saya, dia dijual oleh papa dan diperkosa " ucap pria itu
" dok bisakah kamu menjaganya, saya ada sedikit urusan yang harus di selesaikan "
" tentu saya akan menjaganya " ucap Vina
pria itu mengecup kening Nisa dengan sayang dan mengelus kepala Nisa. setelah kepergian pria itu Vina duduk disamping brangkar.
~~
" hei kal, kamu kenapa? kok melamun " ucap Nia.
" kamu bisa diam nggak " ucap Haikal emosi.
" selow.. tidak usah emosi kayak gitu dong " ucap Nia
Haikal pergi meninggalkan Nisa menuju pasien yang baru datang.
setelah Vina menolak Haikal, Haikal menyibukkan dirinya dengan masuk ruang operasi biasanya dua kali sehari sekarang menjadi tiga kali, dan mengantikan jam dokter yang ada keperluan lain.
Haikal pemimpin rumah sakit sedangkan vina pemilik rumah sakit tapi Haikal belum mengetahui itu, Haikal merasa tidak ada gunanya dia menjadi pemimpin tapi tidak bisa mencegah Vina pergi jauh. seorang wanita yang berani merebut hatinya.
~~
setelah dua bulan berlalu begitu saja bagi Haikal, Haikal habis menerima telfon dari Brian meminta untuk menjemput Vina, maunya Brian dia sendiri yang menjemput tapi semua keluarga melarang katanya nanti Brian bukannya jemput Vina malah jemput Aira karena sudah satu Minggu mereka berdua dilarang bertemu, maka oleh sebab itu Haikal menerima.
dalam perjalanan menuju rumah sakit cabang Haikal dengan suasana sangat gembira dan bernyanyi mengikuti lantunan musik
*You need to know
We'll take it slow
I miss you so
We'll take it slow
It's hard to feel you slipping (You need to know)
Through my fingers are so numb (We'll take it slow)
And how was I supposed to know (I miss you so)
That you were not the one?
Put your hand in mine
You know that I want to be with you all the time
You know that I won't stop until I make you mine
You know that I won't stop until I make you mine
Until I make you mine
Put your hand in mine
You know that I want to be with you all the time
Oh darlin', darlin', baby, you're so very fine
You know that I won't stop until I make you mine
Until I make you
La-la-la-la
La-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la*
entah berapa lama perjalan Haikal tidak merasa bosan selama berkendara mungkin karena menjemput kekasih hatinya.
Haikal sudah memarkir mobil halaman rumah sakit melepas sabuk pengaman dan melangkah keluar mobil menuju pintu rumah sakit. Haikal berjalan menyelusuri koridor rumah sakit melihat bangunan tidak ada bedanya dengan terakhir kali dia kesini.
" permisi bisa bertemu dengan dokter Elvina " ucap Haikal kepada suster sedang lewat.
" dokter Elvina sedang.. " ucap suster terkejut kedatangan orang penting dirumah sakit ini
" pak Haikal maaf saya kira siapa, oh ah mau ketemu dokter Elvina kan ayok ikut saya " ucap suster
suster berjala Haikal mengikuti di belakang, memasuki UGD berarti Vina sedang di UGD.
" itu dokter Elvina sedang memeriksa pasien baru, pak saya permisi dulu " pamit dokter
Haikal tidak menghiraukan ucapan terakhir suster melangkah mendekati wanita berambut pendek sebahu, Haikal tidak pikir itu Vina tapi suaranya sama dengan Vina
" Vi " panggil Haikal membuat Vina berbalik