NovelToon NovelToon
Cinta Dari Tuan Duda

Cinta Dari Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:221.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Seri Melani

Dayna merasa hidup selalu menyengsarakan dirinya. Ia tak pernah berpikir usai menikah ternyata masalah hidupnya kian dibuat pelik. Ia dijual oleh suaminya sendiri.

Yuga, laki-laki yang hidup di lingkungan dunia malam, pekerjaan haram dan penuh kekerasan. Kini episode hitam yang sama kembali menggilas garis hidup Dayna. Demi melunasi hutang, Yuga menjual Dayna pada Tuan Gaza.

Dayna selalu ingin kabur dari jerat hidup Tuan Gaza, tapi sosok laki-laki di rumah Gaza membuat Dayna tertahan. Dialah Arsen. Dayna menyukainya. Tapi Gaza tak akan pernah membiarkan Dayna menyukai Arsen. Gaza hanya ingin Dayna menyukai dirinya bukan Arsen.

Hingga akhirnya sebuah fakta besar terungkap, membuat Dayna hidup dalam kebimbangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seri Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Titik Balik

Langkah pertama mereka adalah mengambil keputusan besar yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Dayna dan Arsen berdiri di tengah ruangan yang penuh dengan ketegangan. Mata mereka saling bertukar pandang, seolah mencoba mencari jawaban yang selama ini mereka cari. Pria yang telah menyambut mereka, yang ternyata bernama Danu, kembali berbicara dengan nada yang lebih serius.

“Kalian harus menyadari satu hal,” katanya, suaranya rendah namun tegas, “dunia ini bukan untuk orang lemah. Gaza tidak akan membiarkan siapa pun yang menghalangi jalannya untuk mencapai tujuannya. Jika kalian ingin mengalahkan dia, kalian harus siap untuk berbuat lebih dari sekadar bertahan.”

Dayna merasa darahnya berdesir. Kata-kata Danu seperti petir yang menyentak perasaannya. Selama ini ia hanya bertahan. Bertahan hidup, bertahan dari ketakutan, bertahan dari kenyataan pahit yang dihadapinya. Namun, untuk mengalahkan Gaza, ia harus melakukan lebih dari itu. Ia harus berani melawan, berani keluar dari zona nyaman yang selama ini menyelimutinya.

“Apa yang kami harus lakukan?” Arsen bertanya, suaranya penuh tekad. Ia sudah berjanji untuk melindungi Dayna, dan ia tahu bahwa langkah mereka kali ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Danu menyarankan mereka untuk bergabung dengan kelompok yang ia pimpin. Kelompok ini terdiri dari mereka yang memiliki niat serupa—menghancurkan kekuatan Gaza. Kelompok ini bukanlah kelompok terorganisir yang biasa. Mereka bekerja di bawah tanah, tidak terdeteksi oleh banyak orang. Mereka beroperasi dalam bayang-bayang, jauh dari perhatian umum, namun dengan tujuan yang jelas: menggulingkan Gaza dan meruntuhkan jaringan kejahatan yang telah membelenggu kota ini selama bertahun-tahun.

Dayna merasakan ketegangan di dalam dirinya. Bergabung dengan kelompok ini berarti mereka harus meninggalkan segala hal yang dikenal. Mereka harus hidup dalam bayang-bayang, menghindari perhatian, dan bertindak dengan cermat. Namun, di sisi lain, ini adalah kesempatan untuk mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung begitu lama.

"Apa yang harus kami lakukan untuk bergabung?" Dayna akhirnya mengajukan pertanyaan yang telah terpendam dalam dirinya.

Danu menatap mereka dengan mata tajam. “Pertama, kalian harus menunjukkan bahwa kalian bisa dipercaya. Kami tidak bisa menerima siapa saja yang datang hanya untuk mencari perlindungan. Kami membutuhkan orang yang benar-benar berkomitmen untuk tujuan ini.”

Arsen menunduk sejenak, lalu mengangkat kepala dan berkata, “Kami siap. Kami tidak akan mundur lagi.”

Danu tersenyum tipis, lalu memberi isyarat kepada seorang anggota kelompok yang berdiri di dekat pintu. "Ambil mereka dan beri pelatihan dasar. Mereka akan mulai malam ini."

Dayna merasa perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa seperti ada harapan yang muncul, namun di sisi lain, ia tahu bahwa mereka sedang berada di jalur yang penuh bahaya. Tidak ada jalan kembali setelah mereka melangkah ke dalam dunia ini. Namun, ia juga tahu bahwa satu-satunya cara untuk melarikan diri dari cengkraman Gaza adalah dengan melawan.

Pelatihan itu dimulai dengan keras. Selama beberapa hari berturut-turut, Dayna dan Arsen diberi latihan fisik yang intens, serta pelatihan mengenai bagaimana cara bertahan hidup di bawah tekanan. Mereka diajari bagaimana meretas komunikasi, menghindari pengejaran, dan bahkan menggunakan senjata. Dayna merasa tak nyaman dengan banyaknya keterampilan baru yang harus ia pelajari. Namun, setiap kali ia merasakan ketakutan atau keengganan, ia teringat akan Gaza, teringat akan kekejaman yang telah ia rasakan selama ini.

Arsen tidak jauh berbeda. Meskipun ia lebih berpengalaman dalam hal kekerasan, pelatihan ini tetap terasa berat baginya. Namun, bagi Arsen, ini adalah pilihan yang tidak bisa dihindari. Ia tidak bisa kembali ke masa lalu. Apa pun yang terjadi, ia harus memastikan bahwa Dayna tidak lagi terperangkap dalam kehidupan yang mengekangnya.

Di tengah-tengah pelatihan, Dayna mulai merasa ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. Ia merasa ada kekuatan yang lebih dari sekadar kelompok ini yang menggerakkan mereka. Kelompok ini, meskipun bekerja dengan tujuan mulia, terperangkap dalam permainan yang lebih besar. Gaza bukanlah satu-satunya orang yang mereka hadapi. Ada banyak pihak lain yang terlibat, dan Dayna tahu bahwa setiap langkah yang mereka ambil akan membuat mereka semakin terjerat dalam konflik yang lebih kompleks.

Suatu malam, ketika pelatihan hampir selesai, Danu memanggil mereka untuk berkumpul. Hari itu sangat penting. Mereka akan diberi tugas pertama. Semua anggota kelompok tampak serius, berdiri dalam barisan rapi, menunggu perintah dari Danu.

"Kami akan melakukan serangan pertama," kata Danu dengan tegas. "Gaza sedang mengadakan pertemuan penting di salah satu tempat aman miliknya. Ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkan informasi penting dan menghancurkan salah satu jalur pemasoknya."

Dayna merasakan jantungnya berdetak kencang. Ini adalah kesempatan yang sudah lama ia tunggu, tetapi juga menjadi ujian besar bagi mereka. Jika mereka gagal, akibatnya bisa sangat fatal. Namun, di sisi lain, jika mereka berhasil, ini akan menjadi kemenangan besar dalam perjuangan mereka.

"Apakah kalian siap?" Danu bertanya, menatap setiap anggota kelompok satu per satu.

Dayna menatap Arsen, yang terlihat tegang namun siap. Mereka saling mengangguk, menyadari bahwa tidak ada jalan kembali.

“Kami siap,” jawab Dayna, suaranya mantap.

Danu memberi isyarat kepada mereka untuk bergerak. Dengan langkah pasti, mereka berjalan keluar dari markas dan menuju tempat yang telah ditentukan. Misi pertama ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang mereka untuk menghentikan Gaza. Mereka tahu bahwa ini bukanlah akhir, tetapi awal dari sebuah perjuangan besar yang akan menuntut segala yang mereka punya.

Hari itu, mereka memasuki kegelapan dengan satu tujuan: untuk melawan dan untuk bebas.

1
Nady Henio Usry
ceritanya msh mutar2 blm jelas thor
Sena Fiana
😃😃
Aisyah Hasan
lanjut
Ammy Rahmy
in arsen bisa g' sih g' muncul d rumh tnggax gaza....
Imelda Chua
mana kelanjutan episode 41
Imelda Chua
cdtd
Imelda Chua
episode 41
Efrida Lubis
kok aku gak suka ama karakter Dayna
wanita bodoh di jual ama laki kabur balik lagi kelaki nya
ogah baca nya 🙏🙏🙏
Halimah
lama bangét upnya, sampai lupa ceritanya..
sekali up ngulang 😔😔
Ibu Komariyah
kok d ulang lg,,, jg lama2 thor keburu lupa
Safnidewi Dewi
ko di ulang kak. ini kan sudah...
Azka Ical
kok g ada kelanjutannya ya
Sukayatin Sukayatin
up thor
Halimah
kénapa dah lama gak di lanjut ya..
Nadia Putri
lanjut
Azka Ical
Kak mana kelanjutannya kok lama up nya
Kresna Dewi
lanjutttttttt......
Anisa Al Usmani
lanjut dong....
Indrawati Indra
penasaran dilanjuttttt..........dong.
Azka Ical
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!