NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter
Popularitas:120.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Salma menghembuskan napas panjang. Gurat kebimbangan tercetak jelas di wajahnya. Ia sempat ragu, apakah harus menceritakan masa lalu kelam sang kakak kepada Rahma atau tetap menyimpannya rapat-rapat. Namun, mengharapkan Sakti untuk berbicara sejujurnya kepada Rahma dalam waktu dekat rasanya sangat tidak mungkin. Terlebih, luka lama yang sedang coba diobati itu bisa saja kembali menggores hati sang kakak jika diungkit secara sembarangan.

Salma menatap lekat sepasang mata Rahma yang dipenuhi rasa ingin tahu. "Baiklah, Rahma. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi, kamu harus janji ya kalau kamu gak akan pernah membocorkan rahasia ini pada Kak Sakti?" pinta Salma penuh penekanan. "Aku takut setengah mati kena omelan sekaligus hukuman militer darinya. Jadi, tolong simpan rahasia ini baik-baik sampai nanti Kak Sakti sendiri yang menceritakannya padamu, meskipun sekarang kamu sudah tahu kebenarannya dariku."

Rahma mengangguk mantap, menyentuh pundak sahabatnya. "Iya, Salma. Aku janji. Kau tidak perlu khawatir, rahasia ini aman bersamaku."

Salma menelan ludahnya sejenak, lalu mulai bercerita dengan suara yang sengaja diperkecil. "Baiklah, Rahma, aku percaya padamu. Jadi begini, Ma... Dulu, Kak Sakti itu pacaran dengan seorang wanita bernama Dinda. Kak Dinda ini kebetulan dosennya Kak Syila dulu di kampus. Hubungan mereka sebenarnya sudah cukup lama, berjalan sekitar tiga tahunan."

Salma menjeda kalimatnya, meraba jemarinya yang mendadak dingin. "Nah, masalahnya dimulai saat Kak Sakti dinyatakan harus berangkat bertugas ke Lebanon selama empat tahun sebagai pasukan PBB. Di saat yang sama, Kak Dinda mendesak Kak Sakti untuk segera menikahinya sebelum berangkat. Kak Sakti jelas bingung setengah mati. Masalah utamanya adalah, Kak Sakti tidak pernah mendapatkan restu dari Papah sejak awal mereka pacaran. Papah tahu betul dari hasil penyelidikannya kalau keluarga Kak Dinda itu sangat materialistis."

Rahma mendengarkan tanpa berkedip, dadanya mulai berdesir perih membayangkan posisi Sakti kala itu.

"Singkat cerita," lanjut Salma dengan helaan napas berat, "saat Kak Sakti sudah berada di Lebanon, kakak mendapatkan kabar buruk dari Papah. Papah diam-diam menyelidiki Kak Dinda di Jakarta, dan ternyata Kak Dinda sudah bersiap menikah dengan pria lain, seorang anak pengusaha properti kaya raya pilihan orang tuanya. Padahal, sebelum berangkat ke Lebanon, Kak Sakti sempat berniat nekat ingin menunda keberangkatannya dan memaksa Papah untuk melamar Kak Dinda. Namun sayang, semua mimpi dan perjuangan Kak Sakti hancur lebur begitu mendengar Kak Dinda akhirnya resmi menikah dengan pria lain."

Salma menatap langit-langit kamar Rahma dengan tatapan sendu. "Kak Sakti sebenarnya tidak menyalahkan Kak Dinda sepenuhnya. Hanya saja, kisah cinta mereka memang terhalang oleh restu yang sangat kokoh dari kedua belah pihak. Keluarga Kak Dinda juga tidak setuju dia bersama Kak Sakti karena menganggap masa depan tentara itu tidak pasti. Cuma ya begitulah... mungkin mereka memang tidak berjodoh," pungkas Salma diakhiri dengan desah napas panjang.

Mendengar seluruh penuturan Salma, Rahma terpaku di tempatnya duduk. Kini, benang merah dari sikap dingin Sakti selama ini akhirnya terjawab sudah. Cinta yang kandas karena ketiadaan restu orang tua adalah rintangan paling besar dan menyakitkan yang harus dihadapi seseorang.

Di dalam hatinya, Rahma didera rasa tak menyangka yang luar biasa. Wanita bernama Dinda yang sudah menjalin hubungan tiga tahun dan sangat dicintai Sakti justru ditolak mentah-mentah oleh Pak Wirahadi. Sebaliknya, dirinya yang hanya anak seorang sahabat lama justru dengan sangat mudah mendapatkan restu penuh, bahkan begitu didambakan oleh kedua orang tuanya Sakti.

Rahma menundukkan kepala, meraba dadanya yang mendadak terasa ngilu. Ia kini tersadar sepenuhnya, mungkin karena alasan itulah Sakti merasa sangat kesal, pahit, dan tertekan saat pertama kali Pak Wirahadi mengumumkan soal perjodohan mereka tempo hari. Sakti merasa ketidakadilan takdir tengah mempermainkan hidup dan perasaannya.

*

*

Setelah Salma dan Rahma selesai mengobrol di dalam kamar, tiba-tiba terdengar ketukan pelan di pintu kayu tersebut. Suara lembut Bu Rima terdengar dari balik pintu.

"Neng Rahma, sudah Magrib... Nggak solat dulu bareng Neng Salma?" tanya Bu Rima mengingatkan.

"Iya, Ibu. Ini Rahma sama Salma mau siap-siap," jawab Rahma sedikit mengeraskan suaranya. Mereka berdua pun segera mengambil air wudu untuk menunaikan ibadah solat magrib.

Waktu bergulir hingga malam hari. Sekitar pukul setengah delapan malam, barulah Sakti, Pak Wirahadi, dan Pak Salim kembali ke rumah. Mereka sengaja berdiam cukup lama di masjid sejak Magrib untuk sekaligus menunggu waktu salat Isya berjamaah. Sementara itu, kerabat dan sanak saudara yang lain sudah memutuskan untuk pulang lebih dulu ke rumah masing-masing setelah acara lamaran selesai. Kini, suasana rumah menjadi lebih tenang, menyisakan keluarga inti Sakti dan Pak Salim yang berkumpul di ruang tamu.

Sakti yang duduk di kursi kayu tampak beberapa kali menguap kecil. Gurat kelelahan setelah seharian membagi fokus antara tugas markas dan acara lamaran tidak bisa disembunyikannya lagi. Bu Rima yang menyadari hal itu langsung merasa tidak tega.

"Nak Sakti, kelihatannya mengantuk sekali ya? Kebetulan Rahma sedang keluar sebentar sama Salma ke depan. Lebih baik Nak Sakti istirahat dan tidur saja dulu di kamarnya Rahma," ujar Bu Rima menawarkan dengan ramah.

Sakti sempat beralasan karena sungkan, namun mengingat nanti malam ia harus kembali ke markas untuk piket malam dan badannya sudah sangat letih, akhirnya ia menyetujui tawaran tersebut. "Baik, Ibu. Terima kasih banyak. Sakti izin istirahat sebentar," pamitnya sopan.

Sakti melangkah perlahan menuju kamar Rahma. Saat membuka pintu dan melangkah masuk, indra penciumannya langsung disambut oleh aroma wangi melati yang lembut dan menenangkan. Kamar itu tertata sangat rapi. Sakti mengedarkan pandangannya ke sekeliling dinding kamar. Ia menyadari banyak sekali hal yang sudah berubah. Sudah tidak ada lagi poster besar Hello Kitty ataupun pernak-pernik serba kucing yang dulu memenuhi ruangan ini saat Rahma masih sekolah.

Mengingat hal itu, seulas senyum geli mendadak terukir di wajah tegas Sakti. Pikirannya melayang pada sebuah memori masa kecil Rahma belasan tahun lalu. Saat itu, Sakti harus menggendong Rahma yang tertidur pulas karena kelelahan bermain ke kamar ini. Di dalam tidurnya, gadis kecil itu sempat mengigaukan sesuatu yang sangat menggelitik telinganya.

"Salma... boleh ya Kak Sakti aku beli? Kamu minta berapa nanti aku kasih, mau seribu apa dua ribu..."

Sakti terkekeh pelan dalam hati mengingat igauan polos itu. Rahma yang merupakan seorang anak tunggal memang begitu mendambakan sosok seorang kakak pria yang bisa menjadi pelindungnya. Pandangan Sakti kemudian jatuh pada ranjang tempat tidur berseprai pink lembut, warna yang rupanya masih menjadi favorit calon istrinya. Tanpa membuang waktu lagi, Sakti merebahkan tubuh tegapnya di atas ranjang tempat tidur. Rasa lelah yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi membuat matanya terpejam dengan cepat, mengantarkannya ke alam mimpi dalam hitungan menit.

Sementara itu, di luar rumah, Rahma dan Salma baru saja kembali dari warung pinggir jalan raya. Mereka berdua sengaja keluar untuk membeli beberapa bungkus sekoteng hangat guna mencairkan udara malam kota Bandung yang mulai menusuk tulang. Setibanya di ruang tamu, Bu Rima segera mengambil alih bungkusan plastik berisi sekoteng itu untuk dibawa ke dapur dan dituang ke dalam mangkuk.

Rahma yang merasa gerah bergegas melangkah menuju kamarnya untuk menaruh jaket kulit yang dipakainya dan menggantungnya di dekat lemari pakaian. Namun, begitu jemarinya memutar gagang pintu dan membukanya perlahan, langkah kaki Rahma mendadak terkunci di ambang pintu. Matanya membelalak sempurna, menatap tak percaya pada pemandangan di depannya.

Di atas ranjangnya yang sempit, sesosok pria bertubuh tegap yang tak lain adalah Sakti, tengah tertidur sangat pulas. Napasnya terdengar teratur, dan yang membuat jantung Rahma berdesir hebat adalah melihat bagaimana lengan kokoh pria itu tengah memeluk erat guling kesayangan miliknya.

'Ya ampun... Kak Sakti kenapa bisa tidur di kamar ini?!' batin Rahma menjerit gugup setengah mati, wajahnya seketika merona merah padam menatap calon suaminya yang tampak begitu tenang dalam tidurnya.

Bersambung...

1
Uba Muhammad Al-varo
semua masalah yang terjadi diantara Rahma, Sakti,Dinda dan Yuda semua nya sudah selesai
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, sudah terungkap dalang kasus Dinda 😄🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Ilfa Yarni
syukurlah masalah ya udah bisa diatasi aku degil degan jg lho bacanya apakah mereka berhasil atau ga
depoll_poll aje 😉😉😉
jd penasaran ini,,
kira2 siapa kah ya orang nya..
lanjutkan donk Thor
Ariany Sudjana
padahal tunggu sampai si pelacur murahan itu menyebut nama petinggi, baru ditangkap Yuda, jadi lebih seru ceritanya. kalau begini, bisa berkelit si pelacur murahan itu
depoll_poll aje 😉😉😉
good job kalian..
is the best deh friend yg ini.. hihihihihi
terus gali terus biar terbongkar
depoll_poll aje 😉😉😉
parah s ini sumpah..
yg kemaren ketemu sama s dinda s yuda apa bukan si?
aku lupa othorrr.. heheheh
ttp tenang dlm menjalankan misi ini ya sakti..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masih menjadi misteri kak, aku tidak menyebutkan siapa pria yang telah bertemu dengan Dinda, kita tunggu di Bab berikutnya ya 😉
total 1 replies
depoll_poll aje 😉😉😉
Alhamdulillah
Untungnya Rahma sudah tidak salah paham kembali..
semangat n semoga rencana kalian berhasil n ttp hati-hati n waspada
Ilfa Yarni
wah akhirnya jketemulah prajurit yg sekongkol dgn dinda
Teh Yen
wah beneran Yuda ini mah yg kerja smaa sama c wanita ular Dinda itu yah
Teh Yen
nah loh terlalu kentara yah ketawanya c Yuda jd bikin sakti curiga
Teh Yen
xixiiii mayor andnan udh dapet lampu hijau tuh dari prof asha asyik gas yah mayor tp nanti kl urusna sakti udh selesai bisa kan nunggu sebentar aj gt hehe
Teh Yen
nah kan benar ada saksinya itu mayor Adnan yah ,, lain klau kalua ada Msalah tanyain suamimu dulu jangan langsung percaya yah rahma
Teh Yen
siapa itu jangan bilang itu c dinda ,,, aduh Rahma harusnya kamu cek dulu kebenaran foto itu jangan terbawa emosi main pergi begitu saja hadeuh
Teh Yen
jangan percaya sama foto itu rahma setidaknya tanyakan dulu pada sakti kebenarannya yah
Teh Yen
aduuh mulutmu sakti tolong kondisikan pak komandan kalau sampe rmh rahma masih marah sudah d pastikan engg ada jatah malam ini wkwkwkk
Teh Yen
kamu harus percaya suamimu rahma jangan biarkan siapapun memisahkan kalian sekalipun itu mantan nya suamimu
Teh Yen
jawab dong sakti jangan diam.saja seperti mengiyakan kata kata Dinda apalg Rahma dari jauh sedang memperhatikan
Ariany Sudjana
wah Yuda cari masalah ini, dan siap-siap dipecat 😄
Teh Euis Tea
nah loh senang bener si Yuda atasannya menderita, dia kan yg ketemuan sm si Dinda di caffe yg ingin balas dendam sm keluarga kapten Sakti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!