Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: "Kenapa Kakak Posesif Sekali?"
...Rona kepuasan di wajah Larissa Moretti belum juga pudar bahkan setelah mobil sedan hitam mereka telah melaju meninggalkan pelataran parkir restoran Gambero Rosso. ...
...Di kursi penumpang bagian belakang, Larissa sengaja menyilangkan kaki jenjangnya yang seputih susu, membiarkan ujung gaun mini merah marunnya sedikit terangkat....
... Sepasang mata hazelnya yang jernih terus mengerling jenaka melalui kaca spion tengah, mengunci fokus pada sepasang mata biru cerah milik pria di balik kemudi....
...Gavin Kingsley duduk dengan postur tubuh yang luar biasa tegap, kaku, dan formal. ...
...Kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam mencengkeram setir dengan cengkeraman yang sangat erat, terlalu erat untuk ukuran seseorang yang hanya sedang berkendara santai....
... Wajah tampannya sedatar pahatan marmer, seolah-olah dia tidak baru saja mengancam akan menghapus sebuah dinasti bisnis dari peta Kolombia di dalam toilet pria beberapa menit lalu....
...Gavin mengerahkan seluruh sisa kontrol diri untuk menetralkan sisa-sisa amarah dan rasa salah tingkah gila-gilaan yang masih bergemuruh di dada bidangnya....
... Jiwa tsundere-nya meronta hebat, dia tahu Larissa tidak bodoh, tapi gengsinya sebagai pemimpin tertinggi dunia bawah tanah melarangnya untuk mengaku kalah begitu saja....
...Larissa menegakkan tubuhnya, memajukan kepalanya di antara dua kursi depan....
... Aroma wangi stroberi segar yang manis dari rambut cokelat bergelombangnya seketika memenuhi indra penciuman Gavin, meruntuhkan fokus konsentrasi sang bos mafia dalam sekejap....
..."Gavin," panggil Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat lambat, manja, dan penuh dengan nada menggoda yang memikat....
... "Kenapa Kakak posesif sekali, sih?"...
...Gavin tidak menjawab....
... Fokus matanya tetap terkunci lurus pada aspal jalanan kota Bogota yang mulai padat....
... Rahang tegasnya mengeras selembut batu es....
..."Jangan pura-pura menjadi patung lilin yang tak bisa dengar, Gavin Kingsley," Larissa terkekeh renyah, sifat bar-bar dan usilnya makin berkobar melihat reaksi kaku pria itu....
... "Fabian masuk ke toilet dengan wajah penuh percaya diri, lalu keluar dalam kondisi sepucat mayat dan langsung lari tunggang-langgang seolah dikejar setan. Kamu apakan dia di dalam sana, hmm? Kamu mematahkan tangannya juga seperti Alejandro semalam?"...
...Gavin menarik napas pendek melalui hidung, menstabilkan getaran di tenggorokannya akibat aroma stroberi Larissa....
... Dia membalas tatapan mata hazel itu sekilas melalui kaca spion tengah dengan kilat ketus dan dingin yang dipaksakan demi menyelamatkan harga dirinya yang berada di ujung tanduk....
..."Saya tidak menyentuh seujung kuku pun dari Tuan Celaya, Nona Moretti. Tindakan fisik yang tidak perlu adalah bentuk pemborosan energi yang tidak penting," jawab Gavin dengan suara bariton yang sangat rendah, kaku, dan datar....
..."Oh ya? Lalu kenapa dia bisa ketakutan setengah mati sampai mentalnya terganggu?" kejar Larissa, menaikkan sebelah alisnya dengan senyuman licik yang sangat lebar....
...Gavin berdehem pelan, memalingkan wajahnya sedikit ke arah jendela samping saat mobil melewati persimpangan, berusaha menyembunyikan rona merah tipis yang mulai merayap di sekitar telinganya akibat rasa salah tingkah yang luar biasa....
... Naluri posesifnya bergolak di balik jas hitam mahalnya, memaksanya mengarang alasan profesional untuk menutupi rasa cemburu gila-gilaan yang sebenarnya membakar dadanya sejak pagi....
..."Saya hanya melakukan tugas penting saya berdasarkan kontrak kerja dengan Tuan Marco," bohong Gavin dengan nada ketus yang menjadi benteng pertahanan andalannya....
... "Sebagai pengawal pribadi Anda, saya memiliki wewenang penuh untuk menyaring, mengevaluasi, dan menyingkirkan pria-pria tidak bermutu, pengecut, dan bermulut kotor yang mencoba mendekati Anda. Pria seperti Fabian Celaya hanya akan menjadi pengaruh berbahaya bagi keamanan dan reputasi aset berharga milik keluarga Moretti. Tidak ada alasan personal sama sekali dalam tindakan pengamanan saya."...
...Larissa mendengus geli, memutar bola mata hazelnya malas mendengar frasa "aset berharga" dan "tugas penting" keluar lagi dari mulut kaku sang pengawal. ...
...Pria ini benar-benar keras kepala....
... Ego dan gengsi yang setinggi langit, batin Larissa bersorak licik, makin tertantang untuk menghancurkan topeng marmer tersebut hingga berkeping-keping....
...Tepat pada saat itu, lampu lalu lintas di persimpangan jalan protokol Bogota berubah warna menjadi merah menyala. ...
...Gavin menginjak pedal rem perlahan, menghentikan laju sedan hitam mereka di barisan paling depan. ...
...Keheningan yang pekat dan penuh akan ketegangan romantis yang intim seketika mengunci kabin mobil yang tertutup rapat....
...Larissa tahu, ini adalah momen emasnya. ...
...Sifatnya yang hobi memicu adrenalin dan tidak mengenal kata takut mendorongnya untuk melakukan aksi nekat yang paling ekstrem siang itu....
...Tanpa peringatan apa pun, Larissa melepaskan sabuk pengamannya. ...
...Dengan gerakan tubuh yang sangat lentur, ringan, dan seanggun kucing hutan, dia merangkak maju dari kursi penumpang belakang, melewati celah sempit di antara dua kursi depan. ...
...Gaun mini merah marunnya tersingkap tinggi, mengekspos paha dan sepasang kaki jenjangnya yang seputih susu tepat di samping lengan kekar Gavin....
..."Nona! Apa yang Anda—"...
...Kalimat Gavin terputus di tenggorokan....
... Seluruh sistem saraf di otak sang pemimpin Kingsley Syndicate seketika membeku total dalam hitungan detik....
...Larissa tidak berhenti di kursi penumpang depan. ...
...Gadis bar-bar itu justru memutar tubuhnya dan dengan berani menempatkan kedua lututnya di sisi kanan dan kiri paha kekar Gavin, duduk menyamping di atas pangkuan sang pengawal pribadi di balik kemudi mobil. ...
...Larissa mengurung tubuh tegap setinggi seratus delapan puluh lima sentimeter itu di atas kursi kemudinya sendiri....
...Kedua telapak tangan mungil Larissa yang selembut sutra bergerak maju, bersandar kokoh di atas kedua bahu lebar Gavin yang dilapisi kain jas hitam tebal, menahan pria itu agar tidak bisa bergerak menjauh seujung kuku pun. ...
...Jarak di antara wajah mereka menyusut drastis hingga tidak tersisa jarak aman sama sekali....
... Embusan napas Larissa yang hangat, teratur, dan beraroma manis buah-buahan menyapu langsung permukaan bibir tegas Gavin yang kini mengatup rapat....
...Sepasang mata biru cerah Gavin membelalak lebar, mengunci tatapan pada manik mata hazel Larissa yang bersinar penuh kilat kemenangan....
...Gavin merasa seolah seluruh oksigen di dalam kabin mobil mendadak lenyap tanpa sisa....
... Dada bidangnya yang dipenuhi bekas luka pertempuran mendadak naik turun dengan sangat tidak teratur, menahan pasokan napas yang tertahan di tenggorokan. ...
...Jantung di balik kemeja putihnya berdegup dalam ritme yang sangat gila-gilaan, bergemuruh begitu dahsyat hingga Gavin takut Larissa bisa mendengar suaranya....
...Rasa hangat yang luar biasa dahsyat langsung meledak hebat, merayap naik dari leher kokohnya hingga membuat seluruh wajah tampannya, terutama kedua telinganya yang kaku merona merah matang sepenuhnya seperti kepiting rebus. ...
...Pria yang biasa mengendalikan ribuan nyawa di dunia bawah tanah ini kini lumpuh total, salah tingkah setengah mati, dan gemetar di dalam batinnya hanya karena dikurung oleh seorang gadis bergaun mini di atas kursi mobilnya sendiri....
... Pertahanannya hancur lebur tanpa sisa di bawah tingkah tak terduga dari sang nona muda....
...Larissa sedikit memiringkan kepalanya, membiarkan beberapa helai rambut cokelatnya menyentuh rahang kokoh Gavin yang mengeras sempurna karena menahan gejolak rasa kepemilikan yang meledak-ledak di dalam dadanya. ...
...Sebuah senyuman manis yang sangat memikat terukir indah di bibir mungil Larissa yang ranum....
...Larissa memajukan wajah cantiknya satu milimeter lagi, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan, lalu membisikkan sebuah pertanyaan yang mematikan tepat di depan bibir Gavin....
..."Kamu bilang... tugasmu hanya menyaring pria-pria tidak bermutu di sekitarku, kan, Kak Pengawal?" bisik Larissa, suaranya begitu lembut, rendah, namun penuh akan nada godaan yang sanggup menghancurkan kewarasan pria mana pun. ...
...Jari-jari lentiknya bergerak perlahan di kerah jas Gavin, sebelum melanjutkan dengan binar mata yang mengunci jiwa sang monster, "Kalau begitu... bagaimana kalau pria bermutunya itu... adalah kamu, Gavin? Apa kamu juga akan menyingkirkan dirimu sendiri dari sisiku?"...