NovelToon NovelToon
Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:414.1k
Nilai: 4.2
Nama Author: Indah R Y

Kenzo Fernandez seorang duda beranak satu, semenjak kepergian sang istri untuk selama-lamanya, Kenzo menutup hati untuk perempuan lain. Menurutnya tidak akan ada yang bisa menggantikan Sosok Allisya di kehidupan Kenzo.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan wanita cantik yang bernama Aldara atau biasa di panggil Dara, yang saat itu bekerja sebagai pengasuh anak Kenzo.

Tak di sangka saat Kenzo mulai jatuh cinta pada Aldara, kebenaran terungkap. Aldara bukanlah gadis kampung seperti yang ia ketahui, melainkan anak konglomerat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Ningrum

Satu bulan telah berlalu, semakin hari Neysa semakin lengket dengan Dara, bahkan tak jarang ia menangis saat Dara tidak terlihat sebentar, padahal terkadang Dara hanya pergi ke kamar mandi.

Kenzo pun sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Dara, ia tidak lagi terus marah-marah pada Dara karena kesalahan kecil, walau bagaimanapun Dara belum pernah ada pengalaman menjadi baby Sitter makanya ia sering salah dalam bekerja.

Hari ini adalah hari Minggu, Ningrum berencana untuk menyuruh Kenzo membawa Dara dan juga Neysa jalan-jalan, kekebun binatang misalnya.

"Ken, Mama masuk ya !" teriak Ningrum dari luar kamar Kenzo.

Sebelum Ningrum berhasil membuka pintu kamar Kenzo, pintu tersebut sudah lebih dulu terbuka, di susul kemunculan Kenzo.

"Ada apa Ma ? ini kan masih pagi" ucap Kenzo dengan suara serak, kelihatan sekali kalau laki-laki itu baru saja bangun tidur.

"Ini kan hari Minggu, coba deh kamu bawa Neysa jalan-jalan, dia pasti bosan main di rumah terus" usul Ningrum.

"Tapi Kenzo capek Ma, hari ini aku mau istirahat total"

"Mumpung ada kesempatan nak, kamu gak tau kan besok tiba-tiba banyak kerjaan, lagian gak usah jauh-jauh, ajak kekebun binatang aja Neysa pasti suka"

Nampak Kenzo mulai berpikir, ia sebenarnya ingin sekali membawa Neysa jalan-jalan, tapi karena tuntutan pekerjaan ia sering tidak punya waktu. Dan hari ini Kenzo sudah berencana untuk istirahat total.

Tapi betul juga kata Ningrum, mumpung masih ada kesempatan.

"Ya sudah suruh Neysa siap-siap Ma, aku mandi sama ganti baju dulu" akhirnya Kenzo menyetujui usul Ningrum.

"Nah gitu dong, sekalian Mama suruh Dara siap-siap juga"

Detik itu juga kening Kenzo mengkerut, ia langsung berkata "Memangnya Dara mau kemana ?" tanyanya dengan raut wajah bingung.

"Ya ikut kamu lah Ken"

"Maksud Mama ikut jalan-jalan juga ?"

Ningrum menganggukkan kepalanya.

"Ngapain ikut sih ma ? biar aja Dara di rumah, lagian aku mau jalan-jalan sama Ney aja berdua"

Melihat raut wajah Kenzo yang langsung berubah, Ningrum tak lagi berkata apa-apa. ia tidak ingin memaksa, jika memang Kenzo tidak ingin Dara ikut dirinya bisa apa.

"Ya sudah kalau itu mau kamu, biar Dara di rumah sama Mama aja. Kamu sama Ney hati-hati"

"Hemmm"

******

Satu persatu anak tangga di turuni oleh Ningrum, helaan napas panjang terus terdengar, padahal awalnya ia ingin membuat Kenzo dan Dara semakin dekat makanya ia memiliki ide untuk menyuruh mereka jalan-jalan.

Tapi kenyataannya. Harapannya sirna Kenzo tidak menginginkan Dara ikut, Ningrum sadar kalau putranya belum bisa melupakan almarhum Allisya.

Ia berjalan menuju ruang tamu, dimana Dara dan juga Neysa berada. Dengan lemas Ningrum mendudukkan diri di sofa.

"Tante kenapa ?" tanya Dara heran saat melihat raut wajah tidak bersahabat dari Ningrum.

"Kenzo ingin jalan-jalan tapi dia ngajakin Ney saja. Padahal Tante ingin kamu juga ikut" jawab Ningrum sedih.

Mendengar hal itu Dara tersenyum, ia tidak mempermasalahkan jika dirinya tidak di ajak oleh Kenzo, karena menurut Dara itu akan lebih aman untuk dirinya.

"Ya sudah Tante tidak apa-apa, mungkin mas Kenzo ingin menghabiskan waktu berdua sama Neysa, kan selama ini mas Kenzo sibuk bekerja" ucap Dara mencoba memberi pengertian.

"Huh" Ningrum kembali menarik napas panjang, ia juga tidak bisa memaksa kehendak.

Tidak berapa lama Kenzo datang, ia langsung mendekati Neysa. Sebuah ciuman langsung ia berikan di kening Neysa.

"Yuk berangkat" ajak Kenzo.

Neysa mendongak, menatap sang Papa dengan intens "Kemana Pa ?"

"Kemanapun Ney mau, hari ini Papa mau ajak Ney jalan-jalan"

"Sama kakak cantik juga kan Pa ?"

"Tidak sayang, Papa sama Ney saja. Kakak nya biar di rumah sama nenek"

Neysa cemberut "Ya sudah kalau gitu Ney gak mau jalan-jalan"

Mendengar ucapan Neysa barusan, Membuat Ningrum tertawa dalam hati. Ia masih punya kesempatan untuk membuat Dara ikut.

Sementara Dara mulai membujuk Neysa, ia mencoba memberi pengertian supaya Neysa mau di ajak jalan-jalan sama Kenzo.

"Gak boleh gitu sayang ! kan Papa nya mau anak Ney jalan-jalan" ucap Dara dengan nada yang lembut supaya Neysa mengerti.

Tapi Neysa tetap bersih keras agar Dara ikut, bocah perempuan yang sangat menggemaskan itu bahkan mulai menangis karena Kenzo tak kunjung menyetujui.

"Ya sudah biar Papa saja yang jalan-jalan, aku sama kakak di rumah saja" suara cadal Neysa membuat Kenzo menarik napas panjang.

"Baiklah, kamu boleh ikut" akhirnya Kenzo mengalah, ia membiarkan Dara ikut.

Sebagai pengasuh Dara tidak bisa menolak, ia beranjak berdiri ketika Kenzo memintanya berganti pakaian.

Saat sedang berganti pakaian, tiba-tiba Ningrum memasuki kamarnya, membuat Dara heran dan juga bingung.

"Ada apa Tante ?" tanya Dara.

"Ini pakailah nak !" Ningrum memberikan sebuah paper bag kepada Dara.

"Ini apa Tante ?"

"Ini dress untuk kamu kenakan saat jalan-jalan dengan Kenzo dan juga Neysa"

"Tidak usah Tante, lagian saya tidak pantas memakainya, saya kan cuman baby sitter nya Neysa, lebih baik saya pakai ini saja"

Dara menolak dengan lembut, sekaligus merasa bingung dengan sikap Ningrum yang begitu baik, padahal setau Dara baby sitter itu hanya memakai pakaian biasa walaupun di ajak jalan-jalan.

"Tante mohon nak !" kali ini Ningrum memohon, ia bahkan mengantupkan kedua tangannya sembari menampakan wajah memelas.

Melihat raut wajah Ningrum seperti ini, membuah Dara tidak tega. Ia akhirnya menerima dress itu untuk ia pakai saat jalan-jalan. Persetan dengan pertanyaan Kenzo itu urusan belakang.

"Tante tunggu diluar" kata Ningrum beranjak meninggalkan kamar Dara.

Dua puluh menit kemudian Dara sudah siap, ia kembali keruang tamu dengan mengenakan dress yang di berikan Ningrum. Entah kenapa tiba-tiba detak jantung Dara begitu kencang seolah akan menemui seorang kekasih.

"Saya sudah siap mas" ucap Dara.

Kenzo yang saat itu sedang menundukkan kepalanya karena menyusun mainan Neysa seketika mendongak, ia terpana dengan kecantikan Dara yang tampak natural. Polesan make up yang tipis menjadi ciri khas sendiri.

"Kakak cantik sekali" puji Neysa

Dara tersenyum "Tapi cantikan Neysa dong" balas Dara.

"Tuh kan pas banget di badan kamu nak" ujar Ningrum.

"Iya Tante, makasih dress nya"

"Sama-sama, ya sudah sana kalian berangkat ini udah siang.. Selamat bersenang-senang" kata Ningrum yang begitu bahagia karena ide nya sejak awal berhasil, semoga dengan begini Kenzo ada rasa dengan Dara dan mau menikahi wanita itu.

Ningrum tidak peduli walau Dara berasal dari kampung, yang terpenting baginya ada yang menemani Kenzo di hari tua.

1
Evi Lusiana
bodohny kenzo blom nyelidikin vio udh ngusir dara
Evi Lusiana
kok mnrutku kenzo berlebihan y,knp gk fokus aj ngusir vio kok mlh dara yg d usir siap² aj neysa sakit kehilangan dara kn kau akn mnyesal ken
Evi Lusiana
kenzo hrs cri tahu dn tindak tegas kebohongan vio dn mm ny
Evi Lusiana
psti mnjebak pke obat perangsang,klo gk psti memfitnah dara biar d usir dn d bnci
Evi Lusiana
bagus cm msih bnyk typo thor,sprti kt vania,resti
Liesdiana Malindu
cerita nya mungkin bagus, sekarang masih mengikuti alurnya dulu, tapi sayangnya kalimat yang di gunakan masih terlalu kaku, contoh nya " oya nanti suruh dia keruangan aku ! ada banyak hal yang ingin aku katakan sama dia ". mungkin lebih enak di dengar jika di buat seperti ini , " Oya nanti suruh dia keruanganku, ada banyak hal yang ingin aku katakan padanya ". 🙏🏻 cuman saran.
Ririn Nursisminingsih
knapa seh boding semua yaa diselidikllah...kok ndak ada gregetnys
Ririn Nursisminingsih
seneng a karakter dara. udah cantik pinter anak orang kaya...ndak sombong...rahin sholat istri idaman kenzo..
Ririn Nursisminingsih
jg bilang gitu kenzo ntar jatuh cinta sama dara
Isna mansur
keren...keren ceritanya.... makasih ya thor..
👍👍👍😘😘
Nur fadillah
Makasih Thor untuk karyanya sukses selalu...💪🏻💪🏻🔥🔥
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee....🤣🤣🤣
Nur fadillah
Naah kaan pawangbya maraaah...😀😀
Nur fadillah
Wooowwww.. 😀😍😍
Nur fadillah
sediih rasanya...😥😥
Nur fadillah
Heeemmm...pokoknya aatiiiiit...😥😥
Nur fadillah
Waduuh anak perawan senyum- senyum...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Aamiiin...🤲🤲😃
Nur fadillah
Iya anak Sholehah.. 😃😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!