NovelToon NovelToon
Istri Figuran Sang Pewaris

Istri Figuran Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Figuran
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.

Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.

Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.

Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.

Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA

FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah

"Agra..." bisik Alina, air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya menetes juga, jatuh membasahi punggung tangan adiknya.

"Ini Kakak, Sayang. Kakak udah bawa uangnya. Obat kamu udah lunas." lirih nya lagi.

Kelopak mata Agra yang sayu perlahan bergerak, lalu terbuka sedikit. Di balik masker oksigennya, remaja itu mencoba membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat lemah.

"Kak... Alina..." suaranya terdengar seperti bisikan angin, nyaris tak terdengar di antara bunyi bip-bip teratur dari mesin pemantau detak jantung.

"Jangan banyak bicara dulu, Dek. Istirahat ya," Alina mengusap rambut Agra dengan lembut, menyembunyikan getaran di suaranya.

"Hari ini kita pindah rumah sakit, ya? Rumah sakitnya bagus banget, dokternya pintar-pintar. Di sana Agra enggak akan ngerasa sesak lagi. Agra mau kan, sembuh buat Kakak?" seru Alina dengan menahan rasa sedihnya melihat kondisi sang adik.

Agra mengangguk lemah. Sebutir air mata mengalir di sudut mata remaja itu, menyadari betapa kerasnya perjuangan sang kakak demi mempertahankannya di dunia ini.

"Kakak... capek ya? Maafin... Agra..." lirih remaja itu yang hanya bisa menyusahkan sang kakak saja.

"Hus, enggak boleh ngomong gitu. Kakak enggak capek sama sekali. Kakak bahagia kalau Agra sehat," bohong Alina.

Dadanya terasa begitu sesak menahan kepedihan. Dia tahu, harga dari perpindahan rumah sakit mewah ini adalah kebebasan dirinya sendiri yang harus dikunci dalam sangkar emas milik Leon selama satu tahun ke depan. Tapi melihat binar kehidupan yang masih ada di mata adiknya, Alina tahu dia tidak akan pernah menyesali keputusan gila ini.

Dua jam kemudian, proses pemindahan berlangsung dengan sangat lancar. Tim medis dari Alexander Hospital datang dengan peralatan yang jauh lebih canggih, memindahkan Agra ke dalam ambulans khusus dengan kehati-hatian tingkat tinggi.

Setelah memastikan Agra masuk ke dalam ruang perawatan VIP yang luas, bersih, dan berfasilitas lengkap seperti hotel berbintang, Alina akhirnya bisa sedikit bernapas lega.

Namun, tugasnya hari ini belum selesai. Jam di dinding ruang rawat Agra sudah menunjukkan pukul satu siang. Jefri semalam berpesan bahwa sopir pribadi Leon akan menjemputnya di rumah kontrakannya tepat pukul tiga sore untuk membawanya ke tempat tinggal baru mereka.

"Agra, Kakak pulang sebentar ya? Mau ambil baju-baju Kakak sama baju kamu yang ketinggalan di rumah. Di sini ada suster yang jaga dua puluh empat jam, Agra enggak usah takut." pamit Alina, mencium kening adiknya yang kini sudah terlihat lebih nyaman setelah mendapat dosis obat yang tepat.

Setelah mendapat anggukan dari Agra, Alina keluar dari rumah sakit, menumpangi ojek pangkalan menuju kawasan pinggiran kota tempat kontrakan sepetaknya berada.

Kontrakan itu terletak di dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu sepeda motor. Dindingnya terbuat dari batako tanpa plester yang utuh, dan atap sengnya selalu bising jika hujan turun.

Alina membuka pintu kayu yang sudah mulai lapuk itu, melangkah masuk ke dalam ruangan berukuran tiga kali empat meter yang berfungsi sekaligus sebagai ruang tamu, dapur, dan kamar tidur mereka.

Suasana rumah yang sunyi itu mendadak terasa begitu asing bagi Alina. Di sudut ruangan, terdapat kasur lantai tipis tempat dia dan Agra biasanya tidur berbagi cerita setelah hari yang melelahkan.

Di atas meja kayu kecil, masih ada buku-buku pelajaran sekolah Agra yang sudah beberapa bulan ini tidak tersentuh karena sang adik harus sering absen karena harus ke rumah sakit.

Alina berlutut di depan sebuah lemari plastik murah berwajah kusam. Dia mengeluarkan sebuah tas ransel besar, lalu mulai memasukkan beberapa helai pakaian miliknya yang paling layak pakai dimana kebanyakan hanya kaos oblong pudar, kemeja flanel, dan dua potong celana jins.

Dia juga memasukkan beberapa potong baju hangat milik Agra serta album foto kecil yang berisi foto-foto masa kecil mereka bersama mendiang kedua orang tua mereka. Hanya itu harta benda yang berharga bagi Alina.

Kringg... Kringg...

Suara bel sepeda motor dari luar gang memecah lamunan Alina. Dia menengok ke luar jendela, melihat seorang pria berseragam safari hitam dengan mobil sedan mewah berlogo Alexander Group yang diparkir di mulut gang depan, karena badan mobil yang besar jelas tidak akan bisa masuk ke dalam gang sempit ini.

"Nona Alina? Saya suruhan Pak Jefri untuk menjemput Anda." ucap pria itu dari balik pagar kayu.

"Ah, iya, Pak. Sebentar, saya siap-siap dulu." jawab Alina setengah berteriak.

Alina kembali ke dalam rumah, menatap sekeliling ruangan sepetak itu untuk terakhir kalinya. Tempat ini penuh dengan air mata, keringat, dan penderitaan, namun di sini pulalah sisa-sisa kehangatan keluarganya berada.

Mulai hari ini, dia akan melangkah masuk ke dalam sebuah dunia yang sepenuhnya asing, sebuah dunia penuh kepura-puraan di mana dia harus berperan sebagai istri dari seorang bintang besar yang dingin.

Dia menyandangkan ransel usangnya di punggung, memegang erat album foto di dadanya, lalu mengunci pintu kontrakan itu rapat-rapat.

Alina melangkah keluar gang dengan kepala tegak, bersiap menghadapi satu tahun kontrak yang akan mengubah takdir hidupnya dan adiknya selamanya.

Mobil sedan mewah berwarna hitam legam itu bergerak perlahan membelah gerbang besi setinggi tiga meter yang terbuka secara otomatis. Begitu roda mobil menyentuh pelataran semen bertabur batu alam di dalam kompleks, Alina Savina menahan napasnya di balik kaca jendela. Matanya melebar, menatap bangunan megah yang berdiri angkuh di hadapannya.

Ini bukan sekadar rumah. Ini adalah sebuah rumah mewah dan merah, dimana penthouse eksklusif itu berada di kawasan resor pribadi tersembunyi di perbukitan tengah kota, tempat di mana para taipan dan pejabat kelas atas menyembunyikan kekayaan mereka dari mata publik.

Arsitekturnya mengusung tema minimalis modern dengan dominasi dinding kaca setinggi langit-langit, pilar-pilar beton ekspos yang kokoh, dan kolam renang infinity yang airnya tampak menyatu dengan garis cakrawala kota di bawah sana.

Alina menunduk, melirik tas ransel usangnya yang berada di atas hamparan karpet mobil yang sangat bersih. Rasanya tidak pas. Dirinya, pakaian flanelnya yang pudar, dan seluruh sejarah kemiskinannya seolah menjadi noda kotor di tengah kemewahan yang sempurna ini.

"Kita sudah sampai, Nona Alina." suara sopir pribadi memecah lamunan Alina.

Pria paruh baya itu turun dengan cekatan, membukakan pintu mobil untuk Alina dengan sikap hormat yang konsisten.

Alina turun dengan canggung, memeluk ranselnya erat-erat di depan dada.

"Terima kasih, Pak." ucap Alina sopan.

"Mari, Nona. Pak Jefri sudah menunggu di dalam," sopir itu memberi isyarat ke arah pintu utama yang terbuat dari kayu jati utuh setinggi empat meter.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Silvia
lanjut
Euis Amalia
sombong banget clarissa... berat berat lahir bathin yaa Alina... tetap semangat...
partini
peran figuran,, biasanya sering interaksi sama aktor wah boleh itu
kiky
next...😍😍
Asni Mariati
haduhhhh bakal sekamar nih🤭🤭🤭
rinifikalisa
mampir 👍
Lala_Syalala: selamat datang kak,,, semoga ceritanya menghibur yaaaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Asni Mariati
lagii up ny
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
Lala_Syalala: sabar ya kakakku,, author masih nulis tungguin aja pokoknya kelanjutan cerita nyaa😍😍😍😍
total 1 replies
Rarik Srihastuty
akting yang sebenarnya akan segera dimulai
Silvia
perjuangan baru di mulai💪💪
Silvia
semangat Alina 💪💪 perjuangan baru di mulai
partini
aku ga yakin Alin bisa bertahan tetep anyep ga ada rasa suka ke Leon
Silvia
cerita nya bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas ulasan baiknya kak,,, semoga bisa selalu menghibur ya ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Silvia
walaupun miskin tapi harus punya harga diri Alina semangat💪💪
kiky
next
partini
aihhh aduh ngmng kaya gitu perasan itu gampang berubah lah alamak 🤦
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
Asni Mariati
kita lihat saja siapa dluan yg bakal jatuh cintrong 🤣🤣🤣
partini
pikiran adikmu aja jangn jatuh cinta Alin berbahaya karena kamu yg akan menderita
Euis Amalia
buktian alina... terpenting adik dapatbpengobatan terbaik...💪💪💪👍🙏
Asni Mariati
lanjuttttt tambah seru
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣
Koesbandiana
berakhir pernikahan sampai mempunyai cicit 🤣🤣🤣😜🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!