NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Gudang tua yang dimaksud pemuda itu tampak jauh lebih kecil dari markas Doktor Vell sebelumnya, namun aura mengancam yang terasa dari dalamnya tidak kalah kuat. Ryden segera mengaktifkan Haki Observasinya begitu mereka mendekat, merasakan beberapa kehadiran di dalam—namun ada sesuatu yang terasa janggal, sebuah pola yang terlalu rapi untuk situasi penyanderaan darurat.

"Tunggu," Ryden tiba-tiba menghentikan langkah, menahan lengan pemuda yang hendak berlari masuk terlebih dahulu.

"Sesuatu terasa tidak beres di sini."

"Apa maksudmu? Adikku ada di dalam sana!" pemuda itu berusaha meronta, namun Ryden tetap menahan cengkeramannya.

Sebelum situasi bisa berkembang lebih jauh, sebuah tawa dingin terdengar dari dalam gudang, dan pintu besar itu terbuka perlahan, mengungkap sosok-sosok bersenjata yang telah menunggu dengan formasi rapi—jelas bukan penculikan dadakan, melainkan sebuah jebakan yang telah direncanakan dengan matang.

"Kerja bagus, Toma," seorang wanita berjubah hitam melangkah keluar dari kegelapan gudang, bertepuk tangan pelan ke arah pemuda yang tadi memohon bantuan mereka. "Kau berhasil membawa mereka tepat seperti yang kami inginkan."

Wajah pemuda itu—yang ternyata bernama Toma—berubah drastis, dari ketakutan menjadi seringai puas yang menjijikkan. "Maaf, Sang Peretak. Tapi organisasi menawarkan bayaran yang terlalu besar untuk kutolak."

Ryden mengepalkan tangan, menyadari sepenuhnya bahwa mereka baru saja jatuh ke dalam perangkap yang cerdik. "Jadi tidak ada adik yang diculik sama sekali."

"Tentu saja tidak," wanita berjubah hitam itu tersenyum sinis. "Tapi kau terlalu mudah percaya pada cerita menyentuh tentang penyelamatan orang tak berdosa, bukan? Kelemahan yang cukup fatal bagi seseorang dengan reputasi sekuat dirimu."

Belasan sosok bersenjata mulai bermunculan dari berbagai sudut, mengepung Ryden dan Elira dengan formasi yang jauh lebih terorganisir dibanding pertarungan-pertarungan sebelumnya.

Ryden menyadari staminanya belum sepenuhnya pulih dari pertarungan semalam, sebuah kondisi yang jelas telah diperhitungkan matang oleh organisasi ini sebelum menjebaknya.

"Elira, tetap di belakangku," instruksi Ryden tegas, meski ia merasakan beban berat dari kelelahan yang belum sepenuhnya hilang.

"Jangan khawatir tentang gadismu," wanita berjubah hitam itu tertawa mengejek. "Perintah kami jelas—tangkap Sang Peretak hidup-hidup untuk penelitian lebih lanjut tentang Buah Iblisnya. Gadis itu hanya bonus tambahan jika dia berguna."

Kata-kata itu memicu kembali gelombang amarah dalam diri Ryden, meski kali ini ia berusaha menahan diri agar tidak kehilangan kendali seperti pertarungan sebelumnya—ia butuh strategi yang lebih cermat mengingat kondisi staminanya yang terbatas dan jumlah lawan yang jauh lebih banyak.

Pertarungan dimulai dengan cepat, para penyerang melancarkan serangan terkoordinasi dari berbagai arah sekaligus, jelas dilatih untuk menghadapi lawan dengan kemampuan bertarung jarak dekat maupun jarak jauh.

Ryden bergerak lincah, mengombinasikan Retakan Ruang untuk menahan serangan dari jarak jauh sambil sesekali menggunakan Teleportasi pendek untuk menghindari kepungan yang semakin menyempit.

"Mereka terlatih menghadapi kekuatan sepertimu," geram Ryden, menyadari pola serangan lawan yang sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kelemahan stamina dari penggunaan Buah Iblisnya.

"Organisasi ini benar-benar sudah mempersiapkan segalanya."

Sebuah retakan besar yang ia ciptakan berhasil menahan tiga penyerang sekaligus, namun energi yang terkuras membuatnya sedikit terhuyung, kesempatan yang langsung dimanfaatkan dua penyerang lain untuk mendekat dari sisi yang tidak terlindungi.

"Ryden, awas!" teriak Elira panik, menyaksikan bahaya yang mengancam dari sudut yang tidak bisa dijangkau Ryden tepat waktu.

Sebuah notifikasi kecil sempat berkelebat di sudut penglihatan Ryden di tengah momen kritis itu, meski ia hampir tidak punya waktu untuk memperhatikannya sepenuhnya.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

Rank Hadiah Hari Ini: F

Item: Roti Gandum Kering

Efek: Mengenyangkan sederhana, tahan lama

Ryden mengumpat pelan dalam hati menyadari betapa tidak relevannya hadiah hari ini dengan situasi genting yang sedang ia hadapi, namun tidak ada waktu untuk berkomentar lebih jauh—dua penyerang sudah semakin dekat, dan ia harus segera menemukan cara untuk membalikkan keadaan sebelum situasi menjadi jauh lebih buruk.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!