Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penundaan
Di bulan terakhir Belle dengan tim medis nusantara bekerja. Mereka di kejutkan dengan bencana tanah longsor di distrik sebalah. Posko kemanusiaan pun dibangun untuk menolong. Belle di Jaga ketat. Karena korban yang berdatangan mereka tidak bisa membedakan mereka dengan kelompok organisasi terlarang itu.
Karena pihak tentara dan polisi yakin bahwa beberapa kampung milik mereka di hutan yang kenal longsor parah rusak total bahkan hanyut bersama aliran air.
Bantuan dari luar banyak berdatangan bahkan tim medis di perbanyak. Dan hampir mereka semua adalah anggota tentara. Dan Belle bersyukur ada kowad dan polwan yang tergabung dalam tim medis.
Diantara kowad yang datang ada kapten Yeni Christin sahabat Almarhumah Natalia calon istri Hugo. Ternyata dia juga seorang perawat. Ternyata Yeni sangat kenal dengan Belle Ursula Allo. Untuk menyakinkan dirinya Yeni bertanya kepada lettingnya.
"Apa betul itu Belle Ursula??"
"Iya, itu dokter Belle."
"Oo... Ternyata sudah menjadi dokter. Lima tahun tidak ada kabar. Ternyata dia bertemu dengan Hugo Lagi."
"Maksud kamu??"
"Tidak ada... Lupakan."
Belle dan kedua rekan dokternya mulai di sibukan dengan banyaknya korban bencana. Seperti yang di sampaikan Hugo harus berhati - hati. Maka setiap korban yang di larikan ke posko kesehatan dekat markas ini, di periksa sebaik mungkin. Baik korban maupun keluarga yang menjaga.
Malam hari baru, Belle kembali ke markas. Yeni melihat keistimewaan perlakuan anggota di markas ini. Dan Yeni baru tahu, bahwa Belle tinggal di rumah Hugo. Yeni datang ke markas hanya untuk mandi atau bertamu, karena dia adalah tim relawan polri dan tentara, makanya dia ada di pengnapan yang disiapkan.
"Bagaimana perasaannya ketemu lagi dengan pacar kecilmu." Apa yang di kuatirkan Hugo pun terjadi, waktu dia tahu tim medis yang datang ada nama Kapten Yeni Christin sarjana keperawatan.
"Bahagia."
"Semoga kalian bisa berbahagia."
"Amin."
Hugo meninggalkan Yeni, karena dia mau melihat Belle. Makan malam bersama sudah disiapkan oleh Belle.
"Tinggal dua minggu lagi kalian akan ditarik resmi. Semoga kamu masih ada saat peresmian markas ini menjadi korem."
"Sepertinya kami sudah ditarik deh. Aku ngak sabar menyelesaikan tugas ini."
"Kamu masih marah."
"Marah siapa?"
"Aku lah....Sejak Natalia pergi. Saya di sekolahkan di pasukan khusus. Delapan bulan. Kemudian saya di tugaskan ke Kolombia bersama pasukan perdamaian. Satu tahun. " Hugo masih memperhatikan keseriusan Belle mendengar ceritanya.
"Kemudian saya kembali ke kesatuan Dandim tujuh belas. Disitu saya tahu banyak tentang kamu dari mama. Sebenarnya beliau tidak mau cerita. Namun saya memaksanya. Dan di balik ceritanya saya merasakan bagaimana seorang ibu membela anaknya, anak perempuannya yang saya sakiti. Mama sangat marah. Beliau mengusir saya dan di saksikan oleh tetangga."
"Maafkan mama."
"Tidak dek. Mama melakukan yang terbaik. Kakak sadar kakak laki - laki pengecut. Yang saat itu tidak bisa memperjuangkan kamu. Hanya karena berpikir, kamu akan belajar dan menjadi dokter akan butuh waktu lama. Orangtuaku ingin memiliki cucu. Makanya mereka menjodohkan aku dengan almarhumah yang satu kampung dengan papa."
"Kakak cinta kan sama dia."
"Tidak ada perasaan seperti pertama kali kakak melihat kamu."
"Lupakanlah tidak baik menceritakan orang lain."
"De, kamu tahu, Kapten Yeni??"
"Perawat tentara itu??"
"Iya. Dia teman, sahabat Almarhumah."
"Ada apa dengan dia??"
"Jika dia menyakiti kamu, sampaikan kepada kakak."
Pagi hari Belle sudah siap ke posko bencana, hari ini dia bertugas bersama dokter Julius. Sedangkan Hugo sedang apel pagi bersama anggotanya sebelum mereka bekerja. Karena saat ini juga mereka sedang sibuk mempersiapkan markas sementara ini menjadi Korem.
Di posko bencana Belle mulai sibuk dengan pelayanan dan tugasnya sebagai dokter. Dan seharian di posko dia mendapat perlakuan tidak baik dari Kapten Yeni, tenaga medis yang didatangkan khusus membantu korban bencana disini. Meskipun apa yang dikatakan dan diperbuat oleh Yeni begitu halus, namun terasa sangat menyakitkan bagi Belle. Bukan hanya Belle, beberapa tenaga medis yang dengar pun merasa sakit hati. Namun bukan Belle namanya jika dia akan bertindak bodoh di depan orang banyak. Bukan itu cara Belle dalam menyelesaikan masalah, biasanya dia akan langsung bertemu dengan pelaku tanpa ada orang lain. Karena Belle menjaga perasaan pelaku. Yeni sangat diuntungkan karena semua yang dia buat tidak dibalas oleh Belle.
Sementara di markas, Letnan Kolonel Harrell Hugo Tandean baru saja menerima faks yang isinya tentang penundaan penarikan tenaga medis nusantara dokter Joe Timotius dan empat rakannya diantaranya ada dokter Belle Ursula Allo. Hugo sangat senang sekali. Faks itu langsung disampaikan kepada Dokter Joe uang ada di klinik. Penundaan itu karena mereka harus membantu korban bencana. Penundaan sebulan membuat Hugo sangat senang sekali.
Hugo yang sudah berjanji akan mentraktir Yeni makan, dia memilih untuk memesan makanan kesukaan Belle di warung makan padang dan meminta untuk dibungkus dan diantara ke markas. Hugo sudah sering melakukan hal itu. Pemilik warung makan padang itu kenal dengan Hugo.
Menjelang pukul enam, semua makanan sudah siap di meja makan di rumah dinas Hugo. Bahkan pemilik warung menyediakan tempat dan perlengkapan makan. Dokter Belle dan Julius juga sudah pulang bersama tenaga medis yang lain menuju markas. Berpapasan dengan Kapten Yeni yang menggunakan ojek. Belle melihat Yeni bertamu di rumah dinas Hugo. Namun dia tidak peduli. Terlihat dari raut wajah Yeni, ingin menganggu mental Belle.
Joe meminta tim medis nusantara berkumpul karena dia ingin menyampaikan berita soal faks itu.
"Ada dua berita baik dan buruk. Mana yang mau kalian dengar??"
"Baik dokter??"
"Oke. Kalian bisa cek mobile banking kalian. Dan bonus kalian sudah masuk serta penambahan dana lainya." Semua mengecek raut wajah mereka senang sekali, mereka terima tiga kali lipat dari biasanya.
"Banyak sekali dokter??" Ali sangat gembira sekali. Begitu juga Rusman dan si bujang Jefry. Joe hanya tersenyum. Yang respon biasa hanya Belle. Bukan tidak senang, karena dia masih menyimpan sakit hati seharian di posko di kerjai oleh Kapten Yeni. Tambah tadi dia melihat Hugo mengundang Yeni ke rumahnya. Belle tidak tahu, bahwa sebenarnya dia lakukan itu buat dirinya.
"Kalian masih ingat isi kontrak kalian kan pasal sebelas." semua mengangguk. Dan mulai curiga. Belle yang tadi biasa saja, langsung ngegas.
"Dokter jangan katakan kalau berita buruknya...."
"Ya, terjadi penundaan kepulangan kita. Kontraknya di perpanjang sebulan."
"APA DOKTER......"
"Seminggu saja kami terasa lama, apalagi sebulan."
"Sabar Ali.... Sabar. Pacar kamu akan baik - baik saja di sana. Kirim saja dia uang jajan lagi." semua tersenyum mendengar ocehan Jefry yang mengoda Ali.
"So.... Guys semangat !!!" Dokter Joe memberi semangat lagi buat timnya.