Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Hari ini Arini dengan bangga nya membawa mobil baru nya, dia memamerkan dengan semua orang. Walaupun mobil ini di beli dengan cara mencicil, tapi Arini tidak perduli, yang terpenting bagi nya dia punya mobil mewah.
"Hari ini aku akan ajak ibu keluar, besok kan pernikahan Rayan dan Andin!" Arini berkata pada diri nya sendiri.
Arini meluncur membawa mobil baru nya, dia pergi ke rumah orang tua nya. Hari ini Arini ingin mengajak ibu nya ke salon, agar penampilan mereka lebih fresh saat acara besok.
Mobil baru Arini berhenti di depan rumah sang ibu, Arini membunyikan klakson agar sang ibu bisa keluar. Benar dugaan Arini, tidak berselang lama bu Arum pun keluar. Beliau terkejut melihat mobil berwarna hitam metalik itu berada di depan rumah nya.
"Mobil siapa ini?" Bu Arum bertanya dengan heran.
Arini membuka pintu mobil nya, dan dia langsung tersenyum pada sang ibu.
"Arini, ini mobil kamu?" Tanya bu Arum tidak percaya.
"Iya bu, ini mobil baru aku. Mas Berry yang membelikan nya untuk ku!" Jawab Arini dengan bangga.
"Wah bagus banget Rin, pasti harga nya mahal!" Puji bu Arum.
"Tentu saja dong bu, mas Berry dapat proyek besar. Jadi komisi nya juga besar!" Arini membanggakan suami nya.
"Kamu beruntung banget punya suami sebaik Berry!" Ujar bu Arum lagi.
"Pasti nya dong bu, oh ya bu hari ini aku mau ajak ibu ke salon. Biar besok penampilan kita lebih fresh gitu!" Arini berkata pada ibu nya.
"Oh boleh banget tu Rin, udah lama ibu gak ke salon. Ya udah deh, kamu tunggu sebentar ibu ambil tas dulu!" Bu Arum berkata pada Arini.
Bu Arum tidak mau membuang waktu lagi, dia pun bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas nya. Sedangkan Arini menunggu di depan rumah, di samping mobil nya.
"Udah yuk Rin, kita langsung berangkat saja!" Ajak bu Arum dengan sangat antusias.
"Iya, ayo bu!" Arini pun segera masuk ke dalam mobil nya.
Begitu pula dengan bu Arum, dia duduk di samping kursi kemudi.
"Wah, mobil kamu nyaman banget Rin. Pasti harga nya mahal!" Puji bu Arum lagi.
"Tentu saja dong bu, ini bukan mobil murah!" Arini berkata dengan bangga nya.
"Oh ya bu, kurasa keberuntungan beruntun menghampiri keluarga kita semenjak Melati pergi dari keluarga ini!" Arini kembali berkata pada ibu nya.
"Kemu benar sekali Rin, lihat lah Rayan bisa mendapatkan wanita yang lebih kaya dan bisa memberi nya keturunan. Sedangkan kau, saat ini kau semakin kaya!" Bu Arum bangga dengan kedua anak nya.
"Iya bu, jika aku tahu sejak dulu Melati membawa sial dalam keluarga kita, sudah lama aku minta Rayan mencerai kan nya!" Ucap Arini.
"Sudah lah, sekarang kau dan Rayan fokus pada kebahagiaan kalian sendiri saja. Jangan bahas Melati lagi, wanita mandul dan tak berguna itu!" Ujar bu Arum pada anak nya.
Tidak terasa mobil yang di kemudikan oleh Arini berhenti di depan sebuah salon ternama, salon yang dulu menjadi langganan mereka. Tapi beda nya dulu setiap kali datang ke sini, Melati lah yang akan membayar biaya perawatan nya. Tapi kali ini Arini harus mengeluarkan uang nya sendiri agar bisa melakukan perawatan di sini.
Mereka berdua segera masuk, tapi tidak sengaja di dalam kedua nya bertemu dengan Melati dan juga Rista.
"Hey, wanita mandul. Ngapain kau di sini?" Tanya Arini dengan nada yang penuh ejekan.
"Memang nya mau apa lagi? Ya jelas mau perawatan dong!" Jawab Melati dengan santai nya.
"Toh, mau kamu perawatan yang bagai mana pun. Tidak akan ada laki - laki yang mau sama wanita mandul seperti mu!" Ejek Arini sambil tersenyum sinis.
Rista yang mendengar Melati di ejek dan di hina, seketika langsung terpancing emosi. Dia bergerak maju dan ingin meremas mulut pedas Arini, tapi Melati menahan tangan nya aga berhenti.
"Biarin aja lah mbak, toh sebentar lagi mulut sombong mereka pasti akan segea bungkam!" Bisik Melati pada kakak ipar nya.
"Tapi mereka keterlaluan Mel!" Jawab Rista juga sambil berbisik.
"Oh ya besok jangan lupa datang ke acara pernikahan nya Rayan dan Andin. Dengan begitu kau bisa melihat seperti apa wanita yang pantas bersanding dengan anak ku!" Bu Arum kembali berkata.
Melati tidak menggubris ucapan bu Arum, dia mengeluarkan kartu member salon ini. Melati dan Rista akan melakukan perawatan di ruangan VIP khusus, sedangkan bu Arum dan Arini akan melukan perawatan di ruangan biasa.
"Oh ya, kata nya menantu nya orang kaya, kok pake ruangan biasa!" Kini giliran Melati yang membalas nya.
"Heh, Melati jaga mulut mu. Kami juga mampu melakukan perawatan di ruangan VIP!" Jawab Arini tak mau kalah.
"Ya udah, buktikan saja dari pada banyak omong!" Ujar Melati lagi sambil tersenyum.
Arini dan bu Arum terdiam, karena perawatan khusus di salon ini dengan menggunakan ruangan VIP adalah paket yang harga nya sangat mahal. Baik Arini maupun bu Arum tidak memiliki uang sebanyak ini saat ini.
"Kenapa diam? Gak mampu bayar ya?" Ejek Rista sambil memamerkan senyum manis nya.
"Jaga mulut mu, kami mampu kalau cuma buat bayar salon ini!" Jawab Arini dengan kesal.
"Ya udah deh buktikan saja, oh ya kata nya calon menantu baru nya sangat kaya. Masa buat bayar biaya perawatan khusus dengan ruang VIP saja tidak mampu!" Kembali Rista mengejek kedua nya.
"Ya udah deh mbak, buang - buang waktu aja bicara sama mereka!" Melati langsung mengajak Rista melakuka perawatan yang sudah dia bayar tadi.
Arini yang terlanjur malu karena di lihat oleh banyak orang, langsung menelepon suami nya. Hari ini dia harus me lakukan perawatan dengan paket khusus di ruangan VIP, sama seperti Melati dan juga Rista.
"Mas, kirimin aku uang sekarang ya. Aku mau perawatan di salon sama ibu, tapi uang nya kurang!" Arini berkata pada.
"Ya udah deh sayang, aku kirim sekarang juga ya. Kamu butuh berapa?" Tanya Berry dari seberang sana.
"Tidak banyak kok mas, cuma 50 juta saja kok!" Kembali Arini berkata.
"Mas kirim sekarang juga ya!" Berry lalu langsung mematikan sambungan telepon dengan Arini.
"Gimana Rin? Suami mu bisa kirim uang nya kan?" Tanya bu Arum memastikan.
"Pasti nya dong bu, mas Mas Berry tidak akan menolak keinginan ku!" Jawab Arini dengan bangga nya.
"Ya udah, kita langsung perawatan khusus di ruangan VIP. Kita juga bisa, bukan cuma Melati saja!" Ajak bu Arum.
Ibu dan anak itu langsung memesan ruangan VIP, demi tidak ingin terlihat kalah di mata Melati mereka pun memesan perawatan kelas wahid di sini.
terus sehat dan semangat 😍💪