NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembersihan Pertama – Jatuhnya Sekte Tambang

[Sovereign Duplication: Memulai Operasi Penyiangan Bidak]

[Simulasi Takdir: Peluang Kehancuran Sekte Tambang Spiritual – 99,8%]

Gelas porselen berukir naga itu hancur berkeping-keping di dinding aula Sekte Tambang Spiritual.

Grand Elder Gu Yan berdiri dengan napas memburu dan raut wajah membiru akibat amarah yang membakar dada.

"Sembilan puluh ribu batu spiritual terbuang cuma-cuma demi sepotong abu pasir?!" bentak Gu Yan seraya menggebrak meja giat hingga retak.

Utusan yang gagal di balai lelang gemetar hebat, berlutut dengan dahi menempel pada lantai marmer yang dingin.

"A-Anu... Ampun, Grand Elder! Pemuda gila berjubah kumuh itu yang memancing harga sampai luar biasa!" ratap sang utusan dengan suara bergetar.

'Tua bangkai ini cuma tahu marah, padahal dia sendiri yang menyuruhku membawa pulang artefak itu dengan cara apa pun!' batin sang utusan merutuki nasibnya.

"Diam kau idiot! Kita kehabisan kas cair hanya karena jebakan dangkal!" teriak Gu Yan seraya menendang dada utusannya sampai tersungkur.

Sebelum amarah Gu Yan mereda, bayangan hitam memotong cahaya lilin di sudut ruangan.

Klon #03 Baihu melangkah keluar dari kegelapan, mengenakan topeng perak khas pemilik Paviliun Bayangan.

"Siapa kau?! Berani sekali menyusup ke markas utamaku!" gertak Gu Yan seraya mengencangkan genggaman pada pedang besarnya.

Baihu hanya terkekeh pelan, melipat kedua tangannya di balik punggung dengan keangkuhan mutlak.

"Aku hanya pengantar berita, Tetua Gu. Sayangnya, berita ini adalah vonis matimu," ucap Baihu dengan nada santai.

Di saat yang sama, dokumen rahasia bersampul merah darah dilemparkan oleh jaringan rahasia Baihu ke atas meja Putri Feng Qingxue dan Panglima Utama Kerajaan Jiulong.

Dokumen palsu itu memuat stempel pribadi Gu Yan, berisi rencana kudeta bersenjata untuk merebut tambang batu spiritual kerajaan.

Di dalam istana megah, Putri Feng Qingxue membaca lembaran tersebut dengan tatapan mematikan.

"Tetua tua yang tamak ini rupanya ingin memotong jalur pasokan energi kerajaan," desis Putri Feng Qingxue seraya meremas kertas itu hingga jadi abu.

"Perintahkan Komandan Canglong untuk memimpin Pasukan Pengawal Kerajaan. Ratakan Sekte Tambang Spiritual malam ini juga!" perintah Putri Feng Qingxue dingin.

'Gadis ambisius ini benar-benar mudah disetir,' batin Canglong yang berdiri di samping sang putri seraya membungkuk patuh.

"Hamba menerima perintah, Yang Mulia. Tidak akan ada satu pun pengkhianat yang tersisa," balas Klon #02 Canglong dengan vokal tegas.

Kurang dari satu jam kemudian, langit di atas markas Sekte Tambang Spiritual berguncang hebat oleh gemuruh ribuan langkah kaki berzirah baja.

Pasukan Pengawal Kerajaan Jiulong memblokir seluruh akses keluar, memancarkan aura membunuh yang menggeledah setiap sudut tempat tersebut.

"Gu Yan! Keluar kau sekarang juga!" seru Canglong bergaung keras, meremukkan gerbang utama sekte hanya dengan satu tancapan tombak hitamnya.

Gu Yan melompat keluar melalui atap aula, membelalakkan mata saat melihat pasukannya sudah terkepung rapat.

"Ca-Canglong?! Apa-apaan ini?! Sekte Tambang Spiritual selalu setia pada kekaisaran!" pekik Gu Yan gagap, merinding melihat kekuatan militer Kerajaan Jiulong.

"Bukti pemberontakanmu sudah nyata. Tidak ada ruang untuk negosiasi, hanya ada kepatuhan atau kehancuran," tegas Canglong seraya mengacungkan tombaknya.

"Keparat! Ini pasti jebakan!" jerit Gu Yan histeris seraya memutar arah penerbangannya menuju hutan terlarang di belakang sekte.

Menggunakan sisa jelutung qi di dalam tubuhnya, Gu Yan melesat secepat kilat untuk melarikan diri dari kepungan militer.

"Kalian tidak akan pernah bisa menangkapku!" gelak Gu Yan dalam hati, merasa sudah berhasil lolos ke area vegetasi lebat.

Namun, udara di depannya mendadak membara hingga pepohonan berubah menjadi debu dalam hitungan detik.

Lautan Api Kuno Penghancur Jiwa membumbung tinggi, menutup rapat rute pelarian sang tetua.

Klon #01 Zhuque melayang anggun di udara, diselimuti kobaran api merah keemasan yang sangat menyengat.

"Di hadapan Api Kuno milikku, seluruh praktisi di benua ini hanyalah percikan redup yang menanti padam," cetus Zhuque dengan keangkuhan tanpa tanding.

Gu Yan terhenti mendadak, kulit wajahnya terkelupas akibat hawa panas yang membakar pori-pori.

"Zh-Zhuque?! Si Jenius Nomor Satu Sekte Api Ilahi?! Kenapa kau ada di sini?!" jerit Gu Yan dengan mata hampir melompat keluar.

'A-Apa hubungannya Sekte Api Ilahi dengan pasukan kerajaan?! Kenapa mereka mengepungku bersamaan?!' batin Gu Yan bergetar hebat, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Dari arah belakang, Canglong mendarat berat hingga tanah retak sedalam sepuluh meter.

Baihu muncul di atas dahan pohon tinggi, melambaikan tangannya dengan senyum bermuka dua.

Gu Yan menatap tiga figur legendaris di sekelilingnya dengan napas tersengal-sengal dan lutut yang mulai lemas.

"Kalian... kalian bekerja sama?!" gagap Gu Yan dengan suara mencekik lehernya sendiri.

"Kau salah, Tetua Gu. Kami tidak bekerja sama," pangkas Baihu seraya terkekeh sinis.

"Kami adalah bagian dari orang yang sama," bisik Zhuque melengkapi dengan senyum dingin.

Di puncak bukit yang jauh dari lokasi pertempuran, Lian duduk santai di atas batu besar seraya mengamati papan catur dimensi di dalam kesadarannya.

Setiap gerakan ketiga klonnya sinkron secara sempurna melalui proses Sinkronisasi Jiwa.

"Merajut muslihat sudah selesai. Sekarang saatnya eksekusi nir-bercak," gumam Lian seraya meminum tehnya tenang.

Zhuque menggerakkan tangannya ke bawah, menurunkan lautan api kuno yang langsung mengurung Gu Yan tanpa celah.

Pada saat bersamaan, Canglong melompat maju membawa benteng tak tembus dari Fisik Asura, mematahkan pedang besar Gu Yan hanya dengan pukulan mentah.

"T-Tunggu! Aku punya batu spiritual! Aku punya banyak harta!" jerit Gu Yan memohon-mohon dengan suara melengking ketakutan.

Tetua yang tadinya sangat angkuh dan menganggap praktisi lemah sebagai perasan itu kini berlutut, merintih pasrah di tanah yang membara.

"Harta milikmu sudah menjadi milik Master kami sejak lelang tadi," bisik Baihu dingin dari balik topengnya.

Tombak hitam Canglong menembus dada Gu Yan, sementara Api Kuno Zhuque membakar jiwa tua itu hingga mengabu dalam sekejap.

Bahkan sebelum Gu Yan sempat menyadari siapa sosok mastermind di balik seluruh skenario ini, keberadaannya telah terhapus sempurna dari Benua Bawah.

[Notifikasi Sistem: Target 'Grand Elder Gu Yan' Telah Dieliminasi!]

[Sekte Tambang Spiritual Berhasil Diambil Alih Secara Rahasia!]

[Omni-Adaptation: Menyerap Atribut Fisik dan Jalur Tambang Batu Spiritual!]

Di istana kerajaan, Putri Feng Qingxue tersenyum puas menerima laporan bahwa Sekte Tambang Spiritual telah diratakan oleh Canglong.

"Bagus sekali. Dengan begini, seluruh pasokan batu spiritual akan berada di bawah kendaliku," gumam Putri Feng Qingxue bangga, merasa dirinya adalah penguasa taktik sejati.

Ia tidak pernah menyadari bahwa seluruh aset tambang itu kini langsung dialirkan masuk ke ruang penyimpanan pribadi Lian melalui perantara Canglong.

Lian berdiri dari duduknya, menatap ke arah perbatasan benua di mana energi dari Alam Atas mulai mengintip dari balik awan.

"Satu bidak tua sudah bersih dari papan catur. Sekarang, saatnya menyambut tamu dari Sekte Suci Bintang 5," cetus Lian dengan perhitungan tanpa kompromi.

Ye Chen yang sedang merayap di dalam hutan dengan tubuh penuh luka dan kelaparan mendadak melihat pancaran cahaya sakral jatuh dari langit, tepat di depannya.

Seorang utusan berjanggut putih dari Alam Atas melangkah keluar dari cahaya tersebut, menatap Ye Chen dengan pandangan seperti menatap cacing tanah.

"Bocah, serahkan pedang warisan Xuanyuan itu atau jiwamu akan kujadikan bahan pil darah malam ini juga!" seru pria tua dari Alam Atas itu memancarkan tekanan membunuh yang luar biasa.

Akankah Ye Chen dijadikan umpan bernyawa oleh Lian untuk memancing seluruh kekuatan Sekte Suci Bintang 5 keluar dari sarangnya?

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!