NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 12

Indira menyentuh kedua tangan Antika dan menggenggamnya. Ia tersenyum lalu memberikan petuahnya.

"Sayang, tidak baik bagi suami istri berlama-lama dalam amarah. Allah sangat tidak menyukai hal itu. Bahkan malaikat pun melaknat nya." Antika langsung menunduk.

"Tapi setidaknya Ibu sangat bersyukur meskipun kalian sedang bertengkar. Kalian memilih diam terlebih dahulu tanpa meluapkan amarah meledak-ledak apalagi merusak barang sekitar."

" Astagfirullah, Bu nggak mungkin aku begitu. Malu lah, Bu."

Indira kembali tersenyum. ia bangga di usia Antika yang sangat mudah meski dalam kondisi hilang ingatan gadis belia itu masih dapat mengontrol emosi tatkala sedang didera masalah. Indira kembali menghela nafas.

"Bu!" Suara Antika membuyarkan lamunan Indira.

"Oh, ya sayang. Apa kamu tahu saat ini Ibu sangat cemas dan khawatir. Seperti nya semalam suamimu tidak tidur. Ibu melihat wajahnya lesu dan matanya menghitam. Dia juga tidak mau sarapan pagi ini. Ibu......"

"Apa, Bu? Jadi suamiku tidak sarapan pagi ini? Bagaimana kalau nanti dia sakit? Ibu apa yang harus aku lakukan? Semua ini gara-gara aku yang egois."

Indira sangat bersyukur seperti dugaannya Antika akan bereaksi seperti itu. "Bagaimana kalau Antika membawakan makanan ke kantor Aldri? Sekalian kalian bicara baik-baik dan selesaikan masalah yang ada."

Antika berpikir sejenak. "Tapi.... apa tidak akan mengganggu, Bu?"

Indira menggeleng. "Ibu yakin Aldri pasti akan sangat bahagia melihatmu datang, Sayang." Indira tahu pasti Antika adalah sumber kebahagiaan putra tercintanya.

"Baiklah kalau begitu,Bu. Aku akan siap-siap dulu."

"Iya, Sayang. Ibu akan siapkan bekalnya. Nanti Pak Maus yang mengantarmu. Kita buat kejutan untuk suamimu."

"Iya, Bu." Antika kembali bersemangat.

Di kantor Aldri.

Aldri tidak dapat berkonsentrasi sama sekali. Pikiran nya terus tertuju pada Antika. Sesekali fokusnya hilang hingga rapat berjalan lebih lambat. Tubuhnya terasa berat karena semalam matanya tak bisa terpejam walau sebentar. Pagi ini pun perutnya belum terisi. Dunia Aldri hanya akan berputar ketika Antika tersenyum untuknya.

Aldri menjatuhkan dirinya di sofa. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia ingin merebahkan tubuh di sofa kantor walaupun sejenak. Ia hanya ingin memejamkan mata dan melepas lelah. Aldri yang diserang kantuk mulai menutup mata.

"Berbahaya kalau aku biarkan si Aldri sendirian dengan wanita itu. Bego sekali aku menyuruh wanita gatal itu ke sana. Bisa-bisa nya aku lupa. Dasar bego!" Egi mengomel di sepanjang koridor. Ia berjalan sendirian menuju kantor Aldri. ketika melewati lobi matanya tertuju pada seseorang.

Antika yang telah sampai di lobby perusahaan mencoba bertanya kepada salah satu resepsionis. Ia mengatakan ingin bertemu Aldri. Namun mereka tidak mengizinkan karena Antika belum memiliki janji temu.

"Maafkan kami, Mbak!"

"Tapi aku ..,..." Atika menggantung ucapannya. Ia berpikir mereka pasti tidak akan percaya. Ketika dirinya putus asa dan memilih pulang seseorang menyapanya.

"Hai! Kamu mau bertemu Aldri?" Egi bertanya kepada Antika. Seketika semua resepsionis menunduk memberi salam.

"Eum iya. Tapi mereka nggak ngizinin."

Ternyata benar apa kata Aldri. Gadis ini sama sekali tidak mengenaliku. Hahh, Antika ku yang malang. Semoga kelak hidupmu dipenuhi kebahagiaan, sayang.

"Kalau begitu mari aku antar ke sana."

"Benarkah?" senyum Antika mengembang.

Egi mengganggu lalu menggandeng tangan Antika memasuki lift. Para resepsionis sangat shock mendapati peristiwa langka. Seorang Egi Kusuma young notabene terkenal sebagai seorang sekretaris yang diingin dan kaku ternyata bisa tersenyum hanya karena seorang gadis.

"Gila! Pasti tuh cewek penting banget."

"Aduh gimana dong? Mana mata Ibu Egi tadi melotot begitu pada kita."

"Mampus lah kita "

"Pak Aldri." Seorang wanita mudah mencoba membangunkan Aldri. Tetapi Aldri tidak bergeming.

Wah, ini kesempatan langkah bisa melihat seseorang Aldri dari dekat. Dia tidur seperti pangeran. Duh sangat tampan sekali. Apa aku bangunkan dengan ciuman saja seperti putri tidur di dongeng-dongeng? Hihihi boleh juga tuh. Siapa tahu dia terpesona dan langsung jatuh cinta lalu mengajakku menikah. Aish bahagianya diriku.

Wanita mendekatkan diri ke wajah Aldri. Ia dapat melihat jelas bulu mata Aldri. Alisnya yang hitam tebal hidung mancung sungguh pahatan yang sempurna. Dan bibirnya yang menarik ku untuk mengecup nya. Wajah nya semakin dekat hingga napasnya menerpa wajah Aldri. Seketika pria itu terbangun. Wanita itu terkejut dan terjatuh ke lantai.

"Apa yang kamu lakukan?"

"Ma- maafkan saya, Pak! Saya hanya berusaha membangunkan Bapak."

"Membangunkan dengan cara mendekatkan wajahmu seperti itu?"

Antika dan Egi yang sejak tadi menyaksikan kedua insan itu terpaku di depan pintu.

"Hah, sudah kuduga akan seperti ini." suara Egi menyadarkan Aldri tentang keberadaan Antika sontak ia pun langsung berdiri.

"Tika!" Aldri sangat terkejut mendapat gadis yang ia cinta dan rindukan berada tepat di hadapannya.

Antika terbakar api cemburu. Senyuman yang mengembang lenyap kembali seperti kemarin. Ia segera menyerahkan makanan yang ia bawa kepada Egi dan keluar sambil menangis.

"Tika!"

"Buruan kejar bego! Awas saja kalau sampai dia kenapa-napa. Perempuan ini biar aku yang urus." Aldri mengangguk dan gegas mengejar Andika.

"Dasar pria mesum. Menyebalkan, jangan-jangan kemarin juga begitu. Dia bersenang-senang dengan cewek lain sementara aku nungguin sendirian berjam-jam. Dasar pria kejam!" Antika mengomel sambil menangis.

Gadis itu menuju lobby dan hampir meraih pintu keluar. Semua mata resepsionis memandang heran. Mereka menunduk ketika mendapati Aldri datang menyusul di belakang gadis itu.

"Tika kamu mau ke mana, sayang?"

"Lepasin! Silahkan lanjutkan saja bersenang-senangnya."

"Apa maksud kamu, Sayang?"

"Sudahlah nggak perlu lagi pura-pura dan menutupi. Apakah karena ini kamu tidak ingin berfoto denganku?" air matanya mengalir kembali tanpa permisi.

Aldri yang melihat air mata itu sangat terkejut. Ia tidak pernah ingin melihat air mata Antika. Ia spontan memeluknya tanpa peduli di hadapan banyak orang. Mereka yang menyaksikan shock dan mengambil gambar keduanya.

"Lepasin! Aku mau pulang."

"Tidak mau."

"Lepasin!"

Aldri sama sekali tidak ingin kehilangan kesempatan langkah ini. Ia menggendong Antika dan membawanya pergi menuju kantor.

"Darling!" Antika sangat terkejut dan malu. Ia membenamkan wajahnya ke dada bidang Aldri ketika mendapati semua mata tertuju padanya.

"Hah, Darling dia bilang?" semua resepsionis melongo.

Aldri menggendong Antika tanpa kesulitan sedikitpun. Tubuh gadis itu bagaikan kapas ringan yang mampu diterbangkan angin.

"Darling turunin!"

"Tidak akan."

"Malu ih cepetan turunin!"

"Tidak. Sebelum kamu memaafkanku."

Setiap karyawan yang melihatnya langsung menunduk karena tahu batasan bahwa yang dilihat adalah atasan tertinggi. Meskipun rasa ingin tahu menggelitik jiwa penasaran mereka. Melihat hal itu Antika semakin malu. Meskipun berusaha protes, tetapi Aldri sama sekali tidak menggubrisnya. Akhirnya gadis itu memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aldri.

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!