NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kejutan di Arena

​Langkah kaki Lin Tian bergaung dengan sangat teratur saat dia menapaki anak tangga batu granit menuju ke atas panggung arena utama. Setiap pijakan kakinya meninggalkan bekas embun tipis yang membeku akibat sisa-sisa hawa dingin dari esensi Yin yang masih mengalir di pembuluh darahnya.

​Keheningan yang sangat pekat mencengkeram seluruh area lapangan pelatihan Klan Lin setelah demonstrasi kekuatan spiritual yang baru saja ditunjukkannya. Para murid muda yang sebelumnya berteriak-teriak menghina kini tampak menahan napas mereka dengan wajah yang dipenuhi oleh rona ketakutan.

​Tetua Pertama, Lin Kuang, perlahan-lahan kembali menduduki kursi kayunya yang telah retak dengan sepasang mata tua yang terus berkilat tajam. Pria tua itu sedang memutar otak taktisnya untuk menganalisis bagaimana bisa seorang pemuda yang telah cacat total kembali memiliki basis kultivasi yang begitu padat.

​“Lin Tian, jangan mengira bahwa dengan beruntung memulihkan sedikit meridianmu yang rusak, kamu bisa bertindak sewenang-wenang di tempat ini,” ucap Lin Kuang dengan nada suara yang kembali tenang namun menyimpan getaran niat membunuh yang sangat pekat.

​Lin Tian menghentikan langkah kakinya tepat di tengah-tengah panggung arena utama yang memiliki diameter sekitar tiga puluh meter tersebut. Dia meletakkan ujung Pedang Berat Hitam miliknya di atas lantai batu dengan santai tanpa mempedulikan tatapan penuh selidik dari paman tuanya itu.

​“Paman tua, daripada terus banyak bicara dan membuang-buang air liur tuamu itu, bukankah lebih baik jika kita langsung memulai pertandingan ini?” balas Lin Tian dengan seulas senyuman konyol yang tampak sangat menjengkelkan bagi siapa saja yang melihatnya.

​Tetua Ketiga yang berada di sisi samping panggung segera mengambil sebuah gulungan kitab pertandingan baru dari dalam saku jubah sutranya. Dia melirik ke arah Lin Kuang sejenak untuk mendapatkan kode persetujuan politik sebelum akhirnya membacakan nama peserta yang akan menjadi lawan Lin Tian.

​“Pertandingan pertama untuk jalur perebutan peringkat utama, Lin Tian melawan Lin Feng!” suara lantang Tetua Ketiga bergema memecah atmosfer ketegangan di udara terbuka.

​Mendengar nama tersebut dibacakan, seorang pemuda berbaju zirah ringan berwarna perak langsung melompat dari atas tribun penonton dengan gerakan yang sangat lincah. Pemuda bernama Lin Feng ini adalah anak nomor dua dari Tetua Ketiga yang telah mencapai tingkatan kelima ranah pengumpulan Qi.

​Lin Feng mendarat di atas panggung arena dengan posisi tubuh yang sangat tegak laksana sebuah tombak besi yang menancap kokoh. Wajahnya yang semula tampak penuh dengan keangkuhan kini memperlihatkan sedikit kewaspadaan taktis setelah merasakan fluktuasi energi Lin Tian sebelumnya.

​“Lin Tian, aku tidak tahu metode kotor apa yang telah kamu gunakan untuk memalsukan basis kultivasimu saat ini,” ucap Lin Feng sambil menarik sebuah pedang tipis bermata dua dari dalam sarungnya yang berlapis emas.

​Dia mengalirkan tenaga spiritual elemen angin miliknya ke sepanjang bilah pedang hingga menciptakan suara desingan udara yang cukup tajam. “Namun di hadapan teknik pedang murni milik faksi kami, semua trik tipuanmu itu akan langsung hancur berkeping-keping menjadi debu.”

​Lin Tian hanya berdiri diam dengan posisi tubuh yang sangat santai laksana seorang pria fana yang sedang menikmati pemandangan alam sore hari. Sifat bermuka tebal miliknya membuat dia sama sekali tidak merasa terprovokasi oleh ucapan-ucapan kosong dari sepupunya yang sombong tersebut.

​‘Bocah, semut kecil di depanmu ini memiliki kestabilan energi yang sangat buruk akibat terlalu banyak mengonsumsi pil obat murahan,’ suara Yue Chan kembali terdengar di dalam pusat kesadaran roh Lin Tian. Wanita iblis itu tampak sedang bersandar santai di dalam dimensi mutiara sambil mengamati struktur anatomi tubuh Lin Feng dengan tatapan penuh penghinaan.

​‘Yue Chan, berikan aku sebuah saran estetis untuk menyelesaikan pertandingan ini dengan cara yang paling menghibur para penonton,’ jawab Lin Tian di dalam batin spiritualnya sendiri. Dia mulai bekerja untuk memikirkan taktik perang psikologis yang paling merendahkan martabat musuhnya.

​‘Gunakan saja kekuatan mentah dari struktur tulang perakmu untuk memberi dia sebuah pelajaran fisik yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup,’ balas Yue Chan dengan sebuah tawa kecil yang terdengar sangat sensual namun dipenuhi oleh hawa kekejaman alami.

​Lin Tian mengangguk kecil tanda menyetujui saran taktis dari permaisuri iblis kuno yang selalu memiliki selera humor yang cukup sadis tersebut. Dia melepaskan pegangan tangannya dari gagang Pedang Berat Hitam, membiarkan senjata raksasa itu tetap berdiri kokoh di atas lantai batu granit arena.

​Tindakan Lin Tian yang memilih untuk tidak menggunakan senjatanya sama sekali langsung memicu gelombang kemarahan baru di dalam hati Lin Feng. Pemuda berbaju zirah perak itu merasa harga dirinya sebagai seorang jenius klan telah diinjak-injak secara brutal di hadapan ratusan pasang mata penonton.

​“Sombong sekali! Rasakan pembalasan dari Seni Pedang Angin Puyuh milikku ini, bajingan kecil!” teriak Lin Feng dengan mata yang memancarkan kilatan kemarahan yang sangat pekat.

​Tubuh Lin Feng langsung bergerak maju dengan kecepatan tinggi, menciptakan beberapa bayangan semu berwarna hijau muda di sepanjang jalur lintasannya. Bilah pedang tipisnya bergetar dengan sangat hebat, melepaskan belasan gelombang tebasan angin tajam yang mengincar seluruh titik vital di tubuh tegap Lin Tian.

​Struktur batuan granit di bawah jalur lintasan serangan Lin Feng tampak tergores dalam akibat tekanan energi angin yang dilepaskan secara membabi buta. Para murid muda di tribun penonton langsung bersorak sorai melihat kehebatan visual dari teknik bela diri tingkat tinggi tersebut.

​Namun, di dalam pandangan mata hitam Lin Tian yang telah diperkuat oleh Fondasi Tubuh Iblis, pergerakan cepat Lin Feng terasa sangat lambat laksana seekor siput tua. Dia bisa melihat dengan sangat jelas setiap celah kelemahan taktis dari koordinasi langkah kaki dan perputaran energi spiritual sepupunya itu.

​Lin Tian tidak memilih untuk mundur atau menghindar dari jalur lintasan belasan tebasan angin tajam yang sedang menuju ke arah dadanya tersebut. Dia hanya menggeser posisi kaki kanannya beberapa inci ke arah samping untuk mengalirkan berat tubuh fisiknya secara sempurna ke permukaan tanah.

​Seni Iblis Penelan Surga bekerja secara instan di dalam pembuluh darahnya, menciptakan lapisan pelindung tak kasat mata dari sisa esensi Yin murni. Belasan gelombang tebasan angin tajam milik Lin Feng langsung menghantam permukaan jubah sutra hitam Lin Tian secara bertubi-tubi.

​Brak!

Suara benturan energi spiritual yang cukup keras menggema di udara, menciptakan gumpalan debu batuan yang cukup tebal di sekitar posisi berdiri Lin Tian.

​Lin Feng tersenyum lebar dengan penuh rasa kemenangan setelah melihat serangannya berhasil mengenai sasaran utamanya secara telak tanpa ada hambatan fisik. “Hahaha! Mati kamu sampah konyol! Ternyata kemampuan bicaramu jauh lebih besar daripada ketahanan fisik aslimu!”

​Tetapi, senyuman penuh keangkuhan di wajah Lin Feng langsung membeku sepenuhnya ketika gumpalan debu batuan di depannya mulai tersapu bersih oleh embusan angin malam. Sosok Lin Tian tampak masih berdiri dengan sangat kokoh di posisi semula tanpa ada satu pun luka goresan fisik yang berarti di permukaan tubuh tegapnya.

​Jubah sutra hitam baru miliknya bahkan tidak mengalami kerusakan mekanis sedikit-sedikit pun akibat hantaman dari teknik pedang tingkat tinggi milik Lin Feng tadi. Lin Tian hanya menepuk-nepuk debu tipis yang menempel di bagian bahu kirinya dengan ekspresi wajah yang tampak sangat bosan dan mengantuk.

​“Apakah hanya sebatas ini saja kemampuan dari teknik pedang andalan faksi Tetua Pertama yang selalu kalian banggakan itu?” tanya Lin Tian dengan nada suara yang sangat datar namun mengandung daya ejekan psikologis yang sangat luar biasa dahsyat.

​Sebelum Lin Feng sempat memulihkan diri dari rasa terkejut batinnya yang mendalam, tubuh tegap Lin Tian tiba-tiba-tiba saja menghilang dari posisi berdirinya semula. Kecepatan gerak fisik Lin Tian saat ini telah melampaui batas kemampuan tangkap dari indra penglihatan normal para kultivator ranah pengumpulan Qi tingkat rendah.

​Sebuah embusan angin dingin yang membawa aroma pembantaian pekat langsung menerpa bagian sisi kanan wajah Lin Feng secara mendadak laksana sambaran petir. Lin Feng secara refleks mencoba memutar bilah pedang tipisnya untuk memblokir pergerakan musuh, namun koordinasi saraf tubuhnya sudah terlambat sepenuhnya.

​Lin Tian telah berada tepat di samping tubuh Lin Feng dengan posisi lengan kanan yang sudah terangkat tinggi ke udara terbuka. Aliran tenaga fisik murni dari struktur tulang perakannya berpadu sempurna dengan putaran energi iblis dari dalam pusat dantian hitamnya.

​Plak!

Sebuah suara tamparan keras yang sangat masif dan memuakkan bergaung dengan sangat hebat di seluruh penjuru lapangan pelatihan klan.

​Kekuatan mekanis dari tamparan tunggal Lin Tian tersebut begitu dahsyat hingga menciptakan gelombang kejut udara kecil yang berpusat tepat pada pipi kanan Lin Feng. Seluruh struktur rahang bawah milik pemuda berbaju zhirah perak itu langsung bergeser dari posisi anatomis aslinya dalam seketika.

​Belasan buah gigi putih bercampur darah segar langsung rontok dan beterbangan ke udara terbuka laksana butiran kerikil kecil yang dilemparkan dengan kuat. Tubuh Lin Feng langsung berputar beberapa kali di udara sebelum akhirnya terlempar sejauh dua puluh meter menabrak tiang pembatas arena.

​Duar!

Tiang batu pembatas yang berukuran cukup besar tersebut langsung hancur berantakan menjadi bongkahan batu kecil setelah menerima hantaman tubuh fisik Lin Feng.

​Pemuda yang semula tampak sangat gagah dengan zirah peraknya itu kini terkapar diam di atas tanah luar arena dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan. Wajah bagian kanannya telah membengkak besar laksana sebuah bola kulit berwarna ungu kehitaman, dan kesadarannya langsung hilang sepenuhnya.

​Seluruh penonton yang berada di tribun kembali terbungkam ke dalam keheningan yang jauh lebih pekat dan mencekam daripada kejadian beberapa menit yang lalu. Tidak ada satu pun murid muda klan yang mampu mengeluarkan kata-kata ekspresi setelah menyaksikan akhir tragis dari pertandingan yang sangat singkat itu.

​Mengalahkan seorang kultivator tingkat kelima ranah pengumpulan Qi hanya dengan menggunakan satu tamparan tangan kosong adalah sebuah demonstrasi kekuatan yang sangat brutal dan berada di luar batas nalar sehat mereka. Bahkan para murid inti dari sekte-sekte bela diri besar pun belum tentu mampu melakukan tindakan fisik sebrutal itu dengan begitu mudahnya.

​Lin Tian menarik kembali lengan kanannya lalu meniup ujung jari-jarinya dengan gerakan yang tampak sangat konyol dan santai di atas panggung. “Aduh, kulit wajah sepupuku yang satu ini ternyata sangat kasar hingga membuat telapak tanganku yang tampan ini menjadi sedikit kotor.”

​Dia kemudian mengambil kembali Pedang Berat Hitamnya dari atas lantai batu arena lalu menyampirkannya kembali ke atas bahu tegap jubah hitamnya. Sifat hidung belangnya yang konyol tiba-tiba-tiba saja muncul saat dia melihat ke arah tribun penonton bagian barat tempat beberapa murid wanita klan luar sedang berkumpul.

​Lin Tian memberikan sebuah kedipan mata nakal ke arah para gadis muda tersebut, membuat beberapa dari mereka langsung tersipu malu sekaligus ketakutan melihat kombinasi ketampanan dan kegilaan fisik pemuda itu. Tindakan konyol tersebut benar-benar sangat bertolak belakang dengan atmosfer pertumpahan darah yang baru saja dia ciptakan di atas panggung batu granit.

​Di atas tribun kehormatan, wajah Tetua Pertama Lin Kuang kini telah berubah menjadi sangat gelap laksana dasar kuali besi yang hangus terbakar. Niat membunuh di dalam sepasang mata tuanya telah mengental menjadi sebuah gumpalan kabut spiritual yang sangat pekat dan berbahaya bagi keselamatan Lin Tian.

​Dia melirik ke arah anak pertamanya, Lin Ba, yang sedang duduk di kursi sampingnya dengan kepalan tangan yang sudah mengeluarkan suara gemertak tulang yang sangat keras. Lin Ba adalah jenius nomor satu dari faksi Tetua Pertama yang telah lama dipersiapkan untuk merebut posisi sebagai calon penerus pemimpin tertinggi klan selanjutnya.

​Lin Tian yang merasakan tatapan penuh kebencian dari arah tribun kehormatan hanya membalasnya dengan sebuah senyuman licik yang sangat menantang. Jalur balas dendamnya baru saja membuka lembaran pertamanya, dan dia siap untuk menginjak-injak setiap wajah dari orang-orang tua bangka yang telah berani mengusik ketenangannya selama tiga tahun terakhir ini.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!