NovelToon NovelToon
CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:417.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Memasuki bangku kuliah dengan penampilan cupunya, membuat Ananda Ayunindia menjadi target empuk perundungan oleh Tristan Bratadikara dan komplotannya. Tak sekadar dibully, Ananda bahkan dijadikan bahan taruhan hingga berujung kehamilan. Hancur dan trauma, ia terpaksa melepas beasiswanya dan pergi menghilang.

Enam tahun berlalu. Ananda yang kini telah lulus kuliah dan menetap di Bandung, berhasil diterima bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan raksasa di Jakarta. Demi masa depan putra kecilnya dan sang ibu yang sudah renta, Ananda terpaksa kembali ke kota penuh memori kelam tersebut.

Siapa sangka, pimpinan tertinggi di perusahaan baru tempatnya bekerja adalah Tristan Bratadikara, pria yang dahulu menghancurkan hidupnya. Namun, Ananda yang sekarang bukan lagi gadis cupu yang bisa ditindas, ia telah bermetamorfosis menjadi wanita yang cantik, energik, dan pemberani. Akankah Tristan mengenali korbannya di masa lalu, atau justru bertekuk lutut pada sosok Ananda yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Namun, Tristan tidak tinggal diam. Mendengar wanita asing mengatai belahan jiwanya dengan kalimat serendah itu, langkah kakinya terhenti. Tristan membalikkan tubuhnya perlahan, lalu melemparkan tatapan mata yang teramat tajam, dingin, dan mengintimidasi, tatapan yang seolah siap membunuh siapa saja yang berani mengusik ketenangannya.

Menerima tatapan mengerikan dari pria berbadan tegap itu, nyali Surti dan Odah seketika menciut drastis. Wajah mereka pucat pasi, dan tanpa ini itu lagi, kedua wanita tukang gosip itu langsung lari terbirit-birit masuk ke dalam rumah masing-masing.

Ceklek!

Tepat di saat itu, pintu kontrakan terbuka. Bu Mila yang baru saja kembali dari warung sayur membukakan pintu setelah mendengar suara cempreng Elvano di halaman.

"Eh, cucunya Nenek yang ganteng sudah pulang!" sapa Bu Mila dengan senyum sumringah. Namun, senyuman itu seketika memudar saat pandangannya beralih ke arah belakang putranya. Ia melihat Ananda dan Tristan sedang berjalan beriringan sambil saling berpegangan tangan dengan erat.

Bu Mila mengerutkan keningnya bingung, menatap putrinya dengan pandangan menuntut penjelasan. "Nanda... kamu dan Tuan tampan atasanmu ini... ada apa?"

Tristan maju selangkah, lalu membungkuk hormat di hadapan wanita paruh baya itu. "Bu, perkenalkan sekali lagi, nama saya adalah Tristan Bratadikara. Dan saya... saya adalah papah kandung dari Elvano, Bu."

Deg!

Seketika Bu Mila langsung terdiam terpaku. Pasokan udara di sekitarnya seolah tersedot habis. Otaknya mendadak mengingat cerita kelam masa lalu putrinya tentang pria yang telah menodai dan menghancurkan masa depan Ananda hingga mereka terpaksa melarikan diri ke Palembang.

Ia tak menyangka jika pria tampan yang berdiri di hadapannya saat ini adalah monster yang selama ini ia benci. Namun yang membuatnya paling heran dan syok, mengapa Ananda justru tampak pasrah dan sudi berpegangan tangan dengan pria yang telah menghancurkannya?

Bu Mila merasakan dadanya mendadak sesak yang teramat sangat. Kepalanya pusing hingga pandangannya buram. Ia mengusap dadanya dan tubuhnya yang terhuyung, hampir saja terjatuh ke lantai marmer teras.

"Ibu!" teriak Ananda panik.

Beruntungnya, dengan gerakan refleks yang sangat sigap, Tristan berhasil menangkap dan meraih tubuh paruh baya Bu Mila sebelum menyentuh tanah, menahannya dalam rangkulan lengannya yang kekar.

"Lepaskan! Jangan sentuh saya!" bentak Bu Mila dengan sisa tenaganya, meronta dan mendorong dada Tristan dengan derai air mata yang tiba-tiba tumpah. "Kau... kau adalah pria bajingan yang telah menghancurkan masa depan putriku! Berani sekali kau menemui putriku lagi setelah apa yang sudah kau lakukan bersama dengan teman-temanmu yang biadab itu!"

Bu Mila menoleh ke arah putrinya dengan tatapan kecewa yang mendalam.

"Nanda... kenapa? Kenapa kau bisa-bisanya bersikap manis dan berpegangan tangan dengan pria bajingan yang sudah merusak hidupmu ini, Nak?!"

"Bu, sabar dulu ya... Ibu tenang dulu. Kita bicarakan semuanya di dalam rumah, dan Nanda janji akan menceritakan kronologi yang sebenarnya sama Ibu. Tolong dengarkan Nanda dulu, Bu," jawab Ananda dengan suaranya yang parau, berusaha meredam emosi ibunya yang sedang meledak-ledak.

Setelah Tristan membantu memapah Bu Mila masuk ke dalam ruang tamu yang sempit dan memberikan segelas air hangat, suasana perlahan-lahan mulai sedikit lebih tenang. Elvano sendiri diminta bermain di dalam kamar agar tidak terganggu oleh pembicaraan orang dewasa.

Di dalam ruangan itulah, Ananda akhirnya menceritakan secara runtut dan jelas tentang kebenaran yang baru saja terungkap dari mulut Andre dan Indra di kafe tadi. Ia menjelaskan bahwa selama enam tahun ini telah terjadi kesalahpahaman yang teramat besar, dan Tristan sebenarnya adalah korban yang sama-sama dijebak dan dicekoki obat oleh Bella dan teman-temannya malam itu.

Mendengar penjelasan sang putri, gurat kemarahan di wajah Bu Mila perlahan mengendur, digantikan oleh rasa keterkejutan yang teramat sangat.

Melihat ada celah, Tristan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pria egois dan berkuasa yang biasanya tidak pernah tunduk pada siapa pun itu, tiba-tiba menggeser tubuhnya ke lantai. Dengan ketulusan yang murni, Tristan bersimpuh di atas kedua lututnya tepat di hadapan Bu Mila.

Ananda yang melihat hal itu seketika membekap mulutnya sendiri, tak menyangka jika seorang CEO Bratadikara Group rela merendahkan harga dirinya sedalam ini demi bisa mendapatkan maaf dari ibunya.

"Bu... Tristan tahu, Tristan memang banyak, bahkan terlalu banyak melakukan kesalahan kepada anak Ibu selama di kampus dulu. Sifat buruk ku dulu pasti sangat menyakiti hati Nanda," ucap Tristan dengan suara yang bergetar menahan haru, menengadah menatap wajah Bu Mila yang mulai melunak. "Tapi... Tristan benar-benar telah mencintai Nanda sejak enam tahun yang lalu, Bu."

Tristan menarik napas dalam, menatap Ananda sekilas sebelum kembali menatap Bu Mila. "Hanya saja dulu aku terlalu egois, gengsi, dan bodoh untuk mengakuinya. Padahal jelas-jelas aku menyukai Nanda apa adanya, di saat Nanda juga sangat tulus mencintaiku. Kumohon dengan sangat, tolong maafkan kesalahan masa laluku, Bu. Aku berjanji... setelah hari ini, aku akan membahagiakan putrimu seumur hidupku, dan aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan dia menangis karena sedih lagi."

Keheningan sempat merayap selama beberapa saat di ruang tamu itu. Bu Mila menatap lekat-lekat wajah tulus Tristan yang masih bersimpuh di kakinya, lalu beralih menatap Ananda yang mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca, seolah memberikan isyarat agar sang ibu merestui mereka.

Perlahan, terbitlah seulas senyum tipis yang hangat di bibir keriput Bu Mila. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh bahu Tristan dengan lembut.

"Anak muda, bangunlah... Berdirilah," ucap Bu Mila dengan suara yang melembut.

Tristan pun perlahan bangkit dan duduk kembali di kursi dengan patuh.

"Ibu tidak akan bisa menentang hubungan kalian berdua lagi setelah mendengar kebenarannya," tutur Bu Mila sambil menghapus sisa air mata di sudut matanya. "Ibu melakukan semua ini demi kebahagiaan Ananda, dan juga demi masa depan Elvano. Anak itu... dia sangat membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kandungnya. Selama ini, Elvano belum pernah merasakan apa itu arti kebahagiaan sebuah keluarga yang lengkap. Jika Nanda sudah memaafkan mu, maka Ibu pun tidak memiliki alasan lagi untuk membencimu. Jagalah putri dan cucuku dengan baik, Tristan."

Tristan pun menggenggam erat tangan Bu Mila, ia menatap lekat wajah wanita paruh baya itu yang sudah keriput. "terimakasih Bu, atas maaf yang sudah ibu berikan untuk ku, dan secepatnya aku akan menikahi Nanda, dan El akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna." janji Tristan sungguh-sungguh dan tak bisa terbantahkan lagi.

Ananda pun tersenyum bahagia karena pada akhirnya ia bisa bersatu dengan pria yang selalu mengisi hatinya selama ini, meskipun sempat tertutup oleh rasa benci akibat kesalahpahaman.

Bersambung...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Selamat datang baby Boy baby Girl tapi sayang hadirnya kalian di saat terakhir cerita.🤭🤭🤭
baca marathon tau² End saja.👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak sudah baca maraton 😊🙏🏼
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ngasih tipsnya semprul si Tristan...🤣🤣🤣
Hebat banget sampe junior hadirnya 3 langsung.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah malah ngetaawain yar Kamu sendiri yang di repotin Vin kalau Tristan kena Couvade sindromnya lama, kerjaan jadi numpuk dan kena amuk lho.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sedia minyak kayu putih saja Tristan sama masker sapa tau sedikit berguna.🤭🤭🤭
maklumin saja ya karna baby kayaknya lagi usil iseng8n papahnya tapi pada belum sadar kalau kamu sudah hadir.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah junior sudah hadir tuh.

Elvano masih bocil bicaranya kayak orang dewasa saja pake bahas jomblo segala.🤦‍♀️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: anak sekarang kal, dewasa sebelum waktunya 🤣🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sabar ya Ali semoga secepatnya kamu dapet jodohmu pengganti Michell karrna dia memang milik Lorenzo.

dan satu persatu akhirnya para hama di posisi pada tempatnya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyy Maldive membawa banyak cinta, cerita dan kebahagiaan.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
takdir yang mengharukan buat semua orang, waktunya berkumpul dan bahagia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ih tuan Miller mah kurang seru masa ga di bikin bonyok dulu tuh nenek maen langsung di serahin ke polisi saja... ga adil dong, padahal kejahatannya pada keluargamu lebih ekstrim.🤣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Tristan Lorenzo siap² kena amu Singa betina kalian karna aktingnya mancing² nih...🤣🤣🤣
Hajar saja tuan Miller tuh si nenek, Aku ikhlas ridho banget lah kalau dia babak belur kok sampe sekatart.😁✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa ga sekalian saja kasih obat tidur atau racun sekalian tuh si nenek biar ga panjang drama balas dendamnya... kan ada pelayan jadi manfaatkan itu saja lah.. gatel rasanya pengen nabok kelamaan.🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukur deh Lorenzo jujur jadi tingga atur strategi saja supaya ga kemakan jebakan si nenek 🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dih malah di layanin harusnya kalau mau balas dendam pikirkan dulu Lorenzo dengan rundingin ke yang laen jangan asal ambil keputusan... tar Michele salah paham Kamu ga bakal bisa bujuknya lagi...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
E busyeettt si nenek naksir Enzo.... sadar nek sudah beda level pake pengen daun pucuk... 🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau memang bisa dan mudah mah hancurkan saja atuh Miranda biar ga ganggu lagi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah yang di cari padahal ada di lingkup tempat yang sama.🤭🤭
Bunda
akhir yang bahagia,happy ending🥰🥰🥰
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sama mertua kenapa mesti pake nama di sebutin Tristan, lebih bagus lagi kalau manggilnya cukup Ibu saja ga perlu Bu Mila karna itu kan ibu kandung Nanda bukan ibu tetangga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuuhhh ini satu lagi bukannya cari tau dulu malah ngakuin orang tanpa selidiki lebih detail belalang satu.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dah lah nurut bae Nanda ma suami.🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!