NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12 Curiga

Jam pulang.

Lylac pulang kerja sekitar jam 10 malam. Sudah ada Doni yang gantikan dia.

Begitu kakinya menginjak teras luar minimarket, angin malam yang menusuk langsung menyergap kulitnya. Ia merapatkan kardigannya. Lalu mengeluarkan kunci motor dari saku.

Baru saja dia hendak melangkah menuju area parkir, matanya menangkap seseorang yang tidak asing di sudut teras toko.

Evan?

Di salah satu kursi besi yang disediakan minimarket untuk pengunjung, Evan duduk di sana. Cowok itu menyandarkan punggungnya santai, satu kakinya terangkat bertumpu di atas lutut yang lain.

Helm sport hitamnya tergeletak di atas meja bundar, berdampingan dengan sekaleng kopi hitam yang sudah terbuka dan sebungkus roti yang baru termakan setengah.

"Lylac!!! Demi apa?! Dia belum pulang!"

Mika yang sejak tadi melayang malas di belakang punggung Lylac mendadak melesat maju. Hantu cantik itu berputar-putar di udara dengan histeris, menunjuk-nunjuk ke arah Evan seolah baru saja menemukan harta karun tersembunyi.

"Dia nungguin kamu, Ly! Nggak salah lagi! Tadi di dalam dia sengaja nanya jadwal pulang kamu kan? Buruan samperin! Ini saatnya kamu ucapin terima kasih formal yang tertunda tadi di sekolah!"

Gak mungkin!

Lylac diam di dekat pintu masuk. Otaknya yang lelah mencoba mencerna situasi.

Kenapa cowok itu masih di sini? Bukankah tadi dia bilang malas berkendara karena lelah, tapi sekarang malah nongkrong di teras luar? Apa dia benar-benar segabut itu sampai sengaja menghabiskan waktu di minimarket pinggir jalan?

"Lylac, ayolah! Jangan kaku banget jadi manusia!" Mika mendarat tegak di depan wajah Lylac, berkacak pinggang sambil memelototkan matanya yang transparan. "Kamu sendiri yang bilang kan kalau kamu gak suka numpuk utang budi? Mumpung tempat ini sepi, nggak ada gerombolan anak basket. Tinggal jalan beberapa langkah, bilang makasih, terus pulang. Beres!"

Lylac menghela napas pendek. Kalimat Mika meski diucapkan dengan nada yang teramat berisik ada benarnya juga. Lylac paling tidak suka memiliki urusan yang menggantung dengan orang-orang populer seperti Evan. Sebisa mungkin jangan berurusan dengan mereka.

Semakin lama dia menunda ucapan terima kasih ini, semakin besar kemungkinan Evan mengira dirinya sengaja mencari perhatian dengan bersikap sok jual mahal. Lagipula, situasi malam ini memang sangat mendukung syarat "aman" yang dia inginkan.

Lylac melangkah. Berjalan lurus menuju meja besi tempat Evan berada.

Mendengar ketukan langkah kaki yang mendekat, Evan tahu ada seseorang. Tapi dia tidak langsung mendongak. Tangannya mengambil botol kopi dan menyesapnya lebih dulu. Setelahnya dia mendongak. Sepasang mata elangnya yang tajam dan tampak sedikit lelah itu menatap Lylac yang kini sudah berdiri satu meter di depan mejanya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

"Sudah pulang?" tanya Evan.

"Soal yang tadi siang di koridor sekolah," Lylac membuka suara, nadanya flat dan formal seperti biasa. Dia tidak menyahuti pertanyaan Evan.

"Oh itu."

"Terima kasih sudah membantuku ke UKS. Maaf kalau sampai merepotkanmu."

Evan menurunkan kaleng kopinya ke meja. Dia menatap Lylac selama beberapa detik, mengamati cewek itu yang kini sudah mengenakan pakaian kasual alih-alih seragam minimarket.

Sudut bibir Evan perlahan terangkat, membentuk seulas senyum tipis yang tampak misterius di bawah temaram lampu teras toko.

"Aku kira kamu lupa," sahut Evan, suaranya terdengar berat dan santai dipecah deru angin malam.

Mika yang sedang nangkring di atas sandaran kursi Evan langsung bersorak heboh. "Tuh, kan! Dia sadar kamu menghindarinya di sekolah tadi! Ayo, Ly, jawab yang pinter!"

Evan memang tersenyum tapi menyebalkan menurut Lylac. "Sempat lupa," ujar Lylac tidak peduli.

"Lylac?!!" Mika mendelik hebat.

Evan tergelak ringan.

"Eh?" Mika langsung menoleh cepat. Tidak menduga Evan tergelak.

Lylac tetap tenang, tidak membiarkan raut wajahnya berubah sedikit pun. Dia malas.

"Lylac, kamu beneran cari mati ya?!" Mika yang tadinya sempat melongo kaget karena tawa Evan, kini melompat turun dari sandaran kursi dan menudingkan jari transparannya tepat di depan hidung Lylac. "Cowok seganteng ini ketawa gara-gara kamu, bukannya bikin suasana jadi manis, kamu malah masang muka tembok begitu! Mau aku hantui, hah?!"

Lylac mengabaikan ancaman Mika yang sama sekali tidak terasa mengancam itu.

Dia meraih helm sport hitam di atas meja, lalu menyelipkan lengan kirinya di bawah pelindung kepala tersebut. "Ucapan terima kasihmu sudah aku terima."

"Terima kasih." Setelah mengucapkan kalimat itu, Lylac berbalik tanpa menunggu respon Evan. Ia Melanjutkan langkahnya yang mantap menuju motor.

Ternyata motor mereka bersebelahan.

"Arah mana?" tanya Evan. Lylac menoleh. "Rumahmu."

"Kanan."

"Oh, oke."

"Ganteng banget sih tuhan... elus-elus rambutnya boleh nggak ya?" Mika tiba-tiba sudah mengambil posisi nangkring di atas tangki bensin motor Evan, menumpu dagunya dengan kedua tangan sambil mengerlingkan mata centil ke arah Evan. "Evan, kamu sadar nggak sih kalau kamu tuh keren banget? Coba buka helmnya dong, mau lihat mukanya dari deket!"

Mika mulai bertingkah makin ajaib, berpindah dari tangki bensin lalu melayang memutari kepala Evan, berpura-pura seperti model yang sedang berpose di dekat cowok itu.

Lylac yang awalnya fokus menatap Evan, refleks melirikkan matanya agak ke atas, mengikuti gerakan Mika yang sedang bergelantungan terbalik tepat di atas helm Evan sambil membuat muka jelek. Sudut mata Lylac sedikit berkedut menahan risih melihat kelakuan hantu perempuan itu.

Menyadari perubahan arah pandang itu, Evan yang jeli melihat Lylac dengan penuh selidik.

Pandangan mata Lylac tidak lagi menatapnya, melainkan terarah lurus ke udara kosong tepat di atas kepalanya. Fokus mata cewek itu terlalu tajam untuk ukuran orang yang sekadar melamun. Lylac seperti sedang memperhatikan sesuatu yang nyata di sana.

Evan ikut melirik ke atas, ke arah udara kosong yang ditatap Lylac, lalu kembali menatap Lylac dengan kening sedikit berkerut.

"Lagi lihat apa di atas?"

Mata Lylac yang buru-buru kembali turun menatapnya. Mengerjapkan matanya sekali, untuk menguasai ekspresi wajahnya. "Nggak ada."

"Dia tahu aku, Lylac?" Mika sadar Evan mulai merasa Lylac melihat sesuatu yang nyata.

Evan tidak langsung percaya. "Beneran?" desaknya pelan, suaranya terdengar penuh selidik.

Cowok itu melihat ke sekitar lalu menatap Lylac lebih dalam. Sepertinya mulai merasa ada yang aneh dengan kebiasaan cewek ini yang suka menatap ruang hampa sejak kejadian di kelas waktu itu.

"Masa sih, Ly? Aku enggak keliatan sama orang lain lho. Kalau memang iya, aku senang."

Diam!!

"Ya udah," kata Evan akhirnya, memilih tidak memperpanjang karena dia tidak suka mencampuri urusan aneh orang lain. Dia menurunkan kaca helm hitamnya. "Ayo pulang."

Lylac buru-buru menyalakan mesin motornya.

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!