NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 ( Bertahan Lebih Lama )

Pagi ini Arven pergi kerumah sakit untuk menemui Dokter Reza, begitu Arven sampai sang dokter menyambut dengan sangat bahagia.

Dokter Reza sendiri adalah sahabat Arven, mereka sudah bersahabat sangat lama.

Namun Reza sendiri pun ikut merasa hancur, mengetahui sahabatnya itu menderita penyakit seperti ini.

" Akhirnya lo dateng kesini Ven " ucap Dokter Reza

" Menurut lo, berapa lama gue bisa bertahan hidup Za ? "

" Ven.. "

" 1 tahun ? 2 tahun ? Atau kurang dari satu tahun ? " ucap Arven

" Arven dengerin gue, ga ada yang tau soal umur pasti nya berapa Ven. "

" Tapi gue mau tau Za, berapa lama gue punya waktu buat bertahan hidup "

Sang Dokter tak menjawab, namun bisa ia lihat jika Arven sedang memiliki semangat dalam hidupnya

" Lo bisa hidup lebih lama dari itu Arven, asal lo dengerin gue "

" Tapi lo kan bukan tuhan, kata lo umur itu Tuhan yang ngatur Za "

" Ya gue emang bukan Tuhan, tapi setidaknya gue bisa bantu lo biar ga cepet ketemu tuhan bodoh "

Arven tak marah, ia justru tertawa mendengar ucapan dari Reza.

" Gue mau bertahan hidup lebih lama Za "

" Ya bagus lah, lo harus konsisten minum obat, terapi, jangan setres, banyak istri, harus bahagia " ucap Dokter Reza

Dokter Reza memandangi Arven dengan lekat

" Lo.."

" Jatuh cinta ya ? "

Arven tak menjawab, bahkan saat ini ia menatap Dokter Reza dengan sinis

" Ga.. "

" Lebih tepatnya belum "

Dokter Reza tertawa

" Sama siapa sih ? Penasaran gue "

" Menurut lo, gue salah ga. Nyuruh seseorang bikin gue jatuh cinta sama dia, tapi dia ga boleh jatuh cinta sama gue ? "

" Arven.. Arven.. ternyata lo emang bodoh ya "

" Lo sama aja nyuruh dia makan tapi lo ga nyuruh dia buat minum. Jadinya apa ? Keselek kan ? "

Arven hanya diam mendengarkan nasihat sahabat nya itu.

" Ya tapi kan Za.. "

" Karena lo sakit ? Iyah ? "

Arven kembali diam

" Jangan jadiin penyakit lo sebagai alasan buat ini Arven "

" Harusnya lo jadiin dia itu alasan biar lo bisa hidup lebih lama "

" Tapi Za, kalau gue tiba-tiba mati gimana ? Gue ga mau di sedih "

" Kenapa sih Arven lo mikir kayak gini, sekarang gue tanya sama lo "

" Apa ? "

" Lo mau panjang umur atau pendek umur ? "

" Ya panjang umur lah bodoh " jawab Arven

" Nah yaudah, lo ga usah mikirin soal mati. Anggap aja diri lo sehat "

" Dengan lo kayak gini, lo tanpa sadar udah bikin sakit hati orang Arven "

.....

Alena menatap ponselnya, sejak pagi tadi tak ada satu pesan masuk dari Arven.

" Biasanya dia chat gue, apa gue chat duluan ya ? "

Alena mengetik..

Lalu menghapusnya

Kembali mengetik

Lalu kembali menghapusnya

" Astaga Alena, lo kenapa sih "

Alena melempar ponselnya dan menutup wajahnya dengan bantal miliknya.

Ting..!!

Satu pesan masuk kedalam ponselnya..

Ting..!!

Kembali satu pesan masuk..

Ting..!!!

Tiga pesan masuk kedalam ponselnya, segera ia pun meraih ponselnya.

[Arven : Pagi Alena, hari ke lima ya.?? Sisa 25 hari lagi nih]

[Arven : Semangat yaa]

[Arven : Gue yakin lo bisa]

Alena tanpa sadar tersenyum membaca pesan pesan Arven

[Alena : Iyaa pagi juga Arven]

[Alena : Semangat ko semangat, lo tenang aja ]

Tak ada jawaban lagi dari Arven, Alena pun kembali meletakkan ponselnya.

....

Siang ini selepas kelas selesai, Alena langsung pergi untuk menemui Arven.

Saat Alena keluar dari lift, ia melihat Arven sedang memeluk seorang wanita didepan ruangannya.

" Siapa perempuan itu " ucap Alena

Alena berjalan dengan cepat, mencari tempat aman untuk mendengarkan kedua obrolan mereka.

" Gue kira lo ga bakal kesini "

" Justru gue kesini karena kangen sama lo Arven "

Arven pun langsung mengajak wanita itu masuk kedalam ruangannya.

" Siapa itu cewek ? Ko gue baru liat " ucap Alena sendirian

" Tanya sendiri dong sama orangnya langsung "

Alena menoleh, ia melihat Bayu sekretaris Arven.

" Mas Bayu, ngagetin aja "

" Cemburu ya ? "

" Ga, ngapain cemburu "

Alena pun mengabaikan Bayu, segera ia masuk kedalam ruangan Arven.

" Alena, lo udah Dateng ? " ucap Arven melihat Alena yang baru saja masuk

" Hmm " Alena tersenyum

" Alena kenalin ini namanya Tasya "

Tasya, perempuan itu nampak cantik dan juga anggun.

" Haii kenalin Tasya " ucap wanita itu mengulurkan tangannya

" Alena "

Setelah selesai berkenalan, Alena pun duduk di sofa seperti biasa.

Alena mendengarkan Arven dan Tasya yang sedang asik berbincang.

Bahkan Alena melihat Tasya yang sesekali memukul lengan Arven, dan Arven pun tidak masalah dengan hal itu

Tasya sepertinya mengenal Arven sangat jauh, bukan seperti dirinya yang baru mengenal Arven.

" Ven, kayaknya gue harus cabut sekarang deh "

" Kenapa ? Baru juga sebentar "

" Gue harus cabut, masih ada urusan lagi "

" Yaudah, lo hati-hati ya "

" Aman, Alena gue duluan ya "

Tasya pun melambaikan tangannya, meninggalkan ruangan Arven.

Tasya memiliki tubuh bak seperti seorang model..

Tinggi, putih, cantik dan juga anggun.

Ditambah dres merah jambu selutut, yang membuat penampilan Tasya semakin elegan.

Setelah Tasya pergi, Arven pun menghampiri Alena dan duduk disampingnya.

" Dia siapa ? " tanya Alena penasaran

" Cuma temen lama aja "

" Oohh "

" Kenapa ? " tanya Arven

" Ga apa apa, dia cantik ya "

" Iyah.. "

" Dia juga kayaknya baik "

" Iyah.. "

" Kayaknya dia cocok sama lo "

Arven tak langsung menjawab

Lalu ia menatap Alena

" Menurut gue engga "

Alena menoleh

" Kenapa ? "

" Karena gue ga pernah ngeliat dia, seperti gue ngeliat seseorang "

Tiba-tiba Alena merasakan jantungnya yang berdebar.

" Maksud lo ? "

Arven tersenyum

" Lupain aja "

Arven kembali ke kursi kerjanya.

Dari kursinya Arven bisa melihat raut wajah Alena yang nampak berbeda dari biasanya.

Bahkan Alena yang bisanya cerewet pun lebih banyak diam saat ini.

" Lo kenapa Al ? "

Tanya Arven penasaran

" Ga, ga kenapa kenapa "

" Bohong "

" Engga, ga bohong "

" Lo cemburu ? "

Alena langsung berdiri

" Siapa juga yang cemburu "

Arven tertawa

" Ohh berarti iya "

" Udah ah gue mau balik, lupa kalau ada tugas yang belum gue kerjain "

Belum Arven menjawab, Alena sudah lebih cepat pergi meninggalkan ruangannya.

Arven hanya tersenyum saat Alena pergi dari ruangan

..

Malam harinya Alena terus memikirkan soal Tasya..

Alena memandangi dirinya di cermin..

" Gue juga cantik, ga kalah sama dia " ucap Alena sendiri

" Ya tapi tetap aja beda kan " ucapnya lagi

Alena pun merebahkan tubuhnya, ia mencoba untuk memejamkan matanya.

Namun sayangnya hal itu gagal, ia justru terus memikirkan Arven dan Tasya.

Ting..

Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, dengan segera Alena membuka pesan itu.

[Arven : Progres lo hari ini 6/10]

[Arven : Jangan cemberut terus]

[Arven : Gue tunggu misi lo besok ya]

[Arven : Tidur, ga usah bales chat gue]

Alena tak menjawab pesan itu, ia lebih memilih untuk tidur.

...

Sedangkan Arven saat ini ia sedang memandangi foto Alena yang ia ambil diam-diam..

Foto Alena yang sedang cemberut, membuat Arven merasa gemas kepada Alena.

Arven terus tersenyum memandangi foto itu..

" Lo juga cantik, Alena "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!