NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Sembilan Ikatan Phoenix Abadi

Rasa sakit itu jauh melampaui apa pun yang pernah dialami Lin Chen.

Saat kesadarannya kembali, hal pertama yang ia rasakan bukanlah cahaya, suara, atau udara hutan.

Melainkan rasa sakit, rasa sakit yang datang dari seluruh tubuhnya sekaligus.

Seolah setiap bagian dirinya sedang dihancurkan, lalu dibentuk kembali menjadi sesuatu yang berbeda.

Lin Chen terbaring di atas tanah hutan tanpa mampu bergerak.

Ia tidak bisa berteriak.

Bahkan bernapas pun terasa sulit.

Yang bisa ia lakukan hanyalah bertahan.

Di dalam tubuhnya, perubahan besar sedang terjadi.

Tujuh meridian yang selama tujuh belas tahun rusak dan tersumbat mulai mengalami perubahan.

Namun itu bukan sekadar perbaikan. Meridian-meridian tersebut seolah dihancurkan dari akarnya.

Jalur-jalur lama yang sempit dan rapuh terbakar oleh kekuatan yang tidak dikenal, kemudian dari kehancuran itu lahirlah jalur-jalur baru.

Jalur yang lebih luas dan sempurna. Jika para tetua Klan Lin dapat melihatnya saat ini, mereka pasti akan terkejut.

Bentuk meridian baru itu sama sekali berbeda dari meridian manusia biasa.

Jalur energinya membentuk pola yang rumit dan indah.

Seperti sayap yang sedang terlipat.

Seperti nyala api yang membeku dalam satu gerakan abadi.

Energi terus mengalir ke dalam tubuhnya.

Bukan energi alam biasa yang selama ini berusaha ia serap dengan susah payah, tetapi energi yang terasa hidup dan penuh kekuatan.

Jika energi itu memiliki warna, maka warnanya adalah merah keemasan. Warna yang sama dengan bulu makhluk misterius yang ditemuinya di dalam hutan.

Warisan Phoenix.

Kekuatan itu mengalir tanpa henti.

Mengisi setiap bagian tubuhnya.

Mengubah darah, tulang, meridian, bahkan jiwanya sedikit demi sedikit.

Lin Chen tidak tahu berapa lama proses itu berlangsung.

Di tengah rasa sakit yang luar biasa, waktu kehilangan maknanya.

Ia hanya tahu bahwa suatu saat rasa sakit itu mulai berkurang.

Perlahan.

Sedikit demi sedikit.

Seperti badai yang akhirnya menjauh setelah mengamuk sepanjang malam.

Ketika semuanya berakhir, tubuhnya terasa sangat berbeda.

Dengan susah payah, Lin Chen mencoba menggerakkan jarinya, kemudian seluruh tangannya. Lalu perlahan ia mendorong tubuhnya hingga duduk.

Napasnya masih sedikit berat. Namun tidak ada lagi rasa sakit yang menyiksa.

Ia menatap sekelilingnya, dan ternyata hutan di sekitarnya masih sama.

Pepohonan tua masih berdiri kokoh.

Akar-akar raksasa masih menjulur di atas tanah.

Cahaya matahari tetap menembus celah dedaunan seperti sebelumnya.

Tidak ada yang berubah. Namun cara Lin Chen melihat dunia telah berubah sepenuhnya.

Seolah selama ini ia hidup dengan mata yang tertutup kabut.

Dan untuk pertama kalinya, kabut itu akhirnya tersingkap.

Ia dapat merasakan energi alam dengan sangat jelas.

Aliran-aliran energi yang sebelumnya tidak terlihat kini terasa begitu nyata.

Energi mengalir di antara pepohonan.

Berkumpul di sekitar akar-akar tua.

Berputar perlahan mengikuti ritme alam.

Seluruh dunia seakan memperlihatkan sisi yang selama ini tersembunyi darinya.

Lin Chen menundukkan pandangan ke telapak tangannya.

Perlahan ia menggerakkan energi di dalam tubuhnya.

Hampir seketika, nyala api kecil muncul di atas telapak tangannya.

Api itu hanya sebesar kelereng. Namun keindahannya membuat Lin Chen terdiam.

Warnanya merah menyala dengan inti emas yang berkilauan.

Persis seperti warna bulu makhluk misterius yang telah mewariskan kekuatannya.

Api itu tidak melukai dirinya.

Ia hanya merasakan kehangatan yang nyaman. Namun jauh di dalam nyala kecil tersebut, Lin Chen dapat merasakan kekuatan yang menakutkan.

Untuk mengujinya, ia mengarahkan api itu ke sebuah ranting kering yang tergeletak tidak jauh darinya.

Api merah keemasan melesat.

Sesaat kemudian, Ranting itu langsung terbakar habis.

Dalam beberapa detik, yang tersisa hanyalah abu hitam yang tertiup angin.

Lin Chen memandangi sisa abu itu tanpa berkata apa-apa.

Api di tangannya perlahan menghilang.

Hutan kembali sunyi, namun jantungnya berdetak lebih cepat daripada sebelumnya.

Tujuh belas tahun.

Selama tujuh belas tahun, ia hidup sebagai seseorang yang dianggap tidak memiliki masa depan.

Dihina.

Diremehkan.

Dikesampingkan.

Bahkan keluarganya sendiri telah membuangnya ke tempat ini.

Namun kini, di tengah Pegunungan Cang Lei yang seharusnya menjadi tempat pengasingannya, ia duduk dengan kekuatan yang tidak pernah berani ia impikan.

Perlahan, matanya terasa panas.

Bukan karena api. Melainkan karena emosi yang selama ini ia pendam begitu lama.

Harapan.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar merasakan harapan.

Lin Chen menutup matanya sejenak.

Ia tidak menghapus kelembapan yang muncul di sudut matanya.

Ia membiarkannya ada.

Merasakannya.

Saat membuka matanya kembali, sorot matanya telah berubah.

Lebih tenang, tajam dan mantap.

Masih banyak rahasia yang harus ia pahami.

Masih banyak kekuatan yang harus ia kuasai

Lin Chen perlahan berdiri.

Angin gunung berembus pelan, menggoyangkan ujung rambutnya.

Di hadapannya terbentang jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jalan yang penuh bahaya.

***

Selama hampir dua hari penuh, ia tetap berada di tempat yang sama.

Duduk bersila di bawah pohon tua yang menjadi saksi perubahan hidupnya.

Ia hampir tidak makan.

Hampir tidak tidur.

Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menyerap dan memahami warisan yang telah diterimanya.

Sesekali ia membuka matanya untuk meminum air atau mengatur napas.

Kemudian kembali tenggelam dalam lautan pengetahuan yang memenuhi benaknya.

Perlahan-lahan, gambaran besar mulai terbentuk.

Warisan itu memiliki nama.

Sembilan Ikatan Phoenix Abadi.

Sebuah teknik kultivasi yang tidak diciptakan oleh manusia.

Bahkan tidak berasal dari para dewa atau makhluk abadi.

Teknik itu lahir dari hukum alam itu sendiri ketika Sembilan Phoenix Agung pertama kali terhubung pada awal terbentuknya dunia.

Teknik tersebut merekam seluruh jejak keberadaan mereka.

Bagaimana mereka berbagi kekuatan.

Bagaimana mereka saling melengkapi.

Dan bagaimana ikatan di antara mereka tumbuh hingga mampu memengaruhi keseimbangan langit dan bumi.

Kini, warisan itu berada di tangan Lin Chen.

Bukan sebagai pemilik kekuatan yang sempurna. Melainkan sebagai pewaris yang bertugas menghidupkannya kembali.

Semakin ia memahami teknik tersebut, semakin jelas pula tujuan yang harus ia jalani.

Delapan Phoenix lainnya masih ada.

Mereka tidak benar-benar mati.

Mereka telah bereinkarnasi menjadi manusia dan tersebar di berbagai penjuru dunia.

Kekuatan asli mereka tertidur jauh di dalam jiwa, tersegel oleh hukum Jalan Langit.

Sebagian besar bahkan tidak menyadari siapa diri mereka sebenarnya.

Tugas Lin Chen adalah menemukan mereka.

Satu per satu.

Kemudian membangunkan kekuatan Phoenix yang tertidur.

Namun proses itu tidak bisa dilakukan secara paksa.

Warisan tersebut menjelaskan adanya sebuah metode yang disebut Resonansi Phoenix.

Sebuah penyatuan energi yang memungkinkan dua jiwa yang berasal dari sumber yang sama untuk saling mengenali.

Hanya melalui resonansi itu ikatan dapat terbentuk.

Tidak ada paksaan.

Tidak ada manipulasi.

Karena energi Phoenix tidak akan pernah tunduk pada kehendak yang dipaksakan.

Ia hanya akan menerima mereka yang benar-benar memiliki hubungan dengannya.

Itulah sebabnya proses membangun ikatan jauh lebih sulit daripada sekadar menemukan para Phoenix yang bereinkarnasi.

Namun jika ikatan berhasil terbentuk, manfaat yang diperoleh akan sangat besar.

Setiap Phoenix mewakili kekuatan yang berbeda.

Api.

Es.

Petir.

Angin.

Kehidupan.

Kematian.

Matahari.

Kekacauan.

Dan satu kekuatan terakhir yang menjadi inti dari semuanya.

Setiap ikatan baru akan memperkuat Lin Chen secara menyeluruh.

Bukan hanya meningkatkan jumlah energi spiritual yang dimilikinya.

Tetapi juga memberinya akses kepada kekuatan-kekuatan yang diwariskan oleh para Phoenix tersebut.

Semakin banyak ikatan yang terbentuk, semakin besar pula kekuatan yang bisa ia gunakan.

Dan peningkatan itu tidak bersifat biasa.

Kekuatan yang diperoleh akan tumbuh dengan berlipat ganda setiap kali satu Phoenix berhasil dibangunkan.

Namun di balik semua keuntungan itu, terdapat bahaya yang jauh lebih besar.

Sesuatu yang membuat teknik ini dianggap sebagai ancaman oleh Jalan Langit.

Lin Chen akhirnya memahami alasan sebenarnya.

Sembilan Phoenix Agung pernah menjadi penjaga keseimbangan dunia.

Jika seluruh kekuatan mereka berhasil dipersatukan kembali, keseimbangan yang selama ini dijaga oleh Jalan Langit akan terguncang.

Setiap ikatan yang terbentuk akan menciptakan gelombang energi yang menyebar ke seluruh dunia.

Pada awalnya mungkin lemah.

Namun semakin kuat Lin Chen dan para Phoenix lainnya, gelombang itu akan semakin jelas.

Dan pada akhirnya, mereka yang cukup kuat pasti akan menyadarinya.

Para penguasa dunia kultivasi.

Klan-klan kuno yang telah berdiri selama puluhan ribu tahun.

Sekte-sekte abadi yang mengendalikan wilayah luas.

Bahkan istana surgawi yang menjaga tatanan dunia.

Cepat atau lambat, mereka akan mengetahui keberadaannya.

Dan ketika hari itu tiba, mereka tidak akan tinggal diam.

Mereka akan menganggapnya sebagai ancaman.

Mereka akan berusaha menghentikannya.

Atau membunuhnya.

Lin Chen perlahan membuka mata.

Pandangan pertamanya tertuju pada langit yang terlihat di antara celah dedaunan.

Sudah dua hari berlalu sejak ia menerima warisan itu.

Namun rasanya seolah seluruh hidupnya telah berubah.

Ia mencoba menilai keadaannya dengan jujur.

Dirinya hanyalah seorang pemuda yang diusir dari klan.

Tidak memiliki sekte.

Tidak memiliki pendukung.

Tidak memiliki latar belakang yang kuat.

Kekuatannya pun baru saja lahir dan masih sangat lemah.

Namun pada saat yang sama, ia juga membawa warisan yang mampu mengguncang seluruh dunia kultivasi.

Situasi itu terdengar gila.

Jika orang lain berada di posisinya, mungkin mereka akan merasa takut.

Mungkin mereka akan memilih melarikan diri.

Atau bahkan menyesali warisan yang telah mereka peroleh.

Namun Lin Chen justru merasakan hal yang berbeda.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun hidup dalam kegagalan, ia menemukan sesuatu yang layak diperjuangkan.

Sesuatu yang cukup besar untuk mengubah hidupnya.

Dan mungkin juga mengubah dunia.

Perlahan ia berdiri.

Angin pegunungan berembus lembut di antara pepohonan tua.

Di dalam dadanya, api Phoenix berdenyut perlahan.

Hangat.

Tenang.

Namun penuh kekuatan.

Lin Chen menatap ke arah utara, ke arah dunia luas yang belum pernah ia jelajahi.

"Baiklah."

Suaranya terdengar pelan, tetapi mantap.

"Mari kita mulai."

Api Phoenix di dalam tubuhnya berdenyut sekali lagi.

Seolah menjawab tekad yang baru saja ia ucapkan.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!