Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Yohan tahu, kalau Violet mengandung adalah sebuah kesalahan.
Itu karena jebakan Felix, kalau teringat hal itu rasanya Yohan ingin mengambil nyawa Felix sekarang juga.
Tapi, sebelum ia bisa mendapatkan hati Violet, Yohan tidak boleh melakukan tindakan buruk yang akan membuat Violet menjauh dan jijik terhadapnya.
Tanpa Violet dan Felix sadari, Yohan lah yang melenyapkan bayi lemah itu dengan menyuruh rumah sakit untuk melepaskan semua alat bantu.
Walaupun Amarta selama ini terus mengawasi proses pengobatan cucu cicitnya.
Tetap saja tenaga orang tua akan kalah dengan yang muda.
Apalagi kekuatan yang Yohan miliki tak kalah dengan milik Romeo.
Yohan tahu, kalau Felix pasti akan menggunakan anaknya untuk menjerat Violet.
Yohan tentu saja tidak mau kalau hal itu terjadi.
Saat Violet diusir oleh keluarga Felix, Yohan tidak tahu.
Dia baru tahu setelah Violet beberapa hari tidak masuk ke sekolah.
"Kalau saja dari awal aku itu tahu, Yohan sialan itu mengusir mu dari rumahnya. Pasti aku sudah mencari mu sebelum Romeo," gumam Yohan dengan kedua tangan terkepal.
Ia menatap ke arah Violet yang terlihat begitu tertekan.
Tapi sebuah pertanyaan melintas didalam otak cerdas Yohan.
Kenapa bisa Romeo mengenal Violet? Apakah mereka memang ada hubungan sebelumnya?
"Yohan, aku minta maaf padamu, aku gak bisa mengatakannya sekarang!"
Saat berbicara Violet nampak mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan wajah takut, dia yang tahu dengan kekuasaan Yohan sekarang ini tentu saja tidak berani untuk menyinggungnya.
"Baiklah!" Sahut Yohan santai dan cuek.
Violet pun langsung menoleh, menatap bola mata biru Yohan.
Keduanya kembali saling bertatapan.
"Vio, kalau kamu gak mau mengatakannya sekarang gak papa. Aku juga gak akan memaksamu," ucap Yohan.
Ucapan yang barusan keluar dari bibir Yohan langsung membuat Violet tenang.
Violet mengangguk, lalu dia reflek memeluk Yohan.
"Makasih banyak Kak Yohan," kata Violet dengan penuh kelegaan.
Sebelumnya dia merasa begitu tertekan dan merasa tidak nyaman.
Yohan sangat terkejut karena mendapatkan pelukan dari Violet, bahkan ia merasa jika ada sesuatu yang menggelitik hatinya sekarang ini.
Dipeluk oleh gadis yang sangat di cintai, begitu sangat membahagiakan bukan?
Dia tahu, hubungan Violet dan Felix sebelumnya.
Walaupun berpacaran dengan Felix kurang lebih dua tahun, Violet adalah gadis polos yang terus menjaga jarak dari pacarnya.
Bahkan insiden Violet diberikan obat oleh Felix, karena Violet menolak pacarnya saat meminta untuk dicium.
Sementara Violet yang memeluk Yohan, karena reflek alami tubuhnya yang menganggap Yohan seperti ayahnya sendiri.
Sejak kecil, Violet hanya hidup berdua dengan ayahnya.
Ayahnya penuh kasih dan kelembutan merawatnya.
Dulu saat keadaan gugup dan juga tertekan, ayahnya- lah yang selalu ada untuk menenangkannya.
Bahkan ayahnya menenangkannya dengan memberikan pelukan padanya.
Yohan terus mengelus- elus punggung Violet.
Sementara itu, dari balik pintu ada Felix dan juga Marina yang mengintip.
Wajah Felix terlihat begitu sangat masam.
Sementara Marina, terlihat begitu bahagia.
Tapi dia buru-buru menyembunyikan ekspresi bahagianya.
Dengan wajah merah padam, Felix menutup pintu dengan keras dan membalikkan badannya.
"Kak Felix, tolong jangan marah! Mungkin saat berpacaran dengan kak Felix, Violet sok suci karena memang tidak pernah suka dengan kakak," ucap Marina yang seperti menyiram bensin pada api yang sekarang ini membakar dalam diri Felix.
Semua orang disekolah tahu, jika Violet selama ini selalu menolak dalam berkontak fisik dengan Felix.
Mendengar ucapan Marina, Felix menghentikan langkah kakinya.
Bahkan wajah Felix sekarang ini terlihat jauh lebih suram.
"Kenapa berkata seperti itu?" tanya Felix.
"Apakah kak Felix itu lupa? Aku kan sebelumnya teman dekat Violet. Jadi tentu saja aku itu tahu, kalau dia selama ini memang gak menyukai kak Felix," jelas Marina.
Felix nampak berpikir keras.