NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 12 – SADARNYA ATHAR DAN PERGI KE PANGKALAN

Saat ini Lily sedang berada di kamarnya. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan dari mall kota, ia langsung membersihkan diri lalu berbaring santai di atas kasurnya.

Langit malam mulai gelap, sementara suasana rumah terasa tenang.

Saat sedang bersantai, Lily tiba-tiba teringat hadiah dari misi tersembunyi yang belum sempat ia buka.

"Sistem, buka hadiah misi tersembunyi tadi."

DING!!!

(Memproses pembukaan hadiah...)

(Beberapa hadiah berhasil diperoleh.)

(Selamat, tuan rumah mendapatkan kekebalan tubuh terhadap Virus Zombie.)

(Selamat, tuan rumah mendapatkan sepasang pistol kembar tipe Bayang.)

(Selamat, tuan rumah mendapatkan 100 poin sistem.)

Mata Lily langsung berbinar.

Tanpa ragu ia mengeluarkan dua pistol hitam dari ruang penyimpanannya.

Pistol itu memiliki desain elegan dengan ukiran berwarna perak yang membentuk pola seperti bayangan.

"Wah..."

Lily memutar-mutarkan pistol itu dengan kagum.

Namun beberapa detik kemudian ia mulai berpikir.

Aku sudah punya katana sebagai senjata utama.

Terus pistol ini mau dikasih ke siapa?

Saat masih memikirkan hal itu, tiba-tiba suara ledakan besar mengguncang seluruh rumah.

DUARRR!!!

BOOOM!!!

Lily langsung bangkit dari tempat tidur.

Ia berlari menuju balkon kamarnya.

Begitu melihat ke halaman depan, matanya langsung membelalak.

Di luar pagar rumah berdiri dua makhluk mengerikan.

Seekor anjing mutan bertipe api dan seekor ular mutan bertipe petir.

Tubuh keduanya jauh lebih besar dibanding hewan normal.

Api membakar tubuh anjing mutan, sementara kilatan petir terus muncul di sekitar tubuh ular tersebut.

"Mustahil..."

Wajah Lily langsung berubah serius.

Menurut ingatannya, binatang mutan berelemen seharusnya baru muncul sekitar bulan keempat kiamat.

Namun saat ini bahkan bulan pertama belum berakhir.

Kenapa mereka sudah muncul?

Tanpa membuang waktu, Lily langsung berlari menuju lantai satu.

Saat tiba di ruang tamu, seluruh keluarganya sudah berkumpul dengan wajah pucat.

"Kita terkepung," ucap Lily.

"Itu bukan zombie biasa. Ada dua binatang mutan bertipe elemen di depan rumah."

Semua orang langsung terdiam.

"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Daddy Mike dengan wajah tegang.

"Tidak ada pilihan lain."

Lily menarik napas dalam.

"Kita harus melawan."

Ia lalu menoleh ke arah Lea.

"Panggil Mang Ujang, Mbok Surti, dan Kak Sarah. Suruh mereka berkumpul di sini."

Tanpa menunggu perintah kedua, Lea langsung berlari ke belakang.

Beberapa menit kemudian seluruh penghuni rumah sudah berkumpul di ruang tamu.

Lily segera menjelaskan rencananya.

"Karena ini binatang mutan berelemen, aku nggak mau mengambil risiko."

Ia menatap Alex dan Lea.

"Yang akan melawan mereka adalah aku, Bang Alex, dan Kak Lea."

Lily lalu melihat anggota keluarga lainnya.

"Kalau ada yang ingin membantu, boleh ikut."

DUARRR!!!

PRANGGG!!!

BOOOM!!!

Ledakan lain terdengar dari luar.

Bahkan suara pagar besi yang roboh juga terdengar jelas.

Ekspresi semua orang berubah.

"CEPAT! KITA SUDAH KEHABISAN WAKTU!"

Tanpa menunggu siapa pun, Lily langsung berlari keluar rumah.

Alex dan Lea segera menyusul.

"Baiklah. Daddy dan Damar ikut bertarung juga," ujar Daddy Mike.

Ia langsung menarik lengan Damar.

"Damar, ayo!"

"Hah? Aku juga?" tanya Damar sambil menunjuk dirinya sendiri.

"CEPAT IKUT SAJA!" bentak Tante Mauren.

Akhirnya Damar tidak punya pilihan selain ikut keluar.

Saat tiba di halaman depan, mereka melihat Lily, Alex, dan Lea sudah berdiri menghadapi kedua binatang mutan tersebut.

Lily langsung memberi instruksi.

"Sama seperti tadi."

Ia menunjuk Lea.

"Kak Lea tetap di belakang sebagai pendukung. Gunakan petir untuk membantu serangan."

Kemudian ia menoleh kepada Daddy Mike dan Damar.

"Kalian bantu menghabisi zombie yang ikut masuk ke kompleks."

Mereka semua mengangguk.

Lily menggenggam erat katananya.

Mata biru tuanya kembali berubah dingin.

"Bang, saat hitungan kelima langsung gunakan elemen api."

Alex mengangguk singkat.

"Satu..."

"Dua..."

"Tiga..."

"Empat..."

"Lima!"

"SEKARANG!"

BOOOOM!!!

Alex langsung melepaskan semburan api raksasa.

Pada saat yang sama, Lily melesat maju bagaikan petir.

GROARRR!!!

SSSHHHH!!!

Ular mutan itu langsung bergerak menghindar.

SRING!

Tebasan pertama Lily gagal mengenai sasaran.

Namun ia tidak menyerah.

Tubuhnya berputar.

SRING!

SRING!

SRING!

Katana terus berayun tanpa henti.

Sayangnya, hanya beberapa goresan tipis yang berhasil tercipta di tubuh ular mutan tersebut.

"Sial!"

Lily menggertakkan giginya.

"Kulit ular ini terlalu keras!"

Saat fokus menyerang ular mutan, Lily tidak menyadari sesuatu.

Anjing mutan diam-diam sudah berada di belakangnya.

Mulutnya terbuka lebar.

Api berkobar di antara taring tajamnya.

"LILY AWASSSS!!!"

Teriakan Alex menggema.

SYUTTT!!!

BRAKKK!!!

Lily langsung melompat menghindar.

Namun benturan keras tetap membuat tubuhnya terpental dan menghantam dinding rumah.

BUKKK!!!

"Uhuk!"

"Uhuk!"

"Huekkk!"

Darah segar keluar dari mulutnya.

"LILY!"

Mommy Grace langsung berteriak panik.

Namun sebelum sempat berlari menghampiri putrinya, Tante Mauren segera menahannya.

"Lepaskan aku! Anakku terluka!"

Mommy Grace hampir menangis.

Di sisi lain, Lily perlahan bangkit.

"Sialan..."

Ia menyeka darah di sudut bibirnya.

"Berani-beraninya nyerang gue dari belakang."

Tiba-tiba matanya menangkap sosok lain yang terlempar beberapa meter.

Alex.

Tubuh kakaknya terhempas akibat hantaman ekor ular mutan.

Melihat itu, sesuatu di dalam diri Lily seperti pecah.

Kemarahan luar biasa memenuhi hatinya.

"Bajingan..."

Suaranya terdengar sangat dingin.

"Jangan sentuh keluarga gue."

Tanpa disadari siapa pun, warna mata Lily berubah.

Dari biru tua...

Menjadi merah darah.

Aura mengerikan mulai menyelimuti tubuhnya.

"Lo berurusan dengan orang yang salah."

Dalam sekejap Lily menghilang dari tempatnya berdiri.

SRING!!!

SRETTTT!!!

Luka panjang langsung terbuka di tubuh ular mutan.

GROARRRR!!!

Makhluk itu meraung kesakitan.

Namun Lily tidak berhenti.

Tubuhnya kembali bergerak.

SRINGGG!!!

SRETTTT!!!

BUKKK!!!

Kepala ular mutan langsung terpisah dari tubuhnya.

Tubuh raksasa itu menggeliat beberapa saat sebelum akhirnya mati.

Namun setelah mengeluarkan kekuatan sebesar itu, tubuh Lily mulai kehilangan tenaga.

Bruk!

Ia jatuh berlutut.

Darah mengalir dari hidung dan sudut mulutnya.

Anjing mutan yang masih hidup melihat kesempatan tersebut.

Dengan kecepatan tinggi, makhluk itu langsung menerkam leher Lily.

Namun tepat sebelum gigitannya mengenai sasaran...

SYUTTT!!!

JLEBB!!!

JLEBB!!!

Dua sulur hitam menembus kepala dan jantung anjing mutan tersebut.

GROARRRR!!!

Raungan kesakitan menggema di seluruh kompleks.

Tubuh anjing mutan itu ambruk dan tidak bergerak lagi.

Lily perlahan mengangkat kepalanya.

Ia melihat seseorang berdiri tidak jauh darinya.

Rambut hitam.

Tatapan dingin.

Sulur-sulur hitam bergerak di sekeliling tubuhnya.

Athar.

"Jangan sentuh keluarga gue."

Suara Athar terdengar pelan namun penuh kemarahan.

Lily tersenyum tipis.

"Lo terlambat, bodoh."

Athar menghela napas.

"Maaf. Aku terlambat."

Ia mengulurkan tangannya.

Lily menerima uluran tangan tersebut.

Perlahan ia berdiri.

Pertarungan akhirnya berakhir.

---

Beberapa saat kemudian mereka semua kembali masuk ke dalam rumah.

Alex yang pingsan sudah dibaringkan di atas sofa ruang tamu.

Mommy Grace langsung menghampiri Lily.

"Oh sayangku..."

Air mata masih mengalir di pipinya.

"Mana yang sakit? Mana yang luka?"

Lily tersenyum lemah.

"Aku nggak apa-apa, Mom."

Ia lalu duduk di sofa.

"Ayo duduk semuanya. Ada sesuatu yang ingin Lily bicarakan."

Seluruh keluarga segera berkumpul.

Suasana ruang tamu menjadi hening.

Lily menatap satu per satu anggota keluarganya.

"Kita nggak bisa tinggal di sini lagi."

Semua orang terdiam.

"Rumah ini sudah hancur dan tidak aman."

Ia menunjuk ke arah luar.

"Kalau binatang mutan berelemen sudah mulai muncul sekarang, berarti keadaan di luar berkembang jauh lebih cepat dari yang kita perkirakan."

Tante Mauren terlihat ragu.

"Tapi apa aman kalau kita pergi keluar? Kita bahkan nggak tahu kondisi di luar seperti apa."

"Kita harus mencoba."

Lily menjawab dengan tegas.

"Setidaknya kita harus mencari tempat yang lebih aman daripada rumah ini."

Ruangan kembali sunyi.

Beberapa saat kemudian Daddy Mike akhirnya mengangguk.

"Baiklah."

Ia menatap seluruh anggota keluarga.

"Kita akan pergi ke pangkalan."

"Tapi kita berangkat besok."

Daddy Mike melirik Alex yang masih tidak sadarkan diri di sofa.

"Kita tunggu Alex sadar terlebih dahulu."

Semua orang akhirnya setuju.

Malam itu menjadi malam terakhir mereka di rumah yang selama ini melindungi mereka.

Besok pagi...

Perjalanan menuju pangkalan akan dimulai.

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!