NovelToon NovelToon
Aku Yang Jatuh Cinta

Aku Yang Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: citaaaa

Seorang gadis cantik bernama Arun yang memiliki kisah hidup rumit dan penuh lika-liku. Seorang anak tunggal yang dibesarkan oleh sang nenek yang sangat menyayanginya melebihi kasih sayang orang tuanya sendiri. Arun berpikir kehidupan pernikahan menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki cerita hidupnya. Bio, laki-laki yang lebih tua empat tahun dari dirinya menjadi suami Arun atas dasar sebuah perjodohan. Mungkin harusnya Arun sadar diri sejak awal, mereka bukan ditakdirkan tapi dipaksakan meski mereka merasa tidak ada perasaan keterpaksaan dalam mmenjalaninya. Akankah ada keajaiban dari sebuah rasa yang terasa dipaksakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon citaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGAPULUHSATU

"Papah salahh paham pah" ujar Arun setelah memutus tatapannya pada Adit.

Broto menggelengkan kepala, "Enggak Run, anak ini memang keterlaluan. Seharusnya papah memilihkan Adit untuk kamu".

"Stop pah" kini Adit yang mengeluarkan suara.

Semua menjadi hening sementara. Tidak ada yang berani kembali membuka suara. Bio jangan tanyakan dia, sejak tadi hanya diam dan menundukan kepala.

"Begini saja, pernikahan kalian masih terlalu awal. Saya paham akan perasaan kalian, mungkin memang papah yang salah karena menjodohkan kalian" ujar Broto setelah merasa lebih tenang karena bagaimanapun hal ini harus diselesaikan dengan kepala dingin.

"Arun?" panggil Broto.

Arun melihat kearah Broto, "dalam rumah tangga suami adalah pemimpin. Jadi seharusnya Arun mengikuti apa kata suami. Sekarang papah mau tanya sama kamu Bio" ujar Broto.

Bio perlahan mengangkat kepalanya, "kenapa kamu diam aja? Kemana sikap tengil dan keras kepala kamu?" tanya Broto.

"Harusnya memang papah memaksa bang Adit bukan Bio" ujar Bio.

"Bi, udah lah. Jangan jadi orang yang pecundang, lo laki-laki hadap in masalah lo" ujar Adit.

"Gue bukan lo bang".

"Gue gak berharap lo seperti gue. Jadi diri lo sendiri, tanggung jawab atas apa yang udah lo punya" jelas Adit.

Bio beralih menatap Broto, "Bio bakal kabul in permintaan cerai Arun, dengan syarat setelah itu bang Adit yang jadi suaminya" ujar Bio.

Arun langsung melihat ke arah samping kanannya tempat dimana Bio berada, "CUKUP BIO!".

Adit langsung meninggikan suaranya saat mendengar persyaratan yang Bio katakan, "Lo gak bisa berbuat sesuka hati lo. Arun itu bukan barang, yang lo bisa pindah kepemilikan sesuka lo".

"Gue tau dia bukan barang. Tapi ...".

Arun langsung menggenggam tangan Bio, "pah, boleh Arun sama kak Bio ngobrol berdua sebentar?" tanya Arun menyela perkataan Bio.

Broto hanya menganggukan kepala sambil memijit batang hidungnya.

Arun langsung menarik Bio bangun dari duduknya. Arun membawa Bio ke area taman belakang yang ada di restoran tersebut.

"Mau lo apa sih?" tanya Bio sambil melepaskan genggaman tangannya pada Arun.

Arun yang berjalan didepan dan saat ini posisinya membelakangi Bio pun langsung berbalik arah menatapnya, "harusnya itu yang gue tanyain sama lo!"

"Gue udah kabul in permintaan lo selama ini dengan mudah terus apa lagi?" tanya Bio.

"Setelah itu gue nikah sama kak Adit, iya itu mau lo?".

Bio terdiam, "emang lo ini manusia gak punya perasaan ya!" umpat Arun sambil terus berusaha untuk meredam emosinya.

"Gue atau lo?" tanya Bio.

Arun memicingkan mata menatap Bio, "gue menjadi garda terdepan waktu kesakitan, lo gak liat itu. Effort gue nganterin makanan dari Cafe ke rumah, ngobatin luka lo, lo masih mau bilang gue gak punya perasaan?" ujar Bio mengungkit perlakuannya selama ini.

"Itu semua sandiwara lo kak, supaya orang lain liat rumah tangga ini normal, baik-baik aja!".

"Cihh, lo cuma anggap itu?".

Arun terdiam, "gue akui emang gue yang salah sejak awal. Tapi saat gue ngeliat lo jalanin peran sebagai istri perlahan hati gue mulai tergoyah".

"Lo tau Run? Disaat itu gue merasa jadi orang paling jahat. Tapi disaat gue mau mulai mencoba buat menerima semuanya, ternyata lo ... lo yang nyerah" jelas Bio dengan pasrah.

Arun menggelengkan kepala, "gak mungkin, gue cuma ngabulin harapan lo. Pernikahan ini beban buat lo kan?".

"Kasih saya kesempatan buat buktiin sama kamu" ujar Bio.

"Gak" tolak Arun.

Mendengar jawaban Arun, Bio langsung menundukan kepala. Liat sekarang Bio mengemis dan bahkan sangat menyedihkan.

"Gue takut lo bakal nyakitin gue lebih dalam lagi, gue takut lo gagal buat membuktikannya. Gue ..."

"Kamu percaya sama saya?".

Jari telunjuk Bio yang berada di bibir Arun mampu menghentikan kata demi kata yang terus keluar dari mulutnya. Ditambah lagi saat ini Bio sudah menarik tubuh Arun hingga didekapnya dengan erat.

Arun menganggukan kepalanya perlahan. Inilah kelemahan Arun, sikap lemah lembut dan sabar seorang laki-laki lah yang membuat Arun bisa mengesampingkan keras kepalanya.

"Gue kasih kak Bio, satu kali kesempatan. Tapi kalo kakak gagal, harus terima keputusan gue apapun itu" ucap Arun.

Bio melepaskan pelukannya lalu menatap Arun. Bio menganggukan kepala sambil tersenyum bahagia dan kembali melanjutkan sesi pelukan mereka.

"Papah yang jadi saksinya" ujar Broto dari arah belakang mereka.

Mendengar suara tersebut membuat Arun langsung melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah Broto dan ternyata Adit pun berada tepat di samping ayahnya.

"Papah" gumam Arun dengan malu-malu.

Bio melangkah menghampiri Broto lalu memeluknya, "Bio minta maaf, bantu Bio buat jadi lelaki yang sesungguhnya seperti papah" ucap Bio tepat ditelinga Broto.

Broto langsung menepuk pelan kedua pundak Bio, "papah bangga sama kamu" ucap Broto.

Bio berjalan ke arah samping dan saat ini berhadapan dengan kakak laki-laki pertamanya, "sorry bang, harusnya gue bisa belajar banyak dari lo" ucap Bio tanpa menatap Adit.

Adit langsung memeluk Bio, "kita sama-sama belajar, datang ke gue kalo lo ada masalah apapun. Gue merasa berguna sebagai abang lo" Adit melepaskan pelukan mereka.

"Arun?" panggil Broto.

Arun yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan kejadian langka didepannya, "iya pah" balas Arun.

"Terima kasih, papah gak salah memilih kamu untuk Bio" ucap Broto.

Arun hanya bisa menganggukan kepala sebagai jawaban, "dan buat lo Bi, kalo sampe kesempatan satu kali ini gagal. Gue jamin keinginan lo yang sebelumnya bisa jadi terwujud" ucap Adit dengan wajah serius.

"Sialan lo!" umpat Bio sambil mendorong pelan bahu Adit.

Adit hanya bisa tersenyum, "udah-udah. Ayok papah anterin kalian balik ke Cafe" ucap Broto.

"Papah mau ke Cafe?" tanya Bio dengan wajah terkejut.

"Sebenarnya papah sama Adit mau ngeliat proyek didaerah Bandung Barat. Tapi kalian kan gak bawa mobil, jadi papah anterin kalian dulu aja" ucap Broto.

"Gak usah pah, Bio sama Arun bisa naik taksi. Papah kesana aja" ujar Bio.

Arun menganggukan kepala, "iya pah. Maafin Arun ya, karena udah ganggu perjalanan bisnis papah" ucap Arun.

"Enggak Arun, malah papah senang bisa liat kalian bisa menyelesaikan masalah kalian selama ini" balas Broto.

"Ya udah kalo gitu kita duluan, ayok pah" ajak Adit.

Arun dan Bio ikut mengantarkan Adit dan Broto sampai masuk kedalam mobil dan meninggalkan mereka berdua. Setelah kepergian kedua orang tersebut, Arun tiba-tiba kembali merasa canggung dan hanya diam.

Tiba-tiba Bio menautkan jari tangannya pada Arun, "mau balik ke Cafe sekarang?" tanya Bio.

Arun yang masih memandang tangannya langsung menatap Bio sambil tersenyum malu, "iyaa, soalnya mau lanjutin yang tadi".

"Yang tadi? Yang ... "

"Proposal tadi" potong Arun.

Bio tertawa sambil mengajak Arun berjalan memasuki taksi yang berada tidak jauh dari tempat mereka saat ini.

🍒🍒🍒

"Akbar?" panggilan tersebut terus dilakukan oleh Bella meski saat ini mereka tengah mengelap beberapa meja.

Akbar hanya terdiam tidak menjawab ataupun merespon panggilan tersebut, "Akbar!".

"Kenapa sih Bel?" tanya Akbar dengan wajah lelah.

"Kenapa? Harusnya aku yang tanya. Kamu kenapa? Aku ada salah? Dari tadi kamu diemin aku!" ucap Bella dengan kesal.

"Ini di tempat kerja, profesional dong Bel" ucap Akbar.

Bella yang mendengar itu langsung memutar matanya dengan malas. Baru saja Bella akan datang menghampiri Akbar, tiba-tiba Akbar melangkah maju sambil memperhatikan sebuah taksi yang berhenti tepat di depan Cafe.

Bella mengurungkan niatnya dan ikut melihat siapa yang datang. Bella terkejut saat dari dalam mobil keluar Arun serta Bio secara berbarengan.

Akbar hanya memandang datar pemandangan didepannya saat ini lalu menghampiri Arun saat memasuki area Cafe, "Run, kamu darimana? Tadi kamu kenapa?" tanya Akbar mengabaikan keberadaan Bio disebelah Arun.

Bella hanya bis mengerutkan keningnya saat Akbar begitu antusias bertanya saat Arun datang berbeda dengan perlakuan pada dirinya tadi.

"Lanjutin pekerjaan kamu, Arun masih ada urusan sama saya" ucap Bio sambil mengajak Arun untuk menuju ruangannya.

Akbar yang baru saja akan menahan Arun langsung terhenti saat Arun mengeluarkan suaranya, "proposalnya masih ada sedikit kendala, jadi gue harus obrolin lagi sama pak Bio" ujar Arun lalu melangkahkan kakinya mengikuti Bio.

Akbar hanya bisa terdiam dan menatap punggung Arun yang mulai menghilang, "kamu suka sama Arun?" tanya Bella saat dirinya berada tepat dihadapan Akbar.

Tbc.

1
Puspita Sari
coba deh baca, pasti tau kenapa bintang 5.
falea sezi
arunkok bego jd gimana gt bacanya MC nya menye menye
Puspita Sari: begitukah?
total 1 replies
falea sezi
arun nya goblok🤣 di kasih Adit yg kayak nya kalem milih bio🤣🤣 bloon lu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!